Dampak Potensi Pariwisata Terhadap Kualitas Air Danau Beratan

Jurnal Pendidikan Geografi Undiksha, Apr 2020

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui potensi pariwisata dan dampak pariwisata di Danau Beratan, Desa Candikuning, Kecamatan Baturiti, Kabupaten Tabanan. Penelitian ini menggunakan metode analisis deskriptif kualitatif dari perspektif geografi pariwisata yang dianalisis dengan pendekatan kelingkungan. Sampel yang diambil meliputi empat saluran limbah pembuangan dan air Danau Beratan. Pengumpulan data menggunakan metode observasi, metode uji laboratorium, metode teknik skoring dan studi pustaka. Hasil penelitian ini menujukan bahwa potensi pariwisata yang diukur melalui variabel objek wisata internal dan ekternal di Danau Beratan memiliki potensi sedang dimana karakteristik objek wisata Danau Beratan yang menjadi faktor pendorong dan penghambat adalah seimbang atau sama. Sedangkan, hasil penelitian dari uji laboratorium secara keseluruhan masing-masing sampel air menyatakan bahwa kualitas air masih normal. Ini berarti bahwa pencemaran kualitas air yang berasal dari bahan-bahan kimia yang terdapat di sekitar kawasan objek Danau Beratan masih berada pada batas normal dan belum menunjukan bahwa air mengalami tingkat pencemaran yang tinggi. Sedangkan dari hasil pemeriksaan bakteriologis menunjukan hasil yang berbanding terbalik dengan hasil pemeriksaan kimia maupun fisikanya. Dari hasil pemeriksaan bakteriologis menujukan bahwa air mengalami kontaminasi bakteriologis yang disebabkan oleh adanya bakteri coliform dan tinja. Konsentrasi pencemaran oleh bakteri coliform ini berpusat pada air Danau yang berada dekat pada aktivitas manusia yaitu titik barat dari danau tersebut yang merupakan sumber aktifitas manusia yang sangat memungkinkan memberikan kontribusi secara langsung kepada kualitas air dalam bentuk limbah yang terbuang langsung ke air Danau Beratan sehingga air danau mengalami pencemaran.

Article PDF cannot be displayed. You can download it here:

https://ejournal.undiksha.ac.id/index.php/JJPG/article/download/23474/14761

Dampak Potensi Pariwisata Terhadap Kualitas Air Danau Beratan

Jurnal Pendidikan Geografi Undiksha Volume 8, Nomor 1, April 2020, pp. 23-32 P-ISSN: 2614-591X E-ISSN: 2614-1094 DOI: http://dx.doi.org/10.23887/jjpg.v8i1.23474 Open Access: https://ejournal.undiksha.ac.id/index.php/JJPG Dampak Potensi Pariwisata Terhadap Kualitas Air Danau Beratan Riyadh1*, I Gede Astra Wesnawa1, I Putu Ananda Citra1 1Program Studi Pendidikan Geografi, Jurusan Geografi, Universitas Pendidikan Ganesha, Indonesia A R T I C L EI N F O ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui potensi pariwisata dan dampak pariwisata di Danau Beratan, Desa Candikuning, Kecamatan Baturiti, Kabupaten Tabanan. Penelitian ini menggunakan metode analisis deskriptif kualitatif dari perspektif geografi pariwisata yang dianalisis dengan pendekatan kelingkungan. Sampel yang diambil meliputi empat saluran limbah Accepted pembuangan dan air Danau Beratan. Pengumpulan data menggunakan metode Available online observasi, metode uji laboratorium, metode teknik skoring dan studi pustaka. Kata Kunci: Hasil penelitian ini menujukan bahwa potensi pariwisata yang diukur melalui Dampak Potensi variabel objek wisata internal dan ekternal di Danau Beratan memiliki potensi Pariwisata; Kualitas sedang dimana karakteristik objek wisata Danau Beratan yang menjadi faktor Air Danau, pendorong dan penghambat adalah seimbang atau sama. Sedangkan, hasil Pencemaran Limbah penelitian dari uji laboratorium secara keseluruhan masing-masing sampel air Keywords: menyatakan bahwa kualitas air masih normal. Ini berarti bahwa pencemaran Tourism Potency kualitas air yang berasal dari bahan-bahan kimia yang terdapat di sekitar Impact; Lake Water kawasan objek Danau Beratan masih berada pada batas normal dan belum Quality; Waste Pollution menunjukan bahwa air mengalami tingkat pencemaran yang tinggi. Sedangkan dari hasil pemeriksaan bakteriologis menunjukan hasil yang berbanding terbalik dengan hasil pemeriksaan kimia maupun fisikanya. Dari hasil pemeriksaan bakteriologis menujukan bahwa air mengalami kontaminasi bakteriologis yang disebabkan oleh adanya bakteri coliform dan tinja. Konsentrasi pencemaran oleh bakteri coliform ini berpusat pada air Danau yang berada dekat pada aktivitas manusia yaitu titik barat dari danau tersebut yang merupakan sumber aktifitas manusia yang sangat memungkinkan memberikan kontribusi secara langsung kepada kualitas air dalam bentuk limbah yang terbuang langsung ke air Danau Beratan sehingga air danau mengalami pencemaran. Article history: Received Received in revised form ABSTRACT This study aims to determine the tourism potential and the impact of tourism in Lake Beratan, Candikuning Village, Baturiti District, Tabanan Regency. This study uses descriptive qualitative analysis methods from perspektif geography which is analyzed by the environmental approach. Samples taken included four sewerage channels and Beratan Lake. Data collection using the method of observation, laboratory test methods, scoring techniques and literature study. The results of this study show that the tourism potential measured through internal and external tourist attraction variables in Lake Beratan has moderate potential where the characteristics of Lake Beratan attractions that are driving and inhibiting factors are balanced or equal. Meanwhile, the results of research from laboratory tests Overall, each water sample stated that the water quality was normal. This means that water quality pollution from chemicals found in the vicinity of the Lake Beratan object is still within normal limits and has not yet shown that the water is experiencing a high level of pollution. While the results of bacteriological examination show the results that are inversely proportional to the results of chemical and physical examination. From the results of bacteriological examination showed that the water experienced bacteriological contamination caused by the presence of coliform and fecal bacteria. The concentration of pollution by coliform bacteria is centered on Lake water which is close to human activities, namely the western point of the lake which is a source of human activity that is very possible to contribute directly to water quality in the form of waste that is discharged directly into Lake Beratan so that lake experiencing pollution. Copyright © Universitas Pendidikan Ganesha. All rights reserved. * Corresponding author. E-mail addresses Jurnal Pendidikan Geografi Undiksha, Vol. 8, No.1, April 2020, pp. 23-32 24 Pendahuluan Pulau Bali merupakan sebuah pulau kecil di antara ribuan pulau yang berada di indonesia. Berdasarkan BPS (2018) secara geografis Pulau Bali terletak pada 8°3'40" - 8°50'48" Lintang Selatan dan 114°25'53" - 115°42'40" Bujur Timur dengan batas fisik, yaitu utara: Laut Bali, timur: Selat Lombok (Provinsi Nusa Tenggara Barat), selatan: Samudera Indonesia, dan barat: Selat Bali (Provinsi Jawa Timur). Secara administrasiPulau Bali terbagi menjadi satu kota, yaitu Kota Denpasar yang merupakan Ibukota Provinsi serta delapan kabupaten yang meliputi Kabupaten Badung, Gianyar, Bangli, Klungkung, Karangasem, Buleleng, Jembrana, dan Tabanan. Luas total wilayah Pulau Bali adalah 5.634,40 ha dengan panjang pantai mencapai 529 km 2. Dilihat dari segi wilayahnya, Pulau Bali memiliki kondisi fisik yang sama dengan daerah lain berupa pulau. Pulau Bali yang biasa disebut dengan pulau dewata, pulau seribu pura, atau pulau surga karena keindahan alam yang eksotis, keagungan karya seninya, serta kebudayaan yang khas dan menarik, memiliki potensi dibidang pertanian, pariwisata serta destinasi keunikan dan budaya. Dilihat dari kondisi geografis Pulau Bali di atas, Pulau Bali memiliki objek wisata yang sangat beragam, baik wisata alam, wisata budaya, dan wisata bahari. Menurut data BPS tahun (2018), Pulau Bali memiliki sekitar 54 lokasi objek wisata yang tersebar di delapan kabupatenya (Somantri, 2015). Salah satu objek wisata alam yang menarik dan banyak di kunjungi wisatawan di Pulau Bali yaitu Danau Beratan. Danau Beratan merupakan salah satu Danau di Pulau Bali yang terletak di kawasan Bedugul, Desa Candikuning Kecamatan Baturiti, Kabupaten Tabanan. Danau dengan luas 3,85 km2, panjang danau 7,5 km2 dan lebar 2,0 km2, kedalaman maksimum sekitar 20 m serta berada di ketinggian 1231 meter di atas permukaan laut tersebut memiliki karakteristik berupa danau kaldera dengan sistem perairan yang tertutup (Hehanussa, 2009). Lingkungan sekitar Danau Beratan lebih di dominasi oleh keberadaan kawasan wisata, terutama kawasan bedugul dan Pura Ulun Danau Beratan, serta beberapa akomodasi yang berada di sekitaran Danau beratan yang dilengkapi beberapa fasilitas wahana permainan air, seperti perahu motor (speed boat), boat atap, sampan dayung, dan pedal boat untuk mengelilingi danau, pedagang, hotel dan restoran. Danau Beratan yang memiliki pengunjung tertinggi di antara ketiga Danau di Pulau Bali. Berikut daftar tabel pengunjung wisatawan domestik maupun mancanegara Danau di Pulau Bali tahun 2017. 1. Danau Be (...truncated)


This is a preview of a remote PDF: https://ejournal.undiksha.ac.id/index.php/JJPG/article/download/23474/14761
Article home page: https://ejournal.undiksha.ac.id/index.php/JJPG/article/view/23474/14761

Riyadh Riyadh, Wesnawa I Gede Astra, Citra I Putu Ananda. Dampak Potensi Pariwisata Terhadap Kualitas Air Danau Beratan, Jurnal Pendidikan Geografi Undiksha, 2020, pp. 23-32,