KALIMAT DAN KLAUSA PADA NOVEL LUBANG DARI SEPARUH LANGIT
LINGUISTIK : Jurnal Bahasa & Sastra
http://jurnal.um-tapsel.ac.id/index.php/Linguistik | Vol.5 No.1 Tahun 2020
e- ISSN 2548 9402 | | DOI : 10.31604/linguistik.v5i1.179-186
KALIMAT DAN KLAUSA PADA NOVEL
LUBANG DARI SEPARUH LANGIT
Ressty Putri Ariyati
Program Studi Linguistik Pascasarjana Fakultas Ilmu Budaya Universitas Andalas
Muhammad Yusdi
Program Studi Linguistik Pascasarjana Fakultas Ilmu Budaya Universitas Andalas
Lindawati
Program Studi Linguistik Pascasarjana Fakultas Ilmu Budaya Universitas Andalas
Abstrak
This research aim to describe a form, structure, and functions of sentences and clauses in novel
Lubang dari Separuh Langit. Clause is a unit of grammatical in the form of a word group,
consisting of at least subjects and predicates and potentially sentences. The purpose of this
research is described a form, structure, and functions of sentences and clauses in novel Lubang
dari Separuh Langit. The main theory used in the following analysis a form, structure, and
functions of sentences and clauses in novel Lubang dari Separuh Langit are Ramlan (1987),
Song (2001), Crystal (1991). Data in research was a sentence and clause in novel Lubang dari
Separuh Langit .The source of data was novel Lubang dari Separuh Langit .To analyze data,
used method of agih. Based on the result it can be concluded interogtive is a dominant sentence
in novel Lubang dari Separuh Langit .
Keywords: Sentence, clause, form, structure,functions
Pendahuluan
Klausa merupakan satuan gramatikal yang berupa kelompok kata, sekurang-kurangnya
terdiri atas subjek dan predikat dan berpotensi menjadi kalimat. Frasa, klausa, dan kalimat
merupakan kajian dalam ilmu sintaksis. Untuk membedakan antara frasa,klausa, dan kalimat
maka kita harus mengetahui arti dari ketiga hal tersebut, adapun frasa adalah gabungan dua
kata atau lebih yang sifatnya tidak predikatif sedangkan klausa adalah satuan sintaksis berupa
runtunan kata kata-kata bersifat predikatif sementara kalimat adalah satuan bahasa yang secara
relatif berdiri sendiri dan mempunyai intonasi final.
© UM-Tapsel Press 2020
This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.
Hal 179
Kalimat Dan Klausa Pada Novel Lubang Dari Separuh Langit ………………. ( Hal. 179-186)
Ressty Putri Ariyati, Muhammad Yusdi, Lindawati
Jufrizal dkk (2015:48) menjelaskan secara linguistis, kalimat dan klausa pada dasarnya
tidaklah berbeda kecuali dalam hal intonasi dan tanda baca. Baik kalimat maupun klausa adalah konstruksi sintaksis yang predikatif, yaitu konstruksi gramatikal yang mengandung unsur
predikat dan argumennya. Istilah klausa adalah istilah teknis yang lebih bersifat linguistik, sementara kalimat lebih bersifat mekanis-tulis. Oleh karena itu, pemakaian istilah klausa lebih
tepat digunakan dalam tulisan-tulisan linguistik daripada istilah kalimat. Meskipun demikian
keduanya boleh disamakan, kecuali pada beberapa bagian (uraian) yang membutuhkan keterangan tambahan yang membedakannya.
Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya bahwa kalimat dan klausa tidak ada bedanya
kecuali pada dependensinya saja yaitu secara struktural dalam konstruksi kompositum (kalimat
majemuk) (compound sentence). Keduanya, baik kalimat dan atau klausa sama-sama memiliki
konstituen predikatif. Dalam hal konstruksi kalimat tunggal (simple sentence), kalimat dan
klausa diperlakukan sama. Struktur dasar klausa yang dimaksud dalam penelitian ini adalah
konstruksi sentensial dasar (basic sentencial construction) dengan ciri-ciri, paling tidak memiliki ciri-ciri berikut ini : (1) terdiri atas satu klausa; (2) unsur-unsur intinya lengkap; (3)
susunan unsur-unsurnya menurut aturan yang paling umum dalam hal ini berurutan FN FV FN;
dan tidak mengandung unsur negatif atau interogatif. Dengan kata lain, yang dimaksud dengan
klausa (kalimat) dasar dalam penelitian ini adalah kalimat tunggal yang afirmatif deklaratif
Song (dalam Yusdi,2013:86).
