PERAN PEKERJAAN SOSIAL DALAM MENINGKATKAN KESADARAN MASYARAKAT TENTANG PENCEGAHAN DBD DI DESA SEI ROTAN
JURNAL MEDIA AKADEMIK (JMA)
Vol.2, No.6 Juni 2024
e-ISSN: 3031-5220; DOI: 10.62281, Hal XX-XX
PT. Media Akademik Publisher
AHU-084213.AH.01.30.Tahun 2023
PERAN PEKERJAAN SOSIAL DALAM MENINGKATKAN
KESADARAN MASYARAKAT TENTANG PENCEGAHAN DBD DI
DESA SEI ROTAN
Oleh:
Sani Susanti1
Khodijah Tussolihin Dalimunthe2
Efata Sianturi3
Hangelika Oktavia Butar-Butar4
Heflindo Sinaga5
Rifa Wahyuni6
Anggita Anastasya7
Universitas Negeri Medan
Alamat: JL. William Iskandar Ps. V, Kenangan Baru, Kec. Percut Sei Tuan, Kab. Deli
Serdang, Sumatera Utara (20221)
Korespondensi Penulis:
Abstract. Dengue Hemorrhagic Fever is a type of disease that continues to grow in
society which can be caused by the bite of the Aedes aegypti mosquito. This research aims
to determine the role of social work related to increasing public awareness about dengue
prevention on Jl. Education I, Hamlet III, Sei Rattan Village, District. Percut sei Tuan,
Kab. Deli Serdang, North Sumatra. This research uses qualitative methods involving
observation, interviews and documentation. The results of the research show that social
workers show that the community is still lacking in 3M's PSN (Mosquito Nest
Eradication), namely Burying, Draining, Covering, dengue cases still exist due to the
impact of community behavior which does not maintain the cleanliness of the surrounding
environment. The aim of Social Workers is to create a dengue fever prevention program
to provide guidance, education and assistance so that people's behavior becomes better.
Received May 23, 2024; Revised May 27, 2024; June 08, 2024
*Corresponding author:
PERAN PEKERJAAN SOSIAL DALAM MENINGKATKAN
KESADARAN MASYARAKAT TENTANG PENCEGAHAN DBD DI
DESA SEI ROTAN
Through guidance, education and information that the community needs about the
dangers of dengue fever, symptoms and how to prevent it, social workers can help the
community obtain the information they need and encourage them to take concrete
preventive measures to break the chain of dengue transmission.
Keywords: Sosial Work, Role, Prevention.
Abstrak. Demam Berdarah Dengue merupakan jenis penyakit yang terus berkembang
dimasyarakat yang dapat disebabkan oleh gigitan nyamuk Aedes aegypti.1 Penelitian ini
bertujuan untuk mengetahui peran pekerjaan sosial terkait meningkatkan kesadaran
masyarakat tentang pencegahan DBD di Jl. Pendidikan I, Dusun III, desa sei rotan, Kec.
Percut sei Tuan, Kab. Deli serdang, Sumatera Utara. Penelitian ini menggunakan metode
kualitatif dengan melibatkan observasi, wawancara, dan Dokumentasi. Hasil penelitian
menunjukkan bahwa Pekerja sosial menunjukkan bahwa masyarakat masih kurang pada
PSN (Pemberantasan Sarang Nyamuk) 3M yaitu Mengubur, Menguras, Menutup,1 kasus
DBD masih ada karena dampak dari perilaku masyarakat yang kurang menjaga
kebersihan lingkungan sekitar. Tujuan Pekerja Sosial membuat program pencegahan
demam berdarah untuk memberikan bimbingan, edukasi, pendampingan agar perilaku
masyarakat menjadi lebih baik. Melalui bimbingan, edukasi dan informasi yang
dibutuhkan masyarakat tentang bahaya DBD, gejala-gejala, dan cara pencegahannya
yang dilakukan, pekerja sosial dapat membantu masyarakat memperoleh informasi yang
dibutuhkan dan mendorong mereka untuk melakukan tindakan pencegahan secara nyata
untuk memutus rantai penularan DBD.
Kata Kunci: Pekerjaan Sosial, Peran, Pencegahan.
