Penerapan Metode SAW-TOPSIS untuk PPDB Online di SMK LPI Semarang
Jurnal Mahajana Informasi. Vol. 7, No. 1, Juni 2022
e-ISSN : 2527-8290
Penerapan Metode SAW-TOPSIS untuk PPDB Online
di SMK LPI Semarang
Shindu Rizky Ananda1*, Theresia Dwiati Wismarini2
1,2
Program Studi Teknik Informatika, Universitas Stikubank Semarang, Jl. Tri Lomba Juang No.1
Mugassari, Semarang, Jawa Tengah, Indonesia Phone: (024) 8451976.
E-mail: ,
Abstrak
Pendidikan merupakan hal yang sangat penting bagi kehidupan setiap orang, oleh karena itu setiap orang berhak
mendapatkannya dan dapat berkembang. Pendidkan secara umum diartikan sebagai proses kehidupan dalam
mengembangkan diri setiap individu untuk dapat hidup dan dapat melangsungkan hidup. Untuk mendapatkan
Pendidikan di sekolah tentunya harus melalui proses, dimana proses tersebut disebut dengan Penerimaan Peserta
Didik Baru (PPDB). Penelitian ini bertujuan untuk Mengembangkan sistem informasi penerimaan peserta didik baru
yang mampu mengelola pendataan calon peserta didik baru di SMK LPI Semarang. Pada penelitian ini penulis
mencoba menerapkan penggabungan metode SAW (Simple Additive Weighting) dan Metode TOPSIS (Technique
Order Preferenceby Similarity To Ideal Solution) sebagai solusi pendukung pengambilan keputusan penerimaan
peserta didik baru. Sistem informasi web penerimaan peserta didik baru (PPDB) dapat berjalan dengan baik dan
digunakan calon siswa untuk melakukan pendaftaran di SMK LPI Semarang.
Kata Kunci : Pendidikan, ppdb, siswa, SAW, TOPSIS, sistem informasi.
Abstract
Education is very important for everyone's life, therefore everyone has the right to get it and can develop. Education
is generally defined as a life process in developing each individual to be able to live and be able to live. To get
education in schools, of course, you have to go through a process, where the process is called New Student
Admission (PPDB). This study aims to develop a new student admissions information system that is able to manage
data collection of prospective new students at SMK LPI Semarang. In this study, the authors tried to apply the
combination of the SAW (Simple Additive Weighting) and TOPSIS (Technique Order Preference by Similarity to
Ideal Solution) methods as a solution to support decision-making for new student admissions. The new student
admissions web information system (PPDB) can run well and is used by prospective students to register at SMK LPI
Semarang.
Keywords: Education, ppdb, students, SAW, TOPSIS, information systems.
mewujudkan suasana belajar dan proses
Pendahuluan
Pendidikan merupakan hal yang sangat
penting bagi kehidupan setiap orang, oleh karena
itu setiap orang berhak mendapatkannya dan
dapat berkembang. Pendidikan secara umum
diartikan sebagai proses kehidupan dalam
mengembangkan diri setiap individu untuk dapat
hidup dan dapat melangsungkan hidup. Menurut
UU SISDIKNAS No.20 tahun 2003 pendidikan
adalah usaha sadar dan terencana untuk
pembelajaran agar peserta didik secara aktif
mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki
kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri,
kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta
keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat,
bangsa, dan negara. [1] Seperti yang dikatakan oleh
harahap dan poerkatja, pendidikan adalah usaha
yang
68
Jurnal Mahajana Informasi. Vol. 7, No. 1, Juni 2022
e-ISSN : 2527-8290
secara sengaja dari orang tua yang selalu
diartikan mampu menimbulkan tanggung jawab
moril dari segala perbuatannya. [2]. Pendidikan
pertama kali kita dapatkan dilingkungan keluarga,
lingkungan sekolah dan masyarakat. Untuk
mendapatkan Pendidikan di sekolah tentunya
harus melalui proses, dimana proses tersebut
disebut dengan Penerimaan Peserta Didik Baru
(PPDB).
