PENGARUH PENDIDIKAN KESEHATAN TERHADAP PENGETAHUAN PERTOLONGAN PERTAMA HIPOGLIKEMIA PADA PENDERITA DIABETES MELLITUS
Jurnal Ilmiah Wijaya, Volume 15 Nomor 2, Juli-Desember 2023
Hal 120-127 website : www.jurnalwijaya.com; p-ISSN: 2301-4113, e-ISSN: 2723-3448
PENGARUH PENDIDIKAN KESEHATAN TERHADAP
PENGETAHUAN PERTOLONGAN PERTAMA HIPOGLIKEMIA
PADA PENDERITA DIABETES MELLITUS
Yuni Sharoh, Akhmad Yani Suryana, Widia Astuti, Dianne Adha, Gilang Husnul Ma’ab, Heni Intan
Puspitasari, Ilmi Musyarofah
STIKes Wijaya Husada Bogor
Email:
ABSTRAK
Diabetes Mellitus menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) tahun 2019, diabetes melitus masuk dalam 10
besar penyebab kematian di dunia. Berdasarkan data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) menunjukkan terjadi
peningkatan prevalensi diabetes yang signifikan yaitu dari 6,9% pada tahun 2018 menjadi 8,5% pada tahun 2018.
Menurut data di Jawa Barat pada tahun 2018 prevalensi diabetes melitus lebih dominan pada kelompok
masyarakat. lanjut usia dengan rentang usia 55-64 tahun yaitu sebesar 6,3%. Sedangkan di Kota Bogor jumlah
kasus diabetes melitus berjumlah 13.710 kasus pada tahun 2018 atau sekitar 1,25%. Hipoglikemia merupakan
komplikasi akut diabetes melitus yang dapat terjadi berulang kali dan dapat memperparah penyakit diabetes
bahkan dapat berujung pada kematian. Hipoglikemia terjadi karena peningkatan insulin dalam darah dan
penurunan kadar glukosa yang disebabkan oleh stres insulin yang tidak memadai. Hipoglikemia dapat dicegah
dengan meningkatkan pengetahuan dengan memberikan promosi kesehatan pada penderita diabetes melitus. Cara
tersebut adalah dengan menggunakan teknik pendidikan kesehatan. Pendidikan kesehatan merupakan suatu proses
pemberdayaan masyarakat agar mampu memelihara dan meningkatkan kesehatan. Tujuan tersebut dikenal dengan
“Pengaruh Pendidikan Kesehatan Terhadap Pengetahuan Pertolongan Pertama Hipoglikemia Pada Penderita
Diabetes Mellitus”. Jenis penelitian ini adalah eksperimen eksperimen, dengan desain penelitian pre-experimental
design yaitu desain “One Group Pre-test and Post-test Design”. Sampel penelitian sebanyak 33 responden
penderita diabetes melitus, menggunakan teknik Accidental Sampling. Instrumen penelitian berupa angket,
analisis Univariat dan Bivariat dengan uji prasyarat yang dibagi menjadi “Uji Homogenitas, Uji Normalitas, dan
Uji Hipotesis”. Hasil penelitian diperoleh jika hasil Non Parametrik Wilcoxon Signed Rank Test sebesar 0,000.
Maka nilai ≤ 0,05 (H0 ditolak, Ha diterima) artinya “ada hubungan Pengaruh Pendidikan Kesehatan Terhadap
Pengetahuan Pertolongan Pertama Hipoglikemia Pada Penderita Diabetes Melitus”. Peneliti berharap penelitian
ini dapat memberikan gambaran dan referensi sehingga terjadi peningkatan pengetahuan dan pemahaman pada
penderita Diabetes Mellitus dalam melakukan pencegahan hipoglikemia.
