PENGARUH BRAND IMAGE DAN BRAND TRUST TERHADAP LOYALITAS ANGGOTA

Jurnal Ilmiah MEA (Manajemen, Ekonomi, dan Akuntansi), Jan 2024

Loyalitas konsumen adalah faktor penting yang harus dievaluasi dan dipahami oleh perusahaan untuk mempertahankan pelanggan. Bagaimana sebuah perusahaan menghasilkan citra merek adalah salah satu hal yang mendorong orang untuk tetap setia kepada perusahaan. Kepercayaan konsumen terhadap merek merupakan aspek lain yang mempengaruhi loyalitas konsumen. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh brand image dan brand trust terhadap loyalitas konsumen. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini adalah anggota KSPPS BMT Peta Tulungagung. Survei digunakan untuk memperoleh data. Purposive sampling digunakan dalam penelitian ini, dengan 167 responden yang merupakan anggota KSPPS BMT Peta Tulungagung. Analisis regresi linier berganda digunakan untuk menganalisis data dalam penelitian ini. Sofware SPSS digunakan untuk menganalisis data. Hasil penelitian menunjukkan pengaruh positif dan signifikan secara parsial dari brand image dan brand trust terhadap loyalitas konsumen. Secara bersamaan, brand image dan brand trust memiliki dampak yang luar biasa pada loyalitas konsumen.

Article PDF cannot be displayed. You can download it here:

