Strategi Pengelolaan Pelatihan pada Kelompok Teater (Studi Kasus Pengajian Tubuh Tony Broer)

Dec 2017

Latihan olah tubuh merupakan kewajiban bagi setiap aktor untuk mewujudkan tubuh yang luwes dan sigap di saat pertunjukan dalam kelompok teater. Hal ini merupakan bagian yang tidak dapat dipisahkan karena akan memberikan suatu nilai positif terhadap muatan materi yang dipentaskan dalam teater. Pengajian Tubuh Tony Broer merupakan kelompok latihan teater yang berbasis di Yogyakarta yang juga mengedepankan olah tubuh sebagai rutinitas latihan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana strategi pengelolaan kegiatan pelatihan pada kelompok Pengajian Tubuh Tony Broer. Pentingnya penelitian ini adalah untuk memetakan proses keberlangsungan sebuah kelompok seni pertunjukan dan menggali sejauhmana kelompok ini memaknai olah tubuh dan manfaatnya, tidak hanya dalam pentas teater tetapi juga dalam kehidupan sehari-hari. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan melalui observasi, wawancara, studi dokumentasi, dan studi kepustakaan. Hasil analisis deskriptif yang dilakukan menunjukkan bahwa pengelolaan latihan di bawah Pengajian Tubuh yang dilakukan oleh Tony Broer mengedepankan pada latihan tubuh yang disiplin untuk menghasilkan kekuatan dan ketahanan tubuh aktor. Body exercise is an obligation for every actor to realize a flexible body and sprightly when the performance in the theater group. This is an inseparable part because it will give a positive value to the material content staged in the theater. Tony Broer's Body Study is a group of theater exercises based in Yogyakarta that also emphasizes exercise as an exercise routine. The purpose of this study is to find out how the strategy of management training activities in Tony Broer's Body Study Group. The importance of this research is to map the sustainability process of a performing arts group and explore the extent to which this group understands the exercise and its benefits not only in theater performances but also in everyday life. The research method used is qualitative research method with descriptive case study. Data collection techniques used through observation, interviews, documentation studies, and literature study. The result of descriptive analysis showed that the management of the exercises under Body Studies performed by Tony Broer prioritizes disciplined body exercises to produce the strength and endurance of the actor's body.

Article PDF cannot be displayed. You can download it here:

https://journal.isi.ac.id/index.php/JTKS/article/download/2636/1019

Strategi Pengelolaan Pelatihan pada Kelompok Teater (Studi Kasus Pengajian Tubuh Tony Broer)

