Manajemen Grup Sendratari pada Pogram Studi Pendidikan Sendratasik 76 Universitas Palangka Raya (UPR) (Sendratari Group Management In Sendratasic Education Study Program Palangkaraya University)
Manajemen Grup Sendratari pada Pogram Studi
Pendidikan Sendratasik
Universitas Palangka Raya (UPR)
Elvira
Program Pascasarjana Institut Seni Indonesia Yogyakarta
Email:
Abstrak
Kehadiran pertunjukan seni tidak lepas dari sebuah kelompok dan komunitas
kesenian. Manajemen berfungsi untuk menjamin masukan dari berbagai sumber
daya organisasi, guna menghasilkan produk yang dirancang secara tepat sehingga
keinginan konsumen dapat terpenuhi. Adapun fungsi manajemen terdiri dari empat:
1) Perencanaan (planning); 2) Pengorganisasian (organizing); 3) Penggerakan
(actuating); dan 4) Pengawasan (controlling) yang digunakan pada Grup Sendratari
Prodi Sendratasik Universitas Palangka Raya. Penelitian ini menggunakan
pendekatan kualitatif, yaitu lebih banyak mementingkan segi proses daripada hasil.
Metode kualitatif sebagai prosedur penelitian yang menghasilkan data deskriptif
berupa kata-kata tertulis atau lisan dari orang-orang dan perilaku yang dapat diamati.
Pendekatan kualitatif deskriptif adalah metode pengumpulan data berdasarkan
pengamatan dan wawancara dengan cara non-statis/tidak menggunakan angka, dan
penulis membuat gambaran kompleks, laporan terinci dari pandangan responden
secara deskriptif. Sasaran penelitian ini adalah proses pengolahan manajemen
kegiatan Grup Sendratari Tambun Bungai Gaib Malambunan Prodi Sendratasik
Universitas Palangka Raya. Hasil penelitian ini yaitu Grup Sendratari Prodi
Sendratasik Universitas Palangka Raya memiliki manajemen kekeluargaan karena
berada di lingkungan komunitas Unit Kegiatan Mahasiswa dengan tanggung jawab
di bawah pimpinan dan dosen program studi bidang seni drama, tari, dan musik.
Mahasiswa menjadi wadah terbentuknya susunan organisasi grup sendratari yang
dikelola langsung oleh mahasiswa.
Kata kunci: seni pertunjukan, manajemen, sendratari
Sendratari Group Management In Sendratasic Education
Study Program Palangkaraya University
Abstract
The presence of art performances can not be separated from a group and the arts
community. Management functions to ensure input from various organizational
resources to produce that is precisely designed so that consumer desires can be
fulfilled. The Management function consists of four: 1) Planning; 2) Organizing; 3)
Actuating; and 4) Controlling of the Group of Ballet Studies Program at Palangka
Raya University. This study uses a qualitative approach, which is more concerned
with the aspects of the process in terms of results. The qualitative method as a
research procedure that produces descriptive data in the form of written or oral
words from people and observable behavior. The descriptive qualitative approach
is a method of collecting data based on observations and interviews in a nonstatic/does not use numbers, and researchers make a complex picture, detailed
reports from respondents' views descriptively. The objective of this research is the
management process of Tambun Bungai Gaib Malambunan Group Study Program
activities the Sendratasik University of Palangka Raya. The results of this study are
the family management study programs in Palangka Raya University because based
on the Student Activity Unit community environment with responsibilities under the
leadership and lecturers of the study programs in the fields of drama, dance, and
76
Elvira, Manajemen Grup Sendratari pada Pogram ...
music. Students become a place to form a ballet group organizational structure that
is managed directly by students.
Keywords: performing arts, management, ballet
PENDAHULUAN
Kesenian merupakan bentuk cipta, rasa, dan karsa manusia. Berkesenian memiliki esensi
dan logika tersendiri, baik dari segi estetika keindahan yang tidak mudah dijelaskan.
