Penggunaan Metode DC Magnetron Sputtering dalam Pembuatan Lapisan Tipis Tipe N (AZO) Sebagai Modul Termoelektrik
JURNAL SAINS DAN SENI ITS Vol. 8, No. 1 (2019), 2337-3520 (2301-928X Print)
B1
Penggunaan Metode DC Magnetron Sputtering
dalam Pembuatan Lapisan Tipis Tipe N (AZO)
Sebagai Modul Termoelektrik
Elysa Nensy Irawan1, Melania S. Muntini1, Aldo Mahenda Putra1, Tosawat Seetawan2, Kunchit
Singsoog2, Somphorn Thawankaew2, Watchara Caho-Moo2, and Athorn Vora-Ud2
1
Departemen Fisika, Fakultas Sains, Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS)
2
Thin Film Research Laboratory, Center of Excellence on Alternative Energy, Research and
Development Institution, Sakon Nakhon Rajabhat University, 680 Nittayo Rd, Mueng District, Sakon
Nakhon 47000, Thailand
e-mail:
Abstrak—Penelitian mengenai termoelektrik sedang gencar
dikembangkan sejak tahun 1990. Pada tahun 2017, mulai
dikembangkan termoelektrik yang menggunakan lapisan tipis.
Pada penelitian ini, dilakukan fabrikasi termoelektrik lapisan
tipis tipe N menggunakan material Zink Oxide (ZnO) di
doping dengan Al2O3. Massa ZnO yang diperlukan sebanyak
20.680-gram dan Al2O3 10.079 gram. Proses fabrikasi lapisan
tipis dilakukan menggunakan mesin DC Magnetron Sputtering.
Tahapan-tahapan dalam melakukan penelitian ini terbagi ke
dalam tiga tahapan utama yakni sintesis, fabrikasi (sputtering),
dan pengujian. Proses sputtering dilakukan selama 10 menit
dan substrat yang digunakan yakni kaca. Pengujian yang
dilakukan yakni pengujian ketebalan menggunakan Tolansky
Apparatus, pngujian XRD untuk mengetahui fasa yang
terbentuk, pengujian ZEM-3 untuk mengetahui resistivitas,
Koefisien Seebeck, dan power factor. Berdasarkan pengujian
yang dilakukan, diperoleh ketebalan dari lapisan tipis yang
terbentuk yakni 74.72 nm. Nilai Koefisien Seebeck dari lapisan
tipis yang terbentuk semakin bertambah seiring kenaikan suhu
sehingga dapat disimpulkan bahwa material AZO baik
digunakan untuk aplikasi termoelektrik pada rentang suhu
200-350 °C.
Kata Kunci—DC Magnetron Sputtering, Koefisien Seebeck,
termoelektrik, lapisan tipis.
E
I. PENDAHULUAN
NERGI merupakan faktor yang sangat diperlukan untuk
pertumbuhan Negara dan pembangunan ekonomi.
Persedian energi fosil yang digunakan untuk energi listrik
memiliki cadangan yang terbatas. Ketergantungan Indonesia
pada energi fosil membuat produksi minyak bumi dalam
negeri menurus drastis sejak tahun 2001. Keadaan ini
didorong oleh kebutuhan yang terus naik dan tumbuhnya
sektor industri di Indonesia. Ketergantungan energi fosil
masih didominasi oleh kebutuhan minyak yang mencapai
41,8 %, batu bara 29% dan gas 23 %. Kebutuhan energi
yang besar ini tidak bisa ditopang oleh cadangan energi
Indonesia yang semakin menipis. Melihat kondisi di
Indonesia dimana kebutuhan listrik semakin meningkat
maka perlu dikembangkan potensi energi baru dan
terbarukan. Potensi energi terbarukan yang dapat
dikembangkan di Indonesia yaitu angin, air terjun, panas
bumi, pasang surut air laut (tidal), biomassa dan radiasi
matahari (solar). Pembuatan termoelektrik memungkinkan
untuk mengubah panas matahari menjadi energi listrik.
Salah satu komponen terpenting pada termoelektrik
adalah lapisan tipis (thin film). Sehingga dalam beberapa
tahun terakhir, penelitian yang gencar dikembangkan adalah
penelitian mengenai lapisan tipis. Lapisan tipis umumnya
lapisan dari bahan organik, anorganik, logam, maupun
nonlogam yang memiliki sifat konduktor, semikonduktor,
maupu isolator [1]. Tidak hanya dimanfaatkan pada
termoelektrik, saat ini lapisan tipis banyak dikembangkan
dalam berbagai bidang, seperti pada penyusun kapasitor,
sensor-sensor, sel surya, dan sebagainya.