Jurnal Tata Kelola Seni Vol. 3 No. 2 Desember 2017| ISSN 2442-9589 Strategi Pengelolaan Pelatihan pada Kelompok Teater (Studi Kasus Pengajian Tubuh Tony Broer) Teuku Zulfajri Program Pascasarjana Insitut Seni Indonesia Yogyakarta Abstrak Latihan olah tubuh merupakan kewajiban bagi setiap aktor untuk mewujudkan tubuh yang luwes dan sigap di saat pertunjukan dalam kelompok teater. Hal ini merupakan bagian yang tidak dapat dipisahkan karena akan memberikan suatu nilai positif terhadap muatan materi yang dipentaskan dalam teater. Pengajian Tubuh Tony Broer merupakan kelompok latihan teater yang berbasis di Yogyakarta yang juga mengedepankan olah tubuh sebagai rutinitas latihan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana strategi pengelolaan kegiatan pelatihan pada kelompok Pengajian Tubuh Tony Broer. Pentingnya penelitian ini adalah untuk memetakan proses keberlangsungan sebuah kelompok seni pertunjukan dan menggali sejauhmana kelompok ini memaknai olah tubuh dan manfaatnya, tidak hanya dalam pentas teater tetapi juga dalam kehidupan sehari-hari. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan melalui observasi, wawancara, studi dokumentasi, dan studi kepustakaan. Hasil analisis deskriptif yang dilakukan menunjukkan bahwa pengelolaan latihan di bawah Pengajian Tubuh yang dilakukan oleh Tony Broer mengedepankan pada latihan tubuh yang disiplin untuk menghasilkan kekuatan dan ketahanan tubuh aktor. Kata kunci: pengelolaan, latihan, pengajian tubuh Abstract Body exercise is an obligation for every actor to realize a flexible body and sprightly when the performance in the theater group. This is an inseparable part because it will give a positive value to the material content staged in the theater. Tony Broer's Body Study is a group of theater exercises based in Yogyakarta that also emphasizes exercise as an exercise routine. The purpose of this study is to find out how the strategy of management training activities in Tony Broer's Body Study Group. The importance of this research is to map the sustainability process of a performing arts group and explore the extent to which this group understands the exercise and its benefits not only in theater performances but also in everyday life. The research method used is qualitative research method with descriptive case study. Data collection techniques used through observation, interviews, documentation studies, and literature study. The result of descriptive analysis showed that the management of the exercises under Body Studies performed by Tony Broer prioritizes disciplined body exercises to produce the strength and endurance of the actor's body. Keywords: management, training, the body study 83 Jurnal Tata Kelola Seni Vol. 3 No. 2 Desember 2017| ISSN 2442-9589 PENDAHULUAN Sebagai sebuah manifestasi kesenian Indonesia, para pelaku seni pertunjukan Indonesia terus mengeksplorasikan diri dengan berbagai bentuk pertunjukan. Berbagai tawaran pertunjukan terus bergulir di setiap waktu dan tempat, dari pertunjukan tradisional sampai pertunjukan modern. Pertunjukan tradisional tetap bertahan dengan pakem tradisionalnya seperti ludruk, ketoprak, dan beberapa seni pertunjukan tradisional daerah lainnya. Sedangkan pertunjukan modern terus bermunculan dengan berbagai gagasan menarik dari pelakunya. Sebut saja teater tubuh sebagai salah satu teater yang berkembang sekarang di Indonesia. Teater tubuh adalah pertunjukan yang memanfaatkan tubuh sebagai media utama dalam membangun komunikasi antar-aktor dan penonton. Dibutuhkan tubuh yang kuat dan sehat untuk melakoni jenis teater ini. Untuk memperoleh tubuh yang kuat, sehat, lentur, dan seimbang diperlukan latihan yang rutin dan disiplin. Seperti yang diungkapkan Nur Iswantara dalam Drama Teori dan Praktik Seni Peran (2016:59), olah tubuh ini menjadi dasar seseorang dalam mempelajari seni teater dengan membentuk kedisiplinan tubuh dan kelenturan tubuh. Bagi sebuah kelompok seni pertunjukan khususunya kelompok teater, proses latihan menjadi sesuatu yang wajib dilakukan sebagai persiapan dasar sebelum pertunjukan. Latihan-latihan yang dilakukan meliputi olah tubuh, olah vokal, olah rasa, dan segala proses yang dituntut untuk pencapaian kualitas keaktoran. Banyak pertunjukan yang tidak sukses karena proses persiapan; dalam hal ini latihan tidak teratur dan pengelolaan latihan yang tidak tepat. Banyak muncul kelompok-kelompok teater dengan proses instan untuk mengejar produktivitas semata. Namun banyak juga yang tenggelam karena pengelolaan yang tidak baik sehingga berdampak pada keberlangsungan kelompok atau individu seniman tersebut. Salah seorang pelaku teater di Indonesia yang bertahan sampai sekarang dengan pola pelatihan yang berkelanjutan adalah Tony Broer. Beliau merupakan tokoh teater nasional yang telah memberi banyak pengaruh terhadap perkembangan teater di Indonesia yang menjunjung tinggi proses latihan. Pengelolaan latihan yang diterapkan oleh Tony Broer sederhana dan teratur sehingga menjadikan kelompok latihannya yang diberi nama “Pengajian Tubuh” dapat bertahan hingga sekarang. Sebuah kelompok atau organisasi seni khususnya, tidak mudah untuk mempertahankan eksistensinya untuk jangka waktu yang lama. Jazuli (2014:43) menyatakan bahwa, “cara pengelolaannya kebanyakan belum profesional sepenuhnya. Akibatnya, grup-grup seni pertunjukan yang pernah berjaya tetapi kini kehidupannya terpuruk-puruk bahkan ada yang gulung tikar”. Dapat dihitung, hanya beberapa seniman dan kelompok teater yang eksis dan konsisten di seni pertunjukan yang karya-karyanya dapat disaksikan hingga sekarang. Itu tidak terlepas dari manajemen yang dibentuk mulai dari latihan hingga pertunjukan. Dapat dikatakan bahwa proses yang baik dapat menghasilkan pertunjukan yang bagus dan berkualitas. Pengajian Tubuh yang dikelola Tony Broer terus berupaya dengan segala konsekuensi untuk tetap menekankan anggotanya pada disiplin latihan dan konsistensi 84 Jurnal Tata Kelola Seni Vol. 3 No. 2 Desember 2017| ISSN 2442-9589 pada olah tubuh. Hal yang menjadi fokus utama adalah pada pengelolaan latihan bukan pada produksi pertunjukan. Sehingga tidak ada keterikatan dengan suatu pentas agar totalitas latihan benar-benar terjaga. Namun demikian, tidak dapat dipungkiri bahwa proses latihan olah tubuh yang sudah berjalan sejak 2007 tidak berjalan mulus-mulus saja. Tentu ada berbagai kendala yang terdapat dalam kegiatan ini; antara lain tidak adanya tempat khusus untuk latihan. Kegiatan latihan di alam terbuka dan fleksibel di mana saja. Hal ini yang juga menjadi salah satu kendala dan juga sekaligus tantangan positif dalam hal membina mental para anggota. Penulis tertarik untuk menggali lebih dalam tentang pengelolaan pelatihan yang diterapkan dalam kelompok itu sehingga tetap bertahan walaupun terdapat berbagai kendala. Baik dari metode, teknis, maupun dari anggota sebagai penerima dampaknya. Berdasarkan permasalahan yang telah dikemukakan (...truncated)


This is a preview of a remote PDF: https://journal.isi.ac.id/index.php/JTKS/article/download/2636/1019
Article home page: https://journal.isi.ac.id/index.php/JTKS/article/view/2636/1019

Teuku Zulfajri. Strategi Pengelolaan Pelatihan pada Kelompok Teater (Studi Kasus Pengajian Tubuh Tony Broer), 2017, pp. 83-92,