Work Load Correlation And Potential Nurses Turnover At Ali Sibroh Malisi Hospital South Jakarta

Jurnal Persada Husada Indonesia, Apr 2019

Excessive workload will affect the productivity of health workers, especially nurses, thus increasing the volume of turnover which will in turn affect the hospital’s own productivity. This study aims to determine the relationship between workload and potential nurses’ turnover. The study design used a cross sectional descriptive analytic approach with 30 nurses as respondents taken in total sampling during the periods of April- July 2018. The research instrument was a questionnaire about the characteristics of nurses, workload and turnover. Chi square test results obtained ρ value = 0.01 and OR = 53.33 can be concluded that there is a significant relationship between workload and turnover wish of nurses at Ali Sibroh Malisi Hospital, South Jakarta. It is hoped that the hospital management able to provide operational policies in reducing nurse turnover by improving the nurse's workload system to avoid overload and by providing career development to motivate the nurses to stay & work.

Article PDF cannot be displayed. You can download it here:

http://jurnal.stikesphi.ac.id/index.php/kesehatan/article/download/232/150

Work Load Correlation And Potential Nurses Turnover At Ali Sibroh Malisi Hospital South Jakarta

Jurnal Persada Husada Indonesia Vol. 6 No. 21 (2019) : 43-52 Korelasi Beban Kerja Dengan Potensial Turnover Perawat Di Rumah Sakit Ali Sibroh Malisi Jakarta Selatan Tatiana Siregar1, Wiwin Winnarseh1 Abstrak Beban kerja yang berlebihan akan memengaruhi produktivitas petugas kesehatan, terutama perawat, sehingga dapat meningkatkan jumlah turnover, tentunya akan memengaruhi produktivitas rumah sakit itu sendiri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara beban kerja dan potensial turnover pada perawat. Desain penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif analitik cross sectional dengan 30 perawat sebagai responden yang diambil secara total sampling pada periode April – Juli 2018. Instrumen penelitian adalah kuesioner tentang karakteristik perawat, beban kerja dan turnover. Hasil uji dinalisa secara Chi square diperoleh nilai ρ nilai = 0,01 dan OR = 53,33 dapat disimpulkan bahwa ada hubungan yang signifikan antara beban kerja dengan keinginn turnover pada perawat di Rumah Sakit Malisi Ali Sibroh Jakarta Selatan. Diharapkan manajemen rumah sakit dapat membuat kebijakan operasional dalam mengurangi pergantian perawat dengan meningkatkan sistem beban kerja perawat agar tidak overload dan melakukan retensi perawat dengan memberikan pengembangan karir agar perawat termotivasi dalam bekerja. Kata kunci: Beban Kerja, Cross Sectional, Turnover Work Load Correlation And Potential Nurses Turnover At Ali Sibroh Malisi Hospital South Jakarta Abstract Excessive workload will affect the productivity of health workers, especially nurses, thus increasing the volume of turnover which will in turn affect the hospital’s own productivity. This study aims to determine the relationship between workload and potential nurses’ turnover. The study design used a cross sectional descriptive analytic approach with 30 nurses as respondents taken in total sampling during the periods of April- July 2018. The research instrument was a questionnaire about the characteristics of nurses, workload and turnover. Chi square test results obtained ρ value = 0.01 and OR = 53.33 can be concluded that there is a significant relationship between workload and turnover wish of nurses at Ali Sibroh Malisi Hospital, South Jakarta. It is hoped that the hospital management able to provide operational policies in reducing nurse turnover by improving the nurse's workload system to avoid overload and by providing career development to motivate the nurses to stay & work. Keywords: Workload, Cross Sectional, Turnover 1 Prodi S-1 Keperawatan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jakarta | e-mail : Copyright © 2014-2019 STIKES Persada Husada Indonesia http://jurnal.stikesphi.ac.id/index.php/kesehatan Jurnal Persada Husada Indonesia Vol. 6 No. 21 (2019) April Online ISSN: 2622-4666 - Print ISSN: 2356-3281 Pendahuluan Turnover adalah kecenderungan atau intensitas individu untuk meninggalkan organisasi dengan berbagai alasan dan diantaranya keinginan untuk mendapatkan pekerjaan