Klausa menurut Crystal (2008:78) sebuah istilah yang digunakan dalam beberapa model
grammar untuk merujuk pada satuan dari organisasi tata bahasa yang lebih kecil dari kalimat,
tetapi lebih besar dari frasa dan morfem. Klasifikasi tradisional adalah dari unit klausa menjadi
klausa utama (independen atau subordinat) dan subordinat (atau dependen). Kalimat menurut
crystal (2008:78) unit struktur terbesar dalam tata bahasa yang terorganisir. Definisi kalimat
yang tak terhitung banyaknya, mulai dari karakterisasi samar dari tata cara bahasa tradisional
(seperti ekspresi dari pemikiran yang lengkap) hingga deskripsi struktual rinci dari analisis
linguistik kontemporer.
Pada kalimat terdapat istilah kalimat elipsis seperti jawaban dari pertanyaan kamu pergi
kemana? lalu dijawab ke kota, ke kota merupakan kalimat ellipsis. Sebagaian besar
menganalisis pola kalimat yaitu subjek predikat. Apakah seseorang menyebut unit subjek predikat ini klausa atau kalimat tunggal itu tergantung pada model analisis seseorang tetapi
strukturnya adalah Actor-Action-Goal atau subjek,kata kerja,objek….
Ada banyak batasan dan pengertian klausa dasar yang dikemukakan oleh para ahli linguistik. Alwi dkk (dalam Jufrizal dkk,2015:49) menjelaskan klausa dasar adalah konstruksi
klausa yang mempunyai gramatikal (i) terdiri atas satu klausa; (ii) unsur-unsur intinya lengkap;
(iii) susunan unsurnya-unsurnya menuruti urutan yang paling umum; (iv) tidak mengandung
pengingkaran atau pernyataan. Dengan demikian, klausa dasar secara ringkas dapat dikatakan
sebagai kalimat tunggal deklaratif yang unsur-unsurnya paling lazim.
© UM-Tapsel Press 2020
This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.
Hal 180
Kalimat Dan Klausa Pada Novel Lubang Dari Separuh Langit ………………. ( Hal. 179-186)
Ressty Putri Ariyati, Muhammad Yusdi, Lindawati
Beberapa ahli seperti Pullum (1977), Steele (1978) dalam Mallinson dan Blake
(1981:121-124) yang mengatakan bahwa secara teoritis, bahasa-bahasa yang ada di dunia ini
mempunyai konstruksi dasar untuk sebuah bangun kalimat atau klausa. Dalam hubungannya
dengan sifat perilaku verba yang menduduki predikat, keberadaan objek amatlah penting dalam
klausa dasar itu. Hal yang akan dibahas pada penelitian ini adalah mengacu kepada “tata urutan
dasar”, yaitu pola urutan yang ada pada klausa yang netral secara stilistika, bersifat independen,
dan indikatif dengan Frasa Nomina penuh untuk S (Intransistif) atau untuk A(gen) dan O(bjek)
(Mallinson dan Blake,1981:125). Berkenaan dengan pelibat S, A, atau O, secara gramatikal,
pelibat itu merupakan komplemen verba yang menjadi inti atau pokok klausa. Oleh karena
itulah, penelaahan pola tata urutan konstituen dalam penelitian ini berupaya mengamati sifat
perilaku gramatikal kaidah urutan Frasa Nomina S(ubjek), Frasa Verba P(redikat), dan Frasa
Nomina O(bjek) khususnya dalam Bahasa Indonesia yang digunakan dalam karya tulis. Masing- masing pola urutan konstituen itu akan dibahas berdasarkan pola deklaratif, interogtaatif,
imperatif, dan ekslamatif.
Pengguna bahasa (...truncated)