HUBUNGAN PERILAKU IBU DAN POLA MAKAN BALITA DENGAN KEJADIAN DIARE DI BANTARAN SUNGAI WILAYAH PUSKESMAS KELAYAN TIMUR
Ghozali, N. dkk. Hubungan Perilaku Ibu dan...
HUBUNGAN PERILAKU IBU DAN POLA MAKAN BALITA DENGAN
KEJADIAN DIARE DI BANTARAN SUNGAI WILAYAH
PUSKESMAS KELAYAN TIMUR
Nuruzzahra Ghozali1, Farida Heriyani2, Nelly Al Audhah3
1
Program Studi Kedokteran Program Sarjana, Fakultas Kedokteran,
Universitas Lambung Mangkurat, Banjarmasin, Indonesia
2
Departemen Ilmu Kesehatan Masyarakat, Fakultas Kedokteran,
Universitas Lambung Mangkurat, Banjarmasin, Indonesia
3
Departemen Mikrobiologi dan Parasitologi, Fakultas Kedokteran,
Universitas Lambung Mangkurat, Banjarmasin, Indonesia
Email Korespondensi:
Abstract: Diarrhea is defined as defecation with a liquid consistency more than or equal to 3 times a day.
This study was aimed to analyze the relationship between mother's behavior and toddler’s feeding pattern
with the incidence of diarrhea at the basin of the river area of East Kelayan Public Health Center. This
study was an observational analytic study with case control method and simple random sampling technique.
The population in this study were mothers of toddlers who visited the East Kelayan Public Health Center
with total number of samples is 60 people (30 were cases and 30 were controls). The instrument used was
questionnaire. The results showed that the mother's behavior in the toddler group with diarrhea 60% of
diarrhea was not good which is result was p-value = 0.038 and the toddler's feeding pattern was not right
in the toddler group with 83.33% of diarrhea which is result was p-value = 0.049. The conclusion of this
study showed that there was a relationship between mother's behavior and toddler's feeding pattern with
the incidence of diarrhea at the basin of the river of East Kelayan Public Health Center.
Keywords: mother's behavior, toddlers' feeding pattern, diarrhea
Abstrak: Diare didefinisikan sebagai buang air besar dengan konsistensi cair sebanyak ≥ 3 kali
sehari. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan antara perilaku ibu dan pola makan balita dengan
kejadian diare di bantaran sungai wilayah Puskesmas Kelayan Timur. Penelitian ini merupakan penelitian
observasional analitik dengan metode kasus kontrol dengan teknik simple random sampling. Populasi pada
penelitian ini adalah ibu balita yang berkunjung ke Puskesmas Kelayan Timur dengan total sampel 60 orang
(30 kasus dan 30 kontrol). Instrumen yang digunakan berupa kuesioner. Hasil penelitian didapatkan
perilaku ibu kurang baik pada kelompok balita diare 60% dengan hasil p-value = 0,038 dan pola makan
balita tidak tepat pada kelompok balita diare 83,33% dengan hasil p-value = 0,049. Kesimpulan penelitian
terdapat hubungan perilaku ibu dan pola makan balita dengan kejadian diare di bantaran sungai wilayah
Puskesmas Kelayan Timur.
Kata-kata kunci: perilaku ibu, pola makan balita, diare
463
Homeostasis, Vol. 6 No. 2, Agustus 2023: 463-468
PENDAHULUAN
Diare merupakan penyakit yang
berpotensi menyebabkan Kejadian Luar
Biasa (KLB) dan merupakan salah satu
penyakit endemis di Indonesia. Diare adalah
suatu keadaan peradangan pada mukosa
lambung dan usus halus yang mengakibatkan
pengeluaran feses yang tidak normal dan
tidak seperti biasanya dengan konsistensi
lembek, cair, atau berupa air dengan
frekuensi yang lebih sering dari biasanya (≥3
kali sehari).1,2
Data Pusdatin tahun 2020 me-nyebutkan
diare merupakan salah satu penyebab
kematian terbanyak selain pneumonia,
kelainan kongenital jantung, kecelakaan lalu
lintas, tenggelam dan infeksi parasit, dengan
proporsi 4,55%.3 Data Studi Status Gizi
Indonesia (SSGI) tahun 2021 menye-butkan
Provinsi Kalimantan Selatan menduduki
posisi keempat teratas diare balita terbanyak
dibandingkan 34 provinsi lainnya di
Indonesia.4 Kasus diare tertinggi di Provinsi
Kalimantan Selatan pada tahun 2020 berada
di Kabupaten Banjar dengan 5.516 kasus,
diikuti Kota Banjarmasin yaitu 5.412 kasus. 5
Masyarakat Kota Banjarmasin memanfaatkan kawasan bantaran sungai sebagai
daerah pemukiman dan men-jadikan sungai
sebagai sumber mata air untuk kebutuhan
sehari-hari, namun aktifitas tersebut tidak
dibarengi dengan perhatian terhadap
kesehatan lingkungan karena masyarakat
juga membuang sampah ke sungai serta BAB
di sungai yang tentunya akan berpengaruh
terhadap kesehatan masyarakat.6
Faktor risiko diare dibagi menjadi tiga,
yaitu faktor perilaku pencegahan, faktor
karakteristik individu, dan faktor lingkungan.
Faktor perilaku pencega-han diantaranya,
yaitu perilaku ibu mencuci tangan, perawatan
peralatan makan/minum, dan merebus air
minum serta penerapan PHBS di rumah
tangga. Faktor karakteristik individu yaitu
umur dan pola makan balita.7 Pola makan
terdiri dari jenis makanan, jumlah makanan,
dan jadwal makan.8,9 Sebanyak 70% kasus
diare terjadi karena makanan yang
terkontaminasi. Makanan dapat menjadi
sumber utama patogen penyebab diare
apabila
balita
mengonsumsi
makanan/minuman
yang
tercemar
mikroorganisme penyebab diare, makanan
basi, dihinggapi lalat, kotor, dan balita
minum air yang tidak drebus.10
Berdasarkan latar belakang diatas maka
peneliti tertarik untuk melakukan penelitian
tentang hubungan perilaku ibu dan pola
makan balita dengan kejadian diare di
bantaran sungai wilayah Puskesmas Kelayan
Timur.
METODE PENELITIAN
Penelitian ini merupakan penelitian
observasional analitik dengan ranca-ngan
penelitian case control, untuk me-ngetahui
hubungan perilaku ibu dan pola makan balita
dengan kejadian diare di bantaran sungai
wilayah Pus-kesmas Kelayan Timur.
Populasi dalam penelitian ini adalah ibu yang
mempunyai balita dan berobat ke Puskesmas
Kelayan Timur dan dibagi menjadi dua
kelompok. Kelompok kasus yaitu balita yang
didiagnosa menderita diare, dan kelompok
kontrol yaitu balita yang tidak menderita
diare. Penelitian ini menggunakan perbandingan kasus dan kontrol 1 : 1, dengan jumlah
kasus dan kontrol masing-masing 30 sampel,
sehingga total 60 sampel. Cara pengambilan
sampel dila-kukan dengan cara simple
random sampling.
HASIL DAN PEMBAHASAN
Hasil distribusi karakteristik responden
dapat dilihat pada Tabel 1.
464
Ghozali, N. dkk. Hubungan Perilaku Ibu dan...
Tabel 1. Distribusi Responden
Variabel
Kasus (n)
Usia Ibu
≤ 19 Tahun
0
20-35 Tahun
24
> 35 Tahun
6
Pendidikan Ibu
Rendah
23
Tinggi
7
Usia Balita
24-36 Bulan
9
37-59 Bulan
21
Jenis Kelamin Balita
Perempuan
17
Laki-Laki
13
Perilaku Ibu
Kurang Baik
18
Baik
12
Pola Makan Balita
Tidak Tepat
25
Tepat
5
Jumlah
30
Persentase (%)
Berdasarkan tabel 1 didapatkan karakter
istik mayoritas responden ibu berusia antara
20-35 tahun baik pada kelompok kasus (80%
) maupun kelompok kontrol (73,33%). Mayo
ritas ibu berpendidikan rendah baik pada kel
ompok kasus (76,67%) maupun kelompok k
ontrol (60%). Kemudian usia balita dan jenis
kelamin balita telah dilakukan matching sehi
ngga didapatkan pro-porsi usia balita dan jen
is kelamin balita pada kelompok kasus dan k
ontrol sama. Mayoritas responden pada kelo
mpok kasus memiliki perilaku ibu kurang ba
ik, sebaliknya mayoritas responden pada kel
ompok kontrol memiliki perilaku ibu yang b
Kontrol (...truncated)