PENGARUH PENDIDIKAN KESEHATAN TERHADAP PENGETAHUAN PERTOLONGAN PERTAMA HIPOGLIKEMIA PADA PENDERITA DIABETES MELLITUS

Jurnal Ilmiah Wijaya, May 2024

Diabetes Mellitus menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) tahun 2019, diabetes melitus masuk dalam 10besar penyebab kematian di dunia. Berdasarkan data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) menunjukkan terjadipeningkatan prevalensi diabetes yang signifikan yaitu dari 6,9% pada tahun 2018 menjadi 8,5% pada tahun 2018.Menurut data di Jawa Barat pada tahun 2018 prevalensi diabetes melitus lebih dominan pada kelompokmasyarakat. lanjut usia dengan rentang usia 55-64 tahun yaitu sebesar 6,3%. Sedangkan di Kota Bogor jumlahkasus diabetes melitus berjumlah 13.710 kasus pada tahun 2018 atau sekitar 1,25%. Hipoglikemia merupakankomplikasi akut diabetes melitus yang dapat terjadi berulang kali dan dapat memperparah penyakit diabetesbahkan dapat berujung pada kematian. Hipoglikemia terjadi karena peningkatan insulin dalam darah danpenurunan kadar glukosa yang disebabkan oleh stres insulin yang tidak memadai. Hipoglikemia dapat dicegahdengan meningkatkan pengetahuan dengan memberikan promosi kesehatan pada penderita diabetes melitus. Caratersebut adalah dengan menggunakan teknik pendidikan kesehatan. Pendidikan kesehatan merupakan suatu prosespemberdayaan masyarakat agar mampu memelihara dan meningkatkan kesehatan. Tujuan tersebut dikenal dengan“Pengaruh Pendidikan Kesehatan Terhadap Pengetahuan Pertolongan Pertama Hipoglikemia Pada PenderitaDiabetes Mellitus”. Jenis penelitian ini adalah eksperimen eksperimen, dengan desain penelitian pre-experimentaldesign yaitu desain “One Group Pre-test and Post-test Design”. Sampel penelitian sebanyak 33 respondenpenderita diabetes melitus, menggunakan teknik Accidental Sampling. Instrumen penelitian berupa angket,analisis Univariat dan Bivariat dengan uji prasyarat yang dibagi menjadi “Uji Homogenitas, Uji Normalitas, danUji Hipotesis”. Hasil penelitian diperoleh jika hasil Non Parametrik Wilcoxon Signed Rank Test sebesar 0,000.Maka nilai ≤ 0,05 (H0 ditolak, Ha diterima) artinya “ada hubungan Pengaruh Pendidikan Kesehatan TerhadapPengetahuan Pertolongan Pertama Hipoglikemia Pada Penderita Diabetes Melitus”. Peneliti berharap penelitianini dapat memberikan gambaran dan referensi sehingga terjadi peningkatan pengetahuan dan pemahaman padapenderita Diabetes Mellitus dalam melakukan pencegahan hipoglikemia

Article PDF cannot be displayed. You can download it here:

