Pengalaman Ibu dalam Pemberian Imunisasi Dasar Lengkap
Jurnal Ilmiah Permas: Jurnal Ilmiah STIKES Kendal
Volume 13 Nomor 1, Januari 2023
e-ISSN 2549-8134; p-ISSN 2089-0834
http://journal.stikeskendal.ac.id/index.php/PSKM
PENGALAMAN IBU DALAM PEMBERIAN IMUNISASI DASAR LENGKAP
Prima Yoselina*, Meri Neherta, Lili Fajria
Fakultas Keperawatan, Universitas Andalas, Limau Manis, Pauh, Kota Padang, Sumatera Barat 25175, Indonesia
*
ABSTRAK
Pemberian imunisasi adalah salah satu kebutuhan dasar anak dalam pertumbuhan dan perkembangan.
Beberapa penelitian menunjukkan pemberian imunisasi dipengaruhi oleh adanya keraguan terhadap
imunisasi, penolakan imunisasi dan ketakutan orang tua, keterbatasan akses ke pelayanan kesehatan dan
dana yang kurang untuk pelayanan imunisasi. Tujuan penelitian ini untuk menggali pengalaman ibu
terhadap pemberian imunisasi dasar lengkap. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan
pendekatan fenomenologi dengan analisis Miles dan Huberman. Jumlah sampel sebanyak 6 ibu yang
mempunyai anak umur 12 bulan dengan teknik pengambilan sampel secara purposive sampling. Alat
pengumpulan data menggunakan pedoman wawancara, alat perekam dan catatan lapangan. Penelitian
dilakukan pada bulan Juli Tahun 2022 di wilayah kerja Puskesmas Kota Pariaman. Hasil penelitian
didapatkan 3 tema yaitu respon terkait pemberian imunisasi, hambatan pemberian imunisasi dan paparan
informasi tentang imunisasi. Sikap ibu dalam pemberian imunisasi dasar dipengaruhi bagaimana
pandangan ibu dan keluarga terhadap imunisasi dan dukungan keluarga terhadap pemberian imunisasi.
Kata kunci: fenomonologi; ibu; imunisasi dasar lengkap
MOTHER'S EXPERIENCE IN PROVIDING COMPLETE BASIC IMMUNIZATION
ABSTRACT
Immunization is one of the basic needs of children in growth and development. Several studies have
shown that immunization is influenced by doubts about immunization, refusal of immunization and
parental fear, limited access to health services, and insufficient funds for immunization services. The
purpose of this study was to explore the mother's experience of providing complete basic immunization.
This type of research is qualitative research with a phenomenology approach with the analysis of Miles
and Huberman. The number of samples is 6 mothers who have children aged 12 months with the
purposive sampling technique. Data collection tools used interview guides, recorders, and field notes.
The research was conducted in July 2022 in the work area of the Pariaman City Health Center. The
results of the study obtained 3 themes, namely responses related to immunization, barriers to
immunization, and exposure to information about immunization. A mother's attitude in providing basic
immunization is influenced by how the mother and family view immunization and family support for
immunization. The provision of health promotion is more optimized by health center health workers to
increase the knowledge of mothers and families in providing complete basic immunizations for children.
Keywords: complete basic immunizations; mother; phenomenology
PENDAHULUAN
Pemberian imunisasi dasar lengkap dilaporkan mengalami penurunan di dunia. Data dari
World Health Organization (WHO) dilaporkan ada 68 negara pelayanan mengalami kendala
dalam pemberian imunisasi dan mempengaruhi 80 juta anak dibawah usia 1 tahun (WHO,
2020). Adapun negara tersebut adalah New York sebanyak 63%, California sebanyak 40%,
Ohio sebanyak 45%, Virginia sebanyak 45,7% dan di Inggris sebanyak 19,7% (Bamforth,
2020; Bramer, 2020; Fernandez, 2020). Faktor yang mempengaruhi adalah adanya keraguan
terhadap imunisasi, penolakan dan ketakutan orang tua, keterbatasan akses ke pelayanan
kesehatan dan dana yang kurang untuk pelayanan imunisasi. Jumlah kasus Penyakit yang
Jurnal Ilmiah Permas: Jurnal Ilmiah STIKES Kendal Volume 13 No 1, Januari 2023, Hal 1 - 12
Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kendal
Dapat Dicegah dengan Imunisasi (PD3I) akan meningkat jika banyak anak dalam suatu
populasi banyak yang tidak diimunisasi dan selanjutnya dapat menyebabkan kekebalan
populasi menurun (Behrens et al., 2020).
