Analisis Terhadap Pekerja Migran dari Bodetabek ke Provinsi DKI Jakarta
ANALISIS TERHADAP PEKERJA MIGRAN DARI
BODETABEK KE PROVINSI DKI JAKARTA
JURNAL ILMIAH
Disusun oleh :
Arief Setyowidodo
135020100111021
JURUSAN ILMU EKONOMI
FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS
UNIVERSITAS BRAWIJAYA
MALANG
2017
LEMBAR PENGESAHAN PENULISAN ARTIKEL JURNAL
Artikel Jurnal dengan judul :
ANALISIS TERHADAP PEKERJA MIGRAN DARI BODETABEK
KE PROVINSI DKI JAKARTA
Yang disusun oleh :
Nama
:
Arief Setyowidodo
NIM
:
135020100111021
Fakultas
:
Ekonomi dan Bisnis
Jurusan
:
S1 Ilmu Ekonomi
Bahwa artikel Jurnal tersebut dibuat sebagai persyaratan ujian skripsi yang dipertahankan di
depan Dewan Penguji pada tanggal 3 April 2017
Malang, 3 April 2017
Dosen Pembimbing,
Devanto Shasta Pratomo, SE., M.Si., Ph.D
NIP. 19761003 200112 1 003
Analisis Terhadap Pekerja Migran dari Bodetabek ke Provinsi DKI Jakarta
Arief Setyowidodo
Devanto Shasta Pratomo, SE., M.Si., Ph.D.
Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Brawijaya Malang
Email:
ABSTRAK
Migrasi untuk bekerja dari daerah asal ke daerah tujuan merupakan fenomena yang banyak terjadi, khusunya di
Indonesia. Salah satu provinsi yang masih menjadi tujuan favorit bagi pekerja untuk bermigrasi adalah provinsi DKI
Jakarta.. Provinsi DKI Jakarta dikelilingi oleh beberapa kabupaten dan kota seperti kabupaten Tangerang, kota
Tangerang, kota Tangerang Selatan, kota Depok, kabupaten Bogor, kota Bogor, kabupaten Bekasi, dan kota Bekasi,
atau yang biasa disebut dengan daerah Bodetabek. Kondisi geografis provinsi DKI Jakarta yang dikelilingi oleh
daerah Bodetabek menyebabkan adanya arus pekerja mover (komuter dan sirkuler) yang besar dari Bodetabek ke
provinsi DKI Jakarta. Sehingga penelitian ini akan melihat bagaimana kecenderungan variabel jenis kelamin, umur,
status perkawinan, status kepala rumah tangga, tingkat pendidikan, upah, dan jarak tempuh dalam mendorong minat
pekerja migran dari Bodetabek untuk bekerja di provinsi DKI Jakarta dan di luar provinsi DKI Jakarta sebagai
pembanding. Penelitian ini menggunakan metode analisis Multinomial Logit dengan variabel terikat bersifat
kualitatif 3 nilai, dimana nilai 1 berarti pekerja migran dari Bodetabek berminat untuk bekerja di provinsi DKI
Jakarta, nilai 2 berarti pekerja migran dari Bodetabek berminat untuk bekerja di luar provinsi DKI Jakarta, dan nilai
3 berarti pekerja dari Bodetabek berminat untuk bekerja dan bertempat tinggal di daerah asal. Hasil yang ditemukan
dalam penelitian ini adalah terdapat beberapa variabel yang memiliki kecenderungan signifikan untuk mempengaruhi
ke dalam 2 kategori (di provinsi DKI Jakarta dan di luar provinsi DKI Jakarta) yaitu jenis kelamin, tingkat
pendidikan, dan upah. Variabel status perkawinan hanya memiliki kecenderungan yang signifikan ke dalam kategori
di provinsi DKI Jakarta, variabel umur hanya memiliki kecenderungan yang signifikan ke dalam kategori di luar
provinsi DKI Jakarta, sedangkan variabel status kepala rumah tangga dan jarak tempuh sama-sama tidak memiliki
kecenderungan yang signifikan ke dalam 2 kategori.
