Sosialisasi Pentingnya Mendirikan Museum Teh Di Kecamatan Sidamanik Kabupaten Simalungun Sebagai Sarana Eukasi Bagi Masyarakat

Jurnal Pengabdian Masyarakat Sapangambei Manoktok Hitei, Oct 2023

Setiap daerah memiliki identitas yang perlu dijaga dan dilindungi, sehingga generasi muda tidak kehilangan identitas. Sama halnyadaerah Sidamanik Kabupaten Simalungun yang memiliki ciri khas Teh sebagai komoditas pertanian ungulan yang saat ini dikelola oleh PTPN IV. Harapannya agar pihak PTPN IV juga mengakomodasi sejarah dan perkembangan kebun teh melalui museum yang dapat dinikmati oleh seluruh lapisan masyarakat sebagai sarana edukasi, sehingga dapat mengetahui sejarah dan hagemoni kejayaan kebun teh sejak era kolonial hingga saat ini. Dengan didirikannya museum dapat memberikan warna baru dalam kunjungan wisata di daerah Sidamanik, yang sebelumnya hanya dijadikan sebagai tempat berfoto atau tempat beristirahat sambil makan bersama keluarga tanpa mendapatkan edukasi tentang kebun teh yang memiliki sejarah besar mulai dari era kolonial hingga saat ini. Dengan alasan yang telah dikemukakan di atas, diharapkan nantinya pihak perkebunan teh Sidamanik milik PTPN IV dapat memahami kebutuhan hal tersebut, sehingga memiliki keinginan untuk mendirikan museum teh yang menjadi sarana edukasi bagi masyarakat yang berkunjung ke Sidamanik

Article PDF cannot be displayed. You can download it here:

https://jurnal.usi.ac.id/index.php/jpmsm/article/download/847/736

Sosialisasi Pentingnya Mendirikan Museum Teh Di Kecamatan Sidamanik Kabupaten Simalungun Sebagai Sarana Eukasi Bagi Masyarakat

Jurnal Pengabdian Masyarakat Sapangambei Manoktok Hitei ISSN: 2809 - 6045 Volume 3 Nomor 2 Tahun 2023 SOSIALISASI PENTINGNYA MENDIRIKAN MUSEUM TEH DI KECAMATAN SIDAMANIK KABUPATEN SIMALUNGUN SEBAGAI SARANA EDUKASI BAGI MASYARAKAT Ahmad Fakhri Hutauruk1), Ummu Harmain2), Andres M. Ginting3), Syifa Salsabila4), Dosni M R Saragih5), Lamser Dabukke6) 1,3,4,5,6) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Simalungun, 2) Fakultas Pertanian, Universitas Simalungun, e-mail : Abstract Every region has an identity that needs to be preserved and protected, so that the younger generation does not lose their identity. The same goes for Sidamanik, Simalungun Regency, which has the characteristic of tea as a livestock farming commodity currently managed by PTPN IV. The hope is that PTPN IV will also accommodate the history and development of the tea plantation through a museum that can be enjoyed by all layers of society as an educational facility, so that they can learn about the history and the hegemony of the tea plantation from the colonial era to the present. With the establishment of the museum, it can bring a new dimension to tourism in the Sidamanik area, which was previously only used as a place for taking photos or resting while eating with family without receiving education about the tea plantation that has a significant history from the colonial era to the present.With the reasons mentioned above, it is hoped that the Sidamanik tea plantation owned by PTPN IV will understand this need, so that they have the desire to establish a tea museum as an educational facility for visitors to Sidamanik. Keywords : Socialization, Educational Facility, Sidamanik Tea Museum. Abstrak Setiap daerah memiliki identitas yang perlu dijaga dan dilindungi, sehingga generasi muda tidak kehilangan identitas. Sama halnyadaerah Sidamanik Kabupaten Simalungun yang memiliki ciri khas Teh sebagai komoditas pertanian ungulan yang saat ini dikelola oleh PTPN IV. Harapannya agar pihak PTPN IV juga mengakomodasi sejarah dan perkembangan kebun teh melalui museum yang dapat dinikmati oleh seluruh lapisan masyarakat sebagai sarana edukasi, sehingga dapat mengetahui sejarah dan hagemoni kejayaan kebun teh sejak era kolonial hingga saat ini. Dengan didirikannya museum dapat memberikan warna baru dalam kunjungan wisata di daerah Sidamanik, yang sebelumnya hanya dijadikan sebagai tempat berfoto atau tempat beristirahat sambil makan bersama keluarga tanpa mendapatkan edukasi tentang kebun teh yang memiliki sejarah besar mulai dari era kolonial hingga saat ini. Dengan alasan yang telah dikemukakan di atas, diharapkan nantinya pihak perkebunan teh Sidamanik milik PTPN IV dapat memahami kebutuhan hal tersebut, sehingga memiliki keinginan untuk mendirikan museum teh yang menjadi sarana edukasi bagi masyarakat yang berkunjung ke Sidamanik. Kata Kunci : Sosialisasi, Sarana Edukasi, Musem Teh Sidamanik JPMSM : Jurnal Pengabdian Masyarakat Sapangambei Manoktok Hitei |125 |126 Ahmad Fakhri Hutauruk, Ummu Harmain, Andres M. Ginting, Syifa Salsabila, Dosni M R Saragih, Lamser Dabukke PENDAHULUAN Program Kemitraan Masyarakat (PKM) yang akan dilaksanakan oleh tim bermitra dengan Kebun Teh milik PT Perkebunan Nusantara IV yang berada di Kecamatan Sidamanik Kabupaten Simalungun. Hal ini perlu dilakukan agar identitas perkebunan teh yang ada di Simalungun tidak hilang dikarenakan satu satunya kebun teh yang ada di wilayah Provinsi Sumatera Utara. Perkebunan Teh yang berada di Sidamanik memiliki cerita sejarah panjang sejak era kolonialisme di Sumatera Timur, dimana selain teh pemerintah kolonial terlebih dahulu mendirikan perkebunan tembakau pada tahun 1863 di tanah Deli yang diprakarsai oleh Jacob Nienhuij (Ati, 2015). Sedangkan teh yang ada di tanah Simalungun diyakini mulai dibuka dan dikembangkan pada tahun 1900 oleh perusahaan Belanda bernama Handels Vereneeging Amsterdam (HVA). Kebun pertamanya berada di Naga Hoeta. Setelah itu perkebunan berkembang ke daerah Balimbingan, Sidamanik, Bah Birong, Bah Butong dan Tobasari (Ghani, 2016). Perjalanan sejarah perkebunan teh ini yang perlu diketahui dan dibagikan kepada seluruh masyarakat, agar pengunjung domestik maupun manca negara dapat memahami sejarah kebun teh dengan baik. Menurut hasil observasi awal yang dilakukan oleh tim PKM, pengunjung yang pergi ke kebun teh selama ini hanyalah berfoto selfie atau beristirahat sejenak sambil menikmati makan bersama keluarga di area kebun teh, atau ada lembaga pendidikan baik dari satuan pendidikan dasar dan menengah bahkan perguruan tinggi mengunjungi langsung pabrik pembuatan teh yang berada di Tobasari yang dinilai sangat mengganggu pekerjaan saat kunjungan ke pabrik (Aulia, 2021). Oleh karena itu, dibutuhkan satu wadah atau tempat yang harus disediakan oleh pihak PTPN IV agar dapat menceritakan seluruh aktivitas di perkebunan mulai dari menanam, memanen, pemilihan daun teh, sampai produksi menjadi teh yang sudah dapat dinikmati. Dengan demikian, tim PKM mencoba mensosialiasikan kepada pihak PTPN IV agar mendirikan museum teh di Sidamanik sebagai sarana edukasi bagi masyarakat (Irawan, 2018). Peraturan Pemerintah No. 66 Tahun 2015 tentang Museum, menjelaskan bahwa Museum adalah lembaga yang berfungsi melindungi, mengembangkan, memanfaatkan koleksi, dan mengomunikasikannya kepada masyarakat. Sedangkan, menurut Association of Museum “Museum merupakan sebuah badan yang mengumpulkan, mendokumentasikan, melindungi, memamerkan dan menunjukkan materi bukti dan memberikan informasi demi kepentingan umum. Dengan hadirnya museum teh di Sidamanik dapat memberikan warna baru terhadap pengetahuan dan ketertarikan masyarakat untuk mengetahui tentang sejarah berdiri hingga eksistensinya sampai hari ini. Masyarakat akan mendapatkan edukasi melalui koleksi yang ada di museum, karena koleksi tersebut akan bercerita bagaimana hagemoni perkebunan teh pada abad 20, kehidupan pekerja / kuli sehingga kebun teh menjadi identitas Kabupaten Simalungun khususnya daerah Sidamanik (Rozaq, Saputra, & Susanto, 2019). Perkebunan teh milik PTPN IV memiliki tanggungjawab terhadap pelestarian teh di Simalungun, selain menjaga keberlangsungan kebun teh, PTPN IV juga memiliki tanggungjawab untuk memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai sejarah kebun teh, agar masyarakat mengetahui bagaimana sejarah yang sekaligus memberikan edukasi kepada masyarakat sehingga bermakna saat mengunjungi kebun teh tersebut (Khairina et al., 2021). Namun, PTPN IV mengalami kendala dalam proses mendirikan dan mengembangkan Museum Teh di Sidamanik, sehingga perlu mitra dalam hal persiapan dan pelaksanaan pendirian museum. Oleh karena itu, Tim pengabdian masyarakat akan memberikan arahan dan pengalaman langsung terkait dengan proses pendirian Museum Teh Sidamanik. Target yang ingin dicapai setelah pelaksanaan kegiatan pengabdian kepada Jurnal Pengabdian Masyarakat Sapangambei Manoktok Hitei ISSN: 2809 - 6045 Volume 3 Nomor 2 Tahun 2023 masyarakat di Perkebunan Teh Bah (...truncated)


This is a preview of a remote PDF: https://jurnal.usi.ac.id/index.php/jpmsm/article/download/847/736
Article home page: https://jurnal.usi.ac.id/index.php/jpmsm/article/view/847/736

Hutauruk Ahmad Fakhri, Ummu Harmain, Ginting Andres M, Syifa Salsabila, Saragih Dosni M R, Lamser Dabukke. Sosialisasi Pentingnya Mendirikan Museum Teh Di Kecamatan Sidamanik Kabupaten Simalungun Sebagai Sarana Eukasi Bagi Masyarakat, Jurnal Pengabdian Masyarakat Sapangambei Manoktok Hitei, 2023, pp. 125 - 131,