ANALISIS KANDUNGAN KADMIUM (Cd) DAN SENG (Zn) DALAM KUBIS BUNGA (Brassica oleracea var. botrytis L) DENGAN METODE SPEKTROFOTOMETRI SERAPAN ATOM
Periodic , Vol 2 No 2 (2013)
Chemistry Journal of State University of Padang
ISSN : 2339-1197
http://ejournal.unp.ac.id/index.php/kimia
ANALISIS KANDUNGAN KADMIUM (Cd) DAN
SENG (Zn) DALAM KUBIS BUNGA (Brassica oleracea
var. botrytis L) DENGAN METODE
SPEKTROFOTOMETRI SERAPAN ATOM
Deski Pahdinol1, Amrin2, Edi Nasra3
Jurusan Kimia, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Padang
Jln. Prof. Dr. Hamka Air Tawar Padang, Indonesia Telp. 0751 7057420
1
,
2
,
3
Abstract : Flowers cabbage (Brassica oleracea var. botrytis L) is an important and widely grown vegetable in
many places. Soil as the growth of vegetables such as flowers cabbage can be contaminated media by harmful
substances, such as heavy metals like cadmium (Cd) and zinc (Zn). Analysis of cadmium and zinc contents in
flowers cabbage in the Koto Baru in Tanah Datar and Padang Lua in Agam by Atomic Absorption
Spectrophotometry has been done. This study aims to determine the content of cadmium (Cd) and zinc (Zn) in
flowers cabbage and to know what kind of a good solvent on the analysis of the content of cadmium (Cd) and
zinc (Zn) in flowers cabbage by Atomic Absorption Spectrophotometry. This study uses a wet destruction, where
the destruction process done with some variation of the solvent variation: HClO4 p.a, HNO3 p.a and HNO3HClO4 mixture (4:1). Research results showed that local flowers cabbage in Koto Baru Tanah Datar and Padang
Lua Agam is still below the safety limit but still have to watch out for. Good solvent for analysis of Cd metal
content in the sample flowers cabbage for Koto Baru area of Tanah Datar is HNO3-HClO4 mixture (4:1) for a
Padang Lua, Agam is HClO4 p.a good solvent for analysis of Zn metal content in the sample flowers cabbage
for Koto Baru area of Tanah Datar and Agam, Padang Lua is HNO3-HClO4 mixture.
Keywords : vegetables, flowers cabbage, cadmium, zinc, AAS
I.
PENDAHULUAN
Konsumsi sayuran telah meningkat dalam beberapa tahun
terakhir karena kesadaran masyarakat bahwa sayuran
mengandung senyawa nutrisi penting tertentu yang diperlukan
untuk kelangsungan hidup manusia. Sayuran sering disebut
makanan pelindung karena berfungsi untuk mencegah
penyakit tubuh manusia [1].
Sayuran merupakan komponen penting untuk diet, dengan
menyumbangkan protein, vitamin, zat besi, kalsium dan
nutrisi lain dalam jumlah yang sedikit [2]. Sayur-sayuran juga
bertindak sebagai agen penyangga untuk zat asam yang
diperoleh selama proses pencernaan. Namun, tanaman ini
dapat mengandung elemen beracun, seperti logam berat dalam
berbagai konsentrasi [3] . Logam seperti timah, kromium,
kadmium dan tembaga merupakan racun yang bersifat
akumulatif. Logam ini menyebabkan bahaya lingkungan dan
dilaporkan menjadi sangat beracun [4].
Sayuran tidak bisa dipisahkan dalam kehidupan sehari‐hari
karena manfaatnya yang begitu banyak. Salah satu sayuran
Corresponding Author :
Amrin, Department of Chemistry, Faculty of Mathematics and Natural
Sciences, Padang State University, Padang, West Sumatera, Indonesia.
yang sering dikonsumsi oleh masyarakat adalah kubis bunga.
Kubis bunga merupakan tanaman pertanian yang tergolong
familia Cruciferae yang memproduksi bunga. Massa kubis
bunga yang dapat dimakan disebut curd, terdiri atas 5000
kuntum bunga atau lebih dengan tangkai pendek sehingga
terlihat membulat, lunak, tebal, berwarna putih bersih atau
putih kekuningan [5].
Kubis Bunga sangat bermanfaat bagi kesehatan karena
kandungan mineral-mineralnya yang diperlukan tubuh.
