Jurnal KANSASI (Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia) berlisensi di bawah Lisensi Creative Commons
Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Jurnal KANSASI (Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia) berlisensi di bawah Lisensi Creative Commons
Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
JURNAL KANSASI
Volume 6, Nomor 1, April 2021
Dewan Redaksi
Editor In Chief
Debora Korining Tyas
Deputy Chief Editor
Sri Astuti
Editor
Tedi Suryadi, Valentinus Ola Beding, Katarinna Retno Ttriwidayati, Hariyadi,
Al Ashadi Alimin, Ursula Dwi Oktavian, Muhammmad Thamimi, Muchammad Djarot,
Yudita Susanti, Yussi Kurniati, dan Suardi Akiang.
Reviewer
Martono, Ari Ambarwati, Arief Rijadi, Petrus Jacob Pattiasina, Herpanus, Yusuf Olang,
Agus Wartiningsih, Yoseph Yapi Taum, Bani Sudard, dan Eri Sarimanah.
Administratative Staffs
Evi Fitrianingrum
Alamat Redkasi: Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia STKIP Persada
Khatulistiwa Sintang, Jl. Pertamina Sengkuang, Kotak Pos 126, Hp/WA. 082150544710.
Website e-journal KANSASI: http://jurnal.stkippersada.ac.id/jurnal/index.php/KAN
Jurnal ilmiah online KASASI diterbitkan oleh Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra
Indonesia STKIP Persada Khatulistiwa Sintang. Terbit sejak April 2016.
Penyunting menerima tulisan ilmiah yang belum pernah diterbitkan dimedia lain, baik cetak
maupun elektronik. Naskah diketik untuk ukuran HVS A4 dengan spasi satu koma lima,
maksimal 20 halaman. Tulisan yang masuk direview dan selanjutnya untuk diterbitkan.
Jurnal KANSASI (Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia) berlisensi di bawah Lisensi Creative Commons
Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
e-ISSN: 2540-7996
JURNAL KANSASI
Volume 6, Nomor 1, April 2021
DAFTAR ISI
Halaman
Nilai Pendidikan Karakter dalam Novel Dilan 1990
Karya Pidi Baiq: Tilikan Sosiologis
Deni Hadiansah, Endang Sugianto
Universitas Insan Cendekia Mandiri (UICM) Bandung
Universitas Subang
Makna Upacara Adat Membawa Bayi Mandi Ke Sungai (Maik Manik)
Bagi Masyarakat Dayak Desa
Sri Astuti
STKIP Persada Khatulistiwa
Ujaran Kebencian: Kajian Semantik
Elitaria Bestri Agustina Siregar, Mulyadi
Universitas Sumatera Utara
Peningkatan Kemampuan Menganalisis Unsur Intrinsik
Teks Drama Menggunakan Metode The Power Of Two
pada Siswa Kelas VIII A SMP Negeri 6 Tempunak
Yudita Susanti, Yokie Prasetya Dharma
STKIP Persada Khatulistiwa
Deiksis dalam Obrolan Najwa Shihab Bersama Maudy Ayunda
pada Kanal Youtube Catatan Najwa
Ridana Dwi Dita Afrilla, Lutfi Syauki Faznur
Universitas Muhammadiyah Jakarta
Analisis Proses Pembelajaran Selama Masa Pandemi covid-19
Di Kelas II SDN 26 Penjernang Hulu Tahun pelajaran 2020/2021
Evi Fitrianingrum, Gabriel Serani, Sabina Munah
STKIP Persada Khatulistiwa
Reduplikasi Bahasa Dayak Seberuang Ensilat
dalam Percakapan Sehari-hari Desa Bongkong
Kecamatan Silat Hilir Kabupaten Kapuas Hulu
Herpanus, Debora Korining Tyas, Desy Melinda Leny
STKIP Persada Khatulistiwa
1-15
16-21
22-32
33-48
49-57
58-67
68-79
Jurnal KANSASI (Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia) berlisensi di bawah Lisensi Creative Commons
Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Kajian Semiotika Cerita Rakyat Suku Dayak Suaid
Yusuf Olang, Ursula Dwi Oktaviani, Bernadeta Diva
80-91
STKIP Persada Khatulistiwa
Jurnal KANSASI (Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia) berlisensi di bawah Lisensi Creative Commons
Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Jurnal KANSASI
