TINDAK TUTUR ILOKUSI DALAM TAYANGAN MATA NAJWA DENGAN TOPIK KORUPSI KALA PANDEMI
TINDAK TUTUR ILOKUSI DALAM TAYANGAN MATA NAJWA
DENGAN TOPIK KORUPSI KALA PANDEMI
Yunita Trisnawati, Alfi Khoiru An Nisa
Fakultas Keguruan Ilmu Pendidikan, Universitas Muhammadiyah Malang
Email : ,
ABSTRAK
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk tindak tutur ilokusi pada program
Mata Najwa dengan topik “Korupsi Kala Pandemi”. Metode penelitian yang digunakan
dalam penelitian ini, yaitu metode deskriptif kualitatif. Teknik analisis yang digunakan
pada penelitian ini, menggunakan teknik simak yang dilakukan dengan cara menyimak
bagaimana bentuk tindak tutur ilokusi yang diujarkan oleh penutur dan mitra tutur pada
komunikasinya, melalui tayangan program Mata Najwa dengan topik “Korupsi Kala
Pandemi”. Hasil penelitian ini, yaitu ditemukan adanya tindak tutur ilokusi, dengan jenis
tindak tutur asertif, tindak tutur ekspresif, tindak tutur direktif, dan tindak tutur deklarasi.
Data yang paling banyak ditemukan terdapat pada jenis tindak tutur asertif dan ekspresif,
yaitu masing-masing berjumlah 7 kutipan. Selain itu pada tindak tutur direktif ditemukan
1 kutipan dan tindak tutur deklarasi juga ditemukan 1 kutipan.
Kata Kunci: bahasa, tindak tutur ilokusi, program Mata Najwa.
ABSTRACT
This study aims to describe the form of illocutionary speech acts in the Mata Najwa
program with the topic "Korupsi Kala Pandemi". The research method used in this
research is descriptive qualitative method. The analysis technique used in this study uses
a listening technique which is done by listening to the form of illocutionary speech acts
uttered by speakers and speech partners in their communication, through the Mata Najwa
program with the topic "Korupsi Kala Pandemi". The results of this study, which found
the existence of illocutionary speech acts, with the types of assertive speech acts,
expressive speech acts, directive speech acts, and declaration speech acts. The most data
found are in the types of assertive and expressive speech acts, each of which is 7 quotes.
In addition, the directive speech act found 1 quote and the declaration speech act also
found 1 quote.
Keywords: language, illocutionary speech acts, Mata Najwa program.
PENDAHULUAN
Arus globalisasi membawa
pembaharuan-pembaharuan yang dapat
dimanfaatkan atau dipakai dengan
mudah. Terdapat banyak media sosial
yang bisa dimanfaatkan dengan mudah,
baik untuk mencari tahu sesuatu,
maupun untuk mendapatakan informasi.
Pada tahun 1997 media sosial telah
muncul akan tetapi media sosial hanya
sebagai media sosial, masih banyak
kalangan yang tidak tertarik akan media
sosial (Khairuni, 2016). Namun dimulai
dari tahun 2000 hingga saat ini, media
sosial mulai diminati banyak kalangan,
bahkan untuk saat ini media sosial
297 | J u r n a l L I T E R A S I
Volume 5 | Nomor 2 | Oktober 2021
TINDAK TUTUR ILOKUSI DALAM TAYANGAN MATA NAJWA
DENGAN TOPIK KORUPSI KALA PANDEMI
Yunita Trisnawati, Alfi Khoiru An Nisa
menjadi kebutuhan setiap individu.
Salah satu media sosial yang dapat
dimanfaatkan untuk menggali informasi
adalah sosial media berupa Youtube.
Youtube merupakan aplikasi yang kerap
digunakan oleh semua kalangan dengan
tujuan yang berbeda, tergantung pada
kebutuhan masing-masing individu.
Youtube menyuguhkan banyak
sekali program, dari bagian pendidikan,
politik, bahkan dalam ranah hiburanpun
sangat banyak. Kembali lagi kepada
bagaimana kebutuhan masing-masing
individu tentang program yang seperti
apa. Pada contoh di bidang politik, jika
terdapat individu yang menginginkan
informasi mengenai hal tersebut,
terdapat salah satu akun yang cukup
terkenal dan sudah banyak yang
menikmati yaitu akun Najwa Shihab,
mayoritas yang dibahas dalam akun ini
mengenai politik. Jadi tak jarang
kalangan yang menyukai politik singgah
pada akun ini.
