Relationships of Parents Parenting Pattern with Child Development age 4-6 At Al-Faridah Kindergarten Sindangkasih Sub District Ciamis District Year 2014

Jurnal Persada Husada Indonesia, Apr 2015

Quality of child is determinant of human resources in the future. Therefore children coaching need tobegin in the early age to prepare for qualified human resources. Key to the success of a child to becomeindependent are affected by several factors, one of which is the parent parenting pattern. Therefore it is theparents who play a role innurturing, guiding and helping direct the child to become independent. The purpose ofthis study is to determine the relationship of parenting parents pattern with child development ages 4-6 years Al-Faridah Kindergarten. Traditional survey research methods were used with analytic cross-sectional approach.The population of entire kindergarten students at Al-Faridah ages 4-6years and their parents with the total 46respondents. Sampling technique used saturated sampling technique. The results showed the majority of parentsuse authoritative parenting (58,7%), appropriate child development (30,4%), deviation and doubt (34,8%). Pvalue obtained was 0,022 showed there area relationship between parenting parents with child development.Research result summarized a significant relationship exists between parenting parents pattern with childdevelopmentages 4-6years at kindergarten Al-Faridah.Keywords: patterns of parenting, child development ages4-6 years.

Article PDF cannot be displayed. You can download it here:

http://jurnal.stikesphi.ac.id/index.php/kesehatan/article/download/65/39

Relationships of Parents Parenting Pattern with Child Development age 4-6 At Al-Faridah Kindergarten Sindangkasih Sub District Ciamis District Year 2014

