Asuhan Keperawatan Keluarga yang Mengalami Resiko Tinggi Perfusi Jaringan Serebral dengan Hipertensi di Wilayah Puskesmas Kecamatan Makasar
Online ISSN: 2622-4666
Print ISSN: 2356-3281
Jurnal Persada Husada Indonesia
Vol. 8 No. 31 (2021) : 51 - 59
Asuhan Keperawatan Keluarga yang Mengalami Resiko Tinggi Perfusi Jaringan
Serebral dengan Hipertensi di Wilayah Puskesmas Kecamatan Makasar
Ariyanti Cristin1, Herlina2
Family Nursing Care With High Risk of Selebral System Perfusion with Hypertension at
Society Health Center of Makasar Sub District East Jakarta
Abstrak
Hipertensi adalah peningkatan tekanan darah dari arteri yang bersifat sistemik dan berlangsung terus menerus
untuk jangka waktu lama. Tekanan darah tinggi yang tidak terkontrol untuk periode tertentu akan menyebabkan
tekanan darah tinggi permanen yang disebut hipertensi. Berdasarkan kunjungan pasien yang datang ke Puskesmas
Pinang Ranti tahun 2017 yaitu pada bulan Januari-Desember 2017 data hipertensi sebanyak 2,060 (75,7%) jiwa.
Tujuannya adalah melakukan asuhan keperawatan keluarga yang mengalami resiko tinggi perfusi jaringan serebral
dengan hipertensi di wilayah Puskesmas Kecamatan Makasar Jakarta Timur. Desain penelitian menggunakan
desain penelitian kualitatif deskriptif dengan intervensi melalui pendekatan studi kasus. Pengumpulan data
melalui; pemeriksaan fisik, wawancara, dokumentasi. Hasil skoring tertinggi ditemukan pada keluarga 2 yaitu 4
2/3 dengan diagnosa resiko tinggi perfusi jaringan serebral pada keluarga Tn. I berhubungan dengan
ketidakmampuan merawat anggota keluarga dengan hipertensi. Intervensi yang dilakukan memberikan
penyuluhan kesehatan, mengukur tekanan darah, mengajarkan teknik manajemen stres, memberikan terapi non
farmakologi. Sarannya diharapkan keluarga dapat mengontrol tekanan darahnya secara teratur di pelayanan
kesehatan terdekat.
Kata kunci: Asuhan Keperawatan Hipertensi
Abstract
Hypertension is an increase in arterial blood pressure that is systematic or lasts continuously in the long term.
Uncontrolled high blood pressure for a certain period will cause permanent high blood pressure called
hypertension. Based on the visit of patients who came to Pinang Ranti Society Health Center in January –
December 2017, the hypertension data is as much as 2.060 (75.7%) of the people. The goal was did to a family
nursing care that had a high risk of cerebral system perfusion of hypertension in the area of society health center
in Makasar sub district East Jakarta. The design of these research uses descriptive qualitative with intervention
through a case study approach. Data collection through; physical examination, interviews, documentation. The
highest scoring result was found in family 2 that is 42/3 with high risk diagnosis of cerebral system perfusion on
Mr. I family’s associated with the inability to treated family members with hypertension. Interventions conducted
using provide health counseling, measurement of blood pressure, teach of stress management techniques and
provide non-pharmacological therapy. Suggestions are expected that the family’s can control their blood pressure
regularly in the nearest society health center.
Keywords: Care Hypertension Nursing
1 Mahasiswa Keperawatan STIKES Persada Husada Indonesia
2 Dosen Kesehatan Masyarakat STIKES Persada Husada Indonesia
Copyright © 2014-2021 STIKES Persada Husada Indonesia
http://jurnal.stikesphi.ac.id/index.php/kesehatan
Jurnal Persada Husada Indonesia
Vol. 8 No. 31 (Oktober 2021)
Asuhan Keperawatan Keluarga yang Mengalami Resiko Tinggi Perfusi.…
Pendahuluan
Hipertensi berdasarkan kriteria JNC 7,
didefinisikan sebagai kondisi dimana tekanan
darah sistolik lebih dari atau sama 140 mmHg
atau tekanan darah diastolik lebih dari atau sama
dengan 90 mmHg. Hipertensi mengakibatkan
pada ½ penyakit jantung koroner dan sekitar 2/3
penyakit serebrovaskuler. (Budi S. Pikir, 2015).
