APPLICATION OF THE HAND MOVEMENT METHOD TO IMPROVE STUDENTS' MEMORY IN MEMORIZING LAFADZ AND TRANSLATION OF SURAH AL-QADR
Demolinsara, et.al. : Penerapan Metode Gerak Tangan Untuk Meningkatkan Ingatan Siswa Dalam Menghafal Lafadz
Jurnal AL-Muta`aliyah
e-ISSN: 2614-1612, p-ISSN: 2502-2474, Vol.1, No. 2 (2021), DOI: 10.51700/almutaliyah, P.109-119
Original Article
Penerapan Metode Gerak Tangan Untuk Meningkatkan Ingatan Siswa
Dalam Menghafal Lafadz Dan Terjemahan Surah Al-Qadr
Demolinsara1, Muhamad Munir2
Abstract- The purpose of this study is to describe improving students' memory in memorizing lafadz
and translation of Surah Al-Qadr through the application of the hand movement method in learning AlQur'an Hadith at MI NW Kalijaga. The subjects of this research were 14 students of class VB. This type
of research is Classroom Action Research (CAR) which uses the Kemmis & Mc Taggart (1998) model,
each cycle consisting of four steps, namely (1) planning, (2) implementation, (3) observation and (4)
reflection. Data collection techniques using observation, documentation, and tests. The data were
analyzed by means of descriptive qualitative and descriptive quantitative. The results showed that the
hand gesture method could improve students' memorization of the Al-Qur'an Hadith subjects in the AlQadr surah material. In the pre-cycle, it showed that out of 14 students, only 4 students had fulfilled the
KBM (72%) with an average score of 58.57 and a percentage of 29%. Cycle I there is an increase in
completeness to 7 students with an average value of 61.07 and a percentage of 50%. In the second cycle
the increase increased to 12 students with an average value of 83.28 and a percentage of 86%.
Keywords: Memorizing Lafadz and Translation of Surah Al-Qadr; Improves Memory; Hand Movement Method
Abstrat- Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan peningkatkan ingatan siswa dalam menghafal
lafadz dan terjemahan surah Al-Qadr melalui penerapan metode gerakan tangan pada pembelajaran AlQur’an Hadits di MI NW Kalijaga. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas VB sebanyak 14 siswa. Jenis
peenelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang menggunakan model Kemmis & Mc
Taggart (1998) setiap siklusnya terdiri dari empat langkah yaitu (1) perencanaan, (2) pelaksanaan, (3)
Observasi dan (4) refleksi. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, dokumentasi, dan tes.
Data dianalisis dengan cara deskriptif kualitatif dan deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan
bahwa metode gerak tangan dapat meningkatkan ingatan hafalan siswa mata pelajaran Al-Qur’an Hadits
pada materi surah Al-Qadr. Pada pra siklus menunjukkan bahwa dari 14 siswa, hanya 4 siswa yang sudah
Demolinsara, STAI Darul Kamal NW Kembang Kerang, Jl. Parawisata Kembang Kerang Lotim NTB, email:
2 Muhammad Munir, 1STAI Darul Kamal NW Kembang Kerang, Jl. Parawisata Kembang Kerang Lotim NTB
@ published: Prodi PGMI STAI Darul Kamal, 2021
1
Vol.1, No.2, Agustus 2021, P. 109
Demolinsara, et.al. : Penerapan Metode Gerak Tangan Untuk Meningkatkan Ingatan Siswa Dalam Menghafal Lafadz
memenuhi KBM (72%) dengan nilai rata-rata peserta didik sebesar 58,57 dan persentase 29%. Siklus I
terdapat peningkatan ketuntasan menjadi 7 siswa dengan nilai rata-rata 61,07 dan persentase 50%. Pada
siklus II peningkatan emakin meningkat menjadi 12 siswa dengan nilai rata-rata 83,28 dan persentase
86%.
