PENGGUNAAN DINAR DAN DIRHAM TERHADAP STANDAR MONETER INTERNASIONAL
JURNAL MEDIA AKADEMIK (JMA)
Vol.2, No.6 Juni 2024
e-ISSN: 3031-5220; DOI: 10.62281, Hal XX-XX
PT. Media Akademik Publisher
AHU-084213.AH.01.30.Tahun 2023
PENGGUNAAN DINAR DAN DIRHAM TERHADAP STANDAR
MONETER INTERNASIONAL
Oleh:
Wahdatul Nadia Rawi1
Nabila Ika Ariyanti2
Riski Rahmawati3
Raudlatus Solihin4
Universitas Trunojoyo Madura
Alamat: JL. Raya Telang, Kec. Kamal, Kab. Bangkalan, Jawa Timur (69162)
Korespondensi Penulis:
Abstract. According to Islamic tradition, Nabi SAW and his companions declared that
gold and silver were the two main forms of currency. Apart from being used as a tool,
dinar and dirham are also used as a means of challenging Islamic law, similar to the
numerous zakat cases and pencurian amounts. However, the global economic downturn
has also had an impact on the downturn in any nation that now has a significant negative
correlation, with one nation and other nations that are not well suited for comparison but
have different goals. Subsequently, when the currency crisis arises, which is the currency
crisis in which every nation has its own currency, that currency is then used as a buffer
that protects the value of its goods. The purpose of this study is to describe the regulations
that restrict the use of money and currency in international trade, particularly between
Islamic countries.
Keywords: History of Dinars, History of Dirhams, Monetary System, International Trade.
Abstrak. Sejarah Islam menyatakan Nabi SAW. beserta para sahabat menjadikan dinar
dan dirham sebagai mata uang. Selain dijadikan alat tukar, dinar dan dirham digunakan
sebagai acuan pengukuran hukum syariah, seperti banyaknya kadar zakat dan ukuran
pencurian. Namun seiring dengan perkembangan zaman juga bedampak pada
Received May 20, 2024; Revised May 26, 2024; June 06, 2024
*Corresponding author:
PENGGUNAAN DINAR DAN DIRHAM TERHADAP STANDAR
MONETER INTERNASIONAL
perkembangan ekonomi di setiap negara yang pada saat ini memiliki ketergantungan yang
saling berkaitan, satu negara dangan negara lainnya yang tidak dapt dipisahkan tetapi
memiliki tujuan yang berbeda. Lalu, ketika berbicara masalah moneter, dan masalah
utamanya yang dibahas yakni masalah moneter yang mana setiap negara memiliki mata
uang tersendiri, lalu mata uang tersebut digunakan sebagai lat yang mewakili nilai
barangnya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan peraturan yang
mengatur penggunaan uang dan mata uang dalam perdagangan internasional, khususnya
antar negara Islam. