The Effectiveness Test Of Ketapang Leaf (Terminalia catappa) Extract For Treating Common Carp (Cyprinus carpio) Seeds Infected With Saprolegnia sp. Fungus
Yasani et al: Efektivitas lama waktu perendaman ekstrak daun Ketapang
https://doi.org/10.46252/jsai-fpik-unipa.2024.Vol.8.No.2.400
p-ISSN 2550-1232
e-ISSN 2550-0929
Efektivitas Lama Waktu Perendaman Ekstrak Daun Ketapang
(Terminalia catappa) sebagai Upaya Pengobatan Benih Ikan Mas
(Cyprinus carpio) yang Diinfeksi Jamur Saprolegnia sp.
Effectiveness of The Length Immersion Time of Ketapang Leaf (Terminalia catappa)
Extract as for Treating Common Carp (Cyprinus carpio) Seeds Infected with
Saprolegnia sp. Fungus
Syuhrizal Yasani1, Mulis1, Arafik Lamadi1*, Rian Fintarji2
1
Program Studi Budidaya Perairan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Negeri Gorontalo,
Jalan Jend. Sudirman No.6, Dulalowo Tim., Kota Gorontalo, Gorontalo, 96128, Indonesia
2
Balai Perikanan Budidaya Air Tawar Tatelu, Jalan Pinilih Jaga VI, Tatelu Satu, Kabupaten Minahasa
Utara, Sulawesi Utara, 95373, Indonesia
*Korespondensi:
Submitted: 28 December 2023, Revised: 17 May 2024, Accepted: 20 May 2024
ABSTRAK
Tingkat kematian ikan meningkat sebagai akibat dari infeksi jamur Saprolegnia sp. yang
tidak diobati. Upaya pengobatan infeksi jamur Saprolegnia sp. yang lebih aman dapat dilakukan
dengan menggunakan bahan alami antijamur seperti daun ketapang. Penelitian ini bertujuan
untuk mengetahui pengaruh lama waktu perendaman ekstrak daun ketapang (Terminalia
catappa) untuk pengobatan benih ikan mas (Cyprinus carpio) yang diinfeksi jamur Saprolegnia
sp. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Agustus – September 2023 di Balai Perikanan
Budidaya Air Tawar Tatelu. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah eksperimen.
Hewan uji yang digunakan berupa benih ikan mas (Cyprinus carpio) sebanyak 225 ekor, yang
dibagi menjadi 5 perlakuan dan 3 ulangan. Pada setiap perlakuan diberikan 100 ppm ekstrak
daun ketapang dengan lama perendaman yang berbeda, yaitu perlakuan A (Kontrol), B
(perendaman ekstrak 3 jam), C (perendaman ekstrak 6 jam), D (perendaman ekstrak 9 jam) dan
E (perendaman ekstrak 12 jam). Benih ikan mas yang telah diobati, dipelihara dalam 15 buah
akuarium berisi 30 liter air dengan kepadatan 1 ekor/ 2 L untuk diamati waktu penyembuhan
dan tingkat kelangsungan hidup. Rancangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah
Rancangan Acak Lengkap (RAL) menggunakan ANOVA. Selanjutnya dilakukan uji lanjutan
menggunakan uji Beda Nyata Terkecil (BNT). Hasil yang diperoleh menunjukan bahwa
penggunaan ekstrak daun ketapang (Terminalia catappa) dengan lama waktu perendaman
berbeda berpangaruh sangat nyata untuk pengobatan benih ikan mas (Cyprinus carpio) yang
diinfeksi jamur Saprolegnia sp. Lama waktu perendaman terbaik adalah pada perlakuan E
(perendaman 12 jam) didapatkan waktu penyembuhan selama 6 hari dan kelulushidupan sebesar
57.78%.
Kata Kunci: Daun Ketapang (Terminalia catappa), Ekstrak, Ikan Mas (Cyprinus carpio),
Saprolegnia sp.
ABSTRACT
Fish mortality rates increase as a result of untreated Saprolegnia sp. fungal infections.
