Review Penelitian K3 di Bagian Radiologi Rumah Sakit
Online ISSN: 2622-4666
Print ISSN: 2356-3281
Jurnal Persada Husada Indonesia
Vol. 8 No. 29 (2021) : 15 - 23
Review Penelitian K3 di Bagian Radiologi Rumah Sakit
Ratih Oemiati 1 dan Ahmad Farid Umar 2
Abstrak
Pelayanan Instalasi Radiologi merupakan bagian integral dari pelayanan penunjang medik di rumah sakit
yang menyelenggarakan pelayanan diagnostik. Pemanfaatan radiasi pengion dan non-pengion ini dipandang perlu
mendapatkan perhatian khusus oleh karena pelayanan radiologi memiliki peranan yang sangat besar dalam
menunjang diagnosa suatu penyakit. Keselamatan kerja dalam radiologi mempunyai risiko baik secara langsung
maupun tidak langsung, risiko tersebut dapat terjadi bila kelalaian dan sebab-sebab lain di luar kemampuan
manusia. Penelitian ini bertujuan merangkum hasil-hasil penelitian yang berkaitan dengan K3 di bagian radiologi
(diagnostik dan intervensional). Penelitian ini mereview 10 jurnal penelitian tentang K3 di bagian radiologi RS
terbitan tahun 2013 sampai dengan tahun 2021. Hasil yang dibahas dikelompokkan pada topik penelitian. Ada tiga
topik besar yaitu pengawasan, SDM dan dampak radiasi yang dikaitkan dengan pemakaian APD. Hasil yang
dipaparkan adalah tabel karakteristik jurnal dan tabel rangkuman hasil penelitian. Terdapat sebanyak masingmasing 2 artikel terbitan tahun 2013, 2016, 2017 dan 2018. Sedangkan yang terbitan tahun 2020 dan 2021 masingmasing satu artikel. Dari 10 artikel tersebut, delapan artikel membahas tentang manajemen K3, satu artikel
membahas tentang dampak radiasi dan satu artikel membahas tentang pocket dosimetri (sebagai APD). Hanya ada
satu penelitian yang menyatakan bahwa penerapan K3 pada pelayanan radiologi berkualitas. Selebihnya menilai
bahwa penerapan K3 di bagian radiologi masih kurang. Dua artikel membahas keterbatasan SDM yaitu ketiadaan
tenaga fisikawan medis dan staf administrasi, yang satu membahas tidak adanya pelatihan dan kurangnya SDM.
Pengawasan ada empat artikel yang membahasnya Sedangkan datu artikel membahas dampak radiasi pada pekerja.
Kata Kunci: penelitian K3, radiologi, rumah sakit
Review of Occupational Health and Safety (OHS) Research in Hospital Radiology
Abstract
Radiology installation services are an integral part of medical support services in hospitals that provide
diagnostic services. The use of ionizing and non-ionizing radiation is deemed to need special attention because
radiology services have a very large role in supporting the diagnosis of a disease. Occupational safety in radiology
has risks, both directly and indirectly, these risks can occur if negligence and other causes are beyond human
capabilities. This study aims to summarize the results of research related to OHS in radiology (diagnostic and
interventional). This study reviews 10 research journals on OHS in the Radiology section of the Hospital,
published from 2013 to 2021. The results discussed are grouped on research topics. There are three major topics,
namely supervision, human resources and the impact of radiation associated with the use of PPE. The results
presented are a table of journal characteristics and a summary table of research results. There are 2 articles
each year published in 2013, 2016, 2017 and 2018. While those published in 2020 and 2021 each have one article.
Of the 10 articles, eight articles discuss OHS management, one article discusses the impact of radiation and one
article discusses pocket dosimetry (as PPE). There is only one study which states that the application of K3 in
radiology services is of quality. The rest consider that the application of K3 in the radiology department is still
lacking. Two articles discuss the limitations of human resources, namely the lack of medical physicists and
administrative staff, one discusses the lack of training and the lack of human resources. Supervision there are four
articles that discuss it. Meanwhile, one article discusses the impact of radiation on workers.
