Model Gaya Kepemimpinan dalam Kelompok Musik Kiai Kanjeng
TATA KELOLA SENI: VOL. 2 NO. 1 JUNI 2016
Muhammad Tahdianoor, MODEL GAYA KEPEMIMPINAN...
Model Gaya Kepemimpinan dalam
Kelompok Musik Kiai Kanjeng
Muhammad Tahdianoor
Program Pascasarjana Institut Seni Indonesia Yogyakarta
Abstrak
Banyak faktor yang membuat Kiai Kanjeng memiliki banyak prestasi. Salah satu faktor
pentingnya adalah gaya kepemimpinan Emha Ainun Nadjib (Cak Nun) dalam memimpin
Kiai Kanjeng. Karena itu peneliti tertarik untuk mengidentifikasi karakteristik gaya
kepemimpinan dan merumuskan model gaya kepemimpinan Cak Nun dalam memimpin
Kiai Kanjeng. Metode penelitian yang digunakan peneliti adalah kualitatif. Hasil analisis
data berdasarkan teori gaya kepemimpinan dengan pendekatan studi kasus. Pengambilan
data dilakukan dengan cara observasi, dokumentasi dan mewancarai beberapa narasumber
yang dianggap penting dalam penelitian ini. Berdasarkan analisa data dalam penelitian ini,
karakteristik gaya kepemimpinan yang identik dengan Cak Nun secara keseluruhan
cenderung memenuhi katagori gaya kepemimpinan transformasional. Gaya kepemimpinan
Cak Nun yang berbeda-beda berimplikasi pada kesolidan anggota, kreatif, eksis dan
mempunyai penggemar yang militan sehingga Kiai Kanjeng mampu bertahan sampai
sekarang. Model gaya kepemimpinan Kiai Kanjeng yang dipimpin oleh Cak Nun yaitu,
otokrasi, demokrasi, kendali bebas (laissez faire) dan partisipatif, tergantung pada kegiatan
Kiai Kanjeng.
Kata kunci: Kiai Kanjeng, pemimpin, gaya kepemimpinan, transformasional.
Abstract
Kiai Kanjeng from a standing start (1993) to the present (2016) already has been many
achievements. It is the result of the leadership style by Emha Ainun Nadjib (Cak Nun) led
Kiai Kanjeng. Thus the researchers are interested in identifying the characteristics of
leadership style and formulate a model of leadership style in leading Cak Nun Kiai Kanjeng.
Bernard M. Bass suggests that transformational leadership is the leader to encourage,
motivate and innovate the members to do something beyond their own ability to improve the
life of the group. The method used is a qualitative researcher. The results of data analysis
are based on the theory of leadership style with a case study approach. Further data
collection is done by observation, documentation and interviewed several sources that are
considered in this study. Based on data analysis in this study, the characteristics of
leadership style that is synonymous with Cak Nun meet category leadership style autocracy,
democracy, free rein (laissez faire), participative and transformational in accordance with
the activity. Cak Nun's leadership style is different implications for the solidity member,
creative, exist and has fans that are militants so Kiai Kanjeng is able to survive until now.
Cak Nun implements smoking-control leadership style transformational in schedulingduration exercise, discipline personnel and development staff resources (managerial). Cak
Nun applies autocrary-transformational leadership style in addressing the invitation and
when determining the strat-stoping song and song capabilities in the development ao leadsingger and composition/arrangement. Cak Nun apply transformational leadership style,
autocrary and democratic in prepariation for staging. Cak Nun implements free rein,
democratic, transformational leadership style when staging evaluation. Overall, there is a
leadership style that is the same in each process, the transformational leadership style.
Keywords: Kanjeng Kiai, a leader, leadership styles, transformational.
58
59
TATA KELOLA SENI: VOL. 2 NO. 1 JUNI 2016
Muhammad Tahdianoor, MODEL GAYA KEPEMIMPINAN...