https://jurnalwijaya.com/index.php/jurnal/article/download/249/212

PENGARUH PENDIDIKAN KESEHATAN TERHADAP PENGETAHUAN PERTOLONGAN PERTAMA HIPOGLIKEMIA PADA PENDERITA DIABETES MELLITUS

Jurnal Ilmiah Wijaya, Volume 15 Nomor 2, Juli-Desember 2023 Hal 120-127 website : www.jurnalwijaya.com; p-ISSN: 2301-4113, e-ISSN: 2723-3448 PENGARUH PENDIDIKAN KESEHATAN TERHADAP PENGETAHUAN PERTOLONGAN PERTAMA HIPOGLIKEMIA PADA PENDERITA DIABETES MELLITUS Yuni Sharoh, Akhmad Yani Suryana, Widia Astuti, Dianne Adha, Gilang Husnul Ma’ab, Heni Intan Puspitasari, Ilmi Musyarofah STIKes Wijaya Husada Bogor Email: ABSTRAK Diabetes Mellitus menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) tahun 2019, diabetes melitus masuk dalam 10 besar penyebab kematian di dunia. Berdasarkan data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) menunjukkan terjadi peningkatan prevalensi diabetes yang signifikan yaitu dari 6,9% pada tahun 2018 menjadi 8,5% pada tahun 2018. Menurut data di Jawa Barat pada tahun 2018 prevalensi diabetes melitus lebih dominan pada kelompok masyarakat. lanjut usia dengan rentang usia 55-64 tahun yaitu sebesar 6,3%. Sedangkan di Kota Bogor jumlah kasus diabetes melitus berjumlah 13.710 kasus pada tahun 2018 atau sekitar 1,25%. Hipoglikemia merupakan komplikasi akut diabetes melitus yang dapat terjadi berulang kali dan dapat memperparah penyakit diabetes bahkan dapat berujung pada kematian. Hipoglikemia terjadi karena peningkatan insulin dalam darah dan penurunan kadar glukosa yang disebabkan oleh stres insulin yang tidak memadai. Hipoglikemia dapat dicegah dengan meningkatkan pengetahuan dengan memberikan promosi kesehatan pada penderita diabetes melitus. Cara tersebut adalah dengan menggunakan teknik pendidikan kesehatan. Pendidikan kesehatan merupakan suatu proses pemberdayaan masyarakat agar mampu memelihara dan meningkatkan kesehatan. Tujuan tersebut dikenal dengan “Pengaruh Pendidikan Kesehatan Terhadap Pengetahuan Pertolongan Pertama Hipoglikemia Pada Penderita Diabetes Mellitus”. Jenis penelitian ini adalah eksperimen eksperimen, dengan desain penelitian pre-experimental design yaitu desain “One Group Pre-test and Post-test Design”. Sampel penelitian sebanyak 33 responden penderita diabetes melitus, menggunakan teknik Accidental Sampling. Instrumen penelitian berupa angket, analisis Univariat dan Bivariat dengan uji prasyarat yang dibagi menjadi “Uji Homogenitas, Uji Normalitas, dan Uji Hipotesis”. Hasil penelitian diperoleh jika hasil Non Parametrik Wilcoxon Signed Rank Test sebesar 0,000. Maka nilai ≤ 0,05 (H0 ditolak, Ha diterima) artinya “ada hubungan Pengaruh Pendidikan Kesehatan Terhadap Pengetahuan Pertolongan Pertama Hipoglikemia Pada Penderita Diabetes Melitus”. Peneliti berharap penelitian ini dapat memberikan gambaran dan referensi sehingga terjadi peningkatan pengetahuan dan pemahaman pada penderita Diabetes Mellitus dalam melakukan pencegahan hipoglikemia. Kata Kunci : Pendidikan Kesehatan, Pengetahuan, Hipoglikemia ABSTRACT Diabetes Mellitus according to the World Health Organization (WHO) 2019, diabetes mellitus entered the top 10 causes of death in the world. Based on data from Basic Health Research (Riskesdas) showed a significant increase in the prevalence of diabetes, which was from 6.9% in 2018 to 8.5% in 2018. According to data in West Java in 2018 the prevalence of diabetes mellitus is more dominant in the elderly with an age range of 55-64 years, which is 6.3%. While in the city of Bogor the number of cases of diabetic mellitus amounted to 13,710 cases in 2018 or about 1.25%. Hypoglycemia is an acute complication of diabetes mellitus that can occur repeatedly and can aggravate diabetes and can even lead to death. Hypoglycemia occurs due to an increase in insulin in the blood and a decrease