Proses Produksi Musik pada Lagu Tyok Satrio
Journal of Music Science, Technology,
and Industry
Volume 6, Number 2, 2023
e-ISSN. 2622-8211
https://jurnal.isi-dps.ac.id/index.php/jomsti/
Proses Produksi Musik pada Lagu Tyok Satrio
Puput Pramuditya1, Arya Putra Hananta2
1,2 Program Study Penciptaan Musik FSP ISI Yogyakarta
Email:
Article Info
____________
Article History:
Received:
June 2023
Accepted:
July 2023
Published:
October 2023
______________
Keywords:
produksi musik,
perekaman musik,
tyok satrio, musik
populer, produser
musik.
ABSTRACT
__________________________________________________
Tujuan: penelitian bertujuan untuk mengidentifikasi dan
menguraikan proses produksi musik untuk lagu-lagu Tyok
Satrio yang dilakukan secara mandiri di Studio DS Records oleh
Danurseto Bramana Adhi. Metode: Berbagai tahapan dari
penulisan lagu hingga pembuatan iringan musik saling
terintegrasi dalam sebuah kesatuan proses produksi musik.
Menurut Sawyer dan Golding, produksi musik mempunyai 3
(tiga) tahapan umum yaitu: (1) Pre-Production yang berisi
segala perencanaan konsep musikal sebagai efisiensi proses
perekaman; (2) Production yaitu proses perekaman dalam
produksi musik yang melibatkan seluruh musisi; (3) Post
Production adalah fase terakhir yang berisi proses editing,
balancing, mixing-mastering untuk menyajikan lagu siap
dengar. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif untuk
menemukan dan memahami berbagai fenomena yang ditemui
untuk kemudian dianalisis secara cermat. Teknik pengambilan
data dilakukan dengan observasi, wawancara, dan
dokumentasi. Hasil dan pembahasan: penelitian ini
menunjukkan bahwa proses produksi musik yang dilakukan
Danurseto dilakukan menggunakan metode Sawyer dan
Golding dengan keseluruhan peran departemen yang saling
terintegrasi oleh orang yang sama. Implikasi: menunjukkan
bahwa proses produksi musik pada lagu Tyok Satrio yang
dilakukan oleh Danurseto sebagai Produser, A&R, songwriter,
arranger, instrumentalis, dan sound engineer sekaligus dapat
mencapai efisiensi kerja dengan cara mekanisme kerja yang
saling terintegrasi dalam setiap tahapannya.
© 2023 Institut Seni Indonesia Denpasar
159
Journal of Music Science, Technology, and Industry [JoMSTI]
Volume 6, Number 2, 2023. E-ISSN: 2622-8211
PENDAHULUAN
Industri musik saat ini membuka peluang kepada setiap orang untuk bisa
berkarya dan memamerkan karyanya dengan mudah. Hal ini terjadi karena adanya
berbagai platform digital sebagai etalase pribadi yang dapat dimiliki oleh semua orang.
Karya yang dimainkan musisi solo maupun kelompok musik dapat ditemui dengan
mudah di setiap platform tersebut. Fenomena musik dan musisi independen yang
tidak terikat oleh label tertentu sebagai perusahaan produksi musik membuat banyak
musisi dapat secara bebas memamerkan karyanya di berbagai platform digital. Hal ini
seperti yang diungkapkan oleh Boeton pada tahun 2017 dalam media Kumparan
bahwa Major Label bukanlah arena tunggal bagi pemusik untuk memproduksi
karyanya hingga bisa dirilis dan diedarkan ke mana saja (Dwi Lestari, 2019). Tyok
Satrio adalah salah satu dari sekian banyak musisi yang memanfaatkan fenomena
perkembangan dalam industri musik tersebut.
Tyok Satrio merupakan seorang penyanyi pop kelahiran Yogyakarta yang
dikenal setelah mengikuti ajang pencarian bakat X Factor di RCTI dan telah dieliminasi
pada bulan Januari 2022. Dalam kurun waktu 2 bulan setelah keluar dari X Factor
RCTI, Tyok Satrio memulai debut sebagai penyanyi solo dalam industri musik
Indonesia dengan merilis albumnya melalui platform Youtube dan Spotify pada 15
Maret 2022.
