OPTIMASI PULPING MENGGUNAKAN PROSES ALCELL DARI ALANG-ALANG PADA PEMBUATAN SELULOSA MIKROKRISTAL DENGAN ALAT BANTU MAE (Microwave Assisted Extraction)
Inovasi Teknik Kimia, Vol. 2, No. 2, Oktober 2017, Hal. 25-30
ISSN 2527-6140, e-ISSN 2541-5890
OPTIMASI PULPING MENGGUNAKAN PROSES ALCELL DARI ALANGALANG PADA PEMBUATAN SELULOSA MIKROKRISTAL DENGAN ALAT
BANTU MAE (Microwave Assisted Extraction)
Titis Puspitasari*, Indah Hartati, Harianingsih
Jurusan Teknik Kimia, Fakultas Teknik, Universitas Wahid Hasyim Semarang
Jl. Menoreh Tengah X/22, Sampangan, Semarang 5023
*Email:
Abstrak
Selulosa mikrokristal sebagai bahan pengisi tablet di indonesia masih dipenuhi
dengan impor dari luar negeri dengan harga yang sangat mahal. Di Indonesia, salah
satu bahan berkadar selulosa tinggi yang belum dimanfaatkan secara maksimal ialah
alang-alang, dimana kandungan selulosa mencapai 42%. Pada penelitian ini, dilakukan
proses pulping alcell (campuran alkohol dan NaOH) berbantu MAE (Microwave Assisted
Extraction) pada pulp alang-alang . Pulp alang-alang yang didapatkan selanjutnya
dilakukan analisa bilangan kappa, alfaselulosa, dan uji FTIR . Variabel tetap ialah
konsentrasi NaOH 1%, sedangkan variabel berubah yang diteliti adalah konsentrasi
etanol ( 17,5; 20; 22,5; 25; dan 27,5%), rasio berat volume (1:10; 1:20, 1:30; 1:40;
1:50), waktu pemasakan (15; 30; 45; 60; 75 menit), daya pada ekstraktor (10; 30; 70;
dan 100% dari daya maksimum yakni 399 watt). Dari variabel tersebut didapatkan
kondisi optimum konsentarsi etanol 27,5%, rasio berat volume 1:10, waktu pemasakan 60
menit, dan daya pemasakan dengan menggunakan alat bantu MAE pada daya 50 % dari
daya maksimum 399watt. Hasil uji kadar alfa selulosa sebesar 84,4% dan uji bilangan
kappa sebesar 4,5% dengan berat pulp 8,05 gram. Hasil analisa FTIR menunjukan
adanya gugus fungsi.
Kata Kunci: Alang-alang, Bilangan Kappa., Proses Alcell
PENDAHULUAN
Selulosa
mikrokristal
merupakan
senyawa murni yang sebagian terdepolimerisasi,
berwarna putih, tidak berbau, tidak berasa,
berbentuk bubuk kristal yang terdiri dari partikel
berpori (Rowe, 2009). Selulosa mikrokristal
banyak digunakan sebagai bahan pengikat,
pengisi, penghancur dan pelicin pada proses
pembuatan tablet (Rozzaq, 2013). Penggunaan
selulosa mikrokristal sebagai bahan pengisi tablet
di indonesia sendiri masih dipenuhi dengan
impor dari luar negeri dan harganya yang mahal.
Proses pembuatan selulosa mikrokristal
ini diantaranya melaui tahapan pulping, bleacing,
dan hidrolisa. Pada proses pulping ada beberapa
metode diantaranya yaitu mekanis, semi kimia,
dan kimia. Dari beberapa metode tersebut yang
umum digunakan ialah proses kimia, yaitu proses
soda, sulfat (kraft), sulfit, dan organosolv. Proses
organosolv adalah proses pemisahan serat
dengan menggunakan bahan kimia organik
seperti misalnya metanol, etanol, aseton, asam
asetat, dan lain-lain. Proses ini telah terbukti
memberikan dampak yang baik bagi lingkungan.
Hal ini karena proses organosolv memberikan
beberapa keuntungan, antara lain yaitu rendemen
pulp yang dihasilkan tinggi, daur ulang limbah
yang dihasilkan dapat dilakukan dengan mudah,
tidak menggunakan unsur sulfur sehingga lebih
aman terhadap lingkungan.
Organosolv juga merupakan proses
pulping yang menggunakan bahan yang lebih
mudah didegradasi seperti pelarut organik.
Beberapa proses organosolv yang berkembang
pesat pada saat ini, yaitu proses acetocell
(pemasak berupa asam asetat) dan proses alcell
(alcohol cellulose) dengan bahan kimia pemasak
yang berupa campuran alkohol dan NaOH.