Pendahuluan
Kesuksesan dan kegagalan sebuah kelompok sangat dipengaruhi oleh cara pemimpin
dalam memimpin. Gaya kepemimpinan dapat mempengaruhi budaya organisasi, eksistensi,
prestasi, keberlanjutan dan perkembangan secara individu maupun kelompok. Hal ini juga
berlaku bagi kelompok seni pertunjukan. Salah satu kelompok seni pertunjukan di
Yogyakarta yang memiliki rekam jejak cukup panjang adalah Kiai Kanjeng. Kelompok ini
dipimpin oleh Emha Ainun Nadjib atau yang akrab disapa Cak Nun. Di bawah
kepemimpinannya Kiai Kanjeng menjadi cukup populer di tengah masyarakat, baik itu
masyarakat umum maupun masyarakat seni. Cak Nun dengan gaya kepemimpinannya
membuktikan bahwa Kiai Kanjeng yang mengusung konsep musik yang tidak mengikuti arus
utama (mainstream) dapat bisa diterima oleh segala lapisan masyarakat walaupun di tengah
derasnya industri musik yang kian terus berkembang, baik dari dalam bahkan luar negeri.
Dalam www.Kiaikanjeng.com, Cak Nun bersama Kiai Kanjeng sebagai kelompok musik
yang kreatif dan produktif, terhitung sejak Juni 1998 hingga Desember 2006, telah
melakukan konser lebih dari 22 propinsi, 376 kabupaten, 1.430 kecamatan, dan 1.850 desa di
seluruh pelosok Indonesia. Sejak tahun 2007 hingga sekarang (2016) Cak Nun dan Kiai
Kanjeng secara rutin pentas setiap bulan, tepatnya setiap tanggal 17 yang dihadiri oleh ribuan
para jemaah di Tamantirto, Kecamatan Kasihan, Kabupaten Bantul.
Tidak hanya konser di dalam negeri saja, namun kerap juga diundang ke berbagai
belahan dunia lainnya yaitu tur konser ke 6 kota di Mesir, Malaysia, Berunai Darussalam,
hingga rangkaian acara di Eropa: Inggris (Leeds, London, Manchester dan Bermingham),
Jerman dan Skotlandia Dari 2007 hingga 2016 prestasi Kiai Kanjeng dapat dikatakan setabil.
Kiai Kanjeng telah melaksanakan pementasan di beberapa negara seperti Maroko, Itali,
Belanda, Jerman, Hongkong dan Malaysia (www.Kiaikanjeng.com). Seorang etnomusikolog
asal Amerika bernama Aniras Musen menjadikan Kiai Kanjeng sebagai objek penelitian. Hal
tersebut mebuktikan bahwa Kiai Kanjeng adalah kelompok musik yang berpengaruh di
bidangnya.
Rekam jejak Kiai Kanjeng seperti dijelaskan di depan, tentu tak lepas dari gaya Cak Nun
sebagai pemimpin. Cak Nun yang dikenal sebagai budayawan yang relegius membawa Kiai
Kanjeng tak hanya sebagai media dakwah agama Islam, namun juga sebagai penghibur.
Warsana menyatakan, Kiai Kanjeng tidak hanya sebagai media dakwah agama Islam, namun
Kiai Kanjeng juga dapat berdiri sendiri sebagai seni, misalnya tampil dalam acara Festival
Jazz di Jakarta. Gaya kepemimpinannya mengantarkan Kiai Kanjeng menjadi kelompok
musik yang sangat berpengaruh. Gaya kepemimpinannya tersebut tentu menarik untuk
diteliti, karena gaya kepemimpinan Cak Nun membuat para anggotanya (pemusik, vokalis,
kru, dan kemanajerialan) merasa nyaman bekerja sama maupun menerima tugas demi
mewujudkan cita-cita kelompok. Hal tersebut dapat diamati melalui dokumentasi yang
tersedia di www.kiaikanjeng.com. Sehingga Kiai Kanjeng menjadi salah satu kelompok
musik yang berkualitas secara karya dan mempunyai nama yang cukup besar, baik di dalam
maupun di luar negeri. Berdasarkan hal-hal di atas, maka peneliti tertarik mengidentifikasi
permasalahan, menganalisis, dan merumuskan model kepemimpinan kelompok musik Kiai
Kanjeng yang akan berkontribusi terhadap dunia akademik maupun praktis.
59
60
(...truncated)