REPRESENTASI NILAI-NILAI BUDAYA JAWA DALAM LIRIK LAGU “CAPING GUNUNG” KARYA GESANG

Dec 2023

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis representasi nilai-nilai budaya Jawa dalam lirik lagu "Caping Gunung" yang diciptakan oleh Gesang dengan befokus pada pengungkapan (1) pemaknaan denotasi, konotasi, dan mitos pada lirik lagu; (2) pemaknaan bentuk simbolik pada lirik lagu. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif dengan pendekatan semiotik oleh Roland Barthes. Dalam analisis ini, penulis mengeksplorasi bahasa yang digunakan dalam lirik, nilai-nilai tradisional yang tercermin, serta hubungan antara manusia dan alam, yang merupakan aspek penting dalam budaya Jawa. Penulis berusaha untuk memahami bagaimana lirik tersebut memainkan peran penting dalam melestarikan dan memperkuat identitas budaya Jawa. Berdasarkan analisis data, diperoleh simpulan bahwa (1) Pada pemaknaan denotasi, konotasi, dan mitos, lirik lagu ini memiliki makna yang dalam dan merujuk pada elemen-elemen khas budaya Jawa dalam melestarikan dan memperkuat identitas budaya Jawa yang mencakup sejarah, nilai-nilai budaya, dan hubungan manusia dengan alam; (2) Makna simbolik "Caping Gunung" adalah tanda yang melambangkan pakaian tradisional Jawa sebagai identitas budaya Jawa.Kata-kata kunci: lagu jawa, denotasi, konotasi, mitos, dan makna simbolik

Article PDF cannot be displayed. You can download it here:

