Eskalasi Lembar Kerja Peserta Didik (Lkpd) Berbasis Higher Order Thinking Skills (Hots) Pada Materi Relasi Dan Fungsi

Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan, Dec 2021

Permasalahan yang melatarbelakangi penelitian ini adalah dalam proses pembelajaran guru sudah memanfaatkan buku paket dan menggunakan LKPD dari internet. Namun guru belum membuat LKPD secara mandiri yang berbasis HOTS. Oleh karena itu, salah satu upaya yang dapat dilakukan adalah dengan mengembangkan LKPD yang dapat menunjang pengetahuan peserta didik dan dirancang agar dapat berpikir tingkat tinggi dalam memecahkan masalah dalam kehidupan sehari-hari, sehingga peneliti berinisiatif untuk mengembangkan LKPD berbasis HOTS. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kelayakan LKPD berbasis HOTS dan untuk mengetahui respon peserta didik terhadap LKPD berbasis HOTS yang dikembangkan. Jenis penelitian ini adalah penelitian dan pengembangan yang mengacu pada model ADDIE. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah lembar validasi dan angket peserta didik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) kelayakan LKPD berbasis HOTS yang dinilai oleh ahli media berada pada kategori sangat layak (86,6%), ahli materi juga berada pada kategori layak (83%), (2) tanggapan peserta didik terhadap LKPD berbasis HOTS memperoleh persentase rata-rata sebesar 82,5% termasuk dalam kategori sangat tertarik. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa LKPD berbasis HOTS yang dikembangkan dapat digunakan sebagai bahan belajar dalam proses pembelajaran.Kata Kunci: LKPD Berbasis HOTS, Relasi dan Fungsi

Article PDF cannot be displayed. You can download it here:

http://jurnalmahasiswa.umsu.ac.id/index.php/jimedu/article/download/732/pdf

Eskalasi Lembar Kerja Peserta Didik (Lkpd) Berbasis Higher Order Thinking Skills (Hots) Pada Materi Relasi Dan Fungsi

Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan [JIMEDU] Vol 1 Nomor 4 Desember 2021, hal: 1-11 ISSN: 2808-0866 Eskalasi Lembar Kerja Peserta Didik (Lkpd) Berbasis Higher Order Thinking Skills (Hots) Pada Materi Relasi Dan Fungsi Bina Ramadani 1Program Studi Pendidikan Matematika, 2Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara Abstrak Permasalahan yang melatarbelakangi penelitian ini adalah dalam proses pembelajaran guru sudah memanfaatkan buku paket dan menggunakan LKPD dari internet. Namun guru belum membuat LKPD secara mandiri yang berbasis HOTS. Oleh karena itu, salah satu upaya yang dapat dilakukan adalah dengan mengembangkan LKPD yang dapat menunjang pengetahuan peserta didik dan dirancang agar dapat berpikir tingkat tinggi dalam memecahkan masalah dalam kehidupan sehari-hari, sehingga peneliti berinisiatif untuk mengembangkan LKPD berbasis HOTS. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kelayakan LKPD berbasis HOTS dan untuk mengetahui respon peserta didik terhadap LKPD berbasis HOTS yang dikembangkan. Jenis penelitian ini adalah penelitian dan pengembangan yang mengacu pada model ADDIE. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah lembar validasi dan angket peserta didik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) kelayakan LKPD berbasis HOTS yang dinilai oleh ahli media berada pada kategori sangat layak (86,6%), ahli materi juga berada pada kategori layak (83%), (2) tanggapan peserta didik terhadap LKPD berbasis HOTS memperoleh persentase rata-rata sebesar 82,5% termasuk dalam kategori sangat tertarik. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa LKPD berbasis HOTS yang dikembangkan dapat digunakan sebagai bahan belajar dalam proses pembelajaran. Kata Kunci: LKPD Berbasis HOTS, Relasi dan Fungsi 1 Jurnal Homepage: http://jurnalmahasiswa.umsu.ac.id/index.php/jimedu Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan [JIMEDU] Vol 1 Nomor 4 Desember 2021, hal: 1-11 ISSN: 2808-0866 1. PENDAHULUAN Pemerintah Indonesia selama ini sedang gencar dalam melakukan perbaikan diberbagai sektor, salah satunya adalah sektor pendidikan. Perbaikan yang dilakukan dalam sektor pendidikan adalah dengan diterapkannya kurikulum 2013. Pada kurikulum 2013, pembelajaran ditekankan berpusat pada peserta didik. Pada Permendikbud no. 22 tahun 2016 tentang Standar Proses dikatakan bahwa berpusat pada peserta didik artinya pembelajaran dapat mendorong semangat untuk belajar, motivasi belajar, minat, kreativitas, inisiatif, inspirasi, inovasi, serta kemandirian diri. Perbaikan ini dilakukan bukan tanpa alasan, pemerintah sedang memberikan bekal pada peserta didik dengan keterampilan abad ke-21 sehingga peserta didik mampu bersaing di tengah masyarakat global dan tuntutan perubahan. Dalam proses perbaikan ini, banyak hal yang perlu pemerintah perhatikan, salah satunya adalah ketersediaan buku pedoman pembelajaran. Buku pedoman sangat penting dalam pembelajaran karena digunakan sebagai referensi materi pembelajaran oleh peserta didik. Pemerintah sendiri telah menyediakan buku pedoman yang sesuai dengan kurikulum 2013 dan telah didistribusikan ke sekolah-sekolah. Namun, karena dirasa buku yang diberikan masih kurang untuk mendukung pembelajaran, maka guru juga menggunakan Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) untuk pembelajaran. Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) merupakan media yang digunakan dalam pembelajaran agar meningkatkan aktivitas peserta didik selama proses belajar mengajar. Sedangkan menurut Widjajanti(2008) Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) merupakan salah satu sarana untuk belajar dalam kegiatan pembelajaran yang dapat dikembangkan oleh guru, dengan guru sebagai fasilitatornya. Hendro Darmodjo dan Jenny R.E Kaligis (dalam Salirawati, 2010). Dalam praktiknya, LKPD yang biasa digunakan adalah LKPD yang diproduksi oleh penerbit. Sejalan dengan penelitian yang dilakukan didapatkan bahwa LKPD yang diproduksi penerbit digunakan sebagai sumber utama dalam proses pembelajaran karenaa dirasa lebih praktis dan lengkap dibandingkan buku paket. Tersedianya berbagai soal dinilai dapat melatih kemandirian belajar peserta didik. Akan tetapi, peserta didik masih mengalami adanya hambatan dalam memahami materi pelajaran meskipun sudah ada LKPD. (Adi ,2016) Hal tersebut dikarenakan kalimat yang digunakan kurang komunikatif sehingga kurang memberikan rasa penasaran terhadap materi yang dijelaskan. Selain itu, karena materi yang tertulis dalam LKPD sangat singkat membuat peserta didik kurang mengerti dengan maksud materi. Akibatnya peserta didik hanya menghafal materi atau rumus bukan mengerti materi atau rumus yang ada. Di dalam LKPD juga tidak terdapat kegiatan yang mendukung peserta didik untuk mengasah keterampilan berpikir tingkat tinggi atau Higher Order Thinking Skills (HOTS). HOTS adalah cara berpikir yang lebih tinggi dibandingkan dengan menghafal fakta, mengungkapkan fakta ataupun menerapkan suatu rumus. Thomas dan Thomas (2009, dalam Nugroho, 2019). Sedangkan menurut Teaching Knowledge Test Cambridge English The University of Cambridge HOTS merupakan keterampikan kognitif peserta didik yang dapat diperoleh dari ajaran guru. Keterampilan yang dimaksudkan mencakup memikirkan serta membuat keputusan terkait suatu hal, menyelesaikan masalah, berpikir kreatif serta menentukan keuntungan maupun kerugian dari suatu hal. (2015, dalam Nugroho, 2019) 2 Jurnal Homepage: http://jurnalmahasiswa.umsu.ac.id/index.php/jimedu Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan [JIMEDU] Vol 1 Nomor 4 Desember 2021, hal: 1-11 ISSN: 2808-0866 Berdasarkan Taksonomi Bloom hasil revisi, kemampuan kognitif dibedakan menjadi 6 level, yaitu mengingat (to remember), mengerti (to understand), menerapkan (to apply), menganalisis (to analyze), mengevaluasi (to evaluate) dan mengkreasi (to create). Kemampuan berpikir tersebut dibedakan menjadi dua kelompok, yaitu keterampilan berpikir tingkat rendah (Lower Order Thinking Skills) dan keterampilan berpikir tingkat tinggi (Higher Order Thinking Skills). Kemampuan berpikir tingkat rendah meliputi mengingat (C-1), memahami (C-2) dan menerapkan (C-3) sedangkan kemampuan berpikir tingkat tinggi meliputi menganalisis (C-4), mengevaluasi (C-5) dan mengkreasi (C-6). Perserta didik perlu dibiasakan untuk memecahkan suatu masalah serta diajak untuk menganalisis dan mengkreasi adalah cara agar kemampuan berpikir tingkat tinggi peserta didik dapat dicapai. 2001 (Nugroho, 2019) Penulis sebelumnya melakukan penelitian tentang Pengembangan LKPD Berbasis Higher Order Thinking Skills (HOTS) pada materi segiempat kelas VII dengan harapan LKPD yang disusun dapat membantu peserta didik mengasah kemampuan berpikir tingkat tinggi mereka sehingga peserta didik tidak lagi merasa kesulitan jika dihadapkan dengan persoalan yang membutuhkan kemampuan berpikir tingkat tinggi serta siap bersaing di tengah masyarakat global. Berdasarkan wawancara yang dilakukan oleh peneliti, guru Matematika mengungkapkan bahwa setiap tahun peserta didik mengalami kesulitan pada materi segiempat karena banyak keluar soal cerita berkaitan dengan segiempat. Oleh se (...truncated)


This is a preview of a remote PDF: http://jurnalmahasiswa.umsu.ac.id/index.php/jimedu/article/download/732/pdf
Article home page: http://jurnalmahasiswa.umsu.ac.id/index.php/jimedu/article/view/732/pdf

Bina Ramadani. Eskalasi Lembar Kerja Peserta Didik (Lkpd) Berbasis Higher Order Thinking Skills (Hots) Pada Materi Relasi Dan Fungsi, Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan, 2021,