Dampak Potensi Pariwisata Terhadap Kualitas Air Danau Beratan
Jurnal Pendidikan Geografi Undiksha
Volume 8, Nomor 1, April 2020, pp. 23-32
P-ISSN: 2614-591X E-ISSN: 2614-1094
DOI: http://dx.doi.org/10.23887/jjpg.v8i1.23474
Open Access: https://ejournal.undiksha.ac.id/index.php/JJPG
Dampak Potensi Pariwisata Terhadap Kualitas Air Danau Beratan
Riyadh1*, I Gede Astra Wesnawa1, I Putu Ananda Citra1
1Program
Studi Pendidikan Geografi, Jurusan Geografi, Universitas Pendidikan Ganesha, Indonesia
A R T I C L EI N F O
ABSTRAK
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui potensi pariwisata dan dampak
pariwisata di Danau Beratan, Desa Candikuning, Kecamatan Baturiti,
Kabupaten Tabanan. Penelitian ini menggunakan metode analisis deskriptif
kualitatif dari perspektif geografi pariwisata yang dianalisis dengan
pendekatan kelingkungan. Sampel yang diambil meliputi empat saluran limbah
Accepted
pembuangan dan air Danau Beratan. Pengumpulan data menggunakan metode
Available online
observasi, metode uji laboratorium, metode teknik skoring dan studi pustaka.
Kata Kunci:
Hasil penelitian ini menujukan bahwa potensi pariwisata yang diukur melalui
Dampak Potensi
variabel objek wisata internal dan ekternal di Danau Beratan memiliki potensi
Pariwisata; Kualitas
sedang dimana karakteristik objek wisata Danau Beratan yang menjadi faktor
Air Danau,
pendorong dan penghambat adalah seimbang atau sama. Sedangkan, hasil
Pencemaran Limbah
penelitian dari uji laboratorium secara keseluruhan masing-masing sampel air
Keywords:
menyatakan bahwa kualitas air masih normal. Ini berarti bahwa pencemaran
Tourism Potency
kualitas air yang berasal dari bahan-bahan kimia yang terdapat di sekitar
Impact; Lake Water
kawasan objek Danau Beratan masih berada pada batas normal dan belum
Quality; Waste
Pollution
menunjukan bahwa air mengalami tingkat pencemaran yang tinggi. Sedangkan
dari hasil pemeriksaan bakteriologis menunjukan hasil yang berbanding
terbalik dengan hasil pemeriksaan kimia maupun fisikanya. Dari hasil pemeriksaan bakteriologis
menujukan bahwa air mengalami kontaminasi bakteriologis yang disebabkan oleh adanya bakteri
coliform dan tinja. Konsentrasi pencemaran oleh bakteri coliform ini berpusat pada air Danau yang
berada dekat pada aktivitas manusia yaitu titik barat dari danau tersebut yang merupakan sumber
aktifitas manusia yang sangat memungkinkan memberikan kontribusi secara langsung kepada kualitas air
dalam bentuk limbah yang terbuang langsung ke air Danau Beratan sehingga air danau mengalami
pencemaran.
Article history:
Received
Received in revised
form
ABSTRACT
This study aims to determine the tourism potential and the impact of tourism in Lake Beratan,
Candikuning Village, Baturiti District, Tabanan Regency. This study uses descriptive qualitative analysis
methods from perspektif geography which is analyzed by the environmental approach. Samples taken
included four sewerage channels and Beratan Lake. Data collection using the method of observation,
laboratory test methods, scoring techniques and literature study. The results of this study show that the
tourism potential measured through internal and external tourist attraction variables in Lake Beratan has
moderate potential where the characteristics of Lake Beratan attractions that are driving and inhibiting
factors are balanced or equal. Meanwhile, the results of research from laboratory tests Overall, each water
sample stated that the water quality was normal. This means that water quality pollution from chemicals
found in the vicinity of the Lake Beratan object is still within normal limits and has not yet shown that the
water is experiencing a high level of pollution. While the results of bacteriological examination show the
results that are inversely proportional to the results of chemical and physical examination. From the
results of bacteriological examination showed that the water experienced bacteriological contamination
caused by the presence of coliform and fecal bacteria. The concentration of pollution by coliform bacteria
is centered on Lake water which is close to human activities, namely the western point of the lake which is
a source of human activity that is very possible to contribute directly to water quality in the form of waste
that is discharged directly into Lake Beratan so that lake experiencing pollution.