in glucose levels caused by inadequate insulin stress. Hypoglycemia can be prevented by increasing knowledge by providing health promotion to people with diabetes mellitus. This method is to use health education techniques. Health education is a process of empowering the community to be able to maintain and improve health. This goal is known “The Effect of Health Education on First Aid Knowledge Hipoglycemia In People with Diabetes Mellitus”. This type of research is experiment of experiment, with the design of preexperimental design research, namely the design “One Group Pre-test and Post-test Design”. A research sampel of 33 respondents with diabetes mellitus, used accidental sampling technique. The research instrument is a questionnaire, Univariate and Bivariate analysis with Prequisite tests divided into “Homogeneity Test, Normality Test, and Hypothesis Test”. The results of the research are obtained if the results of the Non Parametric Wilcoxon Signed Rank Test are 0.000. Then the value of ≤ 0.05 (H0 rejected, Ha accepted) means "there is a relationship to the Effect of Health Education on The Knowledge of Hypoglycemia First Aid in Diabetics Mellitus ". Researchers hope this research can provide a picture and reference so that there is an increase in knowledge and understanding in people with Diabetes Mellitus in carrying out hypoglycemia prevention. Keywords: Health Education, Knowledge, Hypoglycemia 120 Jurnal Ilmiah Wijaya, Volume 15 Nomor 2, Juli-Desember 2023 Hal 120-127 website : www.jurnalwijaya.com; p-ISSN: 2301-4113, e-ISSN: 2723-3448 bahkan dapat menyebabkan kelumpuhan PENDAHULUAN Diabetes melitus (DM) merupakan penyakit kronis umum pada orang dewasa dan kematian.(4) Prevalensi penyakit diabetes melitus di medis Jawa Barat tahun 2018 dengan usia ≥ 15 berkelanjutan dan pendidikan perawatan tahun sebesar 1,7%, pada data ini lebih mandiri bagi pasien. Namun, tergantung banyak diderita oleh perempuan yaitu pada jenis diabetes melitus dan usia pasien, 1,8%, sedangkan menurut kelompok umur kebutuhan dan perawatan pasien bisa lebih banyak terjadi pada lansia dengan usia sangat berbeda.(1) ≥ 15 tahun. rentang 55-64 tahun yaitu yang memerlukan International (IDF) Atlas pengawasan Diabetes 2019, Federation 6,3%.(5) memperkirakan Di Kota Bogor, jumlah kasus penderita setidaknya 136 juta orang berusia >65 diabetes mellitus dari tahun 2014-2018 tahun menderita diabetes, dan lebih dari 4 terus meningkat dari 1.621 kasus pada juta orang berusia 20-79 tahun meninggal tahun 2014 menjadi 13.710 kasus pada karena diabetes. Sementara itu, jumlah anak tahun 2018. Prevalensi pada tahun 2014 dan remaja usia 19 tahun yang mengidap sebesar 0,15% kemudian menjadi 1,25% diabetes pada tahun 2018.( 6) semakin meningkat setiap tahunnya.(2) Diabetes tidak bisa disembuhkan, Data Organisasi Kesehatan Dunia namun bisa dikendalikan dengan rajin (WHO) tahun 2019, diabetes melitus masuk mengontrol kadar gula darah. Kontrol yang dalam 10 besar penyebab kematian di ketat dunia. Diabetes juga bertanggung jawab komplikasi pada pasien diabetes. Penyakit atas angka kematian sebesar 70% sejak diabetes melitus dapat dihindari jika setiap tahun 2000 – sekarang.(3) individu melakukan upaya pencegahan, Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) ini dapat mencegah terjadinya antara lain dengan mengetahui faktor risiko menunjukkan adanya peningka (...truncated)


This is a preview of a remote PDF: https://jurnalwijaya.com/index.php/jurnal/article/download/249/212
Article home page: https://jurnalwijaya.com/index.php/jurnal/article/view/249/212

Yuni Sharoh, Yani Suryana . Akhmad, Widia Astuti, Adha Dianne. PENGARUH PENDIDIKAN KESEHATAN TERHADAP PENGETAHUAN PERTOLONGAN PERTAMA HIPOGLIKEMIA PADA PENDERITA DIABETES MELLITUS, Jurnal Ilmiah Wijaya, 2024,