RANCANG BANGUN SOLAR CHARGE CONTROLLER MENGGUNAKAN SYNCRONOUS NON-INVERTING BUCK-BOOST CONVERTER PADA PANEL SURYA 50 WATT PEAK (WP) BERBASIS ARDUINO NANO V3.0
RANCANG BANGUN SOLAR CHARGE CONTROLLER
MENGGUNAKAN SYNCRONOUS NON-INVERTING BUCK-BOOST
CONVERTER PADA PANEL SURYA 50 WATT PEAK (WP) BERBASIS
ARDUINO NANO V3.0
Irfan Mahrubi1, Jusuf Bintoro2 dan Wisnu Djatmiko3
1,2,3
Prodi Pendidikan Teknik Elektronika Fakultas Teknik Universitas Negeri Jakarta
Email: , ,
Abstrakβ Penelitian ini bertujuan untuk merancang bangun rangkaian synchronous non-inverting buck-boost
converter (SNIBBC) untuk solar charge controller guna melakukan manajemen pengisian baterai dan manajemen
beban dengan menggunakan Arduino Nano V3.0 ATMega 328. Rancang bangun rangkaian synchronous noninverting buck-boost converter (SNIBBC) menggunakan empat mosfet yang bekerja secara saling singkron dengan
dikontrol oleh pulsa PWM dari Timer1 arduino nano V3.0 ATMega 328 dengan frekuensi 10KHz menggunakan
ic driver mosfet IR2104. Proses pengisian baterai oleh solar charge controller menggunakan tiga tahap pengisian
yaitu bulk charge, absorption charge, dan float charge. Hasil pengujian menunjukan bahwa rangkaian SNIBBC
dapat mengisi baterai lead-acid 12V 5Ah dengan tegangan berusaha dijaga mendekati 15V dengan rata-rata
tegangan kelaran 14.97V. Pengujian solar charge controller dengan rangkaian inti SNIBBC dan dengan tiga tahap
pengisian telah dapat mengisi baterai lead-acid 12V 5Ah dalam waktu 8 jam. Baterai yang digunakan dapat
bertahan dengan dibebankan oleh beban inverter dan lampu ac LED 5watt dengan total daya yang diserap beban
dan inverter 9.36watt selama 6 jam penggunaan. Solar charge controller yang telah dibuat dapat mengontrol
penyambungan dan pemutusan hubungan antara baterai dengan beban berupa inverter dan beban ac dengan
bantuan rangkaian saklar elektronik dengan relay.
Kata Kunci: Syncronous Non-Inverting Buck-Boost Converter, Solar Charge Controller, Panel Surya, Arduino
Nano V3.0
Abstractβ This reseach aims to design a synchronous non-inverting buck-boost converter (SNIBBC) for solar
charge controller to perform battery charging and load management using Arduino Nano V3.0 ATMega 328. The
synchronous non-inverting buck-boost converter (SNIBBC) uses four mosfets that work in sync with each other
controlled by PWM pulses from Timer1 arduino nano V3.0 ATMega 328 with a frequency of 10KHz using the
IR2104 mosfet driver ic. The process of charging the battery by solar charge controller using three stages of
charging the bulk charge, absorption charge, and float charge. The test results show that the circuit of SNIBBC
can charge the lead-acid 12V 5Ah battery with the tried voltage closer to 15V with an average voltage of 14.97V.
The solar charge controller test with the SNIBBC core circuit and with three charging stages has been able to
charge the 5V 5Ah lead-acid battery within 8 hours. The batteries used can withstand the charged by the inverter
load and the 5watt LED ac lamp with total loaded power and 9.36watt inverters for 6 hours of use. Solar charge
controller that has been made can control the connection and disconnection between the battery with the load of
inverter and ac load with the help of electronic switch circuit with relay.
Keywords : Syncronous Non-Inverting Buck-Boost Converter, Solar Charge Controller, Solar Panel, Arduino
Nano V3.0
I. PENDAHULUAN
Pemanfaatan energi non fosil menjadi topik yang
sedang hangat dibicarakan dan dikembangkan baik di
Indonesia maupun di negara-negara lain. Matahari
menjadi salah satu sumber energi yang mampu menjadi
sumber energi terbarukan untuk menghasilkan listrik.
