ANALISIS PENGEMBANGAN PERIKANAN BUDIDAYA BERBASIS EKONOMI BIRU DENGAN PENDEKATAN ANALYTIC HIERARCHY PROCESS (AHP)

Jurnal Sosial Ekonomi Kelautan dan Perikanan, Jun 2016

Penerapan konsep pembangunan kelautan dan perikanan yang berbasis blue economy (BE) merupakan langkah strategis dalam pelaksanaan pembangunan kelautan dan perikanan. Konsepsi BE bertujuan untuk menciptakan suatu industri yang ramah lingkungan, sehingga bisa tercipta pengelolaan sumberdaya alam yang lestari dan berkelanjutan. Tujuan dari penelitian ini adalah mengevaluasi kondisi terkini dan langkah-langkah strategis pengembangan perikanan budidaya berbasis BE di Indonesia. Penelitian dilaksanakan pada bulan Maret-Oktober 2014. Data dikumpulkan dari lima lokasi yaitu: Provinsi Lampung, Jawa Timur, Bali, Nusa Tenggara Barat, dan Sulawesi Selatan, serta Kabupaten Sumbawa. Pengumpulan data dan informasi dilakukan melalui wawancara dengan menggunakan kuisioner terstruktur yang disusun dengan pendekatan Analytic Hierarchy Process. Analisis Strength Weakness Opportunities Threat (SWOT) dilakukan untuk melihat aspek-aspek yang mempengaruhi pengembangan perikanan budidaya yang berbasis BE. Hasil kajian ini menunjukkan bahwa penerapan BE di bidang perikanan budidaya masih harus diperkaya dengan kerangka kebijakan kelautan dan perikanan, termasuk didalamnya ketersediaan teknologi perikanan budidaya yang prospektif, peningkatan sumberdaya manusia, sosialisasi konsepsi BE, dan penerapan perikanan budidaya yang mampu mengakomodasi prinsip-prinsip BE. (Analysis of Aquaculture Development Based on Blue Economy Concept Using Analytical Hierarchy Process (AHP) Approach)The implementation of blue economy (BE) concept for development of marine and fisheries sectors is a strategic step for marine and fisheries programs. The aim of BE conception is to promote an environmental friendly industrial based, so it can create natural resources management and sustainable used. Purpose of this study was to evaluate the current conditions and strategic plans for aquaculture development based on BE concept in Indonesia. The study was carried out during March-October 2014. Data were collected from five locations: Lampung, East Java, Bali, West Nusa Tenggara, South Sulawesi, and Sumbawa Regency. Interviews using a structured questionnaire based on the analytical hierarchy process approach were used for gathering data and information. SWOT analysis was also conducted to analyse aspects that affect the development of BE based aquaculture. The results of this study indicated that the application of BE in the field of aquaculture remains to be enriched with marine and fisheries policy framework, including the availability of prospective aquaculture technology, improving human resources capability, socialization of BE conception, and implementation of aquaculture which could accommodate the principles of BE.

Article PDF cannot be displayed. You can download it here:

http://ejournal-balitbang.kkp.go.id/index.php/sosek/article/download/1247/1141

ANALISIS PENGEMBANGAN PERIKANAN BUDIDAYA BERBASIS EKONOMI BIRU DENGAN PENDEKATAN ANALYTIC HIERARCHY PROCESS (AHP)