Safer treatment of Saprolegnia sp. fungal infection can be done by using natural antifungal
agents such as ketapang leaves. This research aimed to determine the influence of the
immersion time of ketapang leaf (Terminalia catappa) extract for treating common carp
(Cyprinus carpio) seeds infected with Saprolegnia sp. fungus. The research was conducted from
Jurnal Sumberdaya Akuatik Indopasifik, Vol. 8 No. 2 May 2024, www.ejournalfpikunipa.ac.id
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
129
Yasani et al: Efektivitas lama waktu perendaman ekstrak daun Ketapang
https://doi.org/10.46252/jsai-fpik-unipa.2024.Vol.8.No.2.400
p-ISSN 2550-1232
e-ISSN 2550-0929
August to September at the Tatelu Freshwater Aquaculture Research Institute. The method
employed in this study was an experiment. The test animals was used were common carp
(Cyprinus carpio) seeds, totaling 225 individuals, divided into 5 treatments with 3 replications.
In each treatment, 100 ppm ketapang leaf extract was administered was with different
immersion duration, namely Treatment A (Control) B (3 hours of extract immersion), C (6
hours of extract immersion), D (9 hours of extract immersion), and E (12 hours of extract
immersion). The treated common carp seeds were then raised in 15 aquariums with a volume 30
liters of water each, at a density of 1 individual per 2 liters, to observe healing time and survival
rates. The research design used in this study was a Completely Randomized Design (CRD)
using Analysis of Variance (ANOVA). Subsequently, post hoc tests were conducted using the
Least Significant Difference (LSD) test. The results obtained showed that the use of ketapang
leaf extract (Terminalia catappa) extract with different lengths of immersion time significantly
influences the treatment of common carp (Cyprinus carpio) seeds infected with Saprolegnia sp.
Fungus. The best length of immersion time is in Treatment E (12 hours immersion) obtained
healing time for 6 days and survival rate of 57.78%.
Keywords: Common Carp (Cyprinus carpio), Extract, Ketapang Leaf (Terminalia catappa),
Saprolegnia sp.
PENDAHULUAN
Ikan mas (Cyprinus carpio) termasuk
salah satu dari jenis ikan air tawar yang
paling populer di Indonesia dan menjadi
produk unggulan disektor perikanan
budidaya air tawar saat ini (Tilahwatih,
2017). Namun jika melihat data yang dirilis
oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan,
menunjukan nilai produksi perikanan
budidaya ikan mas di tahun 2022 yaitu
170.245 ton. Sedangkan nilai produksi pada
tahun sebelumnya (2021) yaitu mencapai
177.734 ton yang berarti terjadi penurunan
produksi
budidaya
dengan
volume
pertumbuhan minus 4,21% (KKP, 2022).
Terjadinya penurunan produksi ini dapat
juga
disebabkan
oleh
adanya
pengaruh/gangguan dari serangan penyakit.
Jamur Saprolegnia sp. menjadi satu
dari agen penyebab penyakit yang paling
umum pada ikan. Menurut Sufliarmi
(2022), bahwa dalam budidaya ikan mas
yang pemeliharaan dan perawatannya telah
optimal tetap saja terdapat serangan
penyakit, salah satunya yang sering
menyerang pada ikan mas adalah infeksi
jamur dari Saprolegnia sp. Untuk budidaya
ikan mas, infeksi Saprolegnia sp. ini
menjadi kendala karena menyebabkan
tingkat kematian ikan yang tinggi (Nuryati
et al., 2015). Ikan mas yang terinfeksi
jamur Saprolegnia sp. ditandai dengan
adanya peradangan dan tumbuhnya
130
mycelium jamur di bagian tubuh ikan yang
menyerupai benang-benang halus seperti
kapas. Ikan yang sudah terinfeksi biasanya
terlihat kurus, malas berenang kemudian
memilih berdiam diri di dasar atau
permukaan air (Sanusi, 2022).
Mengobati infeksi Saprolegnia sp.,
saat ini banyak digunakan obat-obatan
berbahan kimia sebagai anti jamur
(Sufliarmi, 2022). Namun penggunaan
bahan kimia ini tidak disarankan karena
akan memiliki dampak yang buruk ke
organisme itu sendiri dan lingkungan jika
digunakan terus-menerus (Diana et al.,
2017).
Oleh
karena
itu,
untuk
menyembuhkan infeksi penyakit yang
disebabkan oleh jamur Saprolegnia sp.,
perlu digu (...truncated)