Asuhan Keperawatan Klien Post Partum Sectio Caesarea dengan Masalah Ketidakefektifan Pemberian ASI di Ruang Nuri RSAU dr. Esnawan Antariksa Jakarta Timur
Online ISSN: 2622-4666
Print ISSN: 2356-3281
Jurnal Persada Husada Indonesia
Vol. 7 No. 26 (2020) : 26 - 32
Asuhan Keperawatan Klien Postpartum Sectio Caesarea dengan Masalah
Ketidakefektifan Pemberian ASI di Ruang Nuri RSAU
dr. Esnawan Antariksa Jakarta Timur
Novia Herniwati1, Fitria Prihartini2
Nursing Care of Postpartum Sectio Caesarea Clients with Ineffective Breastfeeding
Problems in the Nuri Room RSAU dr. Esnawan Antariksa East Jakarta
Abstrak
Di Indonesia angka kejadian baby blues atau postpartum blues antara 50-70% dari wanita pascapersalinan
berdasarkan persalinan mayoritas responden hampir setengahnya persalinan secara caesar yaitu 11 responden atau
27,5% mengalami baby blues syndrome. Salah satu hambatan dalam pemberian ASI pada awal kehidupan seorang
bayi adalah karena pengaruh persalinan. Pada sebagian ibu tidak memberikan ASI eksklusif karena alasan ASInya tidak keluar atau hanya keluar sedikit sehingga tidak memenuhi kebutuhan bayinya. Secara nasional cakupan
ASI eksklusif di Indonesia masih rendah, data Susenas 2010 menunjukkan baru 33,6% bayi di Indonesia yang
mendapatkan ASI eksklusif. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh gambaran pelaksanaan Asuhan
Keperawatan pada klien yang mengalami postpartum sectio caesarea dengan ketidakefektifan pemberian ASI di
RSAU dr. Esnawan Antariksa Jakarta Timur.
Desain penelitian yang digunakan ialah kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi kasus. Ada tiga jenis
partisipan dalam penelitian ini yaitu: klien (dua orang), suami klien (dua orang), dan perawat ruangan.
Pengambilan data dilakukan selama tiga hari dari tanggal 09 s.d 11 Mei 2018. Data yang diambil berupa
wawancara, observasi, pemeriksaan fisik dan telaah dokumen. Analisis dengan menggunakan metode triangulasi.
Pada tahap pengkajian ditemukan beberapa bagian yang tidak sesuai dengan teori yaitu respirasi, suhu tubuh,
keluhan utama, dan payudara. Pada tahap diagnosa keperawatan, terdapat kesenjangan antara teori dengan kasus
Ny. M dan Ny. R. Pada kasus Ny. R ditemukan dua diagnosa keperawatan, dengan satu diagnosa keperawatan
yang sesuai dengan teori yaitu gangguan rasa nyaman: Nyeri akut dan resiko tinggi infeksi, serta dua diagnosa
keperawatan tambahan yaitu ketidakefektifan pemberian ASI. Pada tahap perencanaan tidak ada kesenjangan
antara tinjauan pustaka dan dalam praktik. Tahap evaluasi sudah dilaksanakan sesuai dengan teori yaitu melakukan
evaluasi formatif dan sumatif. Evaluasi sumatif pada kasus Ny. M, tiga masalah yang sudah teratasi, dan untuk
Ny. R, tiga masalah sudah teratasi semua.
Kata Kunci: Postpartum, perawatan payudara, ketidakefektifan pemberian ASI
Abstract
In Indonesia, the incidence of baby blues or postpartum blues is between 50-70% of postpartum women based
on childbirth, the majority of respondents, almost half of them have cesarean deliveries, namely 11 respondents
or 27.5% experiencing baby blues syndrome. One of the obstacles in breastfeeding at the beginning of a baby's
life is due to the influence of childbirth. Some mothers do not give exclusive breastfeeding because their milk does
not come out or only a little comes out so it does not meet the needs of their babies. Nationally, exclusive
breastfeeding coverage in Indonesia is still low, 2010 Susenas data shows that only 33.6% of infants in Indonesia
receive exclusive breastfeeding. This study aims to obtain an overview of the implementation of nursing care for
clients who experience Postpartum Sectio caesarea with ineffective breastfeeding at Dr. Esnawan Antariksa
Hospital, East Jakarta.
