Faktor Penyebab Kejadian Gastritis di Indonesia : Literature Review
FAKTOR PENYEBAB KEJADIAN GASTRITIS DI INDONESIA :
LITERATURE REVIEW
Suwindri1, Yulius Tiranda2, Windy Astuti Cahya Ningrum3
1
Mahasiswa IKesT Muhammadiyah Palembang, Sumatera Selatan, Indonesia
2
IKesT Muhammadiyah Palembang, Sumatera Selatan, Indonesia
ABSTRACT
Background: The incidence of gastritis in Indonesia remain in a high prevalence. Which can
incidence of gastritis in Indonesia can attack all levels of society from all age levels. So that until now
the incidence of gastritis is still one of the biggest disease problems in Indonesia. An unhealthy
lifestyle can be seen from what is consumed, poor eathing and drinking habits, this can cause
inflammation in the stmach. so from the many factors found in the research researchers are interested
in reviewing the factors that cause gastritis. The purpose of this iterature review is too explore the
factirs that cause gastritis in Indonesia. Methods: This study used a literature review approach with
four electronic databases namely, National Library, Pubmed, Garuda, and Research selected between
2015-2020. The keywords used were acute gastritis and chronic gastritis and the causative factors.
From the 462 articles identified, 16 articles met the inclusion criteria. The articles reviewed were
obtained from the result of discussions and validations between researchers and supervisors using the
Prisma Guideline. Results: Based on the results of the 16 articles reviewed, there were nine factors
that caused the incidence of gastritis. Factors of type of food, frequency of eating, meal portions,
stress, alcohol consumption, coffee consumption, smoking, gender and age. Conclusion: From the
literature review of articles obtained by researchers, there were nine factors causing gastritis.
Dietary factors include the type of food, eating frequency and portion size, and stress, coffee
consumption, smoking habits, gender and age are factors that can cause gastritis, and from 2 articles
it was found that drinking alcohol was not a risk factor for the occurrence of gastritis.
Keywords : Acute gastritis, chronic gastritis, causative factors, Indonesia.
ABSTRAK
Latar belakang: Kejadian gastritis di Indonesia masih memiliki prevalensi yang tinggi. Kejadian
gastritis di Indonesia dapat menyerang semua lapisan masyarakat dari semua lapisan umur. Sehingga
sampai saat ini kejadian gastritis masih menjadi salah satu masalah penyakit terbesar di Indonesia.
Gaya hidup yang tidak sehat dapat dilihat dari apa yang dikonsumsi, kebiasaan makan dan minum
yang buruk, hal ini dapat menyebabkan terjadinya peradangan pada lambung. maka dari sekian banyak
faktor yang ditemukan dalam penelitian peneliti tertarik untuk mengkaji faktor-faktor penyebab
terjadinya gastritis. Tujuan: Tujuan literature review ini untuk mengeksplorasi faktor-faktor penyebab
kejadian gastritis di Indonesia. Metode Penelitian: Penelitian ini menggunakan pendekatan literature
riview dengan 4 database elektronik yakni, perpusnas, pubmed, garuda, dan neliti yang dipilih antara
tahun 2015-2020. Kata kunci yang digunakan yaitu gastritis akut dan gastritis kronis dan faktor
penyebab. Dari 462 artikel yang diidentifikasi, di dapatkan 16 artikel yang memenuhi inklusi. Artikel
yang di review didapatkan dari hasil diskusi dan validasi antara peneliti dan pembimbing dengan
menggunakan Prisma Guideline. Hasil: Dari 16 artikel yang di review terdapat 9 faktor yang menjadi
penyebab kejadian gastritis. Faktor jenis makanan, frekuensi makan, porsi makan, stress, konsumsi
alkohol, konsumsi kopi, merokok, jenis kelamin dan usia. Kesimpulan: Dari literature riview artikel
yang didapatkan peneliti, terdapat 9 faktor penyebab gastritis. Faktor pola makan meliputi jenis
makanan, frekuesi makan dan porsi makan, dan stress, konsumsi kopi, kebiasaan merokok, jenis
kelamin dan usia merupakan faktor yang bisa menyebabkan terjadinya gastritis. Dan dari 2 artikel
didapatkan bahwa minum alkohol bukan merupakan faktor resiko terjadinya penyakit gastritis.
