ANALISIS KANDUNGAN KADMIUM (Cd) DAN SENG (Zn) DALAM KUBIS BUNGA (Brassica oleracea var. botrytis L) DENGAN METODE SPEKTROFOTOMETRI SERAPAN ATOM

Jurnal Periodic, Oct 2013

Flowers cabbage (Brassica oleracea var. botrytis L) is an important and widely grown vegetable in many places. Soil as the growth of vegetables such as flowers cabbage can be contaminated media by harmful substances, such as heavy metals like cadmium (Cd) and zinc (Zn). Analysis of cadmium and zinc contents in flowers cabbage in the Koto Baru in Tanah Datar and Padang Lua in Agam by Atomic Absorption Spectrophotometry has been done. This study aims to determine the content of cadmium (Cd) and zinc (Zn) in flowers cabbage and to know what kind of a good solvent on the analysis of the content of cadmium (Cd) and zinc (Zn) in flowers cabbage by Atomic Absorption Spectrophotometry. This study uses a wet destruction, where the destruction process done with some variation of the solvent variation: HClO4 p.a, HNO3 p.a and HNO3-HClO4 mixture (4:1). Research results showed that local flowers cabbage in Koto Baru Tanah Datar and Padang Lua Agam is still below the safety limit but still have to watch out for. Good solvent for analysis of Cd metal content in the sample flowers cabbage for Koto Baru area of ​​Tanah Datar is HNO3-HClO4 mixture (4:1) for a Padang Lua, Agam is HClO4 p.a good solvent for analysis of Zn metal content in the sample flowers cabbage for Koto Baru area of ​​Tanah Datar and Agam, Padang Lua is HNO3-HClO4 mixture.

Article PDF cannot be displayed. You can download it here:

https://ejournal.unp.ac.id/index.php/kimia/article/download/3026/2512

ANALISIS KANDUNGAN KADMIUM (Cd) DAN SENG (Zn) DALAM KUBIS BUNGA (Brassica oleracea var. botrytis L) DENGAN METODE SPEKTROFOTOMETRI SERAPAN ATOM