The research design used is descriptive qualitative with a case study approach. There are three types of
participants in this study, namely: the client (two people), the client's husband (two people), and the room nurse.
Data collection was carried out for three days from May 9 to May 11 2018. The data taken were interviews,
observations, physical examinations and document review. Analysis using triangulation method.
At the assessment stage, several parts were found that were not in accordance with the theory, namely
respiration, body temperature, chief complaint, and breasts. At the nursing diagnosis stage, there is a gap between
the theory and the case of Mrs. M and Mrs. R. In the case of Mrs. R found two nursing diagnoses, with one nursing
diagnosis in accordance with the theory, namely comfort disorders: acute pain and high risk of infection, and two
additional nursing diagnoses, namely ineffective breastfeeding. At the planning stage there is no gap between the
1
2
Alumni pada Program Studi Keperawatan STIKes PHI
Dosen pada Program Studi Keperawatan STIKes PHI
Copyright © 2014-2020 STIKES Persada Husada Indonesia
http://jurnal.stikesphi.ac.id/index.php/kesehatan
Jurnal Persada Husada Indonesia
Vol. 7 No. 26 (Juli 2020)
Asuhan Keperawatan Klien Postpartum Sectio Caesarea dengan Masalah…
literature review and in practice. The evaluation stage has been carried out in accordance with the theory, namely
conducting formative and summative evaluations. Summative evaluation in the case of Mrs. M, the three issues
have been resolved, and for Mrs. R, all three problems have been solved.
Keywords: Postpartum, breastcare, ineffective breastfeeding
Pendahuluan
Bagi seorang ibu, melahirkan bayi adalah
suatu peristiwa yang sangat membahagiakan
sekaligus juga suatu peristiwa yang berat, penuh
tantangan dan kecemasan. Sehingga dapat
dipahami bahwa mengapa hampir 70 persen ibu
mengalami kesedihan atau baby blues syndrome
setelah melahirkan. Sebagian besar ibu dapat
segera pulih dan mencapai kestabilan. Namun
13% diantaranya akan mengalami depresi
postpartum (Machmudah 2015). Postpartum
adalah masa sesudah persalinan dan kelahiran
bayi, plasenta, serta selaput yang diperlukan
untuk memulihkan kembali organ kandungan
sebelum hamil dengan waktu kurang lebih 6
minggu. Angka kejadian baby blues syndrome
atau postpartum blues di Asia sendiri cukup
tinggi dan bervariasi antara 26 - 85%, sedangkan
di Indonesia angka kejadian baby blues atau
postpartum blues antara 50-70% dari wanita
pascapersalinan (Lina, 2016). Hasil penelitian
yang dilakukan oleh Lisna (2015) menyatakan
berdasarkan persalinan mayoritas responden
hampir setengahnya persalinan secara caesar
yaitu 11 responden atau 27,5% mengalami baby
blues syndrome.
Organisasi Kesehatan Dunia WHO
(World
Health
Organization)
yang
merekomendasikan agar setiap bayi baru lahir
mendapatkan Air Susu Ibu (ASI) eksklusif
selama 6 bulan. Masalah menyusui pada masa
pascapersalinan dini (masa nifas atau laktasi)
adalah puting susu nyeri, puting susu lecet,
payudara bengkak, dan mastitis (Ambarwati,
2008). Operasi sectio caesarea mempunyai
dampak tersendiri pada ibu antara lain tindak
anastesi, keadaan sepsis yang berat, mobilisasi
terganggu, adanya tromboemboli, Activity of
Dailing Living (ADL) terganggu, Inisiasi
Menyusu Dini (IMD) tidak terpenuhi yang
mengakibatkan masalah pada proses menyusu
serta produksi ASI pada ibu. Keadaan lain yang
Copyright © (...truncated)