Kata kunci
: gastritis akut, gastritis kronis, faktor penyebab, Indonesia.
Jurnal Keperawatan Merdeka (JKM), Volume 1 Nomor 2, November 2021
209
PENDAHULUAN
Gastritis merupakan salah satu penyakit yang banyak dijumpai di klinik atau ruangan penyakit
dalam dan merupakan salah satu penyakit yang banyak di keluhkan oleh masyarakat, baik remaja
maupun orang dewasa. Gastritis atau sakit pada ulu hati ialah terjadi peradangan pada mukosa dan sub
mukosa lambung. Gastritis ditandai dengan rasa mual muntah, perdarahan pada kasus lanjut, rasa
lemah dan nafsu makan menurun (Gustin, 2016). Insiden gastritis yang terjadi di dunia adalah 1,8 2,1 juta dari jumlah penduduk setiap tahunnya. Menurut data WorId HeaIth Organization (WHO)
angka kejadian gastritis di dunia, diantaranya Inggris 22,0%, China 31,0%, Jepang 14,5%, Kanada
35,0%, dan Perancis 29,5%. Sekitar 583.635 insiden terjadinya gastritis di Asia Tenggara dari jumlah
penduduk setiap tahunnya. Prevalensi gastritis yang dikonfirmasi melalui endoskopi pada populasi
yang terdapat di Shanghai sekitar 17,2% yang secara substantial lebih tinggi dari pada populasi yang
terdapat di barat yang berkisar 4,1% dan bersifat asimptomatik (WHO, 2017).
Berdasarkan data kementerian kesehatan RI gastritis berada pada urutan ke enam dengan jumlah
kasus sebesar 33.580 kasus pasien rawat inap di rumah sakit 60,86%. Kasus gastritis pada pasien rawat
jalan dengan kasus 201.083 dan berada pada urutan ketujuh. Angka kejadian gastritis di beberapa
daerah cukup tinggi dengan prevalensi 274,396 kasus dari 238.452.952 jiwa penduduk atau sebesar
40,8%. Presentase kasus gastritis di kota-kota Indonesia yaitu, Jakarta 50 %, Palembang 35,5%,
Bandung 32 %, Denpasar 46 %, Surabaya31,2%, Aceh31,7%, Pontianak 31,2%, sedangkan angka
kejadian gastritis di Medan mencapai 91,6% (Kemenkes, 2017). Menurut Departemen Kesehatan RI
(2017), waIaupun gastritis terkesan sebagai penyakit yang angka kejadiannya sangat banyak terIebih
di Indonesia. Pengetahuan dan kesadaran mengenai gastritis di kalangan masyarakat masih kurang,
dan hal ini akan beresiko untuk meIakukan kebiasaan kebiasaan pemicu gastritis dan akhirnya
menderita gastritis. Jika penyakit gastritis dibiarkan terus menerus akan merusak fungsi Iambung dan
akan meningkatkan risiko terkenanya kanker Iambung hingga menyebabkan kematian. Kasus gastritis
yang banyak diderita selain disebabkan oleh gaya hidup dan stres, diakibatkan juga tidak perduIi serta
kecenderungan menganggap remeh terhadap penyakit gastritis ini. Sehingga kasus gastritis banyak
dialami masyarakat (Kemenkes, 2017).
Berdasarkan data-data diatas, diperoIeh bahwa resiko penyakit gastritis masih sangat tinggi,
dan yang terjadi di masyarakat Iuas ternyata masih banyak yang tidak terIaIu memperhatikan
kesehatan dan menjaga kesehatan lambung seperti gaya hidup yang tidak sehat terutama dari apa yang
dikonsumsi, penggunaan obat-obatan, stres, infeksi bakteri, serta poIa makan dan minum yang kurang
baik sehingga dapat menyebabkan terjadinya i (...truncated)