yang lebih baik (Ronald. dkk., 2014). Turnover adalah salah satu masalah yang harus diperhatikan karena dapat mempengaruhi kondisi suatu perusahaan. Turnover dapat diartikan sebagai keinginan untuk berpindah dari suatu pekerjaan ke pekerjaan lain dengan alasan tertentu (Wirawan, 2016). Berpindah atau turnover merupakan suatu hal yang buruk bagi suatu organisasi. Perusahaan dan rumah sakit mengalami frustasi ketika mengetahui proses rekrutmen yang telah berhasil menjaring staf atau perawat yang berkualitas pada akhirnya menjadi sia-sia karena staf yang direkrut tersebut telah memilih pekerjaan diperusahaan lain atau berpindah (Toly, 2001) Tinggi nya tingkat turnover pada perusahaan akan semakin banyak menimbulkan berbagai potensi biaya baik itu biaya pelatihan yang sudah diinvestasikan pada karyawan, tingkat kinerja yang masih dikorbankan, maupun biaya rekrutmen dan pelatihan kembali (Suwandi dan Indriantoro, 2014). Mengurangi kerugian yang di alami oleh rumah sakit akibat turnover, maka praktisi sumber daya manusia dalam rumah sakit harus memiliki pengetahuan serta pemahaman yang baik mengenai faktor yang dapat meningkatkan dan menekan kejadian turnover (Andini, 2016). Faktor penyebab turnover salah satunya adalah beban kerja yang tinggi, hal ini mengakibatkan karyawan berusaha mencari pekerjaan di tempat lain Tirtaputra, Tjie, & Salim (2013). Beban kerja yang berlebihan akan berpengaruh terhadap produktifitas tenaga kesehatan dan tentu saja berpengaruh terhadap produktifitas rumah sakit itu sendiri (Nursalam, 2011: 89). Beban kerja adalah suatu kegiatan atau aktivitas yang dilakukan oleh perawat selama tugas di suatu unit pelayanan keperawatan (Marquis, B. L. & Huston, C, 2010) Banyak faktor yang dapat mempengaruhi 44 beban kerja perawat. Menurut (Arika, 2011) mengatakan bahwa faktor yang mempengaruhi beban kerja yaitu faktor internal seperti jenis kelamin, umur dan kondisi kesehatan, dan Faktor eksternal meliputi tugas, lingkungan kerja dan organisasi kerja. Choi et al, (1989 dalam Gillies. D.A, 2016) mengungkapkan bahwa ketidakseusaian antara jadwal kerja yang diharapkan perawat dengan yang diterima perawat merupakan prediktor yang signifikan terhadap niat perawat untuk meninggalkan rumah sakit Beban kerja perawat pada satu unit dapat diperkirakan dengan memperhatikan komponen-komponen yaitu jumlah pasien yang dirawat per-hari, per-bulan, dan per-tahun, kondisi pasien, rata-rata pasien dirawat, tindakan langsung dan tindakan tidak langsung yang dibutuhkan pasein, frekuensi masingmasing tindakan yang diperlukan dan rata-rata waktu yang dibutuhkan dalam melaksanakan tindakan (Gillies. D.A, 2016). Sementara menurut Marquis; BL and Huston; C.J, (2010) beban kerja perawat adalah seluruh kegiatan atau aktifitas yang dilakukan oleh seorang perawat selama bertugas disuatu unit pelayanan keperawatan, workload atau beban kerja diartikan sebagai parients days yang merujuk pada jumlah prosedur, pemeriksaan kunjungan (visite) pada klien. Rumah Sakit Ali Sibroh sebagai rumah sakit swasta tipe C yang berjumlah 100 tempat tidur dan jumlah perawat di ruang rawat inap hanya 30 orang, yang menjalankan shift pagi, siang, malam dengan BOR rata-rata 80 – 90% tiap bulannya. Hasil wawancara dengan tiga orang perawat terungkap bahwa mereka mengungkapkan hal yang senada pekerjaan terlalu overload, karena teaga sedikit, kompensasi kurang dan pengembangan karir susah berkembang, sehingga banyak juga perawat yang keluar mencari pekerjaan di rumah sakit lain, hal ini menurut perawat adalah hal yang wajar sesorang mencari sesuatu yang lebih baik. Melihat fenomena ini maka peneliti tertarik menggali bagiamanakh hubungan Copyright © 2019 STIKES Persada Husada Indonesia Jurnal Persada Husada Indonesia Vol. 6 No. 21 (2019) April Korelasi Beban Kerja Dengan Potensial Turnover Perawat beban kerja perawat di RS Ali Sibroh Malisi dengan keinginan turnover. Metodologi Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan menggunakan desa (...truncated)


This is a preview of a remote PDF: http://jurnal.stikesphi.ac.id/index.php/kesehatan/article/download/232/150
Article home page: http://jurnal.stikesphi.ac.id/index.php/kesehatan/article/view/232/150

Siregar Tatiana, Wiwin Winnarseh. Work Load Correlation And Potential Nurses Turnover At Ali Sibroh Malisi Hospital South Jakarta, Jurnal Persada Husada Indonesia, 2019, pp. 47-56,