Pengalaman Ibu dalam Pemberian Imunisasi Dasar Lengkap

Jurnal Ilmiah Permas: Jurnal Ilmiah STIKES Kendal, Oct 2022

Pemberian imunisasi adalah salah satu kebutuhan dasar anak dalam pertumbuhan dan perkembangan. Beberapa penelitian menunjukkan pemberian imunisasi dipengaruhi oleh adanya keraguan terhadap imunisasi, penolakan imunisasi dan ketakutan orang tua, keterbatasan akses ke pelayanan kesehatan dan dana yang kurang untuk pelayanan imunisasi. Tujuan penelitian ini untuk menggali pengalaman ibu terhadap pemberian imunisasi dasar lengkap. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan fenomenologi dengan analisis Miles dan Huberman. Jumlah sampel sebanyak 6 ibu yang mempunyai anak umur 12 bulan dengan teknik pengambilan sampel secara purposive sampling. Alat pengumpulan data menggunakan pedoman wawancara, alat perekam dan catatan lapangan. Penelitian dilakukan pada bulan Juli Tahun 2022 di wilayah kerja Puskesmas Kota Pariaman. Hasil penelitian didapatkan 3 tema yaitu respon terkait pemberian imunisasi, hambatan pemberian imunisasi dan paparan informasi tentang imunisasi. Sikap ibu dalam pemberian imunisasi dasar dipengaruhi bagaimana pandangan ibu dan keluarga terhadap imunisasi dan dukungan keluarga terhadap pemberian imunisasi.

Article PDF cannot be displayed. You can download it here:

