Pengembangan Aplikasi E-Smes Berbasis Android dengan Waterfall Method Sebagai Solusi Pemasaran dan Pengelolaan Usaha UMKM
available at http://ejournal.unp.ac.id/students/index.php/pek/index
ONLINE ISSN 2654-8429
Published by Jurusan Pendidikan Ekonomi
Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Padang, Indonesia
Vol. 4 No. 4, 2021
Page 594-601
Pengembangan Aplikasi E-Smes Berbasis Android dengan Waterfall Method
Sebagai Solusi Pemasaran dan Pengelolaan Usaha UMKM
Tri Kurniawati1, Mentari Ritonga2, Jean Elikal Marna3, Yenni Artati4,
Wening Patmi Rahayu5
1,2,3 Jurusan Pendidikan Ekonomi, Fakultas Ekonomi, Universitas Negeri Padang
4 Fiara Sulam
5 Aliansi Pendidik dan Praktisi Bisnis Indonesia
Abstract: Cooperatives and MSMEs (Micro, Small, and Medium Enterprises)
are some of the sectors that make a positive contribution to economic growth in
Indonesia. The contribution obtained from the existence of MSMEs to GDP
reaches 60% with the employment of 116.7 million people or 97.02% of the total
workforce that is already working. Even though they have a big role, on the one
hand, MSMEs have not been able to optimally manage their business, especially
related to business management. The majority of MSME actors have not
benefited from the use of digital technology because most MSME business actors
have not fully understood the importance of using digital technology. The ESMEs applications that will be developed for partners in this research are
applications built using Java Enterprise Edition (JEE) technology. Java
Enterprise Edition technology is a Java development for enterprise solutions,
ranging from web-based applications using servlets and JSPs and android-based
applications. The advantages of Java Enterprise Edition technology can create a
reliable and portable application because Java can be implemented on various
platforms and operating systems. In making this application using the Waterfall
method which refers to the system development process model called the System
Development Life Cycle (SDLC). This research method is a research and
development method with the ADDIE approach. The developed e-SMEs
application can later be used by Fiara Sulam to do online marketing and also
digitally manage their finances.
Keywords : E-SMEs MSMEs; Business Management
This is an open access article distributed under the Creative Commons 4.0 Attribution License, which permits unrestricted use,
distribution, and reproduction in any medium, provided the original work is properly cited. ©2021 by author.
PENDAHULUAN
Koperasi dan UMKM (Usaha Mikro Kecil Menengah), menjadi salah satu sektor yang
memberikan kontribusi positif bagi pertumbuhan ekonomi di Indonesia. Kontribusi yang
diperoleh dari adanya UMKM terhadap PDB mencapai 60% dengan penyerapan tenaga kerja
sebesar 116,7 juta orang atau 97,02% dari total angkatan kerja yang sudah bekerja. Walaupun
memiliki peran yang besar di satu sisi UMKM belum bisa secara maksimal mengelola usahanya
594
Pengembangan Aplikasi E-Smes Berbasis Android dengan Waterfall Method Sebagai
Solusi Pemasaran dan Pengelolaan Usaha UMKM
terutama terkait dengan pengelolaan bisnis. Menurut Agus Muharram, staf khusus Menteri
Koperasi dan UKM (ukmindonesia.id), “Mayoritas pelaku UMKM belum mendapatkan
manfaat dari pemanfaatan digital teknologi”. Terjadinya kondisi seperti saat ini salah satunya
adalah karena pelaku bisnis UMKM sebagian besar belum sepenuhnya memahami arti penting
dari pemanfaatan teknologi digital. Hal ini sejalan dengan data pengguna teknologi bagi
UMKM di Indonesia berikut.
