FAKTOR – FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PELAKSANAAN INISIASI MENYUSUI DINI (IMD) DI PUSKESMAS BUTAR KECAMATAN PAGARAN KABUPATEN TAPANULI UTARA TAHUN 2020
JURNAL ILMIAH KEBIDANAN IMELDA
Vol.7, No.1, Maret 2021, pp. 12-18
ISSN: 2597-7180 (Online), 2442-8116 (Print)
http://jurnal.uimedan.ac.id/index.php/JURNALKEBIDANAN
12
FAKTOR – FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN
PELAKSANAAN INISIASI MENYUSUI DINI (IMD) DI
PUSKESMAS BUTAR KECAMATAN PAGARAN
KABUPATEN TAPANULI UTARA TAHUN 2020
Fransiska Debataraja1, Nova Sontry Node Siregar2, Winta Mariana Batubara3
STIKes Kesehatan Baru, Indonesia
Article Info
Article history:
Received Des 08, 2020
Revised Mar 06, 2021
Accepted Mar 13, 2021
Keywords:
Knowledge
Type of Childbirth
Husband's Support
ABSTRACT
Early Initiation of Breastfeeding (IMD) is an opportunity given to babies
immediately after birth by placing the baby on the mother's stomach, then the
baby is allowed to find the mother's nipple and breastfeed within the first
hour after birth. The UNICEF organization Says that IMD is so important for
babies that it calls it the baby's first vaccine. The purpose of this study was to
determine the factors related to the implementation of Early Breastfeeding
Initiation (IMD) at Butar Public Health Center, Pagaran District, Tapanuli
Utara District in 2020. This type of research is a descriptive quantitative
study using a cross-sectional design or approach. A total population of 30
people was used with a total sampling technique in which the entire
population was sampled. In this research, the population is all post partum
mothers in the work area of Butar puskesmas, Butar sub-district, North
Tapanuli district. Data were collected by means of a questionnaire, then the
data were processed using the chi-square test. The results of the study using
the chi-square test with a confidence level of 95% (α = 0.05) showed that
there was no relationship between the type of labor and the results of the
Fisher's Exact Test with a confidence level of 95% and df = 1 obtained x2
count (0.597) <x2 table. (3.841), there is a relationship of knowledge df = 2,
it is obtained x2 count (10.425)> x2 table 5.991, there is a relationship of
husband's support. Fisher's Exact Test with a confidence level of 95% (α =
0.05) and df = 1 obtained p value = 0.000 (p <0.05), there is a relationship of
support for health workers and df = 2 obtained x2 count (8.450)> n x2 table
(5.991). It is expected that respondents will know the information provided
by health workers or from the mass media about the provision and
implementation of Early Breastfeeding Initiation (IMD).
This is an open access article under the CC BY-SAlicense.
Corresponding Author:
Fransiska Debataraja,
DIII Kebidanan,
STIKes Kesehatan Baru
JL. Bukit Sipalakki, Kecamatan Doloksanggul, Kabupaten Humbang Hasundutan, Sumatera Utara.
Email:
1.
INTRODUCTION
Pembangunan sumber daya manusia tidak lepas dari upaya kesehatan khususnya untuk
meningkatkan kesehatan Ibu dan Bayi. Inisiasi Menyusui Dini (IMD) merupakan suatu kesempatan yang
diberikan kepada bayi segera setelah lahir dengan cara meletakkan bayi diperut Ibu, kemudian bayi dibiarkan
untuk menemukan puting susu ibu dan menyusui hingga puas. Organisasi UNICEF Mengatakan bahwa IMD
sangat penting bagi Bayi sehingga menyebutnya sebagai vaksin pertama bayi (UNICEF, 2016). Organisasi
Journal homepage: http://jurnal.uimedan.ac.id/index.php/JURNALKEBIDANAN
Jurnal Ilmiah Kebidanan Imelda
13
United Nations Children’s Fun (UNICEF) dan Word Healt Organitation (WHO), memperkirakan 78 juta
bayi atau 3 dari 5 tidak disusui dalam 1 jam pertama kehidupan dapat meningkatkan resiko terkena penyakit
dan kematian. Data dari 76 Negara menunjukkan alasan penundaan Inisiasi Menyusui Dini (IMD)
diantaranya yaitu pemberian makanan atau minuman bukan Air Susu Ibu (ASI) dan membuang Kolostrum,
tindakan persalinan section caesar, dan adanya kesenjangan dalam kualitas perawatan kepada ibu dan Bayi
Baru Lahir. Penelitian sebelumnya mengatakan bahwa Bayi Baru Lahir yang menyusui antara 2 dan 23 jam
memiliki resiko kematian 33% lebih besar dibandingkan dengan Bayi yang menyusu dalam waktu 1 jam
setelah lahir (WHO, 2018). Telah merekomendasikan pelaksanaan IMD pada bayi baru lahir yang akan
mencegah 22% kematian bayi di bawah satu bulan di Negara berkembang. Untuk mendukung program
pemerintah sebelumnya. IMD berperan dalam pencapian tujuan Sustainable Depelovment Goals (SDGs),
yang merupakan acuan dalam kerangka pembangunan dan perundingan Negara yaitu membantu mengurangi
angka kemiskinan, kelaparan, serta kematian anak dan Balita. (Kementrian Kesehatan RI 2014), (ASKEB
Masa Nifas dan Asuhan Kebidanan III, 2015).