Menurut Bastomi (1990:42), seni adalah simbol pribadi atau simbol sesuatu antara alam,
suasana kejadian, harapan, dan lainnya berhubungan dengan kejiwaan yang dapat
memengaruhi jiwa orang lain.
Pertunjukan seni drama, tari, dan musik merupakan kegiatan pertunjukan yang
selalu hadir dalam masyarakat. Kehadiran pertunjukan seni tidak lepas dari sebuah
kelompok dan komunitas kesenian. Dalam sebuah komunitas pasti terdapat sistem yang
terorganisasi disebut manajemen. Menurut Murgiyanto (1985:21), kata manajemen dalam
Bahasa Inggris ditulis “management” (dari kata kerja to manage) yang artinya mengurusi
atau menangani sesuatu, secara umum disarikan sebagai kegiatan-kegiatan (terutama
pimpinan) dalam usaha mencapai tujuan yang telah ditentukan melalui kegiatan-kegiatan
orang lain.
Menurut Murgiyanto (2016:53), seni pertunjukan merupakan padanan kata
“performing arts” yaitu: seni-seni, seperti drama, tari, dan musik yang melibatkan
pertunjukan di depan penonton. Dari batasan ini, pengertian yang baru ternyata adalah: 1)
adanya orang yang ingin mempertunjukan keterampilannya, dan 2) adanya penonton yang
bersedia menyaksikan pameran keterampilan tersebut-bukan apakah pameran itu dilakukan
di dalam atau di luar gedung.
Grup Pertunjukan Sendratari Program Studi Pendidikan Sendratasik Universitas
Palangka Raya adalah sebuah kegiatan yang rutin digelar pada Program Studi Pendidikan
Sendratasik Universitas Palangka Raya, yaitu setiap semester ganjil, mahasiswa
Pendidikan Sendratasik melaksanakan sebuah Pagelaran Karya pada tanggal 19 s/d 22
Desember 2018 di Gedung Olah Seni Pariwisata Kota Palangkaraya, dengan tema
“Melestarikan Kebudayaan Kalimantan Tengah melalui Pagelaran Karya Seni”. Dalam hal
ini mahasiswa semester V khususnya kelompok A (A Team Management) akan menyajikan
sebuah karya drama yang kompleks yaitu sendratari. Sendratari merupakan jenis drama
yang menggabungkan antara seni tari dan seni drama dalam satu pementasan serta memuat
unsur musik di dalamnya. Sajian ini juga menjadi wadah bagi mahasiswa untuk
mempertahankan eksistensi kebudayaan masyarakat suku Dayak Kalimantan Tengah.
Adapun naskah yang diangkat dalam pementasan kali ini adalah “Bungai Tambun Gaib
Malambunan”, yaitu berupa cerita rakyat Kalimantan Tengah yang di adaptasi dari sebuah
buku berjudul “The Ot Danum From Tumbang Miri Until Tumbang Rungan (Based on
Tatum) Theirs Historis And Legends”.
Banyak hal yang ingin disampaikan dalam naskah “Bungai Tambun Gaib
Malambunan” kepada para penikmat seni maupun orang awam, baik dari segi kehidupan
sosial masyarakat suku Dayak Kalimantan Tengah, prosesi adat dan ritual suku Dayak
Kalimantan pada saat itu, kekayaan sumber daya alam khususnya satwa berupa burung
77
Jurnal Tata Kelola Seni-Vol. 5 No. 2 Desember 2019
p-ISSN 2442-9589, e-ISSN 2614-7009
Tingang, keagamaan dan kepercayaan nenek moyang/leluhur kita, kebudayaan yang harus
terus dilestarikan, attitude/tata karma, bahkan suatu tanggung jawab yang dimiliki masingmasing individu. Melalui pagelaran ini diharapkan mampu mencetak generasi-generasi
muda yang berbudaya dan berprestasi dalam karya.
Kajian Pustaka
Dalam Bahasa Indonesia terdapat banyak istilah yang digunakan untuk menerjemahkan
kata manajemen, yaitu: kepemimpinan, ketatalaksanaan, pembinaan, pengurusan,
pengelolaan, dsb. Dari istil (...truncated)