Proses ini merupakan hal paling penting
bagi pihak sekolah. Melalui proses ini calon
siswa baru akan diseleksi. Seleksi bertujuan
untuk mengetahui kemampuan siswa sesuai
dengan minat dan bakat calon siswa dilihat dari
nilai akademik dan prestasi siswa. Oleh karena
itu proses yang dilakukan harus cepat dan tepat
serta dapat diikuti oleh calon siswa secara up to
date. Saat ini belum banyak sekolah yang
menggunakan sistem pendaftaran online,
beberapa sekolah masih menggunakan sistem
pendaftaran offline yang dilakukan menggunakan
kertas formulir pendaftaran yang di input
kedalam bentuk digital menggunakan komputer
dan software pengolahan data, sehingga dengan
cara tersebut dikhawatirkan adanya kertas
fomulir yang tercecer sehingga tidak terdata dan
ketika proses penginputan data akan terjadi
penggandaan data. Di SMK LPI Semarang proses
PPDB dilakukan disekolah, siswa datang
kemudian mengisi formulir yang disediakan oleh
panitia. Kemudian calon peserta didik menunggu
informasi yang diinfokan melalui telefon dari
sekolah untuk mengikuti tahap selanjutnya.
Tahap selanjutnya yaitu mengisi formulir siswa
datang pada waktu yang ditentukan oleh panitia
PPDB, biasanya di laksanakan saat libur
kenaikan kelas, selanjutnya tahap pengumpulkan
berkas persyaratan, kemudian dilanjutkan
wawancara bersama calon peserta didik dan
orangtua atau wali, dan yang terakhir dilakukan
tes kesehatan. Setelah proses pendaftaran dan
seleksi siswa menunggu penggumuman.[3]
Dengan uraian proses di atas maka,
pengisian formulir dilaksanakan berulang, data
yang diisikan secara offline tidak dapat dipantau
oleh calon siswa, bahkan jika terjadi kekeliruan
menginputkan data, calon siswa tidak dapat
mengubah dan akan menjadi kesalahan data
siswa. Hasil seleksi juga tidak dapat ditampil kan
secara online. sehingga calon siswa hanya
menunggu hasilnya ketika proses pendaftaran
berakhir. Selain permasalahan di atas, SMK LPI
Semarang juga memiliki Misi yang harus
terwujutkan yaitu meningkatkan mutu pelayanan
masyarakat serta siswa sesuai dengan manajemen
ISO 9001:2008 demi terwujudnya misi sekolah
maka sekolah seharusnya meningkatkan sistem
pengelolahan data yang baik, transparan dan dapat
dipertanggungjawabkan, salah satunya adalah
meningkatkan layanan peneriman pesera didik baru.
Berdasarkan kesulitan yang dialami siswa dan
panitia maka dibutuhkan sistem informasi untuk
mengelola data. Sistem informasi yaitu suatu sistem
yang dibuat oleh manusia yang terdiri dari
komponen-komponen dalam organisasi untuk
mencapai tujuan yaitu menyajikan informasi.[4]
Metode
Pada penelitian ini penulis mencoba menerapkan
penggabungan metode SAW (Simple Additive
Weighting) dan Metode TOPSIS (Technique Order
Preferenceby Similarity To Ideal Solution) sebagai
solusi
pendukung
pengambilan
keputusan
penerimaan peserta didik baru. Hasil akhir dari
penelitian ini adalah menentukan alternatif terbaik
dari sejumlah alternatif, yakni pendaftar (siswa)
yang layak lolos seleksi berdasarkan kriteria-kriteria
yang sudah ditentukan yakni : nilai bahasa
Indonesia, nilai bahasa inggris, nilai matematika dan
nilai IPA. Penelitian dilakukan dengan mencari nilai
matrisks ternormalisasi untuk setiap atribut
menggunakan metode SAW, kemudian dilanjutkan
dengan metode TOPSIS untuk mencari solusi atau
alternatif yang dipilih.
Terdapat 4 (empat) kriteria yang diac (...truncated)