Kecanduan Smartphone Dengan Kepercayaan Diri Pada Remaja Usia 12-15 Tahun Tingkat Sekolah Menengah Pertama Di Kecamatan Kramat Jati, Jakarta Timur
Jurnal Teknologi Informasi, Vol 7 No 2 Desember 2021
E-ISSN :2623-1700
P-ISSN : 1693-3672
Kecanduan Smartphone Dengan Kepercayaan Diri Pada Remaja Usia 12-15 Tahun
Tingkat Sekolah Menengah Pertama Di Kecamatan Kramat Jati, Jakarta Timur
Lily Noor Filaili, S.S., M.Si.M (0307057001), Hafna Rosyita B.CM., M.CM (0315077302), Peni
Rahmawati Handayani, S.Tr.Ftr
Universitas Binawan
Abstrak
Kecanduan smartphone berhubungan positif dengan kepercayaan diri remaja, hal ini dipengaruhi
faktor materialisme yang ada pada remaja (Wang, et al., 2018). Ada penelitian yang menemukan
hubungan tidak langsung antara screen time yang berlebih (smartphone over use) yang berubah
menjadi kebiasaan menetap yaitu kecanduan smartphone dengan kepuasan pertemanan dan
kepercayaan diri (self esteem) pada remaja perempuan. Perbedaan konsumsi jenis sosmed
mempengaruhi level self esteem. Konsumsi sosmed bagi remaja dengan latar belakang
sosioekonomi (SES) rendah lebih tinggi dibandingkan remaja berlatar belakang SES tinggi (Braig,
et al; 2018).Penggunaan screen time yang berlebih seperti kecanduan smartphone karena
mengakses media sosial berkaitan dengan kejadian pelecehan secara online, kurang tidur,
kepercayaan diri rendah dan status BMI yang buruk pada remaja. Faktor-faktor resiko tersebut
dapat meningkatkan remaja terkena gejala depresi (Kelly, Zilanawala, Booker, & Sacker.,
2018).Penelitian ini menggunakan desain cross sectional. Remaja melakukan pengisian kuesioner
Smartphone Addiction Proness Scale (SAPS) dan Rosenberg Self Esteem Scale.
Kata Kunci : Smartphone, percaya diri, remaja
Abstract
Smartphone addiction is positively related to adolescent self-confidence, this is influenced by
materialism factors that exist in adolescents (Wang, et al., 2018). There is a study that found an
indirect relationship between excessive screen time (smartphone over use) which turned into a
permanent habit, namely smartphone addiction with friendship satisfaction and self-esteem in
adolescent girls. Differences in consumption of types of social media affect the level of selfesteem. Social media consumption for adolescents with low socioeconomic backgrounds (SES) is
higher than adolescents with high SES backgrounds (Braig, et al; 2018). Excessive use of screen
time such as smartphone addiction due to accessing social media is associated with incidents of
online harassment, sleep deprivation , low self-confidence and poor BMI status in adolescents.
These risk factors can increase adolescents' exposure to depressive symptoms (Kelly, Zilanawala,
Booker, & Sacker., 2018). This study used a cross sectional design. Adolescents filled out the
Smartphone Addiction Proness Scale (SAPS) and Rosenberg Self Esteem Scale questionnaires.
Keywords: Smartphone, self-confidence, teenager
Pendahuluan
116
http://ejournal.urindo.ac.id/index.php/TI
Jurnal Teknologi Informasi, Vol 7 No 2 Desember 2021
E-ISSN :2623-1700
P-ISSN : 1693-3672
Total pengguna internet di Indonesia yang
mengakses internet menggunakan mobile
phone sebesar 85%. Tersebar di daerah rural
(pedesaan) maupun urban (perkotaan).
Penetrasi pengguna smartphone mencapai
angka mencapai 36,9%. Sekitar 83,4%
pengguna internet di Indonesia berdomisili di
wilayah perkotaan (Asosiasi Penyelenggara
Jasa Internet Indonesia, 2015)4.
Pada temuan lainnya penggunaan screen time
yang berlebih seperti kecanduan smartphone
karena mengakses media sosial berkaitan
dengan kejadian pelecehan secara online,
kurang tidur, kepercayaan diri rendah dan
status BMI yang buruk pada remaja. Faktorfaktor resiko tersebut dapat meningkatkan
remaja terkena gejala depresi (Kelly,
Zilanawala, Booker, & Sacker., 2018)7.
Remaja berada pada kelompok tertinggi
dalam adiksi terhadap smartphone, menurut
Wajcman, dkk (2007) yang dikutip oleh Cha
dan Seo. Beberapa pengguna ponsel tersebut
mengatakan bahwa mereka tidak dapat hidup
tanpa ponsel, karena ponsel merupakan
cerminan diri mereka (Cha & Seo, 2018)2.
Namun, ada penelitian yang menyatakan
bahwa kecanduan smartphone dengan
kepercayaan diri remaja cenderung tidak
saling berkaitan, kecanduan smartphone
lebih berefek kepada gejala kecemasan dan
depresi pada remaja (Elhaia, Dvorakc,
Levinea, & Hall., 2017)8.
Menurut Wang dk, kecanduan smartphone
berhubungan positif dengan kepercayaan diri
remaja, hal ini dipengaruhi faktor
materialisme yang ada pada remaja (Wang, et
al., 2018)5.
Metode
Pada penelitian yang ditemukan hubungan
tidak langsung antara screen time yang
berlebih (smartphone over use) yang berubah
menjadi kebiasaan menetap yaitu kecanduan
smartphone dengan kepuasan pertemanan
dan kepercayaan diri (self esteem) pada
remaja perempuan. Remaja yang berinteraksi
dengan screen time seperti kecanduan
smartphone karena mengakses sosial media
(sosmed) lebih sering memiliki self esteem
yang rendah/buruk. Perbedaan konsumsi
jenis sosmed mempengaruhi level self
esteem. Konsumsi sosmed bagi remaja
dengan latar belakang sosioekonomi (SES)
rendah lebih tinggi dibandingkan remaja
berlatar belakang SES tinggi (Braig, et al;
2018)6.
Penelitian ini menggunakan design cross
sectional padaremaja usia 12-15 tahun di
empat SMP di Kecamatan Kramatjati.
Remaja mengisi kuesioner Smartphone
Addiction Proness Scale dan Rosenberg Self
Esteem Scale. Variabel penelitian dalam
penelitian ini meliputi usia, jenis kelamin,
karekteristik
orang
tua,
kecanduan
smartphone dan kepercayaan diri remaja.
Populasi target penelitian adalah remaja yang
berusia 12-15 tahun dan pada tingkat 8 dan 9
di Kecamatan di Kecamatan Kramat Jati,
Jakarta Timur, DKI Jakarta. Cara
pengambilan sampel menggunakan teknik
random sampling yang memenuhi kriteria
inklusi sampai memenuhi jumlah responden
yang diinginkan.
Sampel adalah populasi yang memenuhi
kriteria inklusi, dimana jumlah sampel yang
ditargetkan didapatkan dengan rumus di
bawah ini:
2
π=[
ππΌ + ππ½
] +3
(1 + π)
0,5 ln [
]
(1 β π)
117
http://ejournal.urindo.ac.id/index.php/TI
Jurnal Teknologi Informasi, Vol 7 No 2 Desember 2021
E-ISSN :2623-1700
P-ISSN : 1693-3672
Sumber: Ariawan, 199830
Keterangan :
N = Jumlah sample
ZπΌ = Standar deviasi normal dengan tingkat kemaknaan 1%
(πΌ=0,01) ; maka ZπΌ = 2,58
Zπ½ = Standar deviasi normal dengan derajat kekuatan 90%
(π½=0,10) ; maka Zπ½ = 1,28
r = korelasi minimal yang dianggap bermakna.
r = 0.25 (Wang, 2017)22
sumber : Ariawan. L, 199823
2
3.86
N=[
0,5ππ[
1+0,25
]
1β0,25
] +3
2
N=[
3.86
0,5ππ[
1,25
]
0,75
] +3
3.86
2
N=[(0,25541281188)] + 3
N=[15,112789259]2 + 3
N=228,4 + 3
N=231,4 dibulatkan menjadi 232
Sampel yang terlibat dalam penelitian
ini berdasarkan hasil perhitungan
sebanyak 232, akan tetapi peneliti
mentargetkan sampel sebanyak 315
responden.
Kriteria Inklusi
a. Remaja yang berusia 12-15 tahun
b. Remaja SMP tingkat 2 dan 3 (kelas
8 dan 9) tahun ajaran 2018/2019.
c.
Remaja yang memiliki media
elektronik
Kriteria Eklusi
a. Remaja yang memiliki disabilitas
(tuna netra, tuna rungu, tuna wicara,
cacat fisik, dan retardasi mental)
b. Remaja SMP tingkat 1 (kelas 7).
Variabel pene (...truncated)