https://journal2.stikeskendal.ac.id/index.php/PSKM/article/download/488/390

Pengalaman Ibu dalam Pemberian Imunisasi Dasar Lengkap

Jurnal Ilmiah Permas: Jurnal Ilmiah STIKES Kendal Volume 13 Nomor 1, Januari 2023 e-ISSN 2549-8134; p-ISSN 2089-0834 http://journal.stikeskendal.ac.id/index.php/PSKM PENGALAMAN IBU DALAM PEMBERIAN IMUNISASI DASAR LENGKAP Prima Yoselina*, Meri Neherta, Lili Fajria Fakultas Keperawatan, Universitas Andalas, Limau Manis, Pauh, Kota Padang, Sumatera Barat 25175, Indonesia * ABSTRAK Pemberian imunisasi adalah salah satu kebutuhan dasar anak dalam pertumbuhan dan perkembangan. Beberapa penelitian menunjukkan pemberian imunisasi dipengaruhi oleh adanya keraguan terhadap imunisasi, penolakan imunisasi dan ketakutan orang tua, keterbatasan akses ke pelayanan kesehatan dan dana yang kurang untuk pelayanan imunisasi. Tujuan penelitian ini untuk menggali pengalaman ibu terhadap pemberian imunisasi dasar lengkap. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan fenomenologi dengan analisis Miles dan Huberman. Jumlah sampel sebanyak 6 ibu yang mempunyai anak umur 12 bulan dengan teknik pengambilan sampel secara purposive sampling. Alat pengumpulan data menggunakan pedoman wawancara, alat perekam dan catatan lapangan. Penelitian dilakukan pada bulan Juli Tahun 2022 di wilayah kerja Puskesmas Kota Pariaman. Hasil penelitian didapatkan 3 tema yaitu respon terkait pemberian imunisasi, hambatan pemberian imunisasi dan paparan informasi tentang imunisasi. Sikap ibu dalam pemberian imunisasi dasar dipengaruhi bagaimana pandangan ibu dan keluarga terhadap imunisasi dan dukungan keluarga terhadap pemberian imunisasi. Kata kunci: fenomonologi; ibu; imunisasi dasar lengkap MOTHER'S EXPERIENCE IN PROVIDING COMPLETE BASIC IMMUNIZATION ABSTRACT Immunization is one of the basic needs of children in growth and development. Several studies have shown that immunization is influenced by doubts about immunization, refusal of immunization and parental fear, limited access to health services, and insufficient funds for immunization services. The purpose of this study was to explore the mother's experience of providing complete basic immunization. This type of research is qualitative research with a phenomenology approach with the analysis of Miles and Huberman. The number of samples is 6 mothers who have children aged 12 months with the purposive sampling technique. Data collection tools used interview guides, recorders, and field notes. The research was conducted in July 2022 in the work area of the Pariaman City Health Center. The results of the study obtained 3 themes, namely responses related to immunization, barriers to immunization, and exposure to information about immunization. A mother's attitude in providing basic immunization is influenced by how the mother and family view immunization and family support for immunization. The provision of health promotion is more optimized by health center health workers to increase the knowledge of mothers and families in providing complete basic immunizations for children. Keywords: complete basic immunizations; mother; phenomenology PENDAHULUAN Pemberian imunisasi dasar lengkap dilaporkan mengalami penurunan di dunia. Data dari World Health Organization (WHO) dilaporkan ada 68 negara pelayanan mengalami kendala dalam pemberian imunisasi dan mempengaruhi 80 juta anak dibawah usia 1 tahun (WHO, 2020). Adapun negara tersebut adalah New York sebanyak 63%, California sebanyak 40%, Ohio sebanyak 45%, Virginia sebanyak 45,7% dan di Inggris sebanyak 19,7% (Bamforth, 2020; Bramer, 2020; Fernandez, 2020). Faktor yang mempengaruhi adalah adanya keraguan terhadap imunisasi, penolakan dan ketakutan orang tua, keterbatasan akses ke pelayanan kesehatan dan dana yang kurang untuk pelayanan imunisasi. Jumlah kasus Penyakit yang Jurnal Ilmiah Permas: Jurnal Ilmiah STIKES Kendal Volume 13 No 1, Januari 2023, Hal 1 - 12 Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kendal Dapat Dicegah dengan Imunisasi (PD3I) akan meningkat jika banyak anak dalam suatu populasi banyak yang tidak diimunisasi dan selanjutnya dapat menyebabkan kekebalan populasi menurun (Behrens et al., 2020). Adapun yang termasuk dalam PD3I adalah penyakit tuberkulosis (TBC), hepatitis B, difteri, pertusis, tetanus, polio, campak, rubella, meningitis dan pneumonia (Kemenkes, 2017). Data WHO juga menunjukkan sebanyak 1,1 juta orang anak didunia menderita TBC (11% dari kasus TBC di dunia) setiap tahunnya dan sebagian besar kasus TBC tersebut diderita pada anak dibawah lima tahun. Anak sangat rentan terinfeksi TB karena kontak erat dengan pasien TBC BTA positif sehingga dibutuhkan kekebalan secara aktif dari anak melalui imunisasi (WHO, 2022). Tahun 2021 ada tiga negara melaporkan kasus difteri pada anak yaitu Brasil (1 kasus), Republik Dominika (13 kasus) dan Haiti (12 kasus) dan dilaporkan memiliki riwayat imunisasi tidak lengkap (CDC, 2020). Jumlah kasus PD3I di Indonesia bervariasi. Tahun 2020 berdasarkan data Global TBC Report menunjukkan Indonesia adalah negara dengan kasus TBC tertinggi kedua setelah India dengan 845.000 kasus TB setiap tahunnya dan TBC anak sebanyak 63.113 orang (7,6%). Tahun 2021 kasus campak terjadi di 34 Kabupaten/Kota sedangkan kasus rubella ada di 44 Kabupaten/Kota dari 17 Provinsi di Indonesia (Widyawati, 2021). Keberhasilan pemberian imunisasi dimulai dari modifikasi cara orang tua berpikir tentang kemanjuran vaksin dan kebutuhan imunisasi yaitu niat perilaku orang tua sendiri dalam pemberian imunisasi anak (Zhou et al., 2018). Peran seorang ibu dalam pemberian imunisasi sangat penting karena tugas dalam mengasuh anak adalah ibu. Selain itu sikap dan kepercayaan orang tua menganggap imunisasi kurang penting dapat mempengaruhi ketidaklengkapan imunisasi anak. Penelitian Harahap (2019) didapatkan ibu mempunyai keyakinan imunisasi membuat anak menjadi demam, rewel, dan kejang sehingga anak tidak perlu imunisasi. Penelitian tersebut sejalan dengan penelitian Lovric Makaric (2018) bahwa 38% orang tua khawatir terhadap vaksin imunisasi yang dapat membahayakan anaknya. Sikap dan kepercayaan inilah yang mempengaruhi pemberian imunisasi dasar pada anak. Imunisasi dasar lengkap (IDL) anak mengalami penurunan sejak Tahun 2019-2020. Tahun 2020 cakupan IDL menurun menjadi 82,6% dibandingkan dengan Tahun 2019 sebanyak 93,7%. Untuk Sumatera Barat Tahun 2020 baru mencapai 54,1% dibandingkan Provinsi Bali, Nusa Tenggara Barat dan Jawa Tengah yang sudah melebihi 98%. Pencapaian IDL Provinsi Sumatera Barat merupakan provinsi tiga terendah dibandingkan dengan provinsi lainnya di Indonesia. Cakupan IDL Kota Pariaman pada Tahun 2021 dilaporkan mengalami penurunan pada Tahun 2018-2021. Cakupan IDL Tahun (2018) sebanyak 81,8%, Tahun (2019) sebanyak 78,6%, Tahun (2020) sebanyak 55,7% dan Tahun (2021) sebanyak 66,7%. Penurunan cakupan IDL tersebut menjadikan Kota Pariaman beresiko terhadap tingginya kasus PD3I. Penelitian ini bertujuan untuk menggali pengalaman ibu dalam memberikan imunisasi dasar lengkap pada bayinya. Berdasarkan latar belakang dan permasalahan tersebut peneliti melakukan penelitia (...truncated)


This is a preview of a remote PDF: https://journal2.stikeskendal.ac.id/index.php/PSKM/article/download/488/390
Article home page: https://journal2.stikeskendal.ac.id/index.php/PSKM/article/view/488/390

Prima Yoselina, Meri Neherta, Lili Fajria. Pengalaman Ibu dalam Pemberian Imunisasi Dasar Lengkap, Jurnal Ilmiah Permas: Jurnal Ilmiah STIKES Kendal, 2022, pp. 1-12,