PENGEMBANGAN MODEL PEMBELAJARAN TEACHING FACTORY 6M MENGHADAPI REVOLUSI INDUSTRI KEEMPAT DI SMK NEGERI 6 PONTIANAK

Jurnal Pendidikan Ekonomi (JURKAMI), Mar 2019

Abstrak: latar belakang penelitian ini adalah belum optimalnya pengembangan karakter dan jiwa kewirausahaan lulusan SMK Negeri 6 Pontianak. Kegiatan pembelajaran pembelajaran program produktif di SMK masih belum mencakup aspek soft competence, terutama kecakapan kewirausahaan. Tujuan penelitian ini yakni keterapan uji dan terlaksananya model pembelajaran Teaching Factory 6M dan 4D kelas kria tekstil pada SMK Negeri 6 Pontianak sebagai upaya menghadapi revolusi industri 4.0. untuk mengembangkan efektivitas pelaksanaan teaching factory ditinjau dari segi konteks, input, proses dan produk. Metode yang digunakan yakni penelitian dan pengembangan (R&D) dengan subjek penelitian siswa jurusan kria tekstil. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan capaian hasil belajar kewirausahaan sebelum dan setelah menerapkan model pembelajaran Teaching Factory 6M dan 4D. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran Teaching Factory 6M dan 4D efektif dalam meningkatkan hasil belajar kewirausahaan yang ditinjau dari segi konteks, input, proses dan produk pada siswa jurusan kria tekstil SMK 6 Pontianak.Kata Kunci: efektivitas, pembelajaran, teaching factory, kewirausahaan

Article PDF cannot be displayed. You can download it here:

http://jurnal.stkippersada.ac.id/jurnal/index.php/JPE/article/download/334/336

PENGEMBANGAN MODEL PEMBELAJARAN TEACHING FACTORY 6M MENGHADAPI REVOLUSI INDUSTRI KEEMPAT DI SMK NEGERI 6 PONTIANAK

JURKAMI:Jurnal Pendidikan Ekonomi http://jurnal.stkippersada.ac.id/jurnal/index.php/JPE JURKAMI Volume 3, no 2, 2018 PENGEMBANGAN MODEL PEMBELAJARAN TEACHING FACTORY 6M MENGHADAPI REVOLUSI INDUSTRI KEEMPAT DI SMK NEGERI 6 PONTIANAK Nuraini Asriati1, Sulistyarini2, Maria Ulfah3, Endang Purwaningsih4 Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Tanjungpura, Indonesia1234 Email: .id1 Diterima: 2 Oktober 2018; Disetujui: 20 Oktober 2018; Diterbitkan: 1 November 2018 Abstract: the background of this research is ineffective character development and entrepreneurship soul graduates on 6th Pontianak Vocational Schools. Learning activities program learning productive in smk still did not cover the aspect of soft competence, especially entrepreneurship skills. The purpose of this research is put to the test and the implementation of teaching factory 6M and 4D on kria textile class in 6th Pontianak Vocational Schools as the country effort in handling the industrial revolution 4.0. To develop the effectiveness of the of the context of teaching factory, input, and the products of the process. A method to be used that is of research and development with the subject of study kria textile in college students. The result showed that there are differences the entrepreneurial study results before and after implementing learning model teaching factory 6M and 4D. Based on the research done it can be concluded that learning model teaching factory 6M and 4D effective in improving entrepreneurship study results they came in terms of context, input, processes and product on students of kria textile at 6th Pontianak Vocational Schools. Keywords: the effectiveness of, learning, teaching factory, entrepreneurship Abstrak: latar belakang penelitian ini adalah belum optimalnya pengembangan karakter dan jiwa kewirausahaan lulusan SMK Negeri 6 Pontianak. Kegiatan pembelajaran pembelajaran program produktif di SMK masih belum mencakup aspek soft competence, terutama kecakapan kewirausahaan. Tujuan penelitian ini yakni keterapan uji dan terlaksananya model pembelajaran Teaching Factory 6M dan 4D kelas kria tekstil pada SMK Negeri 6 Pontianak sebagai upaya menghadapi revolusi industri 4.0. untuk mengembangkan efektivitas pelaksanaan teaching factory ditinjau dari segi konteks, input, proses dan produk. Metode yang digunakan yakni penelitian dan pengembangan (R&D) dengan subjek penelitian siswa jurusan kria tekstil. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan capaian hasil belajar kewirausahaan sebelum dan setelah menerapkan model pembelajaran Teaching Factory 6M dan 4D. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran Teaching Factory 6M dan 4D efektif dalam meningkatkan hasil belajar kewirausahaan yang ditinjau dari segi konteks, input, proses dan produk pada siswa jurusan kria tekstil SMK 6 Pontianak. Kata Kunci: efektivitas, pembelajaran, teaching factory, kewirausahaan Copyright © 2018 STKIP Persada Khatulistiwa Sintang | e-ISSN 2541-0938 JURKAMI: Jurnal Pendidikan Ekonomi penggunaan daya komputasi dan data yang PENDAHULUAN Transisi JURKAMI Volume 3, no 2, 2018 | 71 proses produksi dalam tidak terbatas karena dipengaruhi oleh berbagai skala dan jenis memang bukan perkembangan internet hal yang baru dalam peradaban manusia digital masif modern. Revolusi Industri Pertama, yang punggung pergerakan dan konektivitas dimulai pada abad ke-18, terjadi ketika manusia mesin bertenaga uap digunakan secara aktivitas termasuk bidang pendidikan. massal untuk proses produksi. Kemudian, penggunaan mesin uap berkembang yang dan dan teknologi sebagai mesin dalam tulang berbagai Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) merupakan satuan pendidikan formal menjadi pemanfaatan tenaga listrik yang kejuruan yang menghasilkan lulusan yang memungkinkan produksi massal yang memiliki kompetensi yang siap memasuki lebih efektif dan efisien. Hal tersebut dunia kerja. Mata-mata pelajaran di SMK memulai Revolusi Industri Kedua, yang pada prinsipnya terdiri dari tiga kelompok berlangsung pada 1870 sampai dengan yaitu mata pelajaran normatif, adaptif, dan dimulainya Perang Dunia I. Setelah itu, produktif. Revolusi Industri Ketiga muncul dengan melaksanakan mengedepankan perangkat elektronik dan maksimal, teknologi informasi untuk otomatisasi menunjukkan, tidak semua SMK mampu produksi yang mulai menggeser peran menyelenggarakan proses pembelajaran sumber daya manusia. Hal ini merujuk dengan pada hasil penelitian Attar (2014:34) maksimalnya keadaan sarana penunjang tentang Entrepreneurship, Knowledge, and kegiatan the Industrial Revolution, model The model of this paper, as a unified model, captures such a relationship between population and technology. The model predicts that an industrial revolution may start while population growth is accelerating. Besides, productivity gains would be modest during the early stages of the industrial revolution diterima siswa. Untuk itu diperlukan upaya Perubahan dunia kini memasuki era SMK harus mampu pembelajaran secara tetapi fakta maksimal di lapangan karena praktikum serta pembelajaran kurang penerapan yang kurang untuk mengatasi keadaan ini; salah satunya melalui pengembangan model pembelajaran yang sesuai. Paradigma baru pembelajaran menengah kejuruan yaitu pembelajaran yang memperhatikan demand driven, revolusi industri dunia keempat (4.0) mengacu kepada standar kompetensi yang dimana teknologi informasi telah menjadi berlaku di dunia kerja atau dunia industri basis dalam kehidupan manusia. Segala hal (SKKNI), dilaksanakan dengan sistim menjadi tanpa batas (borderless) dengan Copyright © 2018 STKIP Persada Khatulistiwa Sintang | e-ISSN 2541-0938 72 | Nuraini Asriati, Sulistyarini, Maria Ulfah, Endang Purwaningsih, Pengembangan ganda di sekolah dan di industri atau dunia usaha, dalam bentuk kegiatan nyata. Direktorat Jendral Hal ini sesuai dengan roadmap pengembangan Pendidikan SMK 2010-2014 (Direktorat PSMK: 2009), teaching Sekolah Menengah Kejuruan (Direktorat factory digunakan sebagai salah PSMK) 2010-2014 menerangkan bahwa model visi PSMK adalah terwujudnya Sekolah dalam menciptakan lulusan yang berjiwa Menengah Kejuruan (SMK) yang dapat wirausaha menghasilkan tamatan berjiwa wirausaha keahlian melalui pengembangan kerjasama yang siap kerja, cerdas, kompetitif dan dengan industri dan entitas bisnis yang memiliki jati diri bangsa, serta mampu relevan. mengembangkan keunggulan lokal dan pembelajaran teaching factory diharapkan dapat bersaing di pasar global. dapat Berdasarkan data Dirjen Pembinaan SMK tahun 2013 80% tamatan SMK belum mampu menciptakan untuk memberdayakan satu SMK dan memiliki kompetensi Dengan demikian, model dijadikan sarana untuk mencetak tenaga kerja yang berkompeten pada bidangnya. lapangan Selain itu Roadmap SMK 2010-2014 pekerjaan sendiri karena tidak mempunyai mentargetkan diakhir tahun 2014 (...truncated)


This is a preview of a remote PDF: http://jurnal.stkippersada.ac.id/jurnal/index.php/JPE/article/download/334/336
Article home page: http://jurnal.stkippersada.ac.id/jurnal/index.php/JPE/article/view/334/336

Asriati Nuraini. PENGEMBANGAN MODEL PEMBELAJARAN TEACHING FACTORY 6M MENGHADAPI REVOLUSI INDUSTRI KEEMPAT DI SMK NEGERI 6 PONTIANAK, Jurnal Pendidikan Ekonomi (JURKAMI), 2019, pp. 70-86,