Older Study Save White Knife Banana Chips (Musa acuminate sp.) Based on Aroma Level, Organoleptic Flavor and Fragility in Different Types of Packaging with Arrhenius Approach Model
KAJIAN LAMA SIMPAN KERIPIK PISANG KEPOK PUTIH
(Musa acuminate sp.) BERDASARKAN TINGKAT AROMA, RASA DAN
KERENYAHAN ORGANOLEPTIK DALAM BERBAGAI JENIS KEMASAN
DENGAN MODEL PENDEKATAN ARRHENIUS
Oleh
Citra Ratri Puspita2), Azhari Rangga1),Dewi Sartika1)
1)
Staf Pengajar Jurusan Teknologi Hasil Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Lampung Jl.
Prof. Soemantri Brojonegoro No. 1 Bandar Lampung, Lampung 35145
2)
Alumni Jurusan Teknologi Hasil Pertanian, Fakultas Pertanian, Universitas Lampung
Email :
ABSTRAK
Keripik pisang merupakan makanan ringan yang mudah mengalami ketengikan. Salah cara
untuk mempertahankan mutu keripik pisang adalah dengan melakukan pengemasan. Jenis dan
ketebalan kemasan sangat mempengaruhi tingkat permeabilitas kemasan. Perbedaan tingkat
permeabilitas kemasan memberikan umur simpan yang berbeda terhadap keripik pisang yang
dikemas. Tujuan penelitian ini adalah untuk memprediksi umur simpan keripik pisang dalam
berbagai jenis kemasan pada suhu ruang (250C) dengan model pendekatan Arrhenius.
Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan 3 jenis kemasan untuk mengemas keripik
pisang, yaitu kemasan polietilen, polipropilen dan alumunium foil dalam 3 suhu penyimpanan
yang berbeda, yaitu 350C, 450C, dan 550C. Pengamatan sampel dilakukan setiap 7 hari sekali
sebanyak 4 kali, yang meliputi pengamatan terhadap rasa, aroma dan Kerenyahan dengan uji
organoleptik. Data hasil pengamatan dilakukan analisis pendugaan umur simpan dengan
menggunakan model pendekatan Arrhenius.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa parameter mutu aroma merupakan faktor kritis yang
menentukan umur simpan keripik pisang. Umur simpan keripik pisang pada suhu ruang
(250C) yaitu 107,19 hari dalam kemasan polietilen, 143,52 hari dalam kemasan polipropilen
dan 155,19 hari dalam kemasan alumunium foil.
Kata kunci : keripik pisang, model pendekatan Arrhenius, pengemasan, umur simpan
ABSTRACT
Banana chips are snacks that are prone to rancidity. One way to maintain the quality of
banana chips is the packaging. The type and thickness of packaging obviously affects the
permeability of packaging. Differences in the level of permeability of the packaging provides
278 INOVASI dan PEMBANGUNAN – JURNAL KELITBANGAN VOL.04 NO. 03
a different shelf life of the banana chips are packaged. The purpose of this study is to predict
the shelf life of banana chips in various types of packaging at room temperature (250C) with
a model of Arrhenius approach.
This research was conducted using three types of packaging for packing the banana chips,
namely polyethylene, polypropylene and aluminum foil package in three different storage
temperatures, the 350C, 450C and 550C. Observations were conducted every 7 days for 4
times, which include observations of taste, aroma and crispness with organoleptic test. The
data were analyzed using a shelf life prediction models Arrhenius approach.
The results showed that the quality parameters aroma is a critical factor that determines the
shelf life of banana chips. Banana chips shelf life at room temperature (250C) which is 107.19
days in the packaging of polyethylene, polypropylene packaging 143.52 days and 155.19 days
in the aluminum foil packaging.
Keywords : banana chips, arrhenius approach, packaging, shelf life.
PENDAHULUAN
Pisang merupakan salah satu komoditas
unggulan yang ada di Indonesia. Pada tahun
2013, total produksi pisang di Indonesia
mencapai 5.359.126 ton dan Lampung
menyumbang 678.492 ton atau 12,66 %
dari produksi pisang nasional (BPS, 2014).
