Effect of Coping Strategies on Anxiety Levels in Elderly with Hypertension
An Idea Health Journal
ISSN (Online) 2797-0604
Volume 4, Issue 02, July 2024
Pengaruh Strategi Koping Terhadap Tingkat Kecemasan Pada Lanjut Usia
(Lansia) Hipertensi
Effect of Coping Strategies on Anxiety Levels in Elderly with Hypertension
1
1
Marliana, 1*Andi Asrina, 1Arman
Program Studi Magister Kesehatan Masyarakat, Program Pascasarjana, Universitas Muslim Indonesia
ARTIKEL INFO
Article history
Received :01-03-2024
Revised : 28-03-2021
Accepted :10-04-2024
Keywords :
Emotion Focused Coping
Hypertension
Old age
Problem focused coping
Anxiety level
Kata Kunci :
Emotion Focused coping
Hipertensi
Lansia
Problem focused coping
Tingkat kecemasan
Correspondence :
Andi Asrina
Email:
ABSTRACT
In old age, body function has declined. One of the conditions experienced by
Lanisa is hypertension, which can lead to mental problems in the elderly because
the higher the hypertension, the more they feel afraid and anxious about their
condition. Therefore, it is a needed strategy for coping. This study aimed to
discover the influence of problem-focused coping dan emotion-focused coping
on anxiety levels in hypertension old ages (elderly) at Tamalate Community
Health, Makassar City. This study is quantitative with Cross Sectional Study
design. Techniq The sampling technique is purposive sampling, and the number
of samples is 154. Data analysis used a statistical test (t-test) with a significance
level of 95% (α: 0.05). The research showed Problem-Focused Coping to anxiety
level P-Value is 0,009 and a B value is -0.345. Emotion Focused Coping for
anxiety level at P value 0,000 and B value 0,275. In conclusion, problem-focused
coping has influenced anxiety levels in hypertension elderly and direction a
negative influence. The emotion-focused coping influenced anxiety levels in
hypertension elderly and direction positively influenced.
ABSTRAK
Pada masa lansia, fungsi tubuh mengalami penurunan. Satu diantara kondisi
yang dialami oleh Lanisa ialah hipertensi, yang dapat mengakibatkan masalah
mental pada orang lanjut usia karena semakin tingginya hipertensi, membuat
mereka merasa takut dan cemas terhadap keadaannya. sehingga diperlukan
strategi koping. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh problem
focused coping dan emotion focused coping terhadap tingkat kecemasan pada
lanjut usia (lansia) hipertensi di Puskesmas Tamalate Kota Makassar. Jenis
penelitian ini adalah kuantitatif dengan desain Cross Sectional Study.Teknik
pengambilan sampel dalam penelitian ini adalah purposive sampling yaitu
sebanyak 154 sampel. Analisis data menggunakan uji statistic t-test dengan
tingkat kemaknaan 95% (α: 0,05). Hasil penelitian menunjukkan Problem
Focused Coping terhadap tingkat kecemasan p value P-value 0,009 dan nilai B 0.345. Emotion Focused Coping terhadap tingkat kecemasan pada nilai p value
0,000 dan B 0.275. Kesimpulan, terdapat pengaruh antara problem focused
coping terhadap tingkat kecemasan pada lanjut usia (lansia) hipertensi dan arah
pengaruh negative. Terdapat pengaruh antara emotion focused coping pada
tingkat kecemasan pada lanjut usia (lansia) hipertensi dan arah pengaruh positif.
