PENDEKATAN KONSELOR ADIKSI DALAM REHABILITASI REMAJA PENGGUNA NARKOBA DI LOKA REHABILITASI NARKOTIKA NASIONAL KALIANDA

Jurnal Bimbingan Penyuluhan Islam, May 2024

Penyalahgunaan narkoba telah menjadi masalah yang mendesak dan kompleks, yang melibatkan berbagai kalangan, termasuk remaja, yang mengarah pada kecanduan dan ketergantungan. Untuk mengatasi dampak negatif tersebut, diperlukan upaya rehabilitasi untuk meningkatkan motivasi pemulihan dan penghentian penyalahgunaan narkoba. Institusi rehabilitasi berperan penting dalam memberikan intervensi keperawatan dengan berbagai pendekatan. Artikel ini bertujuan untuk mengeksplorasi pendekatan rehabilitasi yang diterapkan oleh konselor adiksi di Balai Besar Rehabilitasi BNN Kalianda. Dengan menggunakan metode penelitian studi kasus kualitatif, informasi dikumpulkan dari sumber utama, yaitu konselor adiksi dan remaja yang menjalani rehabilitasi. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi, dan diverifikasi keabsahannya dengan menggunakan teknik triangulasi. Data yang terkumpul kemudian dianalisis melalui serangkaian langkah, termasuk penyajian data, reduksi data, verifikasi data, dan penarikan kesimpulan. Proses rehabilitasi dipimpin oleh konselor kecanduan bersertifikat yang menjalani pelatihan berkelanjutan untuk meningkatkan kompetensi mereka dalam memberikan layanan sesuai dengan standar profesional. Terapi yang diberikan disesuaikan berdasarkan hasil asesmen, diagnosis, dan pendekatan holistik. Pendekatan medis dan sosial meliputi teknik individual seperti Motivational Interviewing (MI) dan Cognitive Behavior Therapy (CBT), serta sesi kelompok. Secara keseluruhan, melalui pendekatan medis, sosial, dan spiritual, Balai Besar Rehabilitasi Narkotika Nasional Kalianda memberikan kontribusi positif dalam membantu remaja yang terlibat dalam penyalahgunaan narkoba untuk pulih.

Article PDF cannot be displayed. You can download it here:

https://e-journal.metrouniv.ac.id/JBPI/article/download/8959/3844

PENDEKATAN KONSELOR ADIKSI DALAM REHABILITASI REMAJA PENGGUNA NARKOBA DI LOKA REHABILITASI NARKOTIKA NASIONAL KALIANDA

JURNAL BIMBINGAN PENYULUHAN ISLAM P-ISSN: 2685-1636 E-ISSN: 2685-4481 Vol. 06, No. 01 Januari-Juni 2024 https://e-journal.metrouniv.ac.id/index.php/JBPI/index PENDEKATAN KONSELOR ADIKSI DALAM REHABILITASI REMAJA PENGGUNA NARKOBA DI LOKA REHABILITASI NARKOTIKA NASIONAL KALIANDA Al Halik1*, Eva Apriyanti2, Zamratul Aini3, Meylia Sari4, Khairunnajah Siagian5 1,2Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Metro, Indonesia Islam Negeri (UIN) Ar-Raniry Banda Aceh, Indonesia 4,5Universitas Sains Cut Nyak Dhien Aceh, Indonesia 3Universitas Article Info Article History: Submitted: 01/02/2024 Accepted: 15/05/2024 Published: 20/05/2024 *Corresponding Author: Name: Al Halik Email: DOI : https://doi.org/10.32332 /jbpi.v6i1.8959 Abstract Drug abuse has become a pressing and complex issue, involving various groups, including adolescents, leading to addiction and dependence. To address these negative impacts, rehabilitation efforts are needed to enhance recovery motivation and cessation of substance abuse. Rehabilitation institutions play a crucial role in providing nursing interventions using various approaches. This article aims to explore the rehabilitation approaches implemented by addiction counselors at the BNN Kalianda Rehabilitation Center. Employing a qualitative case study research method, information was gathered from primary sources, namely addiction counselors and adolescents undergoing rehabilitation. Data was collected through interviews, observations, and documentation, and its validity was verified using triangulation techniques. The collected data was then analyzed through a series of steps, including data presentation, data reduction, data verification, and conclusion drawing. The rehabilitation process is led by certified addiction counselors who undergo continuous training, enhancing their competence in providing services according to professional standards. The provided therapies are tailored based on assessment results, diagnosis, and a holistic approach. Medical and social approaches encompass individual techniques such as Motivational Interviewing (MI) and Cognitive Behavior Therapy (CBT), as well as group sessions. Overall, through medical, social, and spiritual approaches, the National Narcotics Rehabilitation Center Kalianda makes a positive contribution to helping adolescents involved in drug abuse recover. Copyright © 2024, First Author et al This is an open access article under the CC–BY-SA license Keywords: Adolescent Drug Abuse; Counselor Interventions; Rehabilitation Abstrak Penyalahgunaan narkoba telah menjadi masalah yang mendesak dan kompleks, yang melibatkan berbagai kalangan, termasuk remaja, yang mengarah pada kecanduan dan ketergantungan. Untuk mengatasi dampak negatif tersebut, diperlukan upaya rehabilitasi untuk meningkatkan motivasi pemulihan dan penghentian penyalahgunaan narkoba. Institusi rehabilitasi berperan penting dalam memberikan intervensi keperawatan dengan berbagai pendekatan. Artikel ini bertujuan untuk mengeksplorasi pendekatan rehabilitasi yang diterapkan oleh konselor adiksi di Balai Besar Rehabilitasi BNN Kalianda. Dengan menggunakan metode penelitian studi kasus kualitatif, informasi dikumpulkan dari sumber utama, yaitu konselor adiksi dan remaja yang menjalani rehabilitasi. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi, dan diverifikasi keabsahannya dengan menggunakan teknik triangulasi. Data yang terkumpul kemudian dianalisis melalui serangkaian langkah, termasuk penyajian data, reduksi data, verifikasi data, dan penarikan kesimpulan. Proses rehabilitasi dipimpin oleh konselor kecanduan bersertifikat yang menjalani pelatihan berkelanjutan untuk meningkatkan kompetensi mereka dalam memberikan layanan sesuai dengan standar profesional. Terapi yang diberikan disesuaikan berdasarkan hasil asesmen, diagnosis, dan pendekatan holistik. Pendekatan medis dan sosial meliputi teknik individual seperti Motivational Interviewing (MI) dan Cognitive Behavior Therapy (CBT), serta sesi kelompok. Secara keseluruhan, melalui pendekatan medis, sosial, dan spiritual, Balai Besar Rehabilitasi Narkotika Nasional Kalianda memberikan kontribusi positif dalam membantu remaja yang terlibat dalam penyalahgunaan narkoba untuk pulih. Kata Kunci: Penyalahgunaan Narkoba pada Remaja; Intervensi Konselor; Rehabilitasi Al Halik; Eva Apriyanti; Zamratul Aini; Meylia Sari; Khairunnajah Siagian, "Pendekatan Rehabilitasi Remaja Pengguna Narkoba oleh Konselor Adiksi di Loka Rehabilitasi Narkotika Nasional Kalianda" jurnal BPI Vol 05, Issue 01 (2024) 2 | Al Halik, Eva Apriyanti, Zamratul Aini, Meylia Sari, & Khairunnajah Siagian Pendahuluan Penyalahgunaan narkoba menjadi masalah serius di Indonesia, dengan 70% narapidana lapas terkait dengan penggunaan narkoba (Habiburokhman, 2022). Generasi muda khususnya sangat rentan terhadap dampak negatifnya, seperti yang ditunjukkan oleh fakta bahwa 2,29 juta pelajar telah terpapar penyalahgunaan narkoba (BNN RI, 2019). Penyalahgunaan narkoba pada remaja bisa menjadi kecenderungan berkelanjutan karena efek jangka panjangnya. Selain itu, fenomena penyalahgunaan narkoba di Indonesia juga diperumit oleh kompleksitas skala sebenarnya, yang melebihi data yang dapat diamati (Ikawati & Mardiyati, 2019). Faktor utama penyebab penggunaan narkoba di kalangan siswa SMA adalah tekanan teman sebaya dan trial-and-error, sementara alasan lainnya termasuk kebutuhan untuk mengatasi rasa cemas dan kesulitan tidur (Suhertina & Darni dalam Pramesti dkk., 2022). Temuan ini menunjukkan tingkat kesadaran yang tinggi tentang konsekuensi kecanduan narkoba di kalangan siswa, namun juga menyoroti kebutuhan akan pendekatan pencegahan yang lebih efektif. Penyalahgunaan narkoba pada remaja seringkali dipicu oleh ketidakstabilan emosi yang umum terjadi selama masa puber. Pada tahap ini, remaja cenderung eksploratif dan mencari identitas (Halik, 2020), kadang mengakibatkan terlibat dalam perilaku negatif seperti penggunaan narkoba. Faktor psikologis (BNN RI, 2019) dan sosial juga berperan dalam penggunaan narkoba remaja, sering kali karena tekanan teman sebaya atau ketidakmampuan mengatasi masalah pribadi (Bahr dkk., 2005). Mudahnya akses terhadap narkoba juga menjadi faktor penentu (Degenhardt dkk., 2010), dengan kecanduan lebih sering terjadi pada remaja yang masih mencari identitas (Pramesti dkk., 2022). Interaksi antara narkoba itu sendiri, kepribadian pengguna, lingkungan, dan kurangnya pengawasan orang tua semakin memperkuat kecenderungan penyalahgunaan narkoba pada remaja (BNN RI, 2017) (Zuhdi dan Arief, 2021). Efek jangka panjang dari penyalahgunaan narkoba sangatlah berbahaya, karena pecandu seringkali tidak dapat pulih sepenuhnya dari kecanduannya, yang dapat menghambat kemajuan mereka dalam berbagai aspek kehidupan, termasuk pendidikan dan hubungan sosial (Pramesti dkk., 2022). Oleh karena itu, penting bagi orang tua, lembaga pendidikan, dan masyarakat secara keseluruhan untuk meningkatkan kesadaran akan risiko yang terkai (...truncated)


This is a preview of a remote PDF: https://e-journal.metrouniv.ac.id/JBPI/article/download/8959/3844
Article home page: https://e-journal.metrouniv.ac.id/JBPI/article/view/8959/3844

Al. Halik, Eva Apriyanti, Aini Zamratul, Sari Meylia, Siagian Khairunnajah. PENDEKATAN KONSELOR ADIKSI DALAM REHABILITASI REMAJA PENGGUNA NARKOBA DI LOKA REHABILITASI NARKOTIKA NASIONAL KALIANDA, Jurnal Bimbingan Penyuluhan Islam, 2024, pp. 1-11,