Pengaruh Sertifikat Halal, Viral Marketing, Citra Merek Terhadap Keputusan Pembelian Konsumen Produk Mixue
Jurnal Ekonomika dan Bisnis Islam
E-ISSN: 2686 - 620X
Halaman 112-124
Volume 7 Nomor 1,
Tahun 2024
PENGARUH SERTIFIKAT HALAL, VIRAL MARKETING, DAN CITRA
MEREK TERHADAP KEPUTUSAN PEMBELIAN PRODUK MIXUE
Muhammad Ammar Faiq
Program Studi Ekonomi Islam, Fakultas Ekonomika dan Bisnis, Universitas Negeri Surabaya, Indonesia.
Email:
Moch. Khoirul Anwar
Program Studi Ekonomi Islam, Fakultas Ekonomika dan Bisnis, Universitas Negeri Surabaya, Indonesia.
Email:
Abstrak
Penelitian ini dilakukan bertujuan untuk mengetahui serta menguji adanya pengaruh sertifikat
halal, viral marketing, dan citra merek terhadap keputusan pembelian konsumen produk mixue.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif asosiatif dengan menggunakan data primer
yang diperoleh melalui penyebaran kuesioner. Penyebaran kuesioner ini berhasil mendapatkan
123 responden. Metode analisis yang digunakan dalam penelitian adalah regresi linier berganda.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel sertifikat halal dan citra merek berpengaruh
terhadap keputusan pembelian produk Mixue. Sedangkan, variabel viral marketing tidak
berpengaruh terhadap keputusan pembelian produk Mixue. Sementara itu, ketiga variabel
tersebut secara simultan berpengaruh terhadap keputusan pembelian konsumen produk mixue.
Oleh karena itu dengan memperhatikan faktor-faktor seperti sertifikat halal yang diperoleh
melalui proses dari MUI membuat konsumen semakin percaya terhadap kehalalan produk
Mixue,serta viral marketing dari produk Mixue melalui beberapa influencer serta ulasan dari
konsumen lain mendongkrak kepercayaan konsumen dan citra merek yang dibangun sangat baik
oleh pihak Mixue yang mempengaruhi keputusan pembelian produk Mixue secara masif
Kata Kunci : Sertifikat Halal, Viral Marketing, Citra Merek, Keputusan Pembelian.
Abstract
The research is aimed at identifying and testing the influence of halal certificates, viral
marketing, and brand image on consumer purchasing decisions of mixue products. This
research uses a quantitative associative approach, utilizing primary data obtained through the
distribution of questionnaires. The distribution of these questionnaires successfully obtained
123 respondents. The method of analysis used in the research is double linear regression. The
results of the research showed that the variables of a valid certificate and brand image
influenced the purchase decision of Mixue products. Meanwhile, viral marketing variables have
no influence on Mixue product purchase decisions. Meanwhile, these three variables
simultaneously influence consumer purchasing decisions of mixed products. Therefore, by
taking into account factors such as halal certificates obtained through the process of MUI make
consumers more and more confident in the validity of Mixue products, as well as viral
marketing of the Mixue product through some influencers as also reviews from other consumers
Keywords: Halal Certificate, Viral Marketing, Brand Image, Purchase Decision.
1. PENDAHULUAN
Sektor perekonomian Indonesia telah terjadi perkembangan yang pesat selama
beberapa tahun terakhir, terutama pada tahun 2021 hingga 2023 dan sepanjang era
globalisasi. Bisnis yang pada umumnya bersaing secara ketat yaitu bisnis yang
menghasilkan produk makanan ataupun minuman (Sumiyati & Rohman, 2022). Industri
minuman serta makanan mengalami pertumbuhan sebesar 3,57% pada triwulan III
tahun 2022 di Indonesia, hal ini berarti industri mengalami perkembangan dari periode
sebelumya yaitu sebesar 3,49%, subsektor makanan dan minuman terus berkembang
Faiq, M.A S. E., & Anwar, M. K. (2024). Pengaruh Sertifikat Halal, Viral Marketing, Citra Merek
Terhadap Keputusan Pembelian Konsumen Produk Mixue. Jurnal Ekonomika dan Bisnis Islam. 7(1),
hl.112-124
Muhammad Ammar Faiq & Muhammad Khoirul Anwar : Pengaruh Sertifikat Halal, Viral
Marketing, Citra Merek Terhadap Keputusan Pembelian Produk Mixue
meskipun terjadi pandemi Covid-19 telah berkontribusi 4,88% pada pertumbuhan
ekonomi nonmigas (Kementerian Perindustrian, 2022). Dengan peluang pangsa pasar
yang besar, Indonesia memperoleh peringkat pertama di Asia Tenggara dalam sektor
pasar minuman boba dengan nilai estimasi pasar sekitar Rp 24 triliun (Databoks, 2022).