Periodic , Vol 2 No 2 (2013) Chemistry Journal of State University of Padang ISSN : 2339-1197 http://ejournal.unp.ac.id/index.php/kimia ANALISIS KANDUNGAN KADMIUM (Cd) DAN SENG (Zn) DALAM KUBIS BUNGA (Brassica oleracea var. botrytis L) DENGAN METODE SPEKTROFOTOMETRI SERAPAN ATOM Deski Pahdinol1, Amrin2, Edi Nasra3 Jurusan Kimia, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Padang Jln. Prof. Dr. Hamka Air Tawar Padang, Indonesia Telp. 0751 7057420 1 , 2 , 3 Abstract : Flowers cabbage (Brassica oleracea var. botrytis L) is an important and widely grown vegetable in many places. Soil as the growth of vegetables such as flowers cabbage can be contaminated media by harmful substances, such as heavy metals like cadmium (Cd) and zinc (Zn). Analysis of cadmium and zinc contents in flowers cabbage in the Koto Baru in Tanah Datar and Padang Lua in Agam by Atomic Absorption Spectrophotometry has been done. This study aims to determine the content of cadmium (Cd) and zinc (Zn) in flowers cabbage and to know what kind of a good solvent on the analysis of the content of cadmium (Cd) and zinc (Zn) in flowers cabbage by Atomic Absorption Spectrophotometry. This study uses a wet destruction, where the destruction process done with some variation of the solvent variation: HClO4 p.a, HNO3 p.a and HNO3HClO4 mixture (4:1). Research results showed that local flowers cabbage in Koto Baru Tanah Datar and Padang Lua Agam is still below the safety limit but still have to watch out for. Good solvent for analysis of Cd metal content in the sample flowers cabbage for Koto Baru area of Tanah Datar is HNO3-HClO4 mixture (4:1) for a Padang Lua, Agam is HClO4 p.a good solvent for analysis of Zn metal content in the sample flowers cabbage for Koto Baru area of Tanah Datar and Agam, Padang Lua is HNO3-HClO4 mixture. Keywords : vegetables, flowers cabbage, cadmium, zinc, AAS I. PENDAHULUAN Konsumsi sayuran telah meningkat dalam beberapa tahun terakhir karena kesadaran masyarakat bahwa sayuran mengandung senyawa nutrisi penting tertentu yang diperlukan untuk kelangsungan hidup manusia. Sayuran sering disebut makanan pelindung karena berfungsi untuk mencegah penyakit tubuh manusia [1]. Sayuran merupakan komponen penting untuk diet, dengan menyumbangkan protein, vitamin, zat besi, kalsium dan nutrisi lain dalam jumlah yang sedikit [2]. Sayur-sayuran juga bertindak sebagai agen penyangga untuk zat asam yang diperoleh selama proses pencernaan. Namun, tanaman ini dapat mengandung elemen beracun, seperti logam berat dalam berbagai konsentrasi [3] . Logam seperti timah, kromium, kadmium dan tembaga merupakan racun yang bersifat akumulatif. Logam ini menyebabkan bahaya lingkungan dan dilaporkan menjadi sangat beracun [4]. Sayuran tidak bisa dipisahkan dalam kehidupan sehari‐hari karena manfaatnya yang begitu banyak. Salah satu sayuran Corresponding Author : Amrin, Department of Chemistry, Faculty of Mathematics and Natural Sciences, Padang State University, Padang, West Sumatera, Indonesia. yang sering dikonsumsi oleh masyarakat adalah kubis bunga. Kubis bunga merupakan tanaman pertanian yang tergolong familia Cruciferae yang memproduksi bunga. Massa kubis bunga yang dapat dimakan disebut curd, terdiri atas 5000 kuntum bunga atau lebih dengan tangkai pendek sehingga terlihat membulat, lunak, tebal, berwarna putih bersih atau putih kekuningan [5]. Kubis Bunga sangat bermanfaat bagi kesehatan karena kandungan mineral-mineralnya yang diperlukan tubuh. Namun, kubis bunga dapat mengandung racun dan terkontaminasi oleh logam berat dari tanah tempat pertumbuhannya. Logam berat adalah salah satu kontaminan utama pasokan makanan dan dianggap sebagai masalah untuk lingkungan. Kontaminasi sayuran oleh logam berat dapat disebabkan irigasi dengan air yang terkontaminasi, penggunaan pupuk dan pestisida berbasis logam, emisi industri, transportasi, proses pemanenan, penyimpanan dan atau pada penjualan. Hal ini juga diketahui bahwa tanaman mengambil logam dengan menyerap dari tanah yang terkontaminasi [6]. Tanaman sayuran yang tumbuh di media terkontaminasi logam berat dapat terakumulasi logam dengan konsentrasi tinggi sehingga menyebabkan risiko kesehatan yang serius kepada konsumen [7]. Kandungan logam Pb dan Cd yang berlebihan dalam makanan menyebabkan sejumlah penyakit khususnya ginjal, saraf serta penyakit tulang. Logam Pb dan Jurusan Kimia, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Negeri Padang (UNP) Jl. Prof. Hamka, Air Tawar, Padang, Sumatera Barat, Indonesia, 25131 Page 46 Periodic , Vol 2 No 2 (2013) Chemistry Journal of State University of Padang ISSN : 2339-1197 http://ejournal.unp.ac.id/index.php/kimia Cd juga menyebabkan kanker, mutasi gen dan teratogenesis [8] . Sejumlah besar gejala atau penyakit yang terdiri dari anemia, pertumbuhan depresi, dermatitis, ketidakseimbanganelektrolit, gangguan gastro-intestinal dan neurologis, lesu dan mual telah dikaitkan pada manusia dengan defisiensi Cu dan Zn, serta dengan toksisitas karena asupan yang berlebihan[9]. Kubis bunga merupakan salah satu anggota dari keluarga tanaman kubis-kubisan (Cruciferae) dan dikenal sebagai tanaman subtropis. Kubis bunga memiliki bunga yang berwarna putih bersih atau putih kekuning-kuningan. Bunga ini disebut dengan “curd”. Bagian inilah yang dikonsumsi masyarakat pada umumnya. Curd kubis bunga mempunyai nilai kesehatan dan farmasi yang baik. Kandungan gizi dalam curd cukup bervariasi, demikian pula dengan metabolit sekundernya, yang antara lain adalah sulfoksida S - metilsistein dan sulforafan. Sulfoksida S - metilsistein merupakan senyawa yang mampu menurunkan kolesterol darah, sedangkan sulforafan merupakan senyawa yang berfungsi sebagai obat kanker pada manusia [10]. Kadmium adalah suatu unsur kimia dalam tabel periodik yang memiliki lambang Cd, nomor atom 48, golongan IIB dan periode 5. Timbal dan kadmium adalah polutan logam utama dari lingkungan pinggir jalan dan dilepaskan dari pembakaran bahan bakar, ban, kebocoran minyak dan lain-lain. Peningkatan kadar Pb dan Cd di daerah perkotaan terutamadikaitkan dengan knalpot mobil, terutama dari bensin bertimbal, ban kendaraan bermotor dan minyak pelumas. UntukCd, tingkat kritis untuk orang dewasa, sumber makanan dan air adalah 120, 45 dan 13 mg per hari masing-masingnya. Selain itu, FAO / WHO merekomendasikan asupan maksimum yang bisa ditolerir untuk Cd 400-500 ug per minggu atau setara 70 mg per hari. Beberapa studi menunjukkan bahwa 60-80% dari racun logam berat yang ditemukan dalam tubuh manusia di daerah perkotaan adalah hasil dari mengkonsumsi makanan yang terkontaminasi daripada polusi udara[11]. Logam seperti kobalt, besi, mangan, tembaga dan seng sangat penting untuk kehidupan tanaman tetapi diharuskan dalam jumlah yang sangat kecil dan menjadi beracun pada konsentrasi yang lebih tinggi. Seng merupakan elemen penting untuk beberapa proses biokimia, seperti sitokrom dan sintesis nukleotida, metabolisme auksin, produksi klor (...truncated)


This is a preview of a remote PDF: https://ejournal.unp.ac.id/index.php/kimia/article/download/3026/2512
Article home page: https://ejournal.unp.ac.id/index.php/kimia/article/view/3026/2512

Deski Pahdinol, Amrin Amrin, Edi Nasra. ANALISIS KANDUNGAN KADMIUM (Cd) DAN SENG (Zn) DALAM KUBIS BUNGA (Brassica oleracea var. botrytis L) DENGAN METODE SPEKTROFOTOMETRI SERAPAN ATOM, Jurnal Periodic, 2013, pp. 46-50,