Adapun yang termasuk dalam PD3I adalah penyakit tuberkulosis (TBC), hepatitis B, difteri,
pertusis, tetanus, polio, campak, rubella, meningitis dan pneumonia (Kemenkes, 2017). Data
WHO juga menunjukkan sebanyak 1,1 juta orang anak didunia menderita TBC (11% dari kasus
TBC di dunia) setiap tahunnya dan sebagian besar kasus TBC tersebut diderita pada anak
dibawah lima tahun. Anak sangat rentan terinfeksi TB karena kontak erat dengan pasien TBC
BTA positif sehingga dibutuhkan kekebalan secara aktif dari anak melalui imunisasi (WHO,
2022). Tahun 2021 ada tiga negara melaporkan kasus difteri pada anak yaitu Brasil (1 kasus),
Republik Dominika (13 kasus) dan Haiti (12 kasus) dan dilaporkan memiliki riwayat imunisasi
tidak lengkap (CDC, 2020).
Jumlah kasus PD3I di Indonesia bervariasi. Tahun 2020 berdasarkan data Global TBC Report
menunjukkan Indonesia adalah negara dengan kasus TBC tertinggi kedua setelah India dengan
845.000 kasus TB setiap tahunnya dan TBC anak sebanyak 63.113 orang (7,6%). Tahun 2021
kasus campak terjadi di 34 Kabupaten/Kota sedangkan kasus rubella ada di 44 Kabupaten/Kota
dari 17 Provinsi di Indonesia (Widyawati, 2021). Keberhasilan pemberian imunisasi dimulai
dari modifikasi cara orang tua berpikir tentang kemanjuran vaksin dan kebutuhan imunisasi
yaitu niat perilaku orang tua sendiri dalam pemberian imunisasi anak (Zhou et al., 2018). Peran
seorang ibu dalam pemberian imunisasi sangat penting karena tugas dalam mengasuh anak
adalah ibu. Selain itu sikap dan kepercayaan orang tua menganggap imunisasi kurang penting
dapat mempengaruhi ketidaklengkapan imunisasi anak. Penelitian Harahap (2019) didapatkan
ibu mempunyai keyakinan imunisasi membuat anak menjadi demam, rewel, dan kejang
sehingga anak tidak perlu imunisasi. Penelitian tersebut sejalan dengan penelitian Lovric
Makaric (2018) bahwa 38% orang tua khawatir terhadap vaksin imunisasi yang dapat
membahayakan anaknya. Sikap dan kepercayaan inilah yang mempengaruhi pemberian
imunisasi dasar pada anak.
Imunisasi dasar lengkap (IDL) anak mengalami penurunan sejak Tahun 2019-2020. Tahun
2020 cakupan IDL menurun menjadi 82,6% dibandingkan dengan Tahun 2019 sebanyak
93,7%. Untuk Sumatera Barat Tahun 2020 baru mencapai 54,1% dibandingkan Provinsi Bali,
Nusa Tenggara Barat dan Jawa Tengah yang sudah melebihi 98%. Pencapaian IDL Provinsi
Sumatera Barat merupakan provinsi tiga terendah dibandingkan dengan provinsi lainnya di
Indonesia. Cakupan IDL Kota Pariaman pada Tahun 2021 dilaporkan mengalami penurunan
pada Tahun 2018-2021. Cakupan IDL Tahun (2018) sebanyak 81,8%, Tahun (2019) sebanyak
78,6%, Tahun (2020) sebanyak 55,7% dan Tahun (2021) sebanyak 66,7%. Penurunan cakupan
IDL tersebut menjadikan Kota Pariaman beresiko terhadap tingginya kasus PD3I. Penelitian ini
bertujuan untuk menggali pengalaman ibu dalam memberikan imunisasi dasar lengkap pada
bayinya. Berdasarkan latar belakang dan permasalahan tersebut peneliti melakukan penelitia (...truncated)