The Effectiveness Test Of Ketapang Leaf (Terminalia catappa) Extract For Treating Common Carp (Cyprinus carpio) Seeds Infected With Saprolegnia sp. Fungus

Jurnal Sumberdaya Akuatik Indopasifik, Jun 2024

This research aimed to determine the influence of usung ketapang leaf (Terminalia catappa) extract for treating common carp (Cyprinus carpio) seeds infected with Saprolegnia sp. fungus. The method employed in this study was an experiment. The test animals was used were common carp (Cyprinus carpio) seeds, totaling 225 individuals, divided into 5 treatments with 3 replications. In each treatment, 100 ppm ketapang leaf extract was administered was with different immersion duration, namely Treatment A (Control) B (3 hours of extract immersion), C (6 hours of extract immersion), D (9 hours of extract immersion), and E (12 hours of extract immersion). The treated common carp seeds were then raised in 15 aquariums with a volume 30 liters of water each, at a density of 1 individual per 2 liters, to observe healing time and survival rates. The research was conducted from August to September at the Tatelu Freshwater Aquaculture Research Institute. The research design used in this study was a Completely Randomized Design (CRD) using Analysis of Variance (ANOVA). Subsequently, post hoc tests were conducted using the Least Significant Difference (LSD) test. The results obtained indicated that the use of ketapang leaf (Terminalia catappa) extract signifucantly influences the treatment of common carp (Cyprinus carpio) seeds infected with Saprolegnia sp. Fungus. The best healing time is in Treatment E (6 days), D (7 days), C (9 days), B (10 days), and A (not healed). The highest survival rates are in Treatment E (57.78%), D (46.67%), C (31.11%), B (26.67%), and A (8.89%).

Article PDF cannot be displayed. You can download it here:

https://ejournalfpikunipa.ac.id/index.php/JSAI/article/download/400/236

The Effectiveness Test Of Ketapang Leaf (Terminalia catappa) Extract For Treating Common Carp (Cyprinus carpio) Seeds Infected With Saprolegnia sp. Fungus