Tyok Satrio adalah peserta X Factor 2022 pertama yang merilis album solo
bahkan sebelum gelaran X Factor di RCTI berakhir. Lagu-lagu dalam album pertama
Tyok Satrio mulai digarap sejak tahun 2019 oleh Danurseto Bramana Adhi. Danurseto
adalah seorang musisi dan gitaris Yogyakarta sekaligus founder dan owner DS
Records Studio yang memulai karir sebagai gitaris dan audio engineer di DS Records
sehingga semua lagu-lagu dalam album Tyok Satrio diproduksi di DS Records Studio.
DS Records sebagai tempat diproduksinya lagu-lagu Tyok Satrio merupakan
sebuah studio musik yang berada di Yogyakarta dan telah berdiri sejak tahun 2015.
DS Records lewat Danurseto telah digunakan oleh banyak musisi lokal maupun
nasional untuk memproduksi karya musiknya, salah satunya adalah produksi musik
untuk lagu ‘Tanpa Batas Waktu’ yaitu Original Soundtrack sinetron ‘Ikatan Cinta’ yang
ditayangkan di RCTI. Lagu ini ditulis oleh Ade Govinda dan dinyanyikan oleh Fadly
Padi. Selain sebagai penata musik untuk album Tyok Satrio, Danurseto juga
160
Journal of Music Science, Technology, and Industry [JoMSTI]
Volume 6, Number 2, 2023. E-ISSN: 2622-8211
merupakan pencipta semua lagu dan produser musik dalam album solo pertama Tyok
Satrio.
Album perdana Tyok Satrio berisi 15 lagu yang seluruhnya direkam di Studio
DS Records. Pengerjaan dari lagu-lagu tersebut dibagi dalam beberapa tahapan yang
berbeda sesuai alur kerja yang ditentukan oleh Danurseto selaku produser. Proses
perekaman produksi musik yang dilakukan Tyok Satrio dan Danurseto untuk
mempersiapkan sebuah album dilakukan dalam durasi 2 bulan yang berarti 1 lagu
menghabiskan rata-rata durasi produksi selama kurang dari 1 minggu.
Fenomena kecepatan durasi produksi musik yang efisien ini merupakan hasil
dari dukungan teknologi dalam penggarapan karya seni. Hal ini dapat dimaklumi
karena jika ditarik ke belakang sejak zaman Yunani, teknologi serta seni memiliki
hubungan yang tidak terpisahkan (Kusumaningrum & Sukistono, 2020). Keterkaitan
antara seni dan teknologi saat ini secara nyata telah menghasilkan sebuah manfaat
bagi perkembangan zaman salah satunya dalam hal produksi musik secara digital.
Produksi musik adalah kelanjutan dari proses penciptaan musik yang biasanya
hanya tertulis pada partiture untuk dimainkan oleh instrumentalis. Kegiatan produksi
musik adalah tentang membuat sebuah karya musik menjadi siap dengar
menggunakan teknologi perekaman. Setiap lagu yang biasanya didengarkan dalam
durasi 3-5 menit memiliki proses pembuatan yang panjang. Diawali dari penulisan lagu
hingga proses produksi musik membuat pendengar dapat mendengar lagu setiap
saat. Dalam produksi musik, ide dapat berkembang dengan sangat luas. Hal ini
dikarenakan, dalam produksi musik terdapat berbagai departemen seperti A&R,
arranger, sound engineer, hingga instrumentalis yang siap memberikan berbagai
kontribusi ide dalam setiap tahapannya sehingga memungkinkan musik akan lebih
obyektif ketika dirilis di masyarakat (Hepworth-Sawyer & Golding, 2010: 147).
Produksi musik tidak hanya kegiatan praktis dan teknis semata namun juga
memiliki nilai seni tersendiri (James Burgess, 2013: 5). Proses produksi musik,
walaupun menggunakan sentuhan teknologi di dalamnya sejatinya tetap mengandung
unsur kreativitas dan seni yang berkompromi terhadap hal-hal teknis sehingga layak
untuk diungkap. Hal ini penting untuk ditelaah lebih lanjut karena produksi musik
merupakan bagian tindak lanjut dan bersifat integral dari pr (...truncated)