Gambar 1. Data Pengguna Teknologi bagi UMKM di Indonesia
Sumber: Biz.kompas.com
Dari gambar di atas terlihat bahwa kurang dari 50% UMKM yang ada di Indonesia yang
dapat memanfaatkan teknologi digital untuk memajukan usahanya. Sedangkan menurut
McKinsey dan Company (Portal Informasi Indonesia: 2019), ekonomi Indonesia akan
terdongkrak sebesar 10% melalui aktivitas digital. Melalui pendekatan teknologi digital,
Indonesia berpeluang menciptakan lapangan kerja baru sebanyak 3,7 juta orang, termasuk dari
skema job matching dan permintaan tenaga kerja melalui platform berbasis online. Dengan
penggunaan teknologi yang meningkat juga akan mampu menumbuhkan pengguna baru yang
cukup signifikan.
Kemampuan UMKM dalam berinovasi juga akan mendorong bisnis untuk bisa terus
menyajikan hal yang baru (terutama pada para pelanggan), memiliki kemampuan bersaing dan
lebih sustainable dalam operasi bisnisnya. Terutama di era digital ini, UMKM harus mampu
mengubah dirinya menjadi digitalpreneur, yaitu wirausaha yang berbasis digital. Tantangan
dalam menggabungkan antara inovasi digital dengan wirausaha yaitu kemampuan pengusaha
lokal untuk dapat berproduksi menggunakan teknologi baru, mampu mendiagnosis kebutuhan
dan pasar digital, mengadopsi semua kemampuan negosiasi dan terjun kedunia yang lebih
besar melalui e-commerce (Nagy:2020). Untuk mampu bertahan dan sustainable, UMKM perlu
memenuhi standar kualitas, teknologi dan harga yang bersaing (Nagy:2020).
Penguasaan
teknologi terutama di era Industri 4.0 akan memberikan dampak positif terhadap
keberlangsungan operasi bisnis (Kamble:2020), namun UMKM selalu kurang mampu dengan
cepat menyesuaikan diri dengan perkembangan teknologi di era modern ini (Dutta:2020).
595
Pengembangan Aplikasi E-Smes Berbasis Android dengan Waterfall Method Sebagai
Solusi Pemasaran dan Pengelolaan Usaha UMKM
Kondisi ini menyiratkan pentingnya UMKM untuk terus dipacu agar memanfaatkan
peluang teknologi digital dalam pemasaran maupun pengelolaan usahanya. Hal ini sejalan
dengan program pemerintah yaitu gerakan satu juta UMKM naik kelas bertujuan untuk
merangkul semua pelaku yang terlibat melalui pendekatan integratif, partisipatif dan
akseleratif. Indikator UMKM naik kelas diantaranya: 1) Total penjualan dan set yang dimiliki
haruslah meningkat, 2) Usaha harus menjadi formal, 3) Jumlah karyawan meningkat, 4)
Pelanggan yang dilayani meningkat, 5) Meningkatnya pajak yang dibayarkan, 6) Kualitas
sumber daya manusia harus bertambah, 7) Produksi barang harus meningkat, 9) Administrasi
dan keuangan meningkat, dan 10) Dana yang di akses dari perbankan meningkat. Apalagi
dimasa pandemi saat ini dimana mobilitas orang-orang dibatasi, lebih banyak berdiam diri di
rumah kemudian bekerja dari rumah bahkan belanja juga dari rumah. UMKM Go-Digital
menjadi semacam pilihan yang tidak terelakkan
Dalam pemanfaatan ICT, UMKM selalu dihadapkan pada berbagai persoalan, bahkan di
negara maju seperti Inggris UMKM nya pun masih kesulitan untuk mengadopsi ICT dan hanya
13% UMKM yang melakukan transaksi online (Taylor:2004). Model adaptasi ICT oleh UMKM
yang dikemukakan oleh Departemen Perdagangan dan Industri UK digambarkan sebagai
beriku (Taylor:2004):
Gambar 2. The DTI Adoption Ladder [8].
Dari model yang dikemukakan di atas, adopsi teknologi oleh UMKM dilakukan secara
bertahap mulai dari yang sederhana yaitu e-mail. Kemudian berlanjut ke website, e-commerce,
e-business dan transformed organisations. Artinya pemanfaatan teknologi dilakukan mulai
yang yang paling sederhana dan mudah untuk digunakan oleh UMKM.
Sejal (...truncated)