Analisis Pengembangan Perikanan Budidaya Berbasis Ekonomi Biru ................. (I Nyoman Radiarta, Erlania, dan Joni Haryadi) ANALISIS PENGEMBANGAN PERIKANAN BUDIDAYA BERBASIS EKONOMI BIRU DENGAN PENDEKATAN ANALYTIC HIERARCHY PROCESS (AHP) Analysis of Aquaculture Development Based on Blue Economy Concept Using Analytical Hierarchy Process (AHP) Approach * I Nyoman Radiarta, Erlania, dan Joni Haryadi Pusat Penelitian dan Pengembangan Perikanan Budidaya Jl. Ragunan No. 20 Pasar Minggu Jakarta Selatan 12540 * email: Diterima 28 Januari 2015 - Disetujui 6 Juni 2015 ABSTRAK Penerapan konsep pembangunan kelautan dan perikanan yang berbasis blue economy (BE) merupakan langkah strategis dalam pelaksanaan pembangunan kelautan dan perikanan. Konsepsi BE bertujuan untuk menciptakan suatu industri yang ramah lingkungan, sehingga bisa tercipta pengelolaan sumberdaya alam yang lestari dan berkelanjutan. Tujuan dari penelitian ini adalah mengevaluasi kondisi terkini dan langkah-langkah strategis pengembangan perikanan budidaya berbasis BE di Indonesia. Penelitian dilaksanakan pada bulan Maret-Oktober 2014. Data dikumpulkan dari lima lokasi yaitu: Provinsi Lampung, Jawa Timur, Bali, Nusa Tenggara Barat, dan Sulawesi Selatan, serta Kabupaten Sumbawa. Pengumpulan data dan informasi dilakukan melalui wawancara dengan menggunakan kuisioner terstruktur yang disusun dengan pendekatan Analytic Hierarchy Process. Analisis Strength Weakness Opportunities Threat (SWOT) dilakukan untuk melihat aspek-aspek yang mempengaruhi pengembangan perikanan budidaya yang berbasis BE. Hasil kajian ini menunjukkan bahwa penerapan BE di bidang perikanan budidaya masih harus diperkaya dengan kerangka kebijakan kelautan dan perikanan, termasuk didalamnya ketersediaan teknologi perikanan budidaya yang prospektif, peningkatan sumberdaya manusia, sosialisasi konsepsi BE, dan penerapan perikanan budidaya yang mampu mengakomodasi prinsip-prinsip BE. Kata Kunci: perikanan budidaya, ekonomi biru, budidaya terintegrasi, Analytical Hierarchy Process, SWOT ABSTRACT The implementation of blue economy (BE) concept for development of marine and fisheries sectors is a strategic step for marine and fisheries programs. The aim of BE conception is to promote an environmental friendly industrial based, so it can create natural resources management and sustainable used. Purpose of this study was to evaluate the current conditions and strategic plans for aquaculture development based on BE concept in Indonesia. The study was carried out during March-October 2014. Data were collected from five locations: Lampung, East Java, Bali, West Nusa Tenggara, South Sulawesi, and Sumbawa Regency. Interviews using a structured questionnaire based on the analytical hierarchy process approach were used for gathering data and information. SWOT analysis was also conducted to analyse aspects that affect the development of BE based aquaculture. The results of this study indicated that the application of BE in the field of aquaculture remains to be enriched with marine and fisheries policy framework, including the availability of prospective aquaculture technology, improving human resources capability, socialization of BE conception, and implementation of aquaculture which could accommodate the principles of BE. Keywords: aquaculture, blue economy, integrated aquaculture, Analytical Hierarchy Process, SWOT 47 J. Sosek KP Vol. 10 No. 1 Tahun 2015 PENDAHULUAN Indonesia merupakan negara produsen perikanan budidaya terbesar ke-4 didunia dengan produksi tahun 2012 mencapai 3.067.660 ton atau 4.6 % produksi perikanan dunia (FAO, 2014). Untuk tetap dapat mempertahankan produksi yang dicapai tersebut, pelaksanaan perikanan budidaya harus dapat terus