Hubungan Pola Asuh Orang Tua dengan Perkembangan Anak Usia 4-6 tahun di TK Al-Faridah Kecamatan Sindangkasih Kabupaten Ciamis Tahun 2014 Yati Budiarti1, Sri Gustini1, Siti Saadah1, Endang Astiriyani1 Relationships of Parents Parenting Pattern with Child Development age 4-6 At Al-Faridah Kindergarten Sindangkasih Sub District Ciamis District Year 2014 Abstrak Kualitas anak merupakan penentu sumber daya manusia di masa yang akan datang. Oleh karenanya harus dimulai dengan pembinaan anak dimasa sekarang untuk mempersiapkan SDM yang berkualitas. Kunci kesuksesan seorang anak menjadi individu yang mandiri sebenarnya dipengaruhi oleh beberapa faktor yang salah satunya adalah pola asuh orang tua. Oleh sebab itu maka orang tualah yang berperan dalam mengasuh, membimbing dan membantu mengarahkan anak untuk menjadi mandiri. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan pola asuh orang tua dengan perkembangan anak usia 4 – 6 tahun Di TK Al-Faridah Kecamatan Sindangkasih Kabupaten Ciamis. Penelitian ini mengggunakan metode analitik dan pendekatan cross sectional. Populasinya seluruh siswa TK Al-Faridah usia 4 – 6 tahun beserta orang tuanya yang berjumlah 46 orang. Pengambilan sampel dengan teknik sampling jenuh. Hasil penelitian menunjukan sebagian besar orang tua menggunakan pola asuh authoritative (58,7 %). Perkembangan anak yang sesuai ( 30,4%), penyimpangan dan meragukan (34,8%). Nilai p value yang diperoleh 0,022 maka terdapat hubungan pola asuh orang tua dengan perkembangan anak. Berdasarkan hasil penelitian tersebut didapatkan kesimpulan bahwa terdapat hubungan pola asuh orang tua dengan perkembangan anak di TK Al-Faridah Kecamatan Sindangkasih Kabupaten Ciamis Kata kunci: pola asuh orang tua, perkembangan anak usia 4 – 6 tahun Abstract Quality of child is determinant of human resources in the future. Therefore children coaching need to begin in the early age to prepare for qualified human resources. Key to the success of a child to become independent are affected by several factors, one of which is the parent parenting pattern. Therefore it is the parents who play a role innurturing, guiding and helping direct the child to become independent. The purpose of this study is to determine the relationship of parenting parents pattern with child development ages 4-6 years AlFaridah Kindergarten. Traditional survey research methods were used with analytic cross-sectional approach. The population of entire kindergarten students at Al-Faridah ages 4-6years and their parents with the total 46 respondents. Sampling technique used saturated sampling technique. The results showed the majority of parents use authoritative parenting (58,7%), appropriate child development (30,4%), deviation and doubt (34,8%). P value obtained was 0,022 showed there area relationship between parenting parents with child development. Research result summarized a significant relationship exists between parenting parents pattern with child developmentages 4-6years at kindergarten Al-Faridah. Keywords: patterns of parenting, child development ages4-6 years 1 Dosen pada Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya 53 pihak lainnya karena pengaruh suasana interaksi keluarga (Rahayu, 2009). Penelitian Diana Baumrind dalam Rekawati (2010) menunjukan dari pengasuhan orang tua yang menunjukan perhatian dan cinta pada anak, bersikap respek pada anak dan mendorong anak untuk terbuka, maka akan membentuk anak yang memiliki rasa percaya diri dan mampu mengendalikan diri. Hal ini diperlukan untuk membentuk kemandirian mereka. Kunci kesuksesan seorang anak menjadi individu yang mandiri sebenarnya dipengaruhi oleh banyak faktor salah satunya adalah pola asuh orang tua. Oleh sebab itu orang tualah yang berperan dalam mengasuh, membimbing, membantu dan mengarahkan anak untuk menjadi mandiri. Pada usia 4-6 tahun inisiatif anak mulai berkembang dan anak ingin mengetahui lebih banyak lagi mengenai hal – hal disekitarnya. Anak mulai berfantasi dan mempelajari model keluarga atau bermain peran. anak mulai bermain bersama dengan tujuan yang telah ditetapkan yang salah satunya untuk mengembangkan koordinasi motorik, sosialisasi dan kemampuan untuk mengendalikan emosi (Nursalam, 2005). Data yang diperoleh dari divisi tumbuh kembang anak di tujuh Rumah Sakit pendidikan di Indonesia, menunjukan terdapat 5 kelainan terbanyak, yaitu: keterlambatan bicara, keterlambatan motorik, down syndrome, cerebral palsy dan Global Development Delay (GDD). Di samping itu, terdapat gangguan kesulitan belajar, Gangguan Pemusatan Perhatian dan hiperaktif (GPPH) termasuk autis (Kemenkes, 2010). Penelitian di 110 wilayah puskesmas di Pulau Jawa, 13% balita berpotensi mengalami keterlambatan perkembangan. Penelitian di daerah kumuh perkotaan di Bandung, memberikan hasil 28,5% balita mengalami keterlambatan perkembangan (Fadlyana,dkk, 2003). Pendahuluan Pembangunan Kesehatan sebagai bagian dari upaya membangun manusia seutuhnya, melakukan pembinaan kesehatan anak sejak dini melalui kegiatan kesehatan ibu dan anak, sejak masih dalam kandungan hingga usia balita ditujukan untuk melindungi anak dari ancaman kematian dan kesakitan yang dapat membawa cacat. Kualitas anak merupakan penentu kualitas sumber daya manusia (SDM) dimasa yang akan datang, oleh karenanya harus dimulai dengan pembinaan anak di masa sekarang untuk mempersiapkan SDM yang berkualitas dimasa yang akan datang agar anak bisa tumbuh dan berkembang seoptimal mungkin sesuai dengan kemampuannya (Arief S, 2010). Aspek tumbuh kembang pada anak adalah salah satu aspek yang diperhatikan secara serius oleh pakar, baik secara fisik maupun psikososial. Namun, sebagian orang tua belum memahami hal ini, terutama orang tua yang mempunyai tingkat pendidikan dan sosial ekonomi yang relatif rendah. Mereka menganggap bahwa selama anak tidak sakit, berarti anak tidak mengalami masalah kesehatan termasuk pertumbuhan dan perkembangannya (Nursalam,dkk, 2008). Perkembangan anak juga perlu dipantau sehingga apabila terdapat sesuatu hal yang sekiranya meragukan atau terdapat keterlambatan dalam perkembangannya, anak dapat segera mendapatkan pelayanan kesehatan dan diberikan solusi pencegahannya (Riyadi, 2009). Tingkah laku orang tua sebagai pemimpin kelompok dalam keluarga sangat mempengaruhi suasana interaksi keluarga dan dapat merangsang perkembangan pada pribadi anak. Orang tua yang otoriter, yang terlalu melindungi anak dan yang terlalu menunjukan sikap menolak akan menyebabkan pengaruh yang berdampak pada perilaku sosial selanjutnya sehingga anak menjadi terhambat dalam merefleksikan hubungan sosial dengan 54 Jumlah balita di Kabupaten Ciamis sampai Desember 2012 yaitu terdiri dari usia 0–1 tahun berjumlah 24.629 balita, usia 1-3 tahun dengan jumlah 46.199 balita dan usia 3-5 tahun dengan jumlah 41.185 balita. Namun belum ada data yang jelas tentang data tumbuh kembang balita karena program pendataan tumbuh kembang balita baru akan dilakukan pada tahun 2014 ini (Dinkes Kab.Ciamis). Jumlah siswa TK Al Faridah (...truncated)


This is a preview of a remote PDF: http://jurnal.stikesphi.ac.id/index.php/kesehatan/article/download/65/39
Article home page: http://jurnal.stikesphi.ac.id/index.php/kesehatan/article/view/65/39

Yati Budiarti, Sri Gustini, Siti Saadah, Endang Astiriyani, Yati Budiarti. Relationships of Parents Parenting Pattern with Child Development age 4-6 At Al-Faridah Kindergarten Sindangkasih Sub District Ciamis District Year 2014, Jurnal Persada Husada Indonesia, 2015, pp. 53 - 63,