The Effect of Safety Glass Usage on Vision Impairment in Welding Workers in PT. Jaya Teknik Indonesia South Jakarta Year 2018
Jurnal Persada Husada Indonesia
Vol. 6 No. 21 (2019) : 21-31
Pengaruh Penggunaan Safety Glass Terhadap Gangguan Penglihatan Pada Pekerja
Pengelasan di PT Jaya Teknik Indonesia, Jakarta Selatan Tahun 2018
Raditya Bagus Setiyaji1, Revie Fitria Nasution2
The Effect of Safety Glass Usage On Vision Impairment In Welding Workers In PT Jaya
Teknik Indonesia South Jakarta Year 2018
Abstrak
Kecelakaan kerja pada pengelasan dapat dicegah dengan menggunakan alat pelindung diri (APD), setiap
perusahaan konstruksi wajib menyiapkan APD bagi pekerjanya, dan memastikan bahwa alat tersebut benar-benar
dipakai oleh pekerja las tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh penggunaan safey glass
terhadap gangguan penglihatan di PT Jaya Teknik Indonesia. Sampel dalam penelitian ini adalah pekerja
pengelasan pada PT Jaya Teknik Indonesia, Jakarta Selatan sebanyak 60 responden. Teknik pengambilan sampel
menggunakan metode accident sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan cara menyebarkan kuesioner dan
melakukan wawancara langsung di lokasi proyek PT Jaya Teknik Indonesia. Metode analisis dalam penelitian ini
menggunakan analisis univariat dan analisis bivariat. Pengolahan data yang dilakukan dengan menggunakan SPSS
dengan analisis Chi Square (x2). Berdasarkan analisis yang dilakukan, diperoleh hasil bahwa didalam karateristik
kesehatan dan lama paparan dalam penggunaan safety glass memiliki pengaruh positif atau signifikan terhadap
gangguan penglihatan. Begitu juga dengan variabel penggunaan safety glass memiliki pengaruh positif atau
signifikan terhadap gangguan penglihatan. Dapat juga dilihat dari unsafe condition (keadaan tidak aman) dan
unsafe action (perilaku tidak aman) bahwa keduanya memiliki pengaruh positif atau signifikan terhadap gangguan
penglihatan. Dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa penggunaan safety glass (kacamata pengaman)
sangatlah berpengaruh terhadap gangguan penglihatan pada pekerja pengelasan di PT Jaya Teknik Indonesia
Tahun 2018.
Kata kunci : APD, Kacamata Pengaman, Gangguan Penglihatan
Abstract
Working accidents on welding can be prevented by using personal protective equipment (APD), each
construction company is required to provide personal protective equipment (APD) for its workers, and ensure that
the equipment is actually used by the welder. This study aims to analyze the effect of the use of safety glass towards
impaired vision at PTJaya Technique Indonesia. The samples in this research are 60 welders at PT Jaya
Technicque Indonesia in South Jakarta. Sample collection technique applied accident sampling method. Data
collection is done by distributing questionnaires and conducting direct interviews on PT Jaya Teknik Indonesia
project. The analysis method in this study applied univariate and bivariate analysis. Data processing is done by
SPSS with Chi Square analysis (x2). Based on the analysis, it is found that in the health characteristics, long
exposure in the use of safety glass and safety glass usage variable had a positive or significant effect on visual
impairment. It can also be seen from the unsafe condition and unsafe action that both have a positive or significant
effect on visual impairment. From the results of this study can be concluded that the use of safety glass is very
influential on the impaired vision of welders in PTJaya Technicque Indonesia Year 2018.
Keywords: Personal Protective Equipment, Safety Glass, Visual Impairment
1
2
Prodi S1 Kesehatan Masyarakat STIKES Persada Husada Indonesia
Prodi D3 Keperawatan STIKES Persada Husada Indonesia
Copyright © 2014-2019 STIKES Persada Husada Indonesia
http://jurnal.stikesphi.ac.id/index.php/kesehatan
Jurnal Persada Husada Indonesia
Vol. 6 No. 21 (2019) April
Pengaruh Penggunaan Safety Glass Terhadap Gangguan Penglihatan
Pendahuluan
Menghadapi era globalisasi industrial,
penerapan keselamatan semakin penting
dikarenakan bagian integral dari sebuah upaya
perlindungan tenaga kerja dalam berinteraksi
dengan pekerjanya. Keberhasilan pembangunan
diberbagai bidang telah meningkatkan taraf
hidup kesejahteraan dan kesehatan masyarakat
di Indonesia.