Kata kunci : Mengafal Lafadz dan Terjemahan Surah Al-Qadr; Meningkatkan Ingatan; Metode Gerak
Tangan
PENDAHULUAN
Al-Qur’an dan Hadits merupakan landasan dan pedoman bagi seluruh manusia dalam
menjalani kehidupan agar selamat di dunia dan di akherat, oleh karena itu sangat penting bagi
seluruh manusia untuk dapat membaca, memahami, dan menghafalnya sejak dini. Di Madrasah
Ibtidaiyah, Al-Qur’an Hadits merupakan salah satu bagian bidang Pendidikan Agama Islam
(PAI) yang termasuk dalam kurikulum 2013. Sejak diberlakukannya kurikulum 2013 Pendidikan
Agama Islam di Madrasah, termasuk madrasah Ibtidaiyah menuntut sejumlah pendekatan yang
dapat meningkatkan kemampuan siswa dalam membaca dan menulis Al-Qur’an dan Hadits
dengan benar, serta dapat menghafal surat-surat pendek dalam Al-Qur’an, pengenalan arti atau
maknanya secara sederhana untuk diamalkan dalam kehidupan sehari-hari melalui keteladanan
dan pembiasaan.3
Namun kenyataannya di MI NW Kalijaga materi mata pelajaran Al-Qur’an Hadits
diajarkan dengan membacakan lalu di hafal, atau pun sebaliknya guru membacakan berulangulang setelah itu siswa menirukan sambil menghafal, dan atau dengan menuliskannya dipapan
tulis lalu menyuruh siswa untuk menghafal. Materi mata pelajaran al-Qur’an hadist pada tingkat
MI kelas tinggi tidak hanya menghafal lafadz surahnya saja namun perlu memahami terjamahan
dan isi kandungan setiap ayatnya.
Pada kelas tinngi metode pembelajaran seperti itu sepertinya kurang menarik dan
monoton, karena sebagian siswa kurang antusias dan kurang bersemangat dalam belajar. Dan
siswa yang sudah mampu menghafal terjemahan al-Qur’an tetapi kurang dalam menginat.
Peserta didik kelas tinggi lebih dominan belajar. Jika seperti itu, guru perlu mempunyai metode
pembelajaran yang apabila di terapkan mampu untuk memenuhi tujuan pembelajaran tersebut
dan siswa merasa senang dalam belajar serta tidak merasa terbebani dengan materi pembelajaran
tersebut.
Terkait dengan masalah metode pembelajaran di atas diperlukan penerapan metode yang
mampu membantu proses pembelajaran sesuai dengan tujuan pemebelajaran tersebut, seperti
metode pembelajaran gerak tangan. Metode gerak tangan merupakan metode yang
menggabungkan gerakan fisik dengan aktifitas intelektual serta penggunaan alat indra. Dalam
http:// Jejak Pendidikan.com/2016/12 penegrtian-mata-pelajaran-alqur’an.html (diakses pada
tanggal 20 November 2021, pukul 11.20)
3
Vol.1, No.2, Agustus 2021, P. 110
Demolinsara, et.al. : Penerapan Metode Gerak Tangan Untuk Meningkatkan Ingatan Siswa Dalam Menghafal Lafadz
penerapan metode ini, siswa dituntut sambil beraktivitas seperti belajar melalui perbuatan,
berbicara, mendengarkan, memperhatikan, dan berpikir untuk memecahkan masalah.4
Penelitian terdahulu menunjukan bahwa penerapan hafalan juz’amma dengan gerak
tangan memudahkan setiap guru dalam membimbing anak untuk mengingat hafalan yang terah
diajarkan, memudahkan anak memahami makna dari ayat yang dihafal, melatih fisik motoric
anak melalui gerakan tangan dan mendekatkan anak dengan kecintaan terhadap Al-Qur’an.5
Hasil Penelitian sebelumnya juga menunjukkan dengan metode gerak tangan siswa
menjadi lebih semangat dan berantusias belajar menghafal maupun mengartikan Al-Qur’an.
Selain itu kemampuan menghafal yang tinggi bagi peserta didik yang memiliki kecerdasan otak
kanan sangat terbantu dalam menyalurkan kreativitasnya dalam menerapkan metode gerakan
yang menyatakan makna dengan isyarat tangan. Sehingga peserta didik tidak hanya hafal ayat,
melainkan dapat mengerti maksud dari makna ayat yang dihafalkan. 6
Dari latar belakang di atas dapat dirumuskan masalah penelitian ini adalah bagaimana
menerapan metode gerakan tangan pada pembelajaran Al-Qur’an Hadits (...truncated)