LATAR BELAKANG
DBD merupakan singkatan dari Demam Berdarah Dengue yang merupakan jenis
penyakit yang sering terjadi dan berkembang di masyarakat. Yang dimana penyakit DBD
ini dapat disebabkan oleh gigitan nyamuk Aedes aegypti. Demam Berdarah Dengue
(DBD) adalah penyakit infeksi virus akut yang disebabkan oleh virus dengue yang
ditandai demam 2 – 7 hari disertai dengan manifestasi perdarahan, penurunan trombosit
/trombositopenia, adanya hemokonsentrasi yang ditandai kebocoran plasma (peningkatan
hematokrit, asites, efusi pleura, hipoalbuminemia). Dapat disertai gejala-gejala tidak khas
2
JMA - VOLUME 2, NO. 6, JUNI 2024
seperti nyeri kepala, nyeri otot & tulang, ruam kulit atau nyeri belakang bola mata
(Pratama et al., 2022).
Namun tidak semua yang terkena virus dengue ini menunjukkan gejala yang berat,
ada yang demam ringan, ada yang tidak menimbulkan kebocoran plasma walaupun
demikian penyakit ini haruslah segera ditangani jangan sampai menimbulkan korban lain.
Demam berdarah merupakan penyakit yang ditularkan dari nyamuk Aedes Aegypti yang
mana penularannya sangat cepat dalam suatu wilayah(Suryowati et al., 2018).
Di Indonesia yang memiki iklim tropis, menjadi tempat nyamuk Aedes untuk
berkembang biak karena menyukai iklim yang tropis,suhu yang panas dan lembap, juga
curah hujan yang tinggi. Dari perubahan iklim inilah yang memiliki pengaruh besar dalam
penyebaran penyakit demam berdarah ini. Kasus DBD di Indonesia mencapai 15.977
kasus demam dengue (DBD) per minggu ke-8 tahun 2024. Angka kematian akibat demam
dengue (DBD) tahun 2024 mencapai 1241 kasus (P2P, n.d.). Menurut data dari Badan
Pusat Statistik Provinsi Sumatera Utara pada Maret 2023 Deli Serdang tercatat 803 kasus
demam dengue (DBD) (Badan Pusat Statistik Provinsi Sumatera Utara, 2023).
Desa Sei Rotan yang merupakan wilayah dari Kabupaten Deli Serdang, Provinsi
Sumatera Utara merupakan salah satu wilayah yang mana suhu udaranya dapat berbedabeda di satu hari tersebut. Ada kalanya ketika pagi hari tiba cuaca memiliki curah hujan
yang cukup tinggi, dapat juga suhu udara yang berubah drastis menjadi sangat panas.
Begitupun saat malam hari tiba suhu udara dan cuaca yang dapat berubah dratis. Dari hal
inilah yang bisa menyebabkan perkembangbiakkan nyamuk dapat dengan cepat
berkembang di suatu tempat atau daerah. Faktor lingkungan juga memiliki peran yang
sangat besar dalam perkembangbiakkan nyamuk seperti genangan air di dalam parit.
Menghadapi tantangan serius yang terkait dengan masalah kesehatan yang ada di
masyarakat, khususnya yang disebabkan oleh penyakit yang ditularkan oleh nyamuk,
seperti demam berdarah dengue (DBD). Penyakit ini telah menjadi perhatian utama
karena dampaknya yang signifikan terhadap kesehatan yang ada di masyarakat desa.
Dalam mengatasi masalah ini memerlukan upaya kolaboratif yang melibatkan berbagai
sektor, termasuk peran aktif dari pekerja sosial itu sendiri. Pekerja sosial mempunyai
kedudukan peranan yang sangat penting dan strategis dalam rangka meningkatkan
kesejahteraan penyandang masalah sosial. Disebut penting dan strategis karena pekerja
sosial yang berhadapan langsung dengan penerima manfaat yang dilayani sehingga
PERAN PEKERJAAN SOSIAL DALAM MENINGKATKAN
KESADARAN MASYARAKAT TENTANG PENCEGAHAN DBD DI
DESA SEI ROTAN
permasalahan yang dialami dapat dirasakan secara nyata dan langsung dampaknya di
masyarakat itu sendiri.
KAJIAN TEORITIS
Demam berdarah dengue (DBD) merupakan sebuah penyakit yang disebabkan
virus dengue yang ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti. Yang mana penyakit
ini dapat membuat penderitanya mengalami nyeri hebat, yang dapat melibatkan tulang
dan (...truncated)