Keselamatan kesehatan kerja bagi
seorang tenaga kerja sangat diperlukan, karena
hal tersebut sangat mempengaruhi dalam
melakukan proses produksi suatu pekerjaan,
keselamatan kesehatan kerja itu harus
diperhatikan oleh setiap tenaga kerja agar
proses produksi dalam pekerjaan dapat berjalan
dengan aman dan baik.
World Health Organization (WHO)
mendefinisikan kecelakaan sebagai suatu
kejadian yang tidak dapat dipersiapkan
penanggulangan
sebelumnya
sehingga
menghasilkan cedera yang riil.
Keselamatan dan kesehatan kerja adalah
kegiatan yang menjamin terciptanya kondisi
kerja yang aman, terhindar dari gangguan fisik
dan mental melalui pembinaan dan pelatihan,
pengarahan, dan kontrol terhadap pelaksanaan
tugas karyawan bantuan dan pemberian sesuai
dengan aturan yang berlaku, baik dari lembaga
pemerintah maupun perusahaan dimana mereka
bekerja. (Mathis dan Jackson, 2006).
Berdasarkan data International Labour
Organization (ILO) tahun 2017, 1 pekerja di
dunia meninggal setiap 15 detik karena
kecelakaan kerja dan 160 pekerja mengalami
sakit akibat kerja. Tahun sebelumnya (2016)
ILO mencatat angka kematian dikarenakan
kecelakaan dan penyakit akibat kerja (PAK)
sebanyak 2 juta kasus setiap tahun (ILO, 2017).
DKI Jakarta merupakan ibu kota negara
Indonesia dan memiliki cukup banyak
perusahaan dan pekerjaan konstruksi terbesar
diantara provinsi lainnya. Dengan adanya hal
itu, banyak terjadinya kasus kecelakaan kerja
Copyright © 2019 STIKES Persada Husada Indonesia
yang terjadi dalam beberapa proyek konstruksi
di kota tersebut. Tercatat dari data BPJS
Ketenagakerjaan menyatakan bahwa angka
kasus kecelakaan kerja dibidang konstruksi di
DKI Jakarta meningkat selama 10% pada tahun
2016-2017.
Secara
umum,
faktor
penyebab
kecelakaan kerja dapat dibedakan menjadi
faktor pekerja itu sendiri, faktor metode
konstruksi, peralatan dan manajemen. Selain itu
ada berbagai faktor penyebab kecelakaan kerja
yang sering terjadi, yaitu faktor tingkat
pendidikan, faktor riwayat gangguan mata,
faktor umur dan faktor masa kerja. (Ervianto,
2005).
Gangguan mata (penglihatan) adalah
kondisi dimana mata mengalami gangguan
untuk melihat benda dengan jelas. Beberapa
faktor penyebab gangguan penglihatan yaitu
karena kuat penerangan dan pencahayaan, umur
dan pengetahuan (Edi S. Affandi, 2005).
Kementerian
Tenaga
Kerja
dan
Transmigrasi (Kemenaker) menyatakan masih
banyak perusahaan atau pabrik yang
menggunakan alat pelindung diri yang palsu
dan masih dibawah standar.
Alat Pelindung Diri (APD) adalah
seperangkat alat keselamatan yang digunakan
oleh pekerja untuk melindungi seluruh atau
sebagian tubuhnya dari kemungkinan adanya
paparan potensi bahaya lingkungan kerja
terhadap kecelakaan dan penyakit akibat kerja
(Tarwaka, 2008).
Atas dasar uraian latar belakang
permasalahan, maka peneliti memilih judul
penelitian “Pengaruh Penggunaan Safety Glass
Terhadap Gangguan (...truncated)