Keywords: occupational health and safety (OHS) research, radiology, hospital
1
2
Validator Afismi Sekretariat KTKI, Dirjen Tenaga Kesehatan Kemenkes
Dosen Prodi Kesehatan Masyarakat STIKES Persada Husada Indonesia
Copyright © 2014-2021 STIKES Persada Husada Indonesia
http://jurnal.stikesphi.ac.id/index.php/kesehatan
Jurnal Persada Husada Indonesia
Vol. 8 No. 29 (April 2021)
Review Penelitian K3 di Bagian Radiologi Rumah Sakit
Pendahuluan
Peraturan Pemerintah RI Nomor 33 Tahun
2007 tentang Keselamatan Radiasi Pengion dan
Keamanan Sumber Radioaktif. Berdasarkan
peraturan tersebut setiap instansi yang
menggunakan
radiasi
pengion
wajib
menerapkan keselamatan radiasi sabagai usaha
pencegahan dan penanggulangan kecelakaan
radiasi. Peraturan Kepala BAPETEN No.8
Tahun 2011 tentang Keselamatan Radiasi dalam
Penggunaan Pesawat Sinar-X Radiologi
Diagnostik dan Intervensi untuk keselamatan
radiasi pada inslatasi radiologi yang mencakup
persyaratan manajemen, persyaratan proteksi
radiasi, persyaratan teknik, dan persyaratan
verifikasi keselamatan (Simanjuntak, 2013).
Perkembangan rumah sakit sebagai fasilitas
pelayanan kesehatan rujukan di Indonesia sangat
pesat, baik dari jumlah maupun pemanfaatan
teknologi kedokteran. Rumah sakit sebagai
fasilitas pelayanan kesehatan tetap harus
mengupayakan Keselamatan dan Kesehatan
Kerja (K3) bagi seluruh pekerja rumah sakit
(Kemenkes, 2010; Ristiono dan Nizwardi,
2010).
Rumah Sakit sebagai institusi pelayanan
kesehatan bagi masyarakat dengan karateristik
tersendiri yang dipengaruhi oleh perkembangan
ilmu pengetahuan kesehatan, kemajuan
teknologi, dan kehidupan sosial ekonomi
masyarakat yang harus tetap mampu
meningkatkan pelayanan yang lebih bermutu
dan terjangkau oleh masyarakat agar terwujud
derajat kesehatan yang setinggi-tingginya.
Selain dituntut mampu memberikan pelayanan
dan pengobatan yang bermutu, rumah sakit juga
dituntut
harus
melaksanakan
dan
mengembangkan program K3 di Rumah Sakit
(K3RS) seperti yang tercantum dalam buku
Standar Pelayanan Rumah Sakit dan terdapat
dalam instrumen akreditasi rumah sakit. (Japeri).
Pelayanan instalasi radiologi merupakan
bagian integral dari pelayanan penunjang medik
di rumah sakit yang menyelenggarakan
pelayanan diagnostik meliputi pelayanan x-ray
konvensional, penggunaan computer radiografi
(CR), mammografi, panoramic, dental, serta
Copyright © 2021 STIKES Persada Husada Indonesia
pelayanan
diagnostic
imaging
yaitu
ultrasonografi (USG). Pemanfaatan radiasi
pengion dan non-pengion ini dipandang perlu
mendapatkan perhatian khusus oleh karena
pelayanan radiologi memiliki peranan yang
sangat besar dalam menunjang diagnosa suatu
penyakit. Selain dirasakan manfaatnya dalam
pengoperasian peralatan radiologi menggunakan
zat radioaktif atau sumber radiasi pengion
lainnya memiliki resiko yang cukup berbahaya
baik terhadap pekerja yang ada di radiologi yang
kontak langsung dengan sumber radiasi, pasien,
maupun lingkungan dengan demikian pelayanan
radiologi harus dikelola oleh tenaga radiografer
yang profesional dalam bidang radiologi de (...truncated)