Setelah pulih dari krisis moneter pada tahun 1998,
Indonesia mengalami lonjakan hebat dalam konsumsi
energi. Dengan keadaan yang seperti ini, diperkirakan
kebutuhan listrik indonesia akan terus bertambah
sebesar 4.6% setiap tahunnya, hingga diperkirakan
mencapai tiga kali lipat pada tahun 2030 (Sutrisna dan
Rahardjo, 2016).
Di dalam Kongres Ilmu Pengetahuan Nasional
(Kipnas) IX tahun 2007 masalah Energi, air bersih dan
pangan merupakan hal yang sangat mendesak untuk
dijaga kesinambungannya terkait dengan masalah
kemakmuran suatu bangsa. Pada aplikasinya
Jurnal Pendidikan Vokasional Teknik Elektronika Volume I No.1, April 2018 | 14
pemanfaatan energi surya terbentur pada masalah
klasik yaitu besarnya biaya yang diperlukan (Syamsu,
2013: 24).
Energi yang dikeluarkan oleh sinar matahari
sebenarnya hanya diterima oleh permukaan bumi
sebesar 69% dari total energi pancaran matahari. Pada
tengah hari yang cerah radiasi sinar matahari mampu
mencapai 1000 Watt/m2. Masalah utama penggunaan
energi surya untuk PLTS adalah ketersediannya. Energi
matahari hanya tersedia di siang hari (Sutrisna dan
Rahardjo, 2016).
Tegangan yang dapat dihasilkan dari sel surya
silikon individu bervariasi antara 0.5 V sampai 0.6 V.
Tegangan keluaran sel surya hanya bergantung sedikit
pada intensitas cahaya matahari, tetapi arus meningkat
dengan intensitas radiasi cahaya matahari (Floyd, 2012:
26).
II. METODOLOGI PENELITIAN
Berdasarkan diagram alir penelitian seperti yang
ditunjukan pada Gambar 1 tahap pertama yang
dilakukan dalam penelitian adalah pencarian literature
yang dilakukan guna mencari teori-teori yang berkaitan
dengan topic penelitian untuk dipelajari. Tahap kedua
adalah pembuatan rangkaian solar charge controller
dengan SNIBBC pada tahap ini rangkaian SNIBBC
yang sudah dibuat diuji untuk mengetahui apakah
rangkaian sudah dapat digunakan untuk menaikan atau
menurunkan tegangan atau belum, jika sudah maka
akan lanjut ke tahap berikutnya dan jika belum maka
akan dilakukan pengecekan ulang pada tahap ini. Tahap
ketiga adalah pembuatan program pada arduino IDE,
jika program pada tahap ini sudah berjalan dengan baik
maka akan lanjut ke tahap berikutnya, dan jika
tidakmaka akan dilakukan pengecekan ulang pada
tahap ini. Tahap keempat adalah perakitan sistem,
perakitan sistem terkait instalasi panel, baterai,
inverter, dan relay serta LCD semuanya dihubungkan
sehingga menjadi sebuah sistem. Tahap kelima adalah
uji kerja sistem, pada tahap ini sistem yang sudah saling
terhubung diuji dan kemudian berlanjut ke tahap
keenam yaitu analisa, setelah hasil kerja sistem
dianalisa berlanjut ke tahap ketujuh yaitu kesimpulan
dan penelitian selesai.
A. Perancangan Syncronous Non-Inverting BuckBoost Converter (SNIBBC)
Dalam penelitian ini rangkaian synchronous noninverting buck-boost converter yang dibuat
berdasarkan spesifikasi yang ada pada Tabel 1.
Perhitungan nilai duty cycle (π·) dilakukan untuk
dua kondisi, yaitu pada kondisi ketika tegangan
masukan minimal dan ketika tegangan masukan
maksimal, perhitungan menggunakan (Pers. 3.2) dan
(Pers. 3.3)
ππ
15
π·πππ₯ =
=
= 0,750
ππ + ππΌπππ 15 + 5
ππ
15
π·πππ =
=
= 0,333
ππ + ππΌπππ₯
15 + 30
Gambar 1. Diagram Alir Penelitian
TABEL 1
SPESIFIKASI RANCANGAN SYNCHRONOUS NONINVERTING BUCK-BOOST CONVERTER
Parameter
Nilai
VO
15V
min
maks
5V
30V
VI
IOmaks
4A
F switching
10KHz
Perhitungan nilai induktor (πΏ) dilakukan pada saat
tegangan masukan maksimal dengan asumsi ripel arus
pada induktor βπΌπ sebesar 8.2% dari arus keluaran
mak (...truncated)