TINDAK TUTUR ILOKUSI DALAM TAYANGAN MATA NAJWA DENGAN TOPIK KORUPSI KALA PANDEMI

Literasi : Jurnal Bahasa dan Sastra Indonesia serta Pembelajarannya, Oct 2021

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk tindak tutur ilokusi pada program Mata Najwa dengan topik “Korupsi Kala Pandemi”. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini, yaitu metode deskriptif kualitatif. Teknik analisis yang digunakan pada penelitian ini, menggunakan teknik simak yang dilakukan dengan cara menyimak bagaimana bentuk tindak tutur ilokusi yang diujarkan oleh penutur dan mitra tutur pada komunikasinya, melalui tayangan program Mata Najwa dengan topik “Korupsi Kala Pandemi”. Hasil penelitian ini, yaitu ditemukan adanya tindak tutur ilokusi, dengan jenis tindak tutur asertif, tindak tutur ekspresif, tindak tutur direktif, dan tindak tutur deklarasi. Data yang paling banyak ditemukan terdapat pada jenis tindak tutur asertif dan ekspresif, yaitu masing-masing berjumlah 7 kutipan. Selain itu pada tindak tutur direktif ditemukan 1 kutipan dan tindak tutur deklarasi juga ditemukan 1 kutipan.

Article PDF cannot be displayed. You can download it here:

https://jurnal.unigal.ac.id/literasi/article/download/6161/4279

TINDAK TUTUR ILOKUSI DALAM TAYANGAN MATA NAJWA DENGAN TOPIK KORUPSI KALA PANDEMI

TINDAK TUTUR ILOKUSI DALAM TAYANGAN MATA NAJWA DENGAN TOPIK KORUPSI KALA PANDEMI Yunita Trisnawati, Alfi Khoiru An Nisa Fakultas Keguruan Ilmu Pendidikan, Universitas Muhammadiyah Malang Email : , ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk tindak tutur ilokusi pada program Mata Najwa dengan topik “Korupsi Kala Pandemi”. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini, yaitu metode deskriptif kualitatif. Teknik analisis yang digunakan pada penelitian ini, menggunakan teknik simak yang dilakukan dengan cara menyimak bagaimana bentuk tindak tutur ilokusi yang diujarkan oleh penutur dan mitra tutur pada komunikasinya, melalui tayangan program Mata Najwa dengan topik “Korupsi Kala Pandemi”. Hasil penelitian ini, yaitu ditemukan adanya tindak tutur ilokusi, dengan jenis tindak tutur asertif, tindak tutur ekspresif, tindak tutur direktif, dan tindak tutur deklarasi. Data yang paling banyak ditemukan terdapat pada jenis tindak tutur asertif dan ekspresif, yaitu masing-masing berjumlah 7 kutipan. Selain itu pada tindak tutur direktif ditemukan 1 kutipan dan tindak tutur deklarasi juga ditemukan 1 kutipan. Kata Kunci: bahasa, tindak tutur ilokusi, program Mata Najwa. ABSTRACT This study aims to describe the form of illocutionary speech acts in the Mata Najwa program with the topic "Korupsi Kala Pandemi". The research method used in this research is descriptive qualitative method. The analysis technique used in this study uses a listening technique which is done by listening to the form of illocutionary speech acts uttered by speakers and speech partners in their communication, through the Mata Najwa program with the topic "Korupsi Kala Pandemi". The results of this study, which found the existence of illocutionary speech acts, with the types of assertive speech acts, expressive speech acts, directive speech acts, and declaration speech acts. The most data found are in the types of assertive and expressive speech acts, each of which is 7 quotes. In addition, the directive speech act found 1 quote and the declaration speech act also found 1 quote. Keywords: language, illocutionary speech acts, Mata Najwa program. PENDAHULUAN Arus globalisasi membawa pembaharuan-pembaharuan yang dapat dimanfaatkan atau dipakai dengan mudah. Terdapat banyak media sosial yang bisa dimanfaatkan dengan mudah, baik untuk mencari tahu sesuatu, maupun untuk mendapatakan informasi. Pada tahun 1997 media sosial telah muncul akan tetapi media sosial hanya sebagai media sosial, masih banyak kalangan yang tidak tertarik akan media sosial (Khairuni, 2016). Namun dimulai dari tahun 2000 hingga saat ini, media sosial mulai diminati banyak kalangan, bahkan untuk saat ini media sosial 297 | J u r n a l L I T E R A S I Volume 5 | Nomor 2 | Oktober 2021 TINDAK TUTUR ILOKUSI DALAM TAYANGAN MATA NAJWA DENGAN TOPIK KORUPSI KALA PANDEMI Yunita Trisnawati, Alfi Khoiru An Nisa menjadi kebutuhan setiap individu. Salah satu media sosial yang dapat dimanfaatkan untuk menggali informasi adalah sosial media berupa Youtube. Youtube merupakan aplikasi yang kerap digunakan oleh semua kalangan dengan tujuan yang berbeda, tergantung pada kebutuhan masing-masing individu. Youtube menyuguhkan banyak sekali program, dari bagian pendidikan, politik, bahkan dalam ranah hiburanpun sangat banyak. Kembali lagi kepada bagaimana kebutuhan masing-masing individu tentang program yang seperti apa. Pada contoh di bidang politik, jika terdapat individu yang menginginkan informasi mengenai hal tersebut, terdapat salah satu akun yang cukup terkenal dan sudah banyak yang menikmati yaitu akun Najwa Shihab, mayoritas yang dibahas dalam akun ini mengenai politik. Jadi tak jarang kalangan yang menyukai politik singgah pada akun ini. Dengan adanya akun dari Najwa Shihab, banyak sekali ilmu pengetahuan yang didapat. Tentunya dalam penyajian terdapat komunikasi, entah dari pihak Najwa sendiri, atau dengan mengundang beberapa bintang tamu untuk membahas dunia perpolitikan yang sedang menjadi berita yang cukup panas pada waktu tertentu. Sehingga dalam proses penyampaian akan ada komunikasi berupa bahasa dari setiap pengisinya. Dan dari komunikasi tersebut, tindak tutur menjadi elemen paling penting yang ikut serta di dalamnya. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa dalam semua tayangan terdapat tindak tutur di dalamnya karena terdapat pembicara satu, pembicara dua dan seterusnya yang menjalin komunikasi satu sama lain menggunakan bahasa. Tindak tutur adalah adalah semua tindakan yang dilakukan oleh seseorang dalam kegiatan berbicara (Purba, 2011). Sedangkan pendapat lain datang dari (Nuryatin et al., 2015) mengatakan bawah tindak tutur adalah suatu tuturan yang menjadi suatu fungsi dalam berkomunikasi. Dari kedua pendapat di atas dapat disimpulkan bahwa tindak tutur adalah kegiatan yang menjadi bagian penting dalam berkomunikasi atau dalam kegiatan berbicara. Tindak tutur terbagi menjadi 3 jenis yaitu tindak tutur ilokusi, tindak tutur lokusi dan tindak tutur perlokusi (Suryatin, 2018). Tindak tutur ilokusi adalah tindak tutur yang dituturkan oleh penutur yang berisikan tuturan yang memiliki makna atau maksud untuk melakukan sesuatu sesuai dengan apa yang dituturkan (Megawati, 2016). Sedangkan tindak tutur lokusi adalah tindak tutur yang berisikan kata, frasa, maupun kalimat yang sesuai makna yang terkadung dalam tuturan tersebut. dan yang terakhir yaitu tindak tutur perlokusi adalah tindak tutur yang dituturkan dengan tujuan agar mitra tutur merasa terpengaruhi (Fatonah et al., 2018). Dalam penelitian ini akan terfokus pada penelitian ilokusi, dengan makna yang lebih rinci, sesuai dengan pendapat dari (Nurinna Arifiany, Maharani P. Ratna, 2016) mengatakn bahwa tindak tutur ilokusi adalah ungkapan yang terdapat tindakan atau maksud yang menyertai ujaran tersebut. dalam tindak tutur ilokusi masih terbagi menjadi beberapa jenis yaitu tindak tutur asertif, tindak tutur direktif, tindak tutur ekspresif, tindak tutur komisif, dan tindak tutur deklaratif (Stambo & Ramadhan, 2019). Dari kelima jenis tindak tutur ilokusi berikut penjelasan lebih lanjut mengenai tindak tutur ilokusi. 298 | J u r n a l L I T E R A S I Volume 5 | Nomor 2 | Oktober 2021 TINDAK TUTUR ILOKUSI DALAM TAYANGAN MATA NAJWA DENGAN TOPIK KORUPSI KALA PANDEMI Yunita Trisnawati, Alfi Khoiru An Nisa Jenis pertama yaitu tindak tutur asertif, tindak tutur asertif adalah tindak tutur yang berisikan tuturan yang dituturkan oleh penutur yang terikat dengan kebenaran proposisinya. Dan pada jenis ini masih terdapat beberapa pembagian yaitu menurut Nurinna Arifiany, Maharani P. Ratna (2016) berisikan berisi tentang menyatakan, menyarankan, membual, mengeluh dan mengklaim. Dan Praptiwi R. (2020) berpendapat bahwa asertif terdiri dari menyatakan, mengusulkan, membual, mengemukakan pendapat, melaporkan, mengeluh dan menunjukkan. Dari pendapat di atas dapat disimpulkan bahwa tidak tutur asertif berisikan menyatakan, menyarankan, membual, mengeluh, mengklaim, melaporkan, m (...truncated)


This is a preview of a remote PDF: https://jurnal.unigal.ac.id/literasi/article/download/6161/4279
Article home page: https://jurnal.unigal.ac.id/literasi/article/view/6161/4279

Yunita Trisnawati, An Nisa Alfi Khoiru. TINDAK TUTUR ILOKUSI DALAM TAYANGAN MATA NAJWA DENGAN TOPIK KORUPSI KALA PANDEMI, Literasi : Jurnal Bahasa dan Sastra Indonesia serta Pembelajarannya, 2021, pp. 297-309,