Dengan adanya akun dari Najwa
Shihab, banyak sekali ilmu pengetahuan
yang didapat. Tentunya dalam penyajian
terdapat komunikasi, entah dari pihak
Najwa sendiri, atau dengan mengundang
beberapa bintang tamu untuk membahas
dunia perpolitikan yang sedang menjadi
berita yang cukup panas pada waktu
tertentu. Sehingga dalam proses
penyampaian akan ada komunikasi
berupa bahasa dari setiap pengisinya.
Dan dari komunikasi tersebut, tindak
tutur menjadi elemen paling penting
yang ikut serta di dalamnya. Dengan
demikian dapat disimpulkan bahwa
dalam semua tayangan terdapat tindak
tutur di dalamnya karena terdapat
pembicara satu, pembicara dua dan
seterusnya yang menjalin komunikasi
satu sama lain menggunakan bahasa.
Tindak tutur adalah adalah
semua tindakan yang dilakukan oleh
seseorang dalam kegiatan berbicara
(Purba, 2011). Sedangkan pendapat lain
datang dari (Nuryatin et al., 2015)
mengatakan bawah tindak tutur adalah
suatu tuturan yang menjadi suatu fungsi
dalam berkomunikasi. Dari kedua
pendapat di atas dapat disimpulkan
bahwa tindak tutur adalah kegiatan yang
menjadi
bagian
penting
dalam
berkomunikasi atau dalam kegiatan
berbicara.
Tindak tutur terbagi menjadi 3
jenis yaitu tindak tutur ilokusi, tindak
tutur lokusi dan tindak tutur perlokusi
(Suryatin, 2018). Tindak tutur ilokusi
adalah tindak tutur yang dituturkan oleh
penutur yang berisikan tuturan yang
memiliki makna atau maksud untuk
melakukan sesuatu sesuai dengan apa
yang dituturkan (Megawati, 2016).
Sedangkan tindak tutur lokusi adalah
tindak tutur yang berisikan kata, frasa,
maupun kalimat yang sesuai makna yang
terkadung dalam tuturan tersebut. dan
yang terakhir yaitu tindak tutur perlokusi
adalah tindak tutur yang dituturkan
dengan tujuan agar mitra tutur merasa
terpengaruhi (Fatonah et al., 2018).
Dalam penelitian ini akan
terfokus pada penelitian ilokusi, dengan
makna yang lebih rinci, sesuai dengan
pendapat dari (Nurinna Arifiany,
Maharani P. Ratna, 2016) mengatakn
bahwa tindak tutur ilokusi adalah
ungkapan yang terdapat tindakan atau
maksud yang menyertai ujaran tersebut.
dalam tindak tutur ilokusi masih terbagi
menjadi beberapa jenis yaitu tindak tutur
asertif, tindak tutur direktif, tindak tutur
ekspresif, tindak tutur komisif, dan
tindak tutur deklaratif (Stambo &
Ramadhan, 2019). Dari kelima jenis
tindak tutur ilokusi berikut penjelasan
lebih lanjut mengenai tindak tutur
ilokusi.
298 | J u r n a l L I T E R A S I
Volume 5 | Nomor 2 | Oktober 2021
TINDAK TUTUR ILOKUSI DALAM TAYANGAN MATA NAJWA
DENGAN TOPIK KORUPSI KALA PANDEMI
Yunita Trisnawati, Alfi Khoiru An Nisa
Jenis pertama yaitu tindak tutur
asertif, tindak tutur asertif adalah tindak
tutur yang berisikan tuturan yang
dituturkan oleh penutur yang terikat
dengan kebenaran proposisinya. Dan
pada jenis ini masih terdapat beberapa
pembagian yaitu menurut Nurinna
Arifiany, Maharani P. Ratna (2016)
berisikan berisi tentang menyatakan,
menyarankan, membual, mengeluh dan
mengklaim. Dan Praptiwi R. (2020)
berpendapat bahwa asertif terdiri dari
menyatakan, mengusulkan, membual,
mengemukakan pendapat, melaporkan,
mengeluh dan menunjukkan. Dari
pendapat di atas dapat disimpulkan
bahwa tidak tutur asertif berisikan
menyatakan, menyarankan, membual,
mengeluh, mengklaim, melaporkan,
m (...truncated)