https://www.journal.stiemb.ac.id/index.php/mea/article/download/3690/1662

PENGARUH BRAND IMAGE DAN BRAND TRUST TERHADAP LOYALITAS ANGGOTA

JIMEA | Jurnal Ilmiah MEA (Manajemen, Ekonomi, dan Akuntansi) Vol. 8 No. 1, 2024 PENGARUH BRAND IMAGE DAN BRAND TRUST TERHADAP LOYALITAS ANGGOTA Muhammad Idris Al Satria1; Fani Firmansyah2 Progam Strudi S1 Perbankan Syariah, UIN Maulana Malik Ibrahim Malang1,2 Email : .id1; .id2 ABSTRAK Loyalitas konsumen adalah faktor penting yang harus dievaluasi dan dipahami oleh perusahaan untuk mempertahankan pelanggan. Bagaimana sebuah perusahaan menghasilkan citra merek adalah salah satu hal yang mendorong orang untuk tetap setia kepada perusahaan. Kepercayaan konsumen terhadap merek merupakan aspek lain yang mempengaruhi loyalitas konsumen. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh brand image dan brand trust terhadap loyalitas konsumen. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini adalah anggota KSPPS BMT Peta Tulungagung. Survei digunakan untuk memperoleh data. Purposive sampling digunakan dalam penelitian ini, dengan 167 responden yang merupakan anggota KSPPS BMT Peta Tulungagung. Analisis regresi linier berganda digunakan untuk menganalisis data dalam penelitian ini. Sofware SPSS digunakan untuk menganalisis data. Hasil penelitian menunjukkan pengaruh positif dan signifikan secara parsial dari brand image dan brand trust terhadap loyalitas konsumen. Secara bersamaan, brand image dan brand trust memiliki dampak yang luar biasa pada loyalitas konsumen. Kata Kunci : Brand Image; Brand Tust; Loyalitas Anggota; KSPPS BMT Peta ABSTRACT Consumer loyalty is an important factor that companies must evaluate and understand to retain customers. How a company generates a brand image is one of the things that encourages people to remain loyal to the company. Consumer trust in the brand is another aspect that affects consumer loyalty. The purpose of this study was to determine the effect of brand image and brand trust on consumer loyalty. This research uses quantitative methods. The population in this study were members of KSPPS BMT Peta Tulungagung. Surveys were used to obtain data. Purposive sampling was used in this study, with 167 respondents who are members of KSPPS BMT Peta Tulungagung. Multiple linear regression analysis was used to analyze the data in this study. SPSS software is used to analyze the data. The results showed a partial positive and significant effect of brand image and brand trust on consumer loyalty. Together, brand image and brand trust have a tremendous impact on consumer loyalty. Keywords : Brand Image; Brand Tust; Customer Loyalty; KSPPS BMT Peta PENDAHULUAN Di era globalisasi ini, perusahaan saling bersaing untuk mendapatkan keuntungan yang maksimal. Dengan meningkatnya kebutuhan masyarakat, pelaku usaha harus memenuhi kebutuhan tersebut agar tidak kalah bersaing. Kebutuhan masyarakat tidak hanya terkait dengan produk jadi tetapi juga dengan layanan. Oleh karena itu, persaingan terjadi tidak hanya di perusahaan manufaktur tetapi juga di perusahaan Submitted : 13/09/2023 |Accepted : 12/11/2023 |Published : 16/01/2024 P-ISSN; 2541-5255 E-ISSN: 2621-5306 | Page 401 JIMEA | Jurnal Ilmiah MEA (Manajemen, Ekonomi, dan Akuntansi) Vol. 8 No. 1, 2024 penyedia jasa. Bank sebagai penyedia jasa keuangan sangat bergantung pada nasabah atau nasabah yang menggunakan jasanya. Mereka melakukan yang terbaik untuk mendapatkan pelanggan sebanyak mungkin dan mempertahankan loyalitas pelanggan lama. Dalam konteks persaingan yang ketat, bank dituntut untuk selalu berusaha memberikan yang terbaik bagi nasabah, termasuk memenuhi kebutuhan nasabah. (Sibagariang & Nursanti, 2010) Tidak hanya bank Konvensional, lembaga keuangan syariah di Indonesia juga berkembang sangat pesat, hal ini dikarenakan Bank Muamalat Indonesia berdiri pada tahun 1991. Pertumbuhan perbankan syariah diharapkan dapat membawa manfaat yang besar bagi masyarakat dan memberikan kontribusi yang besar bagi perekonomian. pembangunan negara. Contoh lembaga keuangan mikro yang terkait dengan sistem keuangan syariah di Indonesia adalah Baitul Maal Wat Tamwil (BMT). BMT hadir untuk menyatukan konsep warna dan tamwil dalam satu perusahaan. Baitul Maal adalah sektor sosial yang patut dicontoh dan terus menerus menghimpun dana untuk kepentingan sosial. Sedangkan Baitul Tamwil menghimpun dana untuk masyarakat dalam bentuk simpanan dan penyaluran dalam bentuk pembiayaan usaha mikro dengan sistem jual beli, bagi hasil dan jasa sesuai syariat Islam (Hendra Permana & Aulia Adhiem, 2019). Dengan diperkenalkannya BMT ini sebagai alternatif layanan keuangan syariah, usaha kecil seperti UMKM memiliki peluang pengembangan yang lebih baik. Pengaturan BMT diatur dalam UU Koperasi No. 25 Tahun 1992, yang menyesuaikan badan hukum BMT dengan bentuk koperasi. Sebaliknya, pelaksanaan BMT mengacu pada Keputusan Menteri Koperasi dan Usaha Kecil Nomor 16/Per/M.KUKM/IX/2015 tentang Penyelenggaraan Usaha Simpan Pinjam Koperasi dan Pembayaran Syariah. Sehingga undang-undang tersebut menjadi undang-undang pendirian BMT (Kharisma, 2022). Perkembangan BMT semakin cepat karena besarnya keinginan masyarakat untuk membiayai modal perusahaan. BMT menjadi solusi bagi kalangan menengah ke bawah untuk mencari modal dan pembiayaan bagi setiap usahanya. Oleh karena itu, kalangan menengah ke bawah didorong untuk melakukan proses keuangan baik mengenai permodalan maupun tabungan di BMT (Santi, 2021). Seiring dengan berkembangnya BMT, akan mengakibatkan setiap lembaga perbankan non syariah khususnya BMT semakin kreatif dan inovatif dalam memasarkan layanannya. Seperti Submitted : 13/09/2023 |Accepted : 12/11/2023 |Published : 16/01/2024 P-ISSN; 2541-5255 E-ISSN: 2621-5306 | Page 402 JIMEA | Jurnal Ilmiah MEA (Manajemen, Ekonomi, dan Akuntansi) Vol. 8 No. 1, 2024 yang dilakukan oleh KSPPS BMT Peta Tulungagung. Koperasi Simpan Pinjam Pembiayaan Syariah BMT Perekonomian Tasyrikah Agung (KSPPS BMT PETA) merupakan BMT yang sedang berkembang di kota Tulungagung, dikatakan berkembang karena KSPPS BMT Peta memiliki cabang berjumlah 15 dan 8 kantor kas yang ada di berbagai daerah tidak hanya di Tulungagung. KSPPS BMT Peta memiliki kantor pusat yang berada di Tulungagung tepatnya di JIL. KH Wahid Hasyim. No.27 Tulungagung. Dengan banyaknya lembaga keuangan Syariah. KSPPS BMT Peta sebagai salah satu lembaga keuangan syarial harus mampu bersaing dengan lembaga keuangan yang lainnya. Sehingga KSPPS BMT Peta agar dapat bersaing dengan lembaga keuangan lainnya melakukan peningkatan kinerja karyawan Rizwandha, (2020). Brand image adalah istilah dalam pemasaran yang mengacu pada citra atau kesan yang terbentuk di benak konsumen tentang suatu merek atau perusahaan. Citra adalah kombinasi dari berbagai faktor, seperti kualitas produk, citra merek, pengalaman konsumen, dan rekomendasi dari orang lain. Persepsi konsumen terhadap suatu merek penting karena dapat memengaruhi keputusan pembelian mereka. Oleh karena itu, perusahaan perlu memperhatikan citra merek mereka untuk membangun hubungan yang baik dengan konsumen dan m (...truncated)


This is a preview of a remote PDF: https://www.journal.stiemb.ac.id/index.php/mea/article/download/3690/1662
Article home page: https://www.journal.stiemb.ac.id/index.php/mea/article/view/3690/1662

Al Satria Muhammad Idris, Fani Firmansyah. PENGARUH BRAND IMAGE DAN BRAND TRUST TERHADAP LOYALITAS ANGGOTA, Jurnal Ilmiah MEA (Manajemen, Ekonomi, dan Akuntansi), 2024, pp. 401-414,