Kata kunci: Migrasi, Pekerja Migran, Komuter, Sirkuler, Multinomial Logit.
ABSTRACK
Labor migration from origin to destination is a phenomenon that often occurs, especially in Indonesia. One of the
province that be a favourite destination to migrate is DKI Jakarta province. DKI Jakarta province is surrounded by
districk and city like Tangerang, South Tangerang, Depok, Bogor, and Bekasi, or commonly referred to Bodetabek.
This geographical condition of DKI Jakarta province make migrant workers migrate from Bodetabek to DKI Jakarta
province. This research will find probability of gender, age, marital status, head of household status, education, wage,
and distance as independent variable to interest of migrant workers from Bodetabek to migrate to DKI Jakarta
province and outside DKI Jakarta province. This research use Multinomonial Logit with qualitative dependent
variable in 3 values. The value 1 in dependent variable mean that migrant workers from Bodetabek interest to work
in DKI Jakarta province, the value 2 in dependent variable mean that migrant workers from Bodetabek interest to
work in outside DKI Jakarta province, and the value 3 in dependent variable mean that workers from Bodetabek
interest to life and work in origin. This research find that gender, education, and wage have a significant tendency to
affect the interest of migrant workers from Bodetabek to work in DKI Jakarta province and outside DKI Jakarta
province. This research also find that age only has a significant tendency to affect the interest of migrant workers
from Bodetabek to work in outside DKI Jakarta province, marital status only has a significant tendency to affect the
interest of migrant workers from Bodetabek to work in DKI Jakarta province, while head of household and distance
have no significant tendency to affect the interest of migrant workers from Bodetabek to work in DKI Jakarta province
neither outside DKI Jakarta province.
Key words: Migration, Migrant Workers, Commuting, Circular, Multinomial Logit.
A. PENDAHULUAN
Indonesia merupakan salah satu negara berkembang yang terletak di kawasan Asia Tenggara. Indonesia merupakan
sebuah negara kepulauan yang memiliki lebih dari 17.000 pulau yang tersebar melintang dari Sabang yang berada di
ujung barat, hingga Merauke yang berada di ujung timur. Indonesia merupakan salah satu negara yang memiliki
jumlah penduduk terbesar di dunia. Mengacu pada Sensus Penduduk yang dipublikasikan oleh Badan Pusat Statistik
(BPS), sejak tahun 1970 hingga 2010 jumlah penduduk Indonesia terus mengalami peningkatan. Dalam kurun waktu
40 tahun, persentase peningkatan jumlah penduduk Indonesia telah mencapai angka 99,3 persen. Tentunya
berdasarkan data ini menandakan bahwa jumlah penduduk Indonesia masih belum dapat terkendali dan akan memiliki
potensi untuk semakin bertambah di tahun-tahun berikutnya.
Peningkatan jumlah penduduk di Indonesia ini akan memicu peningkatan jumlah penduduk usia muda atau
produktif dalam beberapa tahun kedepan. Ledakan jumlah penduduk usia produktif akan membuat pasar tenaga kerja
akan semakin kompetitif. Para pekerja akan berlomba-lomba untuk meningkatkan kualitas masing-masing untuk
memperoleh pekerjaan dan pendapatan yang dapat memenuhi kebutuhan hidup mereka. Jika kebutuhan hidup dari
pekerja ini belum dapat terpenuhi, maka migrasi menjadi pilihan yang tepat bagi mereka. Hal ini disebabkan karena
menurut Simanjuntak (1985) asumsi dasar dari migrasi adalah seseorang berusaha untuk pindah pekerjaan dari suatu
tempat ke tempat lain untuk memperoleh pendapatan yang lebih besar dibandingkan dengan sebelumnya.
Migrasi menjadi fenomena yang telah sering terjadi di negara berkembang, khususnya di Indonesia. Migrasi ke
kota-kota besar menjadi salah satu pilihan pekerja untuk berusaha memperoleh pekerjaan dan pendapatan yang lebih
baik dibandingkan dengan di daerah asal. Menurut Mantra (1985) mobilitas penduduk atau migrasi dapat
diklasifikasikan menjadi dua bagian. Bagian pertama adalah (...truncated)