The Effect of Safety Glass Usage on Vision Impairment in Welding Workers in PT. Jaya Teknik Indonesia South Jakarta Year 2018

Jurnal Persada Husada Indonesia, Apr 2019

Working accidents on welding can be prevented by using personal protective equipment (APD), each construction company is required to provide personal protective equipment (APD) for its workers, and ensure that the equipment is actually used by the welding worker. This study aims to analyze the effect of the use of safety glass to the impaired vision at PT Jaya Technique Indonesia. The sample in this research is welding workers at PT Jaya Technicque Indonesia in South Jakarta as many as 60 respondents. The sampling technique used accident sampling method. Data collection is done by distributing questionnaires and conducting direct interviews on PT projects. Jaya Technicque Indonesia. The method of analysis in this study using univariate analysis and bivariate analysis. Data processing is done by using SPSS with Chi Square analysis (x2). Based on the analysis, it is found that in the characteristics of health and long exposure in the use of safety glass has a positive or significant effect on the visual impairment. Likewise, the variable use of safety glass has a positive or significant effect on visual impairment. It can also be seen from the unsafe condition and unsafe action that both have a positive or significant effect on visual impairment. From the results of this study can be concluded that the use of safety glass (safety glasses) is very influential on the impaired vision of welding workers in PT Jaya Technicque Indonesia Year 2018.

Article PDF cannot be displayed. You can download it here:

http://jurnal.stikesphi.ac.id/index.php/kesehatan/article/download/158/149

The Effect of Safety Glass Usage on Vision Impairment in Welding Workers in PT. Jaya Teknik Indonesia South Jakarta Year 2018