PENDAHULUAN
Kecemasan dapat terjadi pada setiap kelompok usia termasuk lansia. Kejadian kecemasan pada lansia tidak
hanya disebabkan oleh lingkungan fisik dan sosial tetapi juga oleh dampak kumulatif dari pengalaman hidup
sebelumnya dan pemicu kecemasan secara spesifik berkaitan dengan penuaan. Selain itu, kecemasan bila dibiarkan
terjadi secara berulang dan dalam jangka waktu lama, bisa turut serta pada peningkatan tekanan darah atau hipertensi.
sehingga dibutuhkan strategi koping (1)
Data World Health Organization (WHO), sekitar 1,28 miliar orang dewasa berusia 30-79 tahun di seluruh
dunia didiagnosis menderita hipertensi. Kebanyakan dari mereka, dua pertiga, tinggal di beberapa negara dengan
pendapatan rendah dan menengah. Sayangnya, diperkirakan bahwa 46% dari orang dewasa dalam rentang usia
tersebut tidak menyadari bahwa mereka mengidap penyakit ini. Diagnosis dan pengobatan bagi penderita hipertensi
This is an open-access article under the CC BY 4.0 International License
© An Idea Health Journal (2024)
78
An Idea Health Journal
ISSN (Online) 2797-0604
Volume 4, Issue 02, July 2024
masih cukup rendah, dengan kurang dari separuh dari mereka (42%) yang telah didiagnosis dan sedang menjalani
pengobatan. Hanya sekitar 1 dari 5 orang dewasa dalam rentang usia 30-79 tahun yang berhasil mengendalikan
tekanan darah tinggi mereka. Hipertensi adalah penyebab utama kematian prematur di seluruh dunia. Satu diantara
sasaran global untuk penyakit tidak menular ialah mengurangi prevalensi hipertensi sebesar 33% antara tahun 2010
dan 2030 (2).
Indonesia termasuk satu diantara Negara Asia Tenggara dengan prevelensi hipertensi yang tinggi, data
Kementrian kesehatan Repiblik Indonesia (2018) mengungkapkan bahwa prevalensi hipertensi di Indonesia pada
tahun 2018 sebanyak 34,1%. Prevalensi hipertensi pada perempuan (36,9%) lebih tinggi daripada laki-laki (31,3%).
Angka kejadian hipertensi pada orang lanjut usia berusia 55-64 tahun meraih 55,2%, 65-74 tahun sebesar 63,2%, dan
pada usia ≥ 75 tahun meraih 69,5%. Perkiraan jumlah kasus hipertensi di Indonesia mencapai 63.309.620 orang,
sementara jumlah kematian yang diakibatkan oleh hipertensi mencapai 427.218 kasus (3)
Hipertensi ialah suatu penyakit yang ditandai dengan tekanan darah yang meningkat secara abnormal dan
rentan terjadi pada seseorang lanjut usia(4). Pada masa lansia akan terjadi penurunan fungsi tubuh seperti fungsi sistem
kardiovaskuler(5). Penurunan sistem kardiovaskuler menyebabkan terjadinya aterosklerosis, dan menurunnya
elastisitas pembuluh darah . Lansia dengan hipertensii jika tidak memperoleh tindakan yang tepat maka akan
meningkatkan resiko penyakit penyerta yang lain seperti penyakit jantung serta memiliki risiko stroke yang meningkat
delapan kali lipat dibanding dengan individu yang tidak menderita hipertensi.
Kecemasan ialah satu diantara dampak psikologis yang sering dialami oleh lansia yang menderita hipertensi,
bersama dengan berbagai masalah mental, fisik, ekonomi, serta sosial. Tingkat kecemasan yang tinggi dapat
membahayakan kesehatan fisik dan mental pada lansia, serta memperburuk gejala hipertensi, dan meningkatkan risiko
penyakit kardiovaskular dan komplikasi lainnya(6). Hipertensi memiliki hubungan dengan kecemasan, adapun faktor
penyebab kecemasan pada lanjut usia hipertensi yaitu munculnya rasa takut akan komplikasi penyakit penyerta
lainnya (7). Oleh karena itu, lansia membutuhkan manajemen psikologis seperti strategi koping yang baik agar agar
lansia mampu mengelolah rasa cemas yang dapat memperberat hipertensi yang dideritanya (8)
strategi koping merupakan suatu mekanisme pertahanan diri terhadap perubahan internal dan eksternal (9).
Mereka memperlihatkan cara individu menuntaskan masalah, menyesuaikan diri dengan perubahan, serta bereaksi
terhadap situasi. (10). Strategi koping yang dapat digunakan pada lansia y (...truncated)