DETEKSI PERKEMBANGAN LAHAN TERBANGUN KOTA GORONTALO BERDASARKAN CITRA LAST (LANDSAT, ASTER, & SENTINEL-2A) (Detection of the built-up area development in Gorontalo City Based on LAST (Landsat, ASTER, & Sentinel-2A) Imagery)

J SIG (Jurnal Sains Informasi Geografi), Nov 2018

Abstract – Built-up area is easily found in urban areas which is the most land use compared to other land use. The development of the built-up area has also increased with increasing population and increasing economic activity. Most of the population activities in the form of economy, services, trade, offices, education, health, and entertainment facilities that are centralized in urban areas have caused the availability of non-built-up area to shrink further. Detection of the built-up area can be assessed from remote sensing data using urban indices, multispectral classification (supervised and unsupervised classification), and spectral bands. This study aims to detect the built-up area based on multisensor and multitemporal imagery. Landsat 5 TM, Landsat 8, ASTER, and Sentinel-2B (LAST) images were used in this study. Digital image processing is performed on each image using the guided classification method support vector machine (SVM) algorithm. Four classes of land cover were taken, namely built-up area, vegetation, bare land, and water bodies. Samples of built-up area classes were taken as many as 31 random sampling points spread over the study area. Validation tests were carried out for each image based on the ground check. Results of the study showed that the development of the built-up area was directed to the north and the difference in the extent of information on the built-up area due to differences in spatial resolution. Keywords: built-up area, landsat, aster, sentinel, supervised classification, gorontalo Abstrak –Lahan terbangun mudah ditemukan di wilayah perkotaan yang merupakan penggunaan lahan paling banyak dibandingkan penggunaan lahan lainnya. Perkembangan lahan terbangun turut meningkat seiring pertambahan jumlah penduduk dan peningkatan aktivitas ekonomi. Sebagian besar aktivitas penduduk berupa ekonomi, jasa, perdagangan, perkantoran, pendidikan, kesehatan, dan sarana hiburan yang terpusat di wilayah perkotaan menyebabkan ketersediaan lahan non-terbangun kian menyusut pula. Deteksi lahan terbangun dapat dikaji dari data penginderaan jauh menggunakan indeks perkotaan (urban index), klasifikasi multispektral (supervised and unsupervised classification), dan saluran spektral (spectral bands). Penelitian ini bertujuan mendeteksi lahan terbangun berdasarkan citra multis-sensor dan multi-temporal. Citra landsat 5 TM, landsat 8, ASTER, dan sentinel-2B (LAST) digunakan dalam penelitian ini. Pengolahan citra digital dilakukan pada masing-masing citra yang menggunakan metode klasifikasi terbimbing algoritma support vector machine (SVM). Sebanyak empat kelas tutupan lahan diambil, yaitu lahan terbangun, vegetasi, lahan terbuka dan tubuh air. Sampel kelas lahan terbangun diambil sebanyak 31 titik secara random sampling yang tersebar di wilayah penelitian. Uji validasi dilakukan untuk masing-masing citra berdasarkan ground check. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perkembangan lahan terbangun mengarah ke utara, dan perbedaan luasan informasi lahan terbangun yang disebabkan perbedaan resolusi spasial. Kata kunci: lahan terbangun, landsat, aster, sentinel, klasifikasi terbimbing, gorontalo

Article PDF cannot be displayed. You can download it here:

https://journal.umgo.ac.id/index.php/GEOUMGo/article/download/177/109

DETEKSI PERKEMBANGAN LAHAN TERBANGUN KOTA GORONTALO BERDASARKAN CITRA LAST (LANDSAT, ASTER, & SENTINEL-2A) (Detection of the built-up area development in Gorontalo City Based on LAST (Landsat, ASTER, & Sentinel-2A) Imagery)