Vol. 6, No. 1, April 2021
e-ISSN: 2540-7996
http://jurnal.stkippersada.ac.id/jurnal/index.php/KAN/index
UJARAN KEBENCIAN: KAJIAN SEMANTIK
Elitaria Bestri Agustina Siregar 1, Mulyadi 2
1
Universitas Sumatera Utara
2
Universitas Sumatera Utara
[email protected],
[email protected]
Diajukan, 11 Maret 2021, Diterima, 29 Maret 2021, Dterbitkan, 1 April 2021
ABSTRAK
Bahasa memiliki kekuatan yang dapat membangun, namun juga dapat meruntuhkan
suatu bangsa. Penelitian ini merupakan sebuah kajian semantik yang menyoroti ujaran
kebencian yang terjadi di Indonesia dengan mengalisa kasus kerusuhan mahasiswa Papua di
Surabaya sebagai contoh kasus. Menggunakan teknik analisa kualitaf deskriptif, data
penelitian dianalisa dengan menggunakan teori semantik. Hasil analisa menunjukkan bahwa
(1) ujaran yang diucapkan pada peristiwa kerusuhan di Surabaya merupakan sebuah ujaran
kebencian dan (2) bahwa ada hal-hal yang perlu dipertimbangkan untuk menentuakan sebuah
ujaran merupakan ujaran kebencian, yakni isi dan konteks, intensi, target dan efek.
Kata kunci: Ujaran kebencian, semantik, linguistik.
ABSTRACT
Language is powerful. It has power to build a nation, but also has power to destroy.
This research is a semantic study that highlights the utterance of hatred that occurred in
Indonesia by analyzing case of rioting of Papuan students in Surabaya as an example. Using
descriptive qualitative analysis techniques, research data were analyzed using semantic
theory. The results of the analysis show that (1) the utterance uttered during the riot in
Surabaya is an utterance of hatred and (2) that there are things that need to be considered to
determine an utterance as an utterance of hate, namely content and context, intention, target
and effect.
Keywords : Hatespeech, semantic, linguistics.
22
Jurnal KANSASI (Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia) berlisensi di bawah Lisensi Creative Commons
Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Jurnal KANSASI
Vol. 6, No. 1, April 2021
e-ISSN: 2540-7996
http://jurnal.stkippersada.ac.id/jurnal/index.php/KAN/index
PENDAHULUAN
Ujaran kebencian telah menjadi isu global dan terjadi di semua negara di dunia, tanpa
terkecuali di Indonesia. Kasus-kasus ujaran kebencian yang terjadi di Indonesia sangat
beragam, di antaranya pencemaran nama baik, pelecehan, fitnah, provokasi dan ancaman
terhadap individu atau kelompok, pelarangan beribadah bagi kelompok minoritas, anti-Syiah
dan anti-Ahmadiyah, dan politik identitas. Ujaran kebencian (Hate Speech) dilakukan melalui
berbagai media antara lain yaitu melalui orasi kegiatan kampanye,spanduk atau banner,
jejaring media sosial, penyampaian pendapat dimuka umum (demonstrasi), ceramah
keagamaan, media masa cetak maupun elektronik, dan pamflet.
Permasalahan hukum yang sering kali dihadapi terkait ujaran kebencian adalah terkait
dengan penyampaian informasi dan komunikasi yang tentu saja disampaikan dengan bahasa.
Bahasa sebagai alat komunikasi sering digunakan untuk menyakiti dan menyerang, bahkan
memprovokasi dan menghasut. Banyak orang menggunakan bahasa dengan tidak
bertanggung jawab, berbicara tanpa berpikir panjang dan berbicara tanpa perasaan.
Kerusuhan yang belakangan ini terjadi di Papua membuktikan betapa kuatnya efek
bahasa dan betapa berbahanya ujaran kebencian. Ujaran kebencian yang awalnya di
semburkan di Surabaya lalu secepat kilat menyebar ke Papua. Hal ini dilatar belakangi sakit
hati warga Papua akibat adanya ujaran yang mengidentikkan masyarakat Papua deng (...truncated)