Hal tersebut menjadikan para pelaku usaha makanan dan minuman agar terus berinovasi
untuk menciptakan produk dalam mengikuti kebutuhan masyarakat. Beberapa jenis
minuman seperti berbahan dasar teh yang banyak beredar di masyarakat yaitu dengan
sebutan milk tea maupun bubble tea. Salah satu perusahaan yang menjadi perhatian dan
dibicarakan oleh masyarakat karena kepopulerannya saat ini adalah perusahaan
minuman Mixue Ice Cream & Tea (Sandi, 2023) PT. Zhinsheng Pacific Trading
mendirikan merek desserts & beverages dengan nama Mixue di Indonesia tahun 2020
(Pramana & Mayasari, 2023). Kini Mixue telah menyebar ke beberapa wilayah di
seluruh Indonesia karena sistem franchise yang diterapkan. Hal ini menjadikan Mixue
sebagai merek pendatang baru yang mampu bersaing dengan produk lainnya yang
sebelumnya telah hadir di Indonesia. Pahlevi (2021) menjelaskan bahwa Mixue berada
pada peringkat pertama yang memiliki gerai di seluruh asia tenggara dengan lebih dari
1000 gerai yang mengungguli para kompetitor lainnya seperti Chatime, KOI, dan
sebagainya.
Provinsi Jawa Timur sendiri telah menempati peringkat kedua dengan gerai
terbanyak, salah satu kota yang memiliki cabang terbanyak yaitu kota Surabaya.
Berdasarkan data pada Goodstats.id (2023) yang menyatakan bahwa Kota Surabaya
memiliki gerai Mixue sebanyak 45 cabang. Pramana & Mayasari (2023) menyebutkan
bahwa kesuksesan suatu perusahaan tidak hanya diukur dari jumlah toko dan penjualan
produknya, namun juga dari seberapa mampu perusahaan terkait mempertahankan
target pasarnya. Hal ini memberikan sebuah indikator mengenai keberhasilan suatu
korporasi sebab menunjukkan barang yang dipasarkan benar-benar diinginkan dan
diperlukan masyarakat dadn juga pelaku ekonomi memanfaatkan peluang ini untuk
mendorong konsumen membeli (Ariesandy & Dinda Amanda Zuliestiana, 2019). Disisi
lain berdasarkan hasil survei Sadya (2023) mengenai hasil penjualan ice cream di
Indonesia telah mengalami perkembangan. Selain itu pada sebuah survei oleh
(Databoks, 2022) bahwa konsumen minuman terbanyak adalah dari rentang umur 15-29
tahun yang menggambarkan bahwa minuman kekinian seperti Mixue lebih populer
dikalangan generasi muda
Dalam dunia pemasaran dan bisnis, hal yang menjadi sangat penting adalah latar
belakang pertimbangan membeli produk dimana seseorang atau kelompok orang tertarik
atau termotivasi untuk membeli produk atau layanan tertentu (Kotler Dan Keller, 2015).
Selain itu, salah satu hal yang mendasari keputusan seseorang dalam melakukan
pembelian adalah perilaku konsumen yang dipengaruhi beberapa faktor meliputi
kebudayaan, sosial, maupun pribadi (Rangkuti, 2001). Dalam keputusan pembelian,
konsumen biasanya melakukan proses pengambilan keputusan melalui tahap kebutuhan,
pengakuan, pencarian, keputusan, dan ev (...truncated)