Proses tersebut telah memasuki tahap pabrik
percontohan di beberapa negara misalnya di
Kanada dan Amerika Serikat, sedangkan
teknologi alcell di New Brunswick (Kanada)
terbukti menghasilkan pulp dari bagase kayu
yang setara dengan pulp kraft, rendemen cukup
tinggi, sifat pendauran bahan kimia yang baik,
harga terjangkau serta ramah lingkungan.
Fakultas Teknik-UNIVERSITAS WAHID HASYIM SEMARANG
25
Optimasi Pulping Menggunakan...
Di indonesia sumber selulosa sangat
banyak, seperti daun-daunan, rami, ampas tebu,
eceng gondok, bonggol jagung, dan ganyong
(Sanjana,2014). Salah satu bahan berkadar
selulosa tinggi yang belum dimanfaatkan secara
maksimal ialah alang-alang, dimana kandungan
alfa
selulosa
mencapai
40,22%
(Kartikasari,2013). Menurut Natural Research
Institute, International Rubber Research
Institute, dan International Centre for Research
in Agroforestry, 1996 dalam Miningsih 2016,
alang-alang merupakan rumput tahunan yang
memerlukan nutrisi yang rendah untuk dapat
tumbuh dengan baik. Data BPS Kehutanan
Indonesia tahun 2012 menyebutkan bahwa luas
lahan kritis yang biasanya didominasi oleh alangalang adalah sebesar 27,295 juta hektar. Selain
itu biomassa merupakan bahan yang bersifat
biodegradabel sehingga ramah lingkungan.
Menimbang dari segi potensi sumber
selulosa yang melimpah di Indonesia dan
pengembangan teknologi pulping alcell yang
memiliki banyak keuntungan, maka perlu
diadakan pengkajian tentang proses pulping
alang-alang
pada
pembuatan
selulosa
mikrokristal dengan menggunakan proses alcell.
METODE PENELITIAN
Bahan penelitian
Bahan-bahan yang digunakan dalam
penelitian ini adalah alang-alang, aquades,
natrium thiosulfate (Na2S2O3), asam asetat
(CH3COOH), kalium iodida (KI), kalium
permanganat (KMnO4), asam sulfat (H2SO4),
hidrogen peroksida (H2O2), indikator ferroin,
indikator amilum, ferro ammonium sulfat,
potassium dikromat (K2Cr2O7), dan natrium
hidroksida (NaOH).
(Titis Puspitasari, dkk)
menghilangkan
kandungan
airnya
lalu
dipotong-potong kurang lebih 10 cm. Setelah
kering ampas tebu di blender sampai halus.
Kemudian di screening 100 mesh, jadilah
simplisia
Pulping
Timbang simplisia sebanyak 10 gram,
masukan kedalam labu MAE 1000 ml, lalu buat
larutan etanol konsentrasi 5% rasio 1:20, tuang
larutan etanol
kedalam labu yang berisi
simplisia, kemudian masukan dalam microwave
dengan waktu 15 menit dan daya 10%. Setelah
itu saring pulp, dan keringkan.
Uji Bilangan Kappa
Pengujian bilangan kappa sesuai dengan
prosedur pada SNI: 0494:2008.
Uji Alfa, Gamma, dan Beta Selulosa
Pengujian alfa, gamma, dan beta selulosa
sesuai dengan prosedur pada SNI: 0444:2009.
Analisa Gugus Fungsi
Analisa gugus fungsi dulakukan dengan
pengujian FTIR (Fourier Tramsform Infra Red)
HASIL DAN PEMBAHASAN
Pengaruh konsentrasi etanol pada bilangan
kappa pulp alang alang
Variasi konsentrasi pelarut optimum ini
dilakukan dengan beberapa variabel yakni 17,5;
20; 22,5; 25; dan 27, 5% etanol. Pada penelitian
ini hasil optimum diperoleh pada ekstraksi
dengan konsentrasi pelarut 27,5 % etanol.
Pengaruh konsentrasi terhadap hasil yield
disajikan pada gambar 1.
Peralatan
Alat yang digunakan dalam penelitian ini
meliputi MAE (Microwave Assisted Extraction),
blender, screeninng 100 mesh, magnetic stirrer,
gunting, toples, gelas beaker 2000 ml, pot 10 gr,
pot 50 gr, masker, sarung tangan, kertas saring,
erenmeyer 500 ml, labu ukur, labu alas bulat
1000 ml, gelas ukur, corong, pipet, buret, statif,
dan pengaduk.
Prosedur Penelitian
Pembuatan Simplisia
Bahan baku berupa alang-alang yang
terlebih dahulu dicuci dengan air dan di
keringkan di bawah sinar matahari (...truncated)