Namun, kubis bunga dapat mengandung racun dan
terkontaminasi oleh logam berat dari tanah tempat
pertumbuhannya. Logam berat adalah salah satu kontaminan
utama pasokan makanan dan dianggap sebagai masalah untuk
lingkungan. Kontaminasi sayuran oleh logam berat dapat
disebabkan irigasi dengan air yang terkontaminasi,
penggunaan pupuk dan pestisida berbasis logam, emisi
industri, transportasi, proses pemanenan, penyimpanan dan
atau pada penjualan. Hal ini juga diketahui bahwa tanaman
mengambil logam dengan menyerap dari tanah yang
terkontaminasi [6].
Tanaman sayuran yang tumbuh di media terkontaminasi
logam berat dapat terakumulasi logam dengan konsentrasi
tinggi sehingga menyebabkan risiko kesehatan yang serius
kepada konsumen [7]. Kandungan logam Pb dan Cd yang
berlebihan dalam makanan menyebabkan sejumlah penyakit
khususnya ginjal, saraf serta penyakit tulang. Logam Pb dan
Jurusan Kimia, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam
Universitas Negeri Padang (UNP)
Jl. Prof. Hamka, Air Tawar, Padang, Sumatera Barat, Indonesia, 25131
Page 46
Periodic , Vol 2 No 2 (2013)
Chemistry Journal of State University of Padang
ISSN : 2339-1197
http://ejournal.unp.ac.id/index.php/kimia
Cd juga menyebabkan kanker, mutasi gen dan teratogenesis
[8]
.
Sejumlah besar gejala atau penyakit yang terdiri dari
anemia, pertumbuhan depresi, dermatitis, ketidakseimbanganelektrolit, gangguan gastro-intestinal dan neurologis, lesu dan
mual telah dikaitkan pada manusia dengan defisiensi Cu dan
Zn, serta dengan toksisitas karena asupan yang berlebihan[9].
Kubis bunga merupakan salah satu anggota dari keluarga
tanaman kubis-kubisan (Cruciferae) dan dikenal sebagai
tanaman subtropis. Kubis bunga memiliki bunga yang
berwarna putih bersih atau putih kekuning-kuningan. Bunga
ini disebut dengan “curd”. Bagian inilah yang dikonsumsi
masyarakat pada umumnya.
Curd kubis bunga mempunyai nilai kesehatan dan farmasi
yang baik. Kandungan gizi dalam curd cukup bervariasi,
demikian pula dengan metabolit sekundernya, yang antara lain
adalah sulfoksida S - metilsistein dan sulforafan. Sulfoksida S
- metilsistein merupakan senyawa yang mampu menurunkan
kolesterol darah, sedangkan sulforafan merupakan senyawa
yang berfungsi sebagai obat kanker pada manusia [10].
Kadmium adalah suatu unsur kimia dalam tabel periodik
yang memiliki lambang Cd, nomor atom 48, golongan IIB dan
periode 5. Timbal dan kadmium adalah polutan logam utama
dari lingkungan pinggir jalan dan dilepaskan dari pembakaran
bahan bakar, ban, kebocoran minyak dan lain-lain.
Peningkatan kadar Pb dan Cd di daerah perkotaan
terutamadikaitkan dengan knalpot mobil, terutama dari bensin
bertimbal, ban kendaraan bermotor dan minyak pelumas.
UntukCd, tingkat kritis untuk orang dewasa, sumber makanan
dan air adalah 120, 45 dan 13 mg per hari masing-masingnya.
Selain itu, FAO / WHO merekomendasikan asupan
maksimum yang bisa ditolerir untuk Cd 400-500 ug per
minggu atau setara 70 mg per hari. Beberapa studi
menunjukkan bahwa 60-80% dari racun logam berat yang
ditemukan dalam tubuh manusia di daerah perkotaan adalah
hasil dari mengkonsumsi makanan yang terkontaminasi
daripada polusi udara[11].
Logam seperti kobalt, besi, mangan, tembaga dan seng
sangat penting untuk kehidupan tanaman tetapi diharuskan
dalam jumlah yang sangat kecil dan menjadi beracun pada
konsentrasi yang lebih tinggi. Seng merupakan elemen
penting untuk beberapa proses biokimia, seperti sitokrom dan
sintesis nukleotida, metabolisme auksin, produksi klor (...truncated)