Berdasarkan data (WHO, 2016) dari survey di 24 negara, capaian IMD sebesar 57,6% secara
keseluruhan, dan sebesar 37,2 % dari jumlah Neonatus dari satu jam pertama setelah lahir dan dari 1-24 jam
setelah lahir. Persentasi capaian terendah ditemukan di Peru (17,7%), dan di Filifina (39.9%), serta tertinggi
ditemukan di Angola (98,4%), Kuba (89,2%) dan Sri Lanka sebesar (88,5%). Mengacu pada target pada
tahun 2016 yang sebesar 42%, maka secara Nasional cakupan pemberian ASI Eksklusif pada Bayi usia
kurang dari 6 bulan sebesar 54,0% telah mencapai target. Menurut Provinsi, cakupan ASI Eksklusif Pada
Bayi umur 0-5 bulan berkisar antara 32,2% (Gorontalo) sampai 79,9% (NTT). Tercatat hanya 3 Provinsi dari
34 Provinsi yang belum mencapai target.
Berdasarkan Data Kementrian Kesehatan RI tahun 2018, cakupan IMD tahun 2017 untuk Bayi Baru
Lahir <1 jam sebesar 51,32% dan untuk Bayi ≥ 1 jam sebesar 3,4% dan ASI Eksklusif sampai 6 bulan
sebesar 35,37% dan ASI Eksklusif 0-5 bulan sebesar 46,74%. Sumatera Utara berada pada urutan nomor 7
paling rendah cakupan IMDnya. Cakupan IMD pada Bayi Baru Lahir <1 jam Di Sumatera Utara sebesar
38,37 % dan pada BayI Lahir ≥ 1 jam Di Sumatera Utara 3,47% ASI Eksklusif sampai 6 bulan. Di Sumatera
Utara tahun 2017 sebesar 10,37% dan ASI Eksklusif 0-5 bulan 25,71%. (Kementrian Kesehatan RI tahun
2018). Data dari Riskesdes Tahun 2018, proporsi Inisiasi Menyusui Dini (IMD) Pada Anak Umur 0-23
Bulan tidak melaksanakan IMD sebanyak 42,8 % dan yang melakukan IMD sebanyak 58,2%, IMD > 1 jam =
11,7%. Survey awal yang dilakukan penulis pada bulan Mei 2020 Di Puskesmas Butar Kecamatan Pagaran
Kabupaten Tapanuli utara diperoleh informasi yang didapat melalui wawancara kepada ibu post partum yang
mengatakan bahwa saat proses persalinannya dilakukan, bidan tidak melaksanakan/memberikan Inisiasi
Menyusui Dini (IMD). Hal ini juga diakibatkan karena, kurangnya pengetahuan ibu post partum terhadap
IMD dan kurangnya keterlibatan Tenaga Kesehatan saat persalinan tidak dilakukan IMD. Oleh karena itu,
penulis tertarik untuk melakukan penelitian mengenai “Faktor–faktor yang berhubungan dengan Pelaksanaan
Inisiasi Menyusui Dini (IMD) Di Puskesmas Butar Kecamatan Pagaran Kabupaten Tapanuli Utara”.
2.
RESEARCH METHOD
Jenis penelitian ini merupakan penelitian survey analitik deskriptif dengan menggunakan desain atau
pendekatan cross sectional tujuannya untuk mengetahui hubungan pengetahuan ibu post partum terhadap
pelaksanaan (...truncated)