Umumnya penyakit hipertensi terjadi pada yang
sudah berusia lebih dari 40 tahun. Penyakit ini
biasanya tidak menunjukkan gejala yang nyata
dan pada stadium awal belum menimbulkan
gangguan yang serius pada kesehatan
penderitanya (Gunawan, 2012).
Di Indonesia sendiri kesadaran dan
pengetahuan tentang penyakit hipertensi masih
sangat rendah, hal ini terbukti masyarakat lebih
memilih makanan siap saji yang umumnya
rendah serat, tinggi lemak, tinggi gula, dan
mengandung banyak garam. Pola makan yang
kurang sehat ini merupakan pemicu penyakit
hipertensi (Austriani, 2008). Suatu penyakit
dalam keluarga mempengaruhi jalannya suatu
penyakit dan status kesehatan anggota keluarga
(Tirtayasa, 2008). Bila dalam keluarga tersebut
salah satu anggotanya mengalami masalah
kesehatan maka sistem dalam keluarga akan
terpengaruhi, penderita hipertensi biasanya
kurang mendapatkan perhatian keluarga, apabila
keluarga kurang dalam pengetahuan tentang
perawatan hipertensi, maka berpengaruh pada
perawatan yang tidak maksimal. Untuk
menciptakan suatu kondisi yang sehat dan
terkontrol,
maka
keluarga
diharapkan
mempunyai pengetahuan dan sikap tentang
penyakit hipertensi agar tercipta suatu perilaku
perawatan yang tepat pada penderita hipertensi,
dalam hal pencegahan, penatalaksanaan yang
benar, cepat pada penderita hipertensi.
Pengetahuan sebagai hasil dari yang terjadi
setelah seseorang melakukan pengindraan
terhadap suatu objek tertentu. Tujuan penelitian
ini adalah untuk mendapatkan gambaran dalam
melaksanakan asuhan keperawatan keluarga
yang mengalami resiko tinggi perfusi jaringan
serebral dengan hipertensi di Wilayah
Puskesmas Kecamatan Makasar Jakarta Timur.
Metode
Penelitian ini menggunakan desain
penelitian kualitatif deskriptif dengan intervensi
melalui pendekatan studi kasus. Partisipan
dalam keperawatan adalah keluarga. Subjek
yang digunakan adalah 2 keluarga (2 kasus)
dengan masalah keperawatan dan diagnosa yang
sama yaitu keluarga hipertensi dengan masalah
gangguan perfusi serebral. Penelitian dilakukan
di Wilayah Kelurahan Pinang Ranti Kecamatan
Makasar, Jakarta Timur. Lama waktu yang
diperlukan 23-26 April 2018. Pengumpulan data
dilakukan dengan cara wawancara, observasi/
pemeriksaan fisik dan studi dokumentasi dan
angket. Analisa data dilakukan dengan cara
mengemukakan
fakta,
selanjutnya
membandingkan dengan teori yang ada dan
selanjutnya
dituangkan
dalam
opini
pembahasan.
Hasil dan Pembahasan
1. Pengkajian
a. Data Dasar Keluarga
Matriks 1. Data Dasar Keluarga
Keluarga 1
Tipe keluarga saat ini keluarga inti, Suku bangsa
Betawi, Agama Islam, Penghasilan dan
pengeluaran perbulan di atas 1.000.000,
Pendapatan perbulan mencukupi, keluarga tidak
mempunyai tabungan, Anggota keluarga yang
membantu anak, Pengelola keuangan Ibu,
Aktivitas rekreasi keluarga tidak tentu,
Copyright © 2021 STIKES Persada Husada Indonesia
Keluarga 2
Tipe keluarga saat ini keluarga inti, Suku bangsa
Betawi, Agama Islam, Penghasilan dan
pengeluaran di atas 600.000, Pendapatan
perbulan mencukupi, keluarga mempunyai
tabungan, Anggota keluarga yang membantu
anak, Pengelola keuangan Ibu, Aktivitas rekreasi
keluarga tidak tentu, Penggunaan waktu
senggang keluarga nonton Tv.
53
Jurnal Persada Husada Indonesia
Asuhan Keperawatan (...truncated)