Yasani et al: Efektivitas lama waktu perendaman ekstrak daun Ketapang https://doi.org/10.46252/jsai-fpik-unipa.2024.Vol.8.No.2.400 p-ISSN 2550-1232 e-ISSN 2550-0929 Efektivitas Lama Waktu Perendaman Ekstrak Daun Ketapang (Terminalia catappa) sebagai Upaya Pengobatan Benih Ikan Mas (Cyprinus carpio) yang Diinfeksi Jamur Saprolegnia sp. Effectiveness of The Length Immersion Time of Ketapang Leaf (Terminalia catappa) Extract as for Treating Common Carp (Cyprinus carpio) Seeds Infected with Saprolegnia sp. Fungus Syuhrizal Yasani1, Mulis1, Arafik Lamadi1*, Rian Fintarji2 1 Program Studi Budidaya Perairan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Negeri Gorontalo, Jalan Jend. Sudirman No.6, Dulalowo Tim., Kota Gorontalo, Gorontalo, 96128, Indonesia 2 Balai Perikanan Budidaya Air Tawar Tatelu, Jalan Pinilih Jaga VI, Tatelu Satu, Kabupaten Minahasa Utara, Sulawesi Utara, 95373, Indonesia *Korespondensi: Submitted: 28 December 2023, Revised: 17 May 2024, Accepted: 20 May 2024 ABSTRAK Tingkat kematian ikan meningkat sebagai akibat dari infeksi jamur Saprolegnia sp. yang tidak diobati. Upaya pengobatan infeksi jamur Saprolegnia sp. yang lebih aman dapat dilakukan dengan menggunakan bahan alami antijamur seperti daun ketapang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh lama waktu perendaman ekstrak daun ketapang (Terminalia catappa) untuk pengobatan benih ikan mas (Cyprinus carpio) yang diinfeksi jamur Saprolegnia sp. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Agustus – September 2023 di Balai Perikanan Budidaya Air Tawar Tatelu. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah eksperimen. Hewan uji yang digunakan berupa benih ikan mas (Cyprinus carpio) sebanyak 225 ekor, yang dibagi menjadi 5 perlakuan dan 3 ulangan. Pada setiap perlakuan diberikan 100 ppm ekstrak daun ketapang dengan lama perendaman yang berbeda, yaitu perlakuan A (Kontrol), B (perendaman ekstrak 3 jam), C (perendaman ekstrak 6 jam), D (perendaman ekstrak 9 jam) dan E (perendaman ekstrak 12 jam). Benih ikan mas yang telah diobati, dipelihara dalam 15 buah akuarium berisi 30 liter air dengan kepadatan 1 ekor/ 2 L untuk diamati waktu penyembuhan dan tingkat kelangsungan hidup. Rancangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) menggunakan ANOVA. Selanjutnya dilakukan uji lanjutan menggunakan uji Beda Nyata Terkecil (BNT). Hasil yang diperoleh menunjukan bahwa penggunaan ekstrak daun ketapang (Terminalia catappa) dengan lama waktu perendaman berbeda berpangaruh sangat nyata untuk pengobatan benih ikan mas (Cyprinus carpio) yang diinfeksi jamur Saprolegnia sp. Lama waktu perendaman terbaik adalah pada perlakuan E (perendaman 12 jam) didapatkan waktu penyembuhan selama 6 hari dan kelulushidupan sebesar 57.78%. Kata Kunci: Daun Ketapang (Terminalia catappa), Ekstrak, Ikan Mas (Cyprinus carpio), Saprolegnia sp. ABSTRACT Fish mortality rates increase as a result of untreated Saprolegnia sp. fungal infections. Safer treatment of Saprolegnia sp. fungal infection can be done by using natural antifungal agents such as ketapang leaves. This research aimed to determine the influence of the immersion time of ketapang leaf (Terminalia catappa) extract for treating common carp (Cyprinus carpio) seeds infected with Saprolegnia sp. fungus. The research was conducted from Jurnal Sumberdaya Akuatik Indopasifik, Vol. 8 No. 2 May 2024, www.ejournalfpikunipa.ac.id This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License. 129 Yasani et al: Efektivitas lama waktu perendaman ekstrak daun Ketapang https://doi.org/10.46252/jsai-fpik-unipa.2024.Vol.8.No.2.400 p-ISSN 2550-1232 e-ISSN 2550-0929 August to September at the Tatelu Freshwater Aquaculture Research Institute. The method employed in this study was an experiment. The test animals was used were common carp (Cyprinus carpio) seeds, totaling 225 individuals, divided into 5 treatments with 3 replications. In each treatment, 100 ppm ketapang leaf extract was administered was with different immersion duration, namely Treatment A (Control) B (3 hours of extract immersion), C (6 hours of extract immersion), D (9 hours of extract immersion), and E (12 hours of extract immersion). The treated common carp seeds were then raised in 15 aquariums with a volume 30 liters of water each, at a density of 1 individual per 2 liters, to observe healing time and survival rates. The research design used in this study was a Completely Randomized Design (CRD) using Analysis of Variance (ANOVA). Subsequently, post hoc tests were conducted using the Least Significant Difference (LSD) test. The results obtained showed that the use of ketapang leaf extract (Terminalia catappa) extract with different lengths of immersion time significantly influences the treatment of common carp (Cyprinus carpio) seeds infected with Saprolegnia sp. Fungus. The best length of immersion time is in Treatment E (12 hours immersion) obtained healing time for 6 days and survival rate of 57.78%. Keywords: Common Carp (Cyprinus carpio), Extract, Ketapang Leaf (Terminalia catappa), Saprolegnia sp. PENDAHULUAN Ikan mas (Cyprinus carpio) termasuk salah satu dari jenis ikan air tawar yang paling populer di Indonesia dan menjadi produk unggulan disektor perikanan budidaya air tawar saat ini (Tilahwatih, 2017). Namun jika melihat data yang dirilis oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan, menunjukan nilai produksi perikanan budidaya ikan mas di tahun 2022 yaitu 170.245 ton. Sedangkan nilai produksi pada tahun sebelumnya (2021) yaitu mencapai 177.734 ton yang berarti terjadi penurunan produksi budidaya dengan volume pertumbuhan minus 4,21% (KKP, 2022). Terjadinya penurunan produksi ini dapat juga disebabkan oleh adanya pengaruh/gangguan dari serangan penyakit. Jamur Saprolegnia sp. menjadi satu dari agen penyebab penyakit yang paling umum pada ikan. Menurut Sufliarmi (2022), bahwa dalam budidaya ikan mas yang pemeliharaan dan perawatannya telah optimal tetap saja terdapat serangan penyakit, salah satunya yang sering menyerang pada ikan mas adalah infeksi jamur dari Saprolegnia sp. Untuk budidaya ikan mas, infeksi Saprolegnia sp. ini menjadi kendala karena menyebabkan tingkat kematian ikan yang tinggi (Nuryati et al., 2015). Ikan mas yang terinfeksi jamur Saprolegnia sp. ditandai dengan adanya peradangan dan tumbuhnya 130 mycelium jamur di bagian tubuh ikan yang menyerupai benang-benang halus seperti kapas. Ikan yang sudah terinfeksi biasanya terlihat kurus, malas berenang kemudian memilih berdiam diri di dasar atau permukaan air (Sanusi, 2022). Mengobati infeksi Saprolegnia sp., saat ini banyak digunakan obat-obatan berbahan kimia sebagai anti jamur (Sufliarmi, 2022). Namun penggunaan bahan kimia ini tidak disarankan karena akan memiliki dampak yang buruk ke organisme itu sendiri dan lingkungan jika digunakan terus-menerus (Diana et al., 2017). Oleh karena itu, untuk menyembuhkan infeksi penyakit yang disebabkan oleh jamur Saprolegnia sp., perlu digu (...truncated)


This is a preview of a remote PDF: https://ejournalfpikunipa.ac.id/index.php/JSAI/article/download/400/236
Article home page: https://ejournalfpikunipa.ac.id/index.php/JSAI/article/view/400/236

Yasani Syuhrizal, Mulis Mulis, Lamadi Arafik, Rian Fintarji. The Effectiveness Test Of Ketapang Leaf (Terminalia catappa) Extract For Treating Common Carp (Cyprinus carpio) Seeds Infected With Saprolegnia sp. Fungus, Jurnal Sumberdaya Akuatik Indopasifik, 2024, pp. 129-144,