Kata Kunci : Pendidikan Kesehatan, Pengetahuan, Hipoglikemia
ABSTRACT
Diabetes Mellitus according to the World Health Organization (WHO) 2019, diabetes mellitus entered the top 10
causes of death in the world. Based on data from Basic Health Research (Riskesdas) showed a significant increase
in the prevalence of diabetes, which was from 6.9% in 2018 to 8.5% in 2018. According to data in West Java in
2018 the prevalence of diabetes mellitus is more dominant in the elderly with an age range of 55-64 years, which
is 6.3%. While in the city of Bogor the number of cases of diabetic mellitus amounted to 13,710 cases in 2018 or
about 1.25%. Hypoglycemia is an acute complication of diabetes mellitus that can occur repeatedly and can
aggravate diabetes and can even lead to death. Hypoglycemia occurs due to an increase in insulin in the blood
and a decrease in glucose levels caused by inadequate insulin stress. Hypoglycemia can be prevented by
increasing knowledge by providing health promotion to people with diabetes mellitus. This method is to use health
education techniques. Health education is a process of empowering the community to be able to maintain and
improve health. This goal is known “The Effect of Health Education on First Aid Knowledge Hipoglycemia In
People with Diabetes Mellitus”. This type of research is experiment of experiment, with the design of preexperimental design research, namely the design “One Group Pre-test and Post-test Design”. A research sampel
of 33 respondents with diabetes mellitus, used accidental sampling technique. The research instrument is a
questionnaire, Univariate and Bivariate analysis with Prequisite tests divided into “Homogeneity Test, Normality
Test, and Hypothesis Test”. The results of the research are obtained if the results of the Non Parametric Wilcoxon
Signed Rank Test are 0.000. Then the value of ≤ 0.05 (H0 rejected, Ha accepted) means "there is a relationship
to the Effect of Health Education on The Knowledge of Hypoglycemia First Aid in Diabetics Mellitus ".
Researchers hope this research can provide a picture and reference so that there is an increase in knowledge and
understanding in people with Diabetes Mellitus in carrying out hypoglycemia prevention.
Keywords: Health Education, Knowledge, Hypoglycemia
120
Jurnal Ilmiah Wijaya, Volume 15 Nomor 2, Juli-Desember 2023
Hal 120-127 website : www.jurnalwijaya.com; p-ISSN: 2301-4113, e-ISSN: 2723-3448
bahkan dapat menyebabkan kelumpuhan
PENDAHULUAN
Diabetes melitus (DM) merupakan
penyakit kronis umum pada orang dewasa
dan kematian.(4)
Prevalensi penyakit diabetes melitus di
medis
Jawa Barat tahun 2018 dengan usia ≥ 15
berkelanjutan dan pendidikan perawatan
tahun sebesar 1,7%, pada data ini lebih
mandiri bagi pasien. Namun, tergantung
banyak diderita oleh perempuan yaitu
pada jenis diabetes melitus dan usia pasien,
1,8%, sedangkan menurut kelompok umur
kebutuhan dan perawatan pasien bisa
lebih banyak terjadi pada lansia dengan usia
sangat berbeda.(1)
≥ 15 tahun. rentang 55-64 tahun yaitu
yang
memerlukan
International
(IDF)
Atlas
pengawasan
Diabetes
2019,
Federation
6,3%.(5)
memperkirakan
Di Kota Bogor, jumlah kasus penderita
setidaknya 136 juta orang berusia >65
diabetes mellitus dari tahun 2014-2018
tahun menderita diabetes, dan lebih dari 4
terus meningkat dari 1.621 kasus pada
juta orang berusia 20-79 tahun meninggal
tahun 2014 menjadi 13.710 kasus pada
karena diabetes. Sementara itu, jumlah anak
tahun 2018. Prevalensi pada tahun 2014
dan remaja usia 19 tahun yang mengidap
sebesar 0,15% kemudian menjadi 1,25%
diabetes
pada tahun 2018.( 6)
semakin
meningkat
setiap
tahunnya.(2)
Diabetes tidak bisa disembuhkan,
Data Organisasi Kesehatan Dunia
namun bisa dikendalikan dengan rajin
(WHO) tahun 2019, diabetes melitus masuk
mengontrol kadar gula darah. Kontrol yang
dalam 10 besar penyebab kematian di
ketat
dunia. Diabetes juga bertanggung jawab
komplikasi pada pasien diabetes. Penyakit
atas angka kematian sebesar 70% sejak
diabetes melitus dapat dihindari jika setiap
tahun 2000 – sekarang.(3)
individu melakukan upaya pencegahan,
Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas)
ini
dapat
mencegah
terjadinya
antara lain dengan mengetahui faktor risiko
menunjukkan adanya peningka (...truncated)