Tingginya produksi pisang di Lampung,
menjadi sumber peluang bagi industriindustri yang ada di Lampung. Salah
satunya adalah industri keripik pisang
Lampung. Keripik adalah makanan ringan
(snack food) yang tergolong jenis makanan
crackers yaitu makanan yang bersifat
kering dan renyah dengan kandungan lemak
yang
tinggi
(Sulistyowati,
2004).
Kandungan lemak yang cukup tinggi ini
menyebabkan keripik pisang mudah
mengalami ketengikan apabila kontak
langsung dengan oksigen atau cahaya.
Untuk mencegah terjadinya hal tersebut
maka dilakukan suatu upaya salah satunya
dengan pengemasan.
Pengemasan dapat menghambat uap air,
cahaya dan udara lingkungan yang terserap
oleh produk keripik pisang. Jenis kemasan
sangat beraneka ragam, salah satu jenis
kemasan yang sering digunakan untuk
mengemas keripik adalah plastik. Adanya
kemasan plastik ini dapat menghambat
terjadinya kontak langsung keripik pisang
dengan uap air, cahaya dan oksigen melalui
kemampuan
permeabilitas
kemasan.
Menurut Gunasoraya (2001), permeabilitas
kemasan adalah kemampuan suatu kemasan
dalam menghambat masuknya uap air,
oksigen ataupun cahaya pada kondisi suhu
dan RH tertentu, sehingga semakin kecil
permeabilitas kemasan maka daya tembus
kemasan
semakin
kecil,
begitupun
sebaliknya. Tingkat permeabilitas kemasan
sangat dipengaruhi oleh jenis dan ketebalan
kemasan.
Adanya perbedaan tingkat
permeabilitas kemasan tersebut akan
mempengaruhi stabilitas dan umur simpan
pada produk yang dikemas (Suhelmi,
2007).
Umur simpan merupakan faktor penting
yang harus diketahui sebelum keripik
pisang dikonsumsi.
Pendugaan umur
simpan pada produk pangan yang mudah
mengalami ketengikan banyak ditentukan
dengan model pendekatan pendekatan
Arrhenius (Floros, 1993). Keripik pisang
merupakan produk pangan yang sangat
279 INOVASI dan PEMBANGUNAN – JURNAL KELITBANGAN VOL.04 NO. 03
mudah mengalami ketengikan karena
kandungan lemaknya yang cukup tinggi.
Laju penurunan mutu keripik pisang ini
sangat
ditentukan
oleh
tingkat
ketengikannya. Oleh karena itu dilakukan
pendugaan umur simpan keripik pisang
dalam berbagai jenis kemasan dengan
model pendekatan Arrhenius.
BAHAN DAN METODE
Bahan dan Alat
Bahan- bahan yang digunakan dalam
penelitian ini adalah keripik pisang kepok
yang diperoleh dari Sentra Industri Keripik
Pisang PU, plastik polipropilen ketebalan
0,8 mm, polietilen ketebalan 0,3 mm dan
aluminium foil ketebalan 0,6 mm. Alat-alat
yang digunakan dalam penelitian ini adalah
mortar dan pestle, timbangan analitik,
pengepres plastik, oven.
Metode Penelitian
Penelitian ini disusun secara deskriptif
dengan menggunakan dua jenis perlakuan
dan dua ulangan.
Perlakuan pertama
merupakan jenis kemasan yang digunakan,
yaitu kemasan polipropilen 0,8 mm,
polietilen 0,3 mm dan aluminium foil
0,6mm.
Adapun perlakuan kedua
merupakan suhu penyimpanan keripik
pisang, yaitu suhu 350C, 450C dan 550C.
Pelaksanaan Penelitian
Penelitian yang dilakukan terdiri dari
beberapa tahapan, diantaranya persiapan
sampel yaitu dengan mengemas sampel
keripik pisang yang baru saja diproduksi
oleh Sentra Industri Keripik Pisang Gang
PU dalam aluminium foil, polipropilen, dan
polietilen masing-masing sebanyak 100
Gram lalu dilakukan penyimpanan sampel
pada tiga oven dengan suhu yang berbedabeda yaitu 35°C, 45°C, dan 55°C.
Pengamatan
Pengamatan terhadap keripik pisang yang
dikemas plastik polietilen, polipropilen dan
alumunium foil dilakukan setiap 7 hari
sekali. Pengamatan meliputi analisis uji
organoleptik aroma, rasa danker (...truncated)