PENDEKATAN KONSELOR ADIKSI DALAM REHABILITASI REMAJA PENGGUNA NARKOBA DI LOKA REHABILITASI NARKOTIKA NASIONAL KALIANDA
JURNAL BIMBINGAN PENYULUHAN ISLAM
P-ISSN: 2685-1636 E-ISSN: 2685-4481
Vol. 06, No. 01 Januari-Juni 2024
https://e-journal.metrouniv.ac.id/index.php/JBPI/index
PENDEKATAN KONSELOR ADIKSI DALAM REHABILITASI
REMAJA PENGGUNA NARKOBA DI LOKA REHABILITASI
NARKOTIKA NASIONAL KALIANDA
Al Halik1*, Eva Apriyanti2, Zamratul Aini3, Meylia Sari4, Khairunnajah Siagian5
1,2Institut
Agama Islam Negeri (IAIN) Metro, Indonesia
Islam Negeri (UIN) Ar-Raniry Banda Aceh, Indonesia
4,5Universitas Sains Cut Nyak Dhien Aceh, Indonesia
3Universitas
Article Info
Article History:
Submitted: 01/02/2024
Accepted: 15/05/2024
Published: 20/05/2024
*Corresponding Author:
Name: Al Halik
Email:
DOI :
https://doi.org/10.32332
/jbpi.v6i1.8959
Abstract
Drug abuse has become a pressing and complex issue, involving various groups, including
adolescents, leading to addiction and dependence. To address these negative impacts,
rehabilitation efforts are needed to enhance recovery motivation and cessation of
substance abuse. Rehabilitation institutions play a crucial role in providing nursing
interventions using various approaches. This article aims to explore the rehabilitation
approaches implemented by addiction counselors at the BNN Kalianda Rehabilitation
Center. Employing a qualitative case study research method, information was gathered
from primary sources, namely addiction counselors and adolescents undergoing
rehabilitation. Data was collected through interviews, observations, and documentation,
and its validity was verified using triangulation techniques. The collected data was then
analyzed through a series of steps, including data presentation, data reduction, data
verification, and conclusion drawing. The rehabilitation process is led by certified
addiction counselors who undergo continuous training, enhancing their competence in
providing services according to professional standards. The provided therapies are
tailored based on assessment results, diagnosis, and a holistic approach. Medical and
social approaches encompass individual techniques such as Motivational Interviewing
(MI) and Cognitive Behavior Therapy (CBT), as well as group sessions. Overall, through
medical, social, and spiritual approaches, the National Narcotics Rehabilitation Center
Kalianda makes a positive contribution to helping adolescents involved in drug abuse
recover.
Copyright © 2024, First Author et al
This is an open access article under the CC–BY-SA license
Keywords:
Adolescent Drug Abuse; Counselor Interventions; Rehabilitation
Abstrak
Penyalahgunaan narkoba telah menjadi masalah yang mendesak dan kompleks, yang melibatkan berbagai kalangan,
termasuk remaja, yang mengarah pada kecanduan dan ketergantungan. Untuk mengatasi dampak negatif tersebut,
diperlukan upaya rehabilitasi untuk meningkatkan motivasi pemulihan dan penghentian penyalahgunaan narkoba.
Institusi rehabilitasi berperan penting dalam memberikan intervensi keperawatan dengan berbagai pendekatan. Artikel
ini bertujuan untuk mengeksplorasi pendekatan rehabilitasi yang diterapkan oleh konselor adiksi di Balai Besar
Rehabilitasi BNN Kalianda. Dengan menggunakan metode penelitian studi kasus kualitatif, informasi dikumpulkan dari
sumber utama, yaitu konselor adiksi dan remaja yang menjalani rehabilitasi. Data dikumpulkan melalui wawancara,
observasi, dan dokumentasi, dan diverifikasi keabsahannya dengan menggunakan teknik triangulasi. Data yang terkumpul
kemudian dianalisis melalui serangkaian langkah, termasuk penyajian data, reduksi data, verifikasi data, dan penarikan
kesimpulan. Proses rehabilitasi dipimpin oleh konselor kecanduan bersertifikat yang menjalani pelatihan berkelanjutan
untuk meningkatkan kompetensi mereka dalam memberikan layanan sesuai dengan standar profesional. Terapi yang
diberikan disesuaikan berdasarkan hasil asesmen, diagnosis, dan pendekatan holistik. Pendekatan medis dan sosial
meliputi teknik individual seperti Motivational Interviewing (MI) dan Cognitive Behavior Therapy (CBT), serta sesi
kelompok. Secara keseluruhan, melalui pendekatan medis, sosial, dan spiritual, Balai Besar Rehabilitasi Narkotika Nasional
Kalianda memberikan kontribusi positif dalam membantu remaja yang terlibat dalam penyalahgunaan narkoba untuk
pulih.