Jurnal Persada Husada Indonesia Vol. 6 No. 21 (2019) : 21-31 Pengaruh Penggunaan Safety Glass Terhadap Gangguan Penglihatan Pada Pekerja Pengelasan di PT Jaya Teknik Indonesia, Jakarta Selatan Tahun 2018 Raditya Bagus Setiyaji1, Revie Fitria Nasution2 The Effect of Safety Glass Usage On Vision Impairment In Welding Workers In PT Jaya Teknik Indonesia South Jakarta Year 2018 Abstrak Kecelakaan kerja pada pengelasan dapat dicegah dengan menggunakan alat pelindung diri (APD), setiap perusahaan konstruksi wajib menyiapkan APD bagi pekerjanya, dan memastikan bahwa alat tersebut benar-benar dipakai oleh pekerja las tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh penggunaan safey glass terhadap gangguan penglihatan di PT Jaya Teknik Indonesia. Sampel dalam penelitian ini adalah pekerja pengelasan pada PT Jaya Teknik Indonesia, Jakarta Selatan sebanyak 60 responden. Teknik pengambilan sampel menggunakan metode accident sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan cara menyebarkan kuesioner dan melakukan wawancara langsung di lokasi proyek PT Jaya Teknik Indonesia. Metode analisis dalam penelitian ini menggunakan analisis univariat dan analisis bivariat. Pengolahan data yang dilakukan dengan menggunakan SPSS dengan analisis Chi Square (x2). Berdasarkan analisis yang dilakukan, diperoleh hasil bahwa didalam karateristik kesehatan dan lama paparan dalam penggunaan safety glass memiliki pengaruh positif atau signifikan terhadap gangguan penglihatan. Begitu juga dengan variabel penggunaan safety glass memiliki pengaruh positif atau signifikan terhadap gangguan penglihatan. Dapat juga dilihat dari unsafe condition (keadaan tidak aman) dan unsafe action (perilaku tidak aman) bahwa keduanya memiliki pengaruh positif atau signifikan terhadap gangguan penglihatan. Dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa penggunaan safety glass (kacamata pengaman) sangatlah berpengaruh terhadap gangguan penglihatan pada pekerja pengelasan di PT Jaya Teknik Indonesia Tahun 2018. Kata kunci : APD, Kacamata Pengaman, Gangguan Penglihatan Abstract Working accidents on welding can be prevented by using personal protective equipment (APD), each construction company is required to provide personal protective equipment (APD) for its workers, and ensure that the equipment is actually used by the welder. This study aims to analyze the effect of the use of safety glass towards impaired vision at PTJaya Technique Indonesia. The samples in this research are 60 welders at PT Jaya Technicque Indonesia in South Jakarta. Sample collection technique applied accident sampling method. Data collection is done by distributing questionnaires and conducting direct interviews on PT Jaya Teknik Indonesia project. The analysis method in this study applied univariate and bivariate analysis. Data processing is done by SPSS with Chi Square analysis (x2). Based on the analysis, it is found that in the health characteristics, long exposure in the use of safety glass and safety glass usage variable had a positive or significant effect on visual impairment. It can also be seen from the unsafe condition and unsafe action that both have a positive or significant effect on visual impairment. From the results of this study can be concluded that the use of safety glass is very influential on the impaired vision of welders in PTJaya Technicque Indonesia Year 2018. Keywords: Personal Protective Equipment, Safety Glass, Visual Impairment 1 2 Prodi S1 Kesehatan Masyarakat STIKES Persada Husada Indonesia Prodi D3 Keperawatan STIKES Persada Husada Indonesia Copyright © 2014-2019 STIKES Persada Husada Indonesia http://jurnal.stikesphi.ac.id/index.php/kesehatan Jurnal Persada Husada Indonesia Vol. 6 No. 21 (2019) April Pengaruh Penggunaan Safety Glass Terhadap Gangguan Penglihatan Pendahuluan Menghadapi era globalisasi industrial, penerapan keselamatan semakin penting dikarenakan bagian integral dari sebuah upaya perlindungan tenaga kerja dalam berinteraksi dengan pekerjanya. Keberhasilan pembangunan diberbagai bidang telah meningkatkan taraf hidup kesejahteraan dan kesehatan masyarakat di Indonesia. Keselamatan kesehatan kerja bagi seorang tenaga kerja sangat diperlukan, karena hal tersebut sangat mempengaruhi dalam melakukan proses produksi suatu pekerjaan, keselamatan kesehatan kerja itu harus diperhatikan oleh setiap tenaga kerja agar proses produksi dalam pekerjaan dapat berjalan dengan aman dan baik. World Health Organization (WHO) mendefinisikan kecelakaan sebagai suatu kejadian yang tidak dapat dipersiapkan penanggulangan sebelumnya sehingga menghasilkan cedera yang riil. Keselamatan dan kesehatan kerja adalah kegiatan yang menjamin terciptanya kondisi kerja yang aman, terhindar dari gangguan fisik dan mental melalui pembinaan dan pelatihan, pengarahan, dan kontrol terhadap pelaksanaan tugas karyawan bantuan dan pemberian sesuai dengan aturan yang berlaku, baik dari lembaga pemerintah maupun perusahaan dimana mereka bekerja. (Mathis dan Jackson, 2006). Berdasarkan data International Labour Organization (ILO) tahun 2017, 1 pekerja di dunia meninggal setiap 15 detik karena kecelakaan kerja dan 160 pekerja mengalami sakit akibat kerja. Tahun sebelumnya (2016) ILO mencatat angka kematian dikarenakan kecelakaan dan penyakit akibat kerja (PAK) sebanyak 2 juta kasus setiap tahun (ILO, 2017). DKI Jakarta merupakan ibu kota negara Indonesia dan memiliki cukup banyak perusahaan dan pekerjaan konstruksi terbesar diantara provinsi lainnya. Dengan adanya hal itu, banyak terjadinya kasus kecelakaan kerja Copyright © 2019 STIKES Persada Husada Indonesia yang terjadi dalam beberapa proyek konstruksi di kota tersebut. Tercatat dari data BPJS Ketenagakerjaan menyatakan bahwa angka kasus kecelakaan kerja dibidang konstruksi di DKI Jakarta meningkat selama 10% pada tahun 2016-2017. Secara umum, faktor penyebab kecelakaan kerja dapat dibedakan menjadi faktor pekerja itu sendiri, faktor metode konstruksi, peralatan dan manajemen. Selain itu ada berbagai faktor penyebab kecelakaan kerja yang sering terjadi, yaitu faktor tingkat pendidikan, faktor riwayat gangguan mata, faktor umur dan faktor masa kerja. (Ervianto, 2005). Gangguan mata (penglihatan) adalah kondisi dimana mata mengalami gangguan untuk melihat benda dengan jelas. Beberapa faktor penyebab gangguan penglihatan yaitu karena kuat penerangan dan pencahayaan, umur dan pengetahuan (Edi S. Affandi, 2005). Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Kemenaker) menyatakan masih banyak perusahaan atau pabrik yang menggunakan alat pelindung diri yang palsu dan masih dibawah standar. Alat Pelindung Diri (APD) adalah seperangkat alat keselamatan yang digunakan oleh pekerja untuk melindungi seluruh atau sebagian tubuhnya dari kemungkinan adanya paparan potensi bahaya lingkungan kerja terhadap kecelakaan dan penyakit akibat kerja (Tarwaka, 2008). Atas dasar uraian latar belakang permasalahan, maka peneliti memilih judul penelitian “Pengaruh Penggunaan Safety Glass Terhadap Gangguan (...truncated)


This is a preview of a remote PDF: http://jurnal.stikesphi.ac.id/index.php/kesehatan/article/download/158/149
Article home page: http://jurnal.stikesphi.ac.id/index.php/kesehatan/article/view/158/149

Setiyaji Raditya Bagus, Nasution Revie Fitria. The Effect of Safety Glass Usage on Vision Impairment in Welding Workers in PT. Jaya Teknik Indonesia South Jakarta Year 2018, Jurnal Persada Husada Indonesia, 2019, pp. 25-35,