https://jurnal.iainambon.ac.id/index.php/lingue/article/download/5882/1727

REPRESENTASI NILAI-NILAI BUDAYA JAWA DALAM LIRIK LAGU “CAPING GUNUNG” KARYA GESANG

Jurnal Lingue Bahasa, Budaya, dan Sastra Israwati Amir,Irvan Mustafa, Nurindah Purnama Sari, Nurhikmah & Abd Rahi. 2022. Jurnal Volume 5, No.2, Desember 2023 h.30-39 60 Lingue: Bahasa, Budaya, dan Sastra. Vol.5,No.1 Juni 2023 Page 60-68 REPRESENTASI NILAI-NILAI BUDAYA JAWA DALAM LIRIK LAGU CAPING GUNUNG KARYA GESANG (The Representation of Javanese Cultural Values in the Song Lyrics "Caping Gunung" By Gesang) Nanang Syaifudin Universitas Gadjah Mada Jl. Sosio Humaniora, Karang Malang, Caturtunggal, Depok, Sleman, Yogyakarta Pos-el: Abstract This research aims to analyze the representation of Javanese cultural values in the song lyrics "Caping Gunung" created by Gesang by focusing on revealing (1) the meaning of denotation, connotation, and myth in the song lyrics; (2) the meaning of symbolic forms in song lyrics. This research uses a qualitative descriptive research method with a semiotic approach by Roland Barthes. In this analysis, the author explores the language used in the lyrics, the traditional values reflected, as well as the relationship between humans and nature, which is an important aspect of Javanese culture. The author seeks to understand how these lyrics play an important role in preserving and strengthening Javanese cultural identity. Based on the data analysis, it can be concluded that (1) In terms of denotation, connotation, and myth, the lyrics of this song have deep meaning and refer to typical elements of Javanese culture in preserving and strengthening Javanese cultural identity which includes history, cultural values, and human relationships with nature; (2) The symbolic meaning of "Caping Gunung" is a sign that symbolizes traditional Javanese clothing as Javanese cultural identity. Keywords: javanese songs, denotation, connotation, myth and symbolic meaning Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis representasi nilai-nilai budaya Jawa dalam lirik lagu "Caping Gunung" yang diciptakan oleh Gesang dengan befokus pada pengungkapan (1) pemaknaan denotasi, konotasi, dan mitos pada lirik lagu; (2) pemaknaan bentuk simbolik pada lirik lagu. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif dengan pendekatan semiotik oleh Roland Barthes. Dalam analisis ini, penulis mengeksplorasi bahasa yang digunakan dalam lirik, nilai-nilai tradisional yang tercermin, serta hubungan antara manusia dan alam, yang merupakan aspek penting dalam budaya Jawa. Penulis berusaha untuk memahami bagaimana lirik tersebut memainkan peran penting dalam melestarikan dan memperkuat identitas budaya Jawa. Berdasarkan analisis data, diperoleh simpulan bahwa (1) Pada pemaknaan denotasi, konotasi, dan mitos, lirik lagu ini memiliki makna yang dalam dan merujuk pada elemen-elemen khas budaya Jawa dalam melestarikan dan memperkuat identitas budaya Jawa yang mencakup sejarah, nilai-nilai budaya, dan hubungan manusia dengan alam; (2) Makna simbolik "Caping Gunung" adalah tanda yang melambangkan pakaian tradisional Jawa sebagai identitas budaya Jawa. Kata-kata kunci: lagu jawa, denotasi, konotasi, mitos, dan makna simbolik Nanang Syaifudin. 2023. Jurnal Lingue: Bahasa, Budaya, dan Sastra. Vol. 5, No. 2 Desember 2023 Page 30-39 PENDAHULUAN Budaya Jawa yang kaya dengan tradisi dan warisan telah menjadi fokus utama dalam seni dan sastra. Salah satu wujud ekspresi yang berhasil menggambarkan keindahan dan kekayaan budaya Jawa adalah melalui lirik lagu. Lirik-lirik lagu sering kali mencerminkan nilai-nilai, keyakinan, dan pandangan hidup masyarakat Jawa dalam bentuk sastra lisan. Sastra lisan adalah karya sastra yang hanya disampaikan melalui lisan dan mencakup unsur-unsur kebudayaan dan kepercayaan suatu kelompok masyarakat (Endraswara, 2018). Dalam konteks ini, lirik lagu "Caping Gunung" karya Gesang Martohartono menjadi sebuah karya seni yang menarik untuk dianalisis. Lirik lagu ini bukan sekadar rangkaian kata-kata pembentuk lagu, melainkan juga pernyataan seni yang mendalam dan signifikan. Lagu ini mampu merepresentasikan nilai-nilai budaya Jawa dengan cara yang emosional melalui lirik-liriknya yang sarat makna, mengangkat tradisi Jawa, menggambarkan kehidupan masyarakat, dan mengekspresikan hubungan erat antara manusia dan alam. Gesang Martohartono, lahir pada 1 Oktober 1917, merupakan seorang penyanyi dan pencipta lagu asal Solo yang dikenal sebagai "maestro keroncong Indonesia." Meskipun awalnya hanya seorang penyanyi keroncong untuk acara-acara kecil di Solo, Gesang menciptakan beberapa lagu, termasuk "Keroncong Roda Dunia," "Keroncong si Piatu," dan "Sapu Tangan." Namun, lagu-lagu ini tidak mendapat sambutan positif dari masyarakat. "Caping Gunung" juga merupakan salah satu lagu yang diciptakannya pada tahun 1973 dan menjadi salah satu karyanya yang menggunakan Bahasa Jawa dalam liriknya. Lagu ini termasuk dalam genre langgam Jawa dan dikenal populer setelah dinyanyikan ulang oleh Waldjinah, seorang penyanyi yang mengkhususkan diri dalam lagu keroncong langgam Jawa. Penelitian ini menjelajahi latar belakang budaya Jawa melalui lagu "Caping Gunung," memberikan gambaran tentang isi dan makna lagu tersebut dalam kerangka analisis dan metodologi penelitian. Mengapa lirik lagu ini menjadi sasaran analisis dan mengapa representasi budaya dalam seni sangat penting akan dibahas lebih lanjut. Dengan memahami lirik lagu ini secara lebih mendalam, diharapkan kita dapat meraih pemahaman yang lebih baik tentang peran seni musik sebagai penjaga dan penyampai nilainilai budaya. Penelitian ini juga diharapkan memberikan kontribusi berarti dalam upaya merayakan dan melestarikan kekayaan budaya Jawa dengan menjelajahi makna-makna yang terkandung dalam lirik. Penelitian terdahulu yang membahas lagu Caping Gunung sudah pernah dilakukan dengan judul Analisis Lagu Caping Gunung dalam Limbukan Wayang Kulit yang membahas bentuk musik, lirik, cent dan hertz (Rafika, 2018). Penelitian tersebut menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan musikologis dan historis yakni dalam pentatonis. Selain itu, penelitian yang berupa analisis semiotika juga pernah dilakukan dengan judul Analisis Pemaknaan pada Tembang Campursari “Gugur Gunung” dalam Konteks Gotong Royong (Riyatmoko & Suyatno, 2019). Penelitian tersebut 31 Nanang Syaifudin. 2023. Jurnal Lingue: Bahasa, Budaya, dan Sastra. Vol. 5, No. 2 Desember 2023 Page 30-39 bertujuan untuk medeskripsikan pemaknaan denotasi, konotasi, dan mitos serta bentuk simbolik pada tembang campursari dengan simpulan bahwa pada pemaknaan denotasi, konotasi, dan mitos pada tembang “Gugur Gunung” memiliki makna tentang masyarakat yang masih perlu dihimbau akan pentingnya gotong royong, dan untuk makna simbolik yang terdapat pada tembang “Gugur Gunung” yaitu gotong royong dan kerukunan. Peneletian tentang makna simbolik juga pernah dilakukan dengan judul Nilai-Nilai Budaya dalam Lagu Ndas Gerih Karya Denny Caknan; Studi Semiotika Ferdinand De Saussure yang menghasilkan bahwa nilai-nilai budaya terepresentasi dalam lirik, musik dan video klip l (...truncated)


This is a preview of a remote PDF: https://jurnal.iainambon.ac.id/index.php/lingue/article/download/5882/1727
Article home page: https://jurnal.iainambon.ac.id/index.php/lingue/article/view/5882/1727

Nanang Syaifudin. REPRESENTASI NILAI-NILAI BUDAYA JAWA DALAM LIRIK LAGU “CAPING GUNUNG” KARYA GESANG, 2023, pp. 30-39,