Kata Kunci: Penyalahgunaan Narkoba pada Remaja; Intervensi Konselor; Rehabilitasi
Al Halik; Eva Apriyanti; Zamratul Aini; Meylia Sari; Khairunnajah Siagian, "Pendekatan Rehabilitasi Remaja Pengguna
Narkoba oleh Konselor Adiksi di Loka Rehabilitasi Narkotika Nasional Kalianda" jurnal BPI Vol 05, Issue 01 (2024)
2 | Al Halik, Eva Apriyanti, Zamratul Aini, Meylia Sari, & Khairunnajah Siagian
Pendahuluan
Penyalahgunaan narkoba menjadi masalah serius di Indonesia, dengan 70%
narapidana lapas terkait dengan penggunaan narkoba (Habiburokhman, 2022).
Generasi muda khususnya sangat rentan terhadap dampak negatifnya, seperti yang
ditunjukkan oleh fakta bahwa 2,29 juta pelajar telah terpapar penyalahgunaan
narkoba (BNN RI, 2019). Penyalahgunaan narkoba pada remaja bisa menjadi
kecenderungan berkelanjutan karena efek jangka panjangnya. Selain itu, fenomena
penyalahgunaan narkoba di Indonesia juga diperumit oleh kompleksitas skala
sebenarnya, yang melebihi data yang dapat diamati (Ikawati & Mardiyati, 2019).
Faktor utama penyebab penggunaan narkoba di kalangan siswa SMA adalah
tekanan teman sebaya dan trial-and-error, sementara alasan lainnya termasuk
kebutuhan untuk mengatasi rasa cemas dan kesulitan tidur (Suhertina & Darni
dalam Pramesti dkk., 2022). Temuan ini menunjukkan tingkat kesadaran yang tinggi
tentang konsekuensi kecanduan narkoba di kalangan siswa, namun juga menyoroti
kebutuhan akan pendekatan pencegahan yang lebih efektif.
Penyalahgunaan narkoba pada remaja seringkali dipicu oleh ketidakstabilan
emosi yang umum terjadi selama masa puber. Pada tahap ini, remaja cenderung
eksploratif dan mencari identitas (Halik, 2020), kadang mengakibatkan terlibat
dalam perilaku negatif seperti penggunaan narkoba. Faktor psikologis (BNN RI,
2019) dan sosial juga berperan dalam penggunaan narkoba remaja, sering kali
karena tekanan teman sebaya atau ketidakmampuan mengatasi masalah pribadi
(Bahr dkk., 2005). Mudahnya akses terhadap narkoba juga menjadi faktor penentu
(Degenhardt dkk., 2010), dengan kecanduan lebih sering terjadi pada remaja yang
masih mencari identitas (Pramesti dkk., 2022). Interaksi antara narkoba itu sendiri,
kepribadian pengguna, lingkungan, dan kurangnya pengawasan orang tua semakin
memperkuat kecenderungan penyalahgunaan narkoba pada remaja (BNN RI, 2017)
(Zuhdi dan Arief, 2021).
Efek jangka panjang dari penyalahgunaan narkoba sangatlah berbahaya,
karena pecandu seringkali tidak dapat pulih sepenuhnya dari kecanduannya, yang
dapat menghambat kemajuan mereka dalam berbagai aspek kehidupan, termasuk
pendidikan dan hubungan sosial (Pramesti dkk., 2022). Oleh karena itu, penting bagi
orang tua, lembaga pendidikan, dan masyarakat secara keseluruhan untuk
meningkatkan kesadaran akan risiko yang terkai (...truncated)