© 2018 Program Studi Geografi Universitas Muhammadiyah Gorontalo JURNAL SAINS INFORMASI GEOGRAFI [JSIG] Volume I Nomor 2, November 2018 ISSN 2614-1671 DETEKSI PERKEMBANGAN LAHAN TERBANGUN KOTA GORONTALO BERDASARKAN CITRA LAST (LANDSAT, ASTER, & SENTINEL-2A) Detection of The Built-up Area Development in Gorontalo City Based on LAST (Landsat, ASTER, & Sentinel-2A) Imagery. Arthur Gani Koto1, Ivan Taslim2 1,2 Program Studi Geografi, Universitas Muhammadiyah Gorontalo Email Korespondensi : DOI: http://dx.doi.org/10.31314/jsig.v1i2.177 Abstract–Built-up area is easily found in urban areas which is the most land use compared to other land use. The development of the built-up area has also increased with increasing population and increasing economic activity. Most of the population activities in the form of economy, services, trade, offices, education, health, and entertainment facilities that are centralized in urban areas have caused the availability of non built-up area to shrink further. Detection of the built-up area can be assessed from remote sensing data using urban indices, multispectral classification (supervised and unsupervised classification), and spectral bands. This study aims to detect the built-up area based on multisensor and multitemporal imagery. Landsat 5 TM, Landsat 8, ASTER, and Sentinel-2B (LAST) images were used in this study. Digital image processing is performed on each image using the guided classification method support vector machine (SVM) algorithm. Four classes of land cover were taken, namely built-up area, vegetation, bare land, and water bodies. Samples of built-up area classes were taken as many as 31 random sampling points spread over the study area. Validation tests were carried out for each image based on the ground check. Results of the study showed that the development of the built-up area was directed to the north and the difference in the extent of information on the built-up area due to differences in spatial resolution. Keywords: built-up area, landsat, aster, sentinel, supervised classification, gorontalo Abstrak –Lahan terbangun mudah ditemukan di wilayah perkotaan yang merupakan penggunaan lahan paling banyak dibandingkan penggunaan lahan lainnya. Perkembangan lahan terbangun turut meningkat seiring pertambahan jumlah penduduk dan peningkatan aktivitas ekonomi. Sebagian besar aktivitas penduduk berupa ekonomi, jasa, perdagangan, perkantoran, pendidikan, kesehatan, dan sarana hiburan yang terpusat di wilayah perkotaan menyebabkan ketersediaan lahan non-terbangun kian menyusut pula. Deteksi lahan terbangun dapat dikaji dari data penginderaan jauh menggunakan indeks perkotaan (urban index), klasifikasi multispektral (supervised and unsupervised classification), dan saluran spektral (spectral bands). Penelitian ini bertujuan mendeteksi lahan terbangun berdasarkan citra multis-sensor dan multi-temporal. Citra landsat 5 TM, landsat 8, ASTER, dan sentinel-2B (LAST) digunakan dalam penelitian ini. Pengolahan citra digital dilakukan pada masing-masing citra yang menggunakan metode klasifikasi terbimbing algoritma support vector machine (SVM). Sebanyak empat kelas tutupan lahan diambil, yaitu lahan terbangun, vegetasi, lahan terbuka dan tubuh air. Sampel kelas lahan terbangun diambil sebanyak 31 titik secara random sampling yang tersebar di wilayah penelitian. Uji validasi dilakukan untuk masing-masing citra berdasarkan ground check. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perkembangan lahan terbangun mengarah ke utara, dan perbedaan luasan informasi lahan terbangun yang disebabkan perbedaan resolusi spasial. Kata kunci: lahan terbangun, landsat, aster, sentinel, klasifikasi terbimbing, gorontalo 28 ©2018, Program Studi Geografi Universitas Muhammadiyah Gorontalo Koto & Taslim, 2018 Jurnal Sains Informasi Geografi [JSIG], 1(2):28-39, ISSN 2614-1671 PENDAHULUAN Salah satu masalah penting dalam pemetaan wilayah perkotaan adalah menganalisis perubahan penggunaan lahan dari non-pemukiman ke pemukiman (As-syakur et al 2012). Menurunkan informasi lahan terbangun perkotaan dapat menggunakan citra satelit resolusi tinggi (CSRT) maupun citra resolusi spasial menengah. Pada CSRT, metode yang digunakan yaitu interpretasi visual sebab kenampakan objek permukaan bumi sangat detil sehingga mudah diinterpretasi dan delineasi. Berbeda halnya dengan citra satelit resolusi spasial menengah yang kenampakannya tidak begitu detil dan sulit untuk dilakukan interpretasi visual sehingga metode yang digunakan yaitu dengan memanfaatkan panjang gelombang (wavelength) tertentu untuk membangun algoritma. Zhang et al (2014) menyatakan terdapat tiga metode ekstraksi citra penginderaan jauh untuk wilayah terbangun di perkotaan yaitu : berdasarkan indeks spektral, kombinasi data spektral dan informasi spasial, dan menggunakan data multi sensor. Perencanaan perkotaan membutuhkan waktu dan analisis spasial dan temporal sebagai informasi untuk pengambilan keputusan (Bhaskaran et al 2010). Pemanfaatan teknologi penginderaan jauh yang memanfaatkan citra digital optis resolusi menengah seperti landsat, ASTER, dan Sentinel-2A (LAST) merupakan salah satu data yang dapat diturunkan menjadi informasi mengenai perkembangan lahan terbangun Kota Gorontalo. Meskipun citra LAST tersebut berbeda resolusi spasial, temporal, radiometrik, dan spektral, namun dapat diterapkan untuk kajian perkotaan seperti pada penelitian yang dilakukan Kaimaris & Patias (2016), Lefebvre et al (2016), Pesaresi et al (2016), Maryati et al (2015), Bhatti & Tripathi (2014), Assyakur et al (2012), Jieli et al (2010), dan Xu (2008). METODE DAN DATA Penelitian ini dilakukan di Kota Gorontalo. Secara administratif, Kota Gorontalo berbatasan dengan Kab. Bone Bolango dan Kab. Gorontalo sebelah Utara, Kab. Gorontalo sebelah Barat, Kab. Bone Bolango sebelah Timur, dan sebelah selatan Teluk Tomini. Lokasi wilayah penelitian selengkapnya disajikan pada Gambar 1. Kota Gorontalo memiliki 9 kecamatan dengan total luas wilayah 79,03 km2 dan jumlah penduduk 192.031 jiwa. Sebagai ibukota propinsi, Kota Gorontalo merupakan pusat pemerintahan, perdagangan, jasa, ekonomi, dan politik. Beragamnya aktivitas penduduk dan fasilitas yang memadai, menjadikan wilayah ini terdapat kantor pemerintahan, rumah sakit, masjid raya, taman kota, ruang terbuka hijau, stadion, pusat pertokoan, dan pasar besar. Tabel 1 menyajikan jumlah penduduk Kota Gorontalo. Gambar 1. Lokasi penelitian Kota Gorontalo 29 ©2018, Program Studi Geografi Universitas Muhammadiyah Gorontalo Koto & Taslim, 2018 Jurnal Sains Informasi Geografi [JSIG], 1(2):28-39, ISSN 2614-1671 Tabel 1. Jumlah penduduk Kota Gorontalo tahun 2014 No. 1 2 3 4 5 6 7 8 9 Kecamatan Luas Wilayah (km2) Jumlah Penduduk (jiwa) Kota Barat Dungingi Kota Selatan Kota Timur Hulontalangi Dumbo Raya Kota Utara Kota Tengah Sipatana 28,08 4,67 2,81 5,32 14,23 14,04 8,02 4,81 5,05 Jumlah 79,03 (Sumber : Kota Gorontalo Dalam Angka, 2016) 22.247 24.076 22.311 26.396 16.508 18.378 17.780 (...truncated)


This is a preview of a remote PDF: https://journal.umgo.ac.id/index.php/GEOUMGo/article/download/177/109
Article home page: https://journal.umgo.ac.id/index.php/GEOUMGo/article/view/177/109

Koto Arthur Gani, Ivan Taslim. DETEKSI PERKEMBANGAN LAHAN TERBANGUN KOTA GORONTALO BERDASARKAN CITRA LAST (LANDSAT, ASTER, & SENTINEL-2A) (Detection of the built-up area development in Gorontalo City Based on LAST (Landsat, ASTER, & Sentinel-2A) Imagery), J SIG (Jurnal Sains Informasi Geografi), 2018, pp. 28-39,