ditingkatkan namun tetap memperhatikan kondisi lingkungan budidaya. Penerapan pengembangan perikanan budidaya agar dapat berkelanjutan tentunya harus terintegrasi dengan seluruh ekosistem yang ada (Soto et al., 2008; Holmer et al., 2008; FAO, 2010). Perikanan budidaya masih menjadi tumpuan produksi kelautan dan perikanan Indonesia. Potensi lahan yang dimiliki masih sangat besar untuk dapat dikembangkan yang meliputi tambak, kolam, perairan umum, sawah, dan laut. Perpaduan antara potensi yang ada dengan ketersediaan teknologi yang prospektif tentunya dapat menunjang peningkatan produksi. Peningkatan aktivitas perikanan budidaya belakangan ini menjadi perhatian berbagai pihak khususnya masalah dampak yang ditimbulkan terhadap lingkungan perairan. Dampak kegiatan budidaya harus diminimalkan atau bahkan dapat dihilangkan. Oleh sebab itu segala kegiatan budidaya perikanan harus berwawasan lingkungan sehingga aktivitas budidaya perikanan tersebut dapat berkelanjutan. Dalam rangka mengontrol pengembangan perikanan budidaya yang tidak ramah lingkungan, pemerintah telah merumuskan dan mesosialisasikan aturan yang sesuai, diantaranya cara berbudidaya ikan yang baik (CBIB) dan pengembangan perikanan budidaya yang berwawasan lingkungan (ecosystem approach to aquaculture). Pengembangan perikanan budidaya di Indonesia belakangan ini telah dilakukan melalui program-program inovatif yang dicanangkan oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) diantaranya minapolitan (Keputusan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor 35/ KEPMEN-KP/2013 tentang penetapan kawasan minapolitan di Indonesia), industrialisasi, dan ekonomi biru (blue economy). Penerapan konsep pembangunan kelautan dan perikanan yang berbasis blue economy (BE) merupakan langkah strategis dalam pelaksanaan pembangunan kelautan dan perikanan. Konsepsi BE bertujuan untuk menciptakan suatu industri yang ramah lingkungan, sehingga bisa tercipta pengelolaan sumberdaya alam yang lestari dan berkelanjutan 48 (KKP, 2014). Pengembangan konsep BE sangat sesuai dengan konsepsi blue growth FAO yaitu pendekatan pengelolaan sumberdaya kelautan dan perikanan yang berkelanjutan, terintegrasi, dan dapat meningkatkan sosial ekonomi masyarakat. Konsep budidaya terintegrasi (konsepsi BE) untuk perikanan budidaya bukan merupakan hal yang baru. Pendekatan ecosystem approach to aquaculture yang dirumuskan oleh FAO tahun 2008 (Soto et al., 2008; FAO, 2010), merupakan langkah nyata dalam penerapan perikanan budidaya yang berwawasan lingkungan. Beberapa aktivitas perikanan budidaya seperti polikultur, silvofishery, integrated multi-trophic aquaculture (IMTA), yumina, dan bumina merupakan beberapa contoh penerapan konsep BE di beberapa lokasi di Indonesia. Namun dalam penerapannya masih belum maksimal, karena umumnya masih dalam tahapan penelitian. Penerapan di lapangan, umumnya masyarakat pembudidaya masih terpaku pada pengembangan satu spesies saja (monoculture), dan sering kali aspek terhadap lingkungan tidak menjadi perhatian serius. Pengembangan perikanan budidaya yang terintegrasi dan berwawasa lingkungan (konsepsi BE) telah banyak diaplikasikan di beberapa negara maju diantaranya China, US, Canada, dan Norway (FAO, 2009). Di Indonesia terdapat tiga lokasi pencontohan penerapan BE (...truncated)


This is a preview of a remote PDF: http://ejournal-balitbang.kkp.go.id/index.php/sosek/article/download/1247/1141
Article home page: http://ejournal-balitbang.kkp.go.id/index.php/sosek/article/view/1247/1141

Radiarta I Nyoman, Erlania Erlania, Joni Haryadi. ANALISIS PENGEMBANGAN PERIKANAN BUDIDAYA BERBASIS EKONOMI BIRU DENGAN PENDEKATAN ANALYTIC HIERARCHY PROCESS (AHP), Jurnal Sosial Ekonomi Kelautan dan Perikanan, 2016, pp. 47-59,