Pengaruh Nilai Iklan yang Dipersepsikan dan Getok Tular terhadap Minat Wisata Kota Yogyakarta Dimediasi oleh Citra Destinasi
TATA KELOLA SENI: VOL. 2 NO. 1 JUNI Mustika
2016 Syarifuddin, PENGARUH NILAI IKLAN YANG DIPERSEPSIKAN...
Pengaruh Nilai Iklan yang Dipersepsikan dan Getok
Tular terhadap Minat Wisata Kota Yogyakarta
Dimediasi oleh Citra Destinasi
Mustika Syarifuddin
Program Pascasarjana Institut Seni Indonesia Yogyakarta
Abstrak
Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh nilai iklan yang dipersepsikan dan getok
tular (wom) terhadap minat wisata kota di Kota Yogyakarta dengan dimediasi oleh citra
destinasi. Penelitian ini dilakukan di Kota Yogyakarta dengan mensurvei 386 responden
wisatawan domestik. Teknik pengambilan sampelnya dengan sistem acak menggunakan
sampling daerah (cluster). Metode analisis datanya menggunakan analisis regresi sederhana
bertahap dan analisis mediasi. Hasil penelitian ini menemukan adanya pengaruh signifikan
dan positif antara nilai iklan yang dipersepsikan dan getok tular terhadap citra destinasi.
Penelitian ini menunjukkan pula bahwa adanya pengaruh signifikan secara langsung
maupun tidak langsung antara nilai iklan yang dipersepsikan dan getok tular terhadap minat
wisata Kota Yogyakarta melalui citra destinasi sebagai variabel pemediasi komplementer.
Kata kunci: nilai iklan yang dipersepsikan, getok tular, citra destinasi, minat wisata
Abstract
The purpose of this study was to examine the influences of perceived advertising value and
word of mouth on intentions of city visit Yogyakarta is mediating by destination image. This
research was conducted in the city of Yogyakarta with 386 respondents by surveying
domestic tourists. Sample collection techniques with a system using a random sampling area
(cluster). Methods of data analysis using stages of simple regression and mediation
analysis. The results of this study found a significant and positive influence between
perceived advertising value and word of mouth on the destination image. This study also
shows that significant influence, directly or indirectly between it perceived value advertising
and word of mouth to the intentions of city visit Yogyakarta through the destination image
as a variable complementary mediator.
Keywords: perceived advertising value, word of mouth, destination image, intention to visit
Pendahuluan
Industri pariwisata Indonesia saat ini bertumpu pada potensi budaya sekitar 60 persen
dan 35 persen potensi alam serta 5 persen pada potensi man made. Potensi budaya akan
dikembangkan pada produk wisata heritage dan religi, wisata kuliner dan belanja, serta
wisata kota dan desa (Kedaulatan Rakyat, 2015: 11). Salah satu jenis wisata yang menjadi
sumber pendapatan asli daerah yakni wisata kota. Hasil survei litbang Kompas (2015) bahwa
jenis wisata lain yang banyak diminati wisatawan domestik yakni wisata kota yang secara
umum mengeksplorasi suatu kota, berikut dengan keunikan dan kekhasan yang ada, seperti
balai kota dan alun-alun, ruas jalan tertentu yang memiliki keunikan dan ciri khas tersendiri,
39
40
TATA KELOLA SENI: VOL. 2 NO. 1 JUNI
2016 Syarifuddin, PENGARUH NILAI IKLAN YANG DIPERSEPSIKAN...
Mustika
monumen penanda sejarah kota, dan kuliner khas suatu daerah yang menjadi daya tarik.
Tantangan pengembangan potensi budaya perkotaan yakni memahami sisi permintaan pasar
dengan memahami keinginan dan perilaku wisatawan. Para marketer (marketing) dituntut
memahami faktor-faktor yang dapat mempengaruhi dalam memilih objek destinasi guna
mempermudah mempromosikan produk wisata dan mendongkrak tingkat kunjungan
wisatawan.
Di Indonesia, tujuan wisata kota masih terfokus pada beberapa kota saja, belum merata
pada kota-kota lainnya. Hal ini dilihat dari hasil gambaran makro pariwisata nasional bahwa
ada tiga pilihan berwisata pasar wisatawan nusantara yakni DKI Jakarta, Bali, dan DI
Yogyakarta (Ditjen Pemasaran Depbudpar dalam Damanik, 2013: 159). Sasaran kota-kota
yang dikunjungi yakni ketiga provinsi tersebut sehingga dapat ditarik kesimpulan, bahwa
diluar dari ketiga provinsi tersebut masih kurang peminatnya sehingga perlu upaya
pemerataan dan promosi untuk tiap daerah. Hal ini bertujuan memajukan pariwisata di
berbagai daerah sebagai peningkatan taraf ekonomi Indonesia.
Salah satu kota dari provisi tersebut yang berhasil menarik wisatawan domestik sebagai
kota favorit yakni Kota Yogyakarta. Hal tersebut dibuktikan dengan hasil laporan statistik
data kunjungan wisatawan ke provinsi DIY tahun 2014 sebagai berikut:
Tabel 1. Daftar jumlah kunjungan wisatawan di Provinsi DIY tahun 2014
No
1
2
3
4
5
ODTW
Kota Yogyakarta
Kabupaten Sleman
Kabupaten Bantul
Kabupaten Kulon Progo
Kabupaten Gunung Kidul
Jumlah Kunjungan Wisatawan di Provinsi DIY
Wisman
226.197
340.559
502
5.319
Tahun 2014
Wisnus
5.025.155
3.883.359
2.708.314
904.972
3.679.818
Jumlah
5.251.352
4.223.958
2.708.816
904.972
3.685.137
572.617
16.201.618
16.774.235
Sumber: Data diambil dari buku statistik pariwisata 2014 (halaman 59).
Berdasarkan data tersebut menunjukkan kota yang menjadi sasaran wisatawan domestik
atau wisatawan nusantara (wisnus) di provinsi DIY yakni Kota Yogyakarta. Pengaruh tingkat
kunjungan wisatawan yang tinggi dapat dipengaruhi beberapa faktor. Sehingga dengan
memahami pengaruh terhadap minat wisatawan yang berkunjung ke Kota Yogyakarta akan
memudahkan untuk menarik wisatawan di kota lainnya.
Menurut Woodside dan Lysonski (dalam Gibson, 2008) yang mengemukakan bahwa niat
berwisata merupakan konsekuensi dari dua variabel eksogen yakni karakteristik wisatawan
dan pengaruh pemasaran. Salah satu upaya pemasaran yang dilakukan oleh pihak pemerintah
dan para marketer yakni kegiatan promosi wisata melalui iklan lewat berbagai media yang
membutuh biaya yang tinggi. Mengingat biaya yang dikeluarkan tinggi, maka penting
diketahui seberapa efektif iklan tersebut. Iklan yang efektif mampu menyampaikan informasi
dan ditangkap oleh wisatawan yang berdampak pada kesan atau citra pada destinasi tersebut.
Nilai iklan yang tersampaikan akan dipersepsikan berbeda pada setiap wisatawan.
Madasu (2013) yang mengemukakan bahwa iklan merupakan bagian dari aktivitas
promosi untuk mengkomunikasikan produk dan membujuk target konsumen-konsumennya
40
41
TATA KELOLA SENI: VOL. 2 NO. 1 JUNI Mustika
2016 Syarifuddin, PENGARUH NILAI IKLAN YANG DIPERSEPSIKAN...
untuk membelinya sedangkan komunikasi word of mouth atau dikenal dengan istilah getok
tular merupakan interaksi utama wisatawan. Peneliti lainnya menemukan bahwa word of
mouth berpengaruh positif terhadap minat berwisata (Zarrad & Debabi, 2015; Miao, 2014;
Jalilvand & Samiei, 2012; Di Pietro dan Di Virgilio, 2012; Fakharyan et al, 2012). Adapun
penelitian lainnya mencoba mengeksplorasi hubungan antara pengaruh iklan dan minat
berwisata akan keputusan membeli produk wisata (Al-Ekam et. al, 2012). Bahkan ada
pula yang menguraikan pengaruh citra destinasi terhadap minat wisatawan (Mohammed
et al; 2014, Gibson et al; 2008).
Penelitian-penelitian dahulu berfokus pada variabel word of mouth, iklan, dan citra
destinasi, namun belum ada yang menguraikan kaitan ketiga va (...truncated)