Penumbuhan lapisan tipis banyak dilakukan dengan
berbagai metode antara lain close space sublimation (CSS),
vapor transport deposition (VTD), physical vapor
deposition (PVD), chemical vapour deposition (CVD),
molecular beam epitaxy (MBE), dan sputtering [2]. Dari
beberapa metode tersebut, metode yang sering digunakan
adalah metode sputtering. Metode ini banyak dipilih karena
memiliki beberapa keunggulan dibandingkan dengan teknikteknik pembentukan film tipis lainnya [3]. Oleh karena itu,
penulis melakukan coop penelitian denga judul “Fabrikasi
Thin Film Tipe N (AZO) Sebagai Material Termoelektrik
Menggunakan Metode DC Magnetron Sputtering”.
Lapisan tipis merupakan suatu lapisan yang terbentuk dari
fraksi suatu material dengan ketebalan berkisar pada orde
nanometer hingga mikrometer. Pembentukan lapisan tipis
dilakukan dengan berbagai metode antara lain close space
sublimation (CSS), vapor transport deposition (VTD),
physical vapor deposition (PVD), chemical vapour
deposition (CVD), molecular beam epitaxy (MBE), dan
sputtering (McCandless, 2003). Dalam penelitian ini, ZnO
digunakan karena memiliki stabilitas termal yang tinggi dan
mudah untuk didoping menggunakan unsur-unsur golongan
III (Al, Ga, In, dll.) [4].
ZnO dirasa memiliki kelebihan khusus karena merupakan
unsur yang memiliki kestabilan termal, murah, tidak
beracun, dan tidak rusak pada suhu tinggi [5]. Zinc Oxide
merupakan senyawa anorganik yang bersifat amfoter dan
senyawa ini hampir tidak larut dalam alkohol maupun air
tetapi larut dalam kebanyakan asam. ZnO merupakan jenis
lapisan tipis konduktif yang transparan dan karakteristik
elektro-optiknya dapat ditingkatkan dengan cara deposisi
[6]. Kelebihan ZnO yang lain adalah dapat ditumbuhkan
pada temperatur substrat yang relatif rendah sekitar 200400°C [7]. Namun untuk aplikasi termoelektrik, resistivitas
listrik dari material ZnO terlalu tinggi apabila tidak diolah
terlebih dahulu [8]. Untungnya, hal tersebut dapat
diminimalisasi melalui doping.
Sifat termoelektrik dari lapisan tipis ZnO dapat
ditingkatkan dengan doping Aluminium. Unsur golongan III
A khususnya aluminium (Al) banyak digunakan sebagai
dopan dan dapat menaikkan konduktivitas listrik film tipis
ZnO hingga berorde 105 Ω.cm [9]. Di antara penemuan-
JURNAL SAINS DAN SENI ITS Vol. 8, No. 1 (2019), 2337-3520 (2301-928X Print)
B2
Gambar 2. Proses Sputtering.
Gambar 1. Mesin DC Magnetron Sputtering.
penemuan sebelumnya, ditemukan bahwa ZnO yang
didoping dengan Al (AZO) adalah salah satu bahan
termoelektrik terbaik untuk aplikasi termoelektrik suhu
tinggi [10].
Terdapat banyak metode untuk membentuk lapisan tipis,
salah satunya yaitu glow-discharge. Glow discharge
merupakan salah satu tipe pembentukan plasma dengan cara
melewatkan arus melalui medium gas. Plasma merupakan
gas bermuatan dan partikel netral yang menunjukkan
perilaku kolektif [11]. Metode glow-discharge dibagi lagi
menjadi 2, yakni sputtering dan proses plasma. Salah satu
teknologi sputtering yang sering digunakan yaitu magnetron
sputtering [12].
Metode magnetron sputtering terdapat berbagai macam
teknik yaitu alternating current (AC), direct current (DC),
radio frequency (RF), and pulsed-dc. Pada penelitian kali
ini, metode yang dipilih adalah metode DC Magnetron
Sputtering. DC magnetron digunakan untuk bahan logam.
DC magnetron merupakan proses yang paling murah karena
pasokan listrik DC lebih sederhana untuk diproduksi [13].
Pada teknik DC Magnetron Sputt (...truncated)