Copyright © Universitas Pendidikan Ganesha. All rights reserved.
* Corresponding author.
E-mail addresses
Jurnal Pendidikan Geografi Undiksha, Vol. 8, No.1, April 2020, pp. 23-32
24
Pendahuluan
Pulau Bali merupakan sebuah pulau kecil di antara ribuan pulau yang berada di
indonesia. Berdasarkan BPS (2018) secara geografis Pulau Bali terletak pada 8°3'40" - 8°50'48"
Lintang Selatan dan 114°25'53" - 115°42'40" Bujur Timur dengan batas fisik, yaitu utara: Laut
Bali, timur: Selat Lombok (Provinsi Nusa Tenggara Barat), selatan: Samudera Indonesia, dan
barat: Selat Bali (Provinsi Jawa Timur). Secara administrasiPulau Bali terbagi menjadi satu kota,
yaitu Kota Denpasar yang merupakan Ibukota Provinsi serta delapan kabupaten yang meliputi
Kabupaten Badung, Gianyar, Bangli, Klungkung, Karangasem, Buleleng, Jembrana, dan Tabanan.
Luas total wilayah Pulau Bali adalah 5.634,40 ha dengan panjang pantai mencapai 529 km 2.
Dilihat dari segi wilayahnya, Pulau Bali memiliki kondisi fisik yang sama dengan daerah lain
berupa pulau. Pulau Bali yang biasa disebut dengan pulau dewata, pulau seribu pura, atau pulau
surga karena keindahan alam yang eksotis, keagungan karya seninya, serta kebudayaan yang
khas dan menarik, memiliki potensi dibidang pertanian, pariwisata serta destinasi keunikan dan
budaya.
Dilihat dari kondisi geografis Pulau Bali di atas, Pulau Bali memiliki objek wisata yang
sangat beragam, baik wisata alam, wisata budaya, dan wisata bahari. Menurut data BPS tahun
(2018), Pulau Bali memiliki sekitar 54 lokasi objek wisata yang tersebar di delapan kabupatenya
(Somantri, 2015). Salah satu objek wisata alam yang menarik dan banyak di kunjungi wisatawan
di Pulau Bali yaitu Danau Beratan. Danau Beratan merupakan salah satu Danau di Pulau Bali
yang terletak di kawasan Bedugul, Desa Candikuning Kecamatan Baturiti, Kabupaten Tabanan.
Danau dengan luas 3,85 km2, panjang danau 7,5 km2 dan lebar 2,0 km2, kedalaman maksimum
sekitar 20 m serta berada di ketinggian 1231 meter di atas permukaan laut tersebut memiliki
karakteristik berupa danau kaldera dengan sistem perairan yang tertutup (Hehanussa, 2009).
Lingkungan sekitar Danau Beratan lebih di dominasi oleh keberadaan kawasan wisata, terutama
kawasan bedugul dan Pura Ulun Danau Beratan, serta beberapa akomodasi yang berada di
sekitaran Danau beratan yang dilengkapi beberapa fasilitas wahana permainan air, seperti
perahu motor (speed boat), boat atap, sampan dayung, dan pedal boat untuk mengelilingi danau,
pedagang, hotel dan restoran.
Danau Beratan yang memiliki pengunjung tertinggi di antara ketiga Danau di Pulau Bali.
Berikut daftar tabel pengunjung wisatawan domestik maupun mancanegara Danau di Pulau Bali
tahun 2017.
1.
Danau
Be (...truncated)