HUBUNGAN PERILAKU IBU DAN POLA MAKAN BALITA DENGAN KEJADIAN DIARE DI BANTARAN SUNGAI WILAYAH PUSKESMAS KELAYAN TIMUR

Homeostasis: Jurnal Mahasiswa Pendidikan Dokter, Aug 2023

Diare didefinisikan sebagai buang air besar dengan konsistensi cair sebanyak ≥ 3 kali sehari. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan antara perilaku ibu dan pola makan balita dengan kejadian diare di bantaran sungai wilayah Puskesmas Kelayan Timur. Penelitian ini merupakan penelitian observasional analitik dengan metode kasus kontrol dengan teknik simple random sampling. Populasi pada penelitian ini adalah ibu balita yang berkunjung ke Puskesmas Kelayan Timur dengan total sampel 60 orang (30 kasus dan 30 kontrol). Instrumen yang digunakan berupa kuesioner. Hasil penelitian didapatkan perilaku ibu kurang baik pada kelompok balita diare 60% dengan hasil p-value = 0,038 dan pola makan balita tidak tepat pada kelompok balita diare 83,33% dengan hasil p-value = 0,049. Kesimpulan penelitian terdapat hubungan perilaku ibu dan pola makan balita dengan kejadian diare di bantaran sungai wilayah Puskesmas Kelayan Timur.

Article PDF cannot be displayed. You can download it here:

https://ppjp.ulm.ac.id/journals/index.php/hms/article/download/10002/5694

HUBUNGAN PERILAKU IBU DAN POLA MAKAN BALITA DENGAN KEJADIAN DIARE DI BANTARAN SUNGAI WILAYAH PUSKESMAS KELAYAN TIMUR

Ghozali, N. dkk. Hubungan Perilaku Ibu dan... HUBUNGAN PERILAKU IBU DAN POLA MAKAN BALITA DENGAN KEJADIAN DIARE DI BANTARAN SUNGAI WILAYAH PUSKESMAS KELAYAN TIMUR Nuruzzahra Ghozali1, Farida Heriyani2, Nelly Al Audhah3 1 Program Studi Kedokteran Program Sarjana, Fakultas Kedokteran, Universitas Lambung Mangkurat, Banjarmasin, Indonesia 2 Departemen Ilmu Kesehatan Masyarakat, Fakultas Kedokteran, Universitas Lambung Mangkurat, Banjarmasin, Indonesia 3 Departemen Mikrobiologi dan Parasitologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Lambung Mangkurat, Banjarmasin, Indonesia Email Korespondensi: Abstract: Diarrhea is defined as defecation with a liquid consistency more than or equal to 3 times a day. This study was aimed to analyze the relationship between mother's behavior and toddler’s feeding pattern with the incidence of diarrhea at the basin of the river area of East Kelayan Public Health Center. This study was an observational analytic study with case control method and simple random sampling technique. The population in this study were mothers of toddlers who visited the East Kelayan Public Health Center with total number of samples is 60 people (30 were cases and 30 were controls). The instrument used was questionnaire. The results showed that the mother's behavior in the toddler group with diarrhea 60% of diarrhea was not good which is result was p-value = 0.038 and the toddler's feeding pattern was not right in the toddler group with 83.33% of diarrhea which is result was p-value = 0.049. The conclusion of this study showed that there was a relationship between mother's behavior and toddler's feeding pattern with the incidence of diarrhea at the basin of the river of East Kelayan Public Health Center. Keywords: mother's behavior, toddlers' feeding pattern, diarrhea Abstrak: Diare didefinisikan sebagai buang air besar dengan konsistensi cair sebanyak ≥ 3 kali sehari. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan antara perilaku ibu dan pola makan balita dengan kejadian diare di bantaran sungai wilayah Puskesmas Kelayan Timur. Penelitian ini merupakan penelitian observasional analitik dengan metode kasus kontrol dengan teknik simple random sampling. Populasi pada penelitian ini adalah ibu balita yang berkunjung ke Puskesmas Kelayan Timur dengan total sampel 60 orang (30 kasus dan 30 kontrol). Instrumen yang digunakan berupa kuesioner. Hasil penelitian didapatkan perilaku ibu kurang baik pada kelompok balita diare 60% dengan hasil p-value = 0,038 dan pola makan balita tidak tepat pada kelompok balita diare 83,33% dengan hasil p-value = 0,049. Kesimpulan penelitian terdapat hubungan perilaku ibu dan pola makan balita dengan kejadian diare di bantaran sungai wilayah Puskesmas Kelayan Timur. Kata-kata kunci: perilaku ibu, pola makan balita, diare 463 Homeostasis, Vol. 6 No. 2, Agustus 2023: 463-468 PENDAHULUAN Diare merupakan penyakit yang berpotensi menyebabkan Kejadian Luar Biasa (KLB) dan merupakan salah satu penyakit endemis di Indonesia. Diare adalah suatu keadaan peradangan pada mukosa lambung dan usus halus yang mengakibatkan pengeluaran feses yang tidak normal dan tidak seperti biasanya dengan konsistensi lembek, cair, atau berupa air dengan frekuensi yang lebih sering dari biasanya (≥3 kali sehari).1,2 Data Pusdatin tahun 2020 me-nyebutkan diare merupakan salah satu penyebab kematian terbanyak selain pneumonia, kelainan kongenital jantung, kecelakaan lalu lintas, tenggelam dan infeksi parasit, dengan proporsi 4,55%.3 Data Studi Status Gizi Indonesia (SSGI) tahun 2021 menye-butkan Provinsi Kalimantan Selatan menduduki posisi keempat teratas diare balita terbanyak dibandingkan 34 provinsi lainnya di Indonesia.4 Kasus diare tertinggi di Provinsi Kalimantan Selatan pada tahun 2020 berada di Kabupaten Banjar dengan 5.516 kasus, diikuti Kota Banjarmasin yaitu 5.412 kasus. 5 Masyarakat Kota Banjarmasin memanfaatkan kawasan bantaran sungai sebagai daerah pemukiman dan men-jadikan sungai sebagai sumber mata air untuk kebutuhan sehari-hari, namun aktifitas tersebut tidak dibarengi dengan perhatian terhadap kesehatan lingkungan karena masyarakat juga membuang sampah ke sungai serta BAB di sungai yang tentunya akan berpengaruh terhadap kesehatan masyarakat.6 Faktor risiko diare dibagi menjadi tiga, yaitu faktor perilaku pencegahan, faktor karakteristik individu, dan faktor lingkungan. Faktor perilaku pencega-han diantaranya, yaitu perilaku ibu mencuci tangan, perawatan peralatan makan/minum, dan merebus air minum serta penerapan PHBS di rumah tangga. Faktor karakteristik individu yaitu umur dan pola makan balita.7 Pola makan terdiri dari jenis makanan, jumlah makanan, dan jadwal makan.8,9 Sebanyak 70% kasus diare terjadi karena makanan yang terkontaminasi. Makanan dapat menjadi sumber utama patogen penyebab diare apabila balita mengonsumsi makanan/minuman yang tercemar mikroorganisme penyebab diare, makanan basi, dihinggapi lalat, kotor, dan balita minum air yang tidak drebus.10 Berdasarkan latar belakang diatas maka peneliti tertarik untuk melakukan penelitian tentang hubungan perilaku ibu dan pola makan balita dengan kejadian diare di bantaran sungai wilayah Puskesmas Kelayan Timur. METODE PENELITIAN Penelitian ini merupakan penelitian observasional analitik dengan ranca-ngan penelitian case control, untuk me-ngetahui hubungan perilaku ibu dan pola makan balita dengan kejadian diare di bantaran sungai wilayah Pus-kesmas Kelayan Timur. Populasi dalam penelitian ini adalah ibu yang mempunyai balita dan berobat ke Puskesmas Kelayan Timur dan dibagi menjadi dua kelompok. Kelompok kasus yaitu balita yang didiagnosa menderita diare, dan kelompok kontrol yaitu balita yang tidak menderita diare. Penelitian ini menggunakan perbandingan kasus dan kontrol 1 : 1, dengan jumlah kasus dan kontrol masing-masing 30 sampel, sehingga total 60 sampel. Cara pengambilan sampel dila-kukan dengan cara simple random sampling. HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil distribusi karakteristik responden dapat dilihat pada Tabel 1. 464 Ghozali, N. dkk. Hubungan Perilaku Ibu dan... Tabel 1. Distribusi Responden Variabel Kasus (n) Usia Ibu ≤ 19 Tahun 0 20-35 Tahun 24 > 35 Tahun 6 Pendidikan Ibu Rendah 23 Tinggi 7 Usia Balita 24-36 Bulan 9 37-59 Bulan 21 Jenis Kelamin Balita Perempuan 17 Laki-Laki 13 Perilaku Ibu Kurang Baik 18 Baik 12 Pola Makan Balita Tidak Tepat 25 Tepat 5 Jumlah 30 Persentase (%) Berdasarkan tabel 1 didapatkan karakter istik mayoritas responden ibu berusia antara 20-35 tahun baik pada kelompok kasus (80% ) maupun kelompok kontrol (73,33%). Mayo ritas ibu berpendidikan rendah baik pada kel ompok kasus (76,67%) maupun kelompok k ontrol (60%). Kemudian usia balita dan jenis kelamin balita telah dilakukan matching sehi ngga didapatkan pro-porsi usia balita dan jen is kelamin balita pada kelompok kasus dan k ontrol sama. Mayoritas responden pada kelo mpok kasus memiliki perilaku ibu kurang ba ik, sebaliknya mayoritas responden pada kel ompok kontrol memiliki perilaku ibu yang b Kontrol (...truncated)


This is a preview of a remote PDF: https://ppjp.ulm.ac.id/journals/index.php/hms/article/download/10002/5694
Article home page: https://ppjp.ulm.ac.id/journals/index.php/hms/article/view/10002/5694

Ghozali Nuruzzahra, Farida Heriyani, Audhah Nelly Al. HUBUNGAN PERILAKU IBU DAN POLA MAKAN BALITA DENGAN KEJADIAN DIARE DI BANTARAN SUNGAI WILAYAH PUSKESMAS KELAYAN TIMUR, Homeostasis: Jurnal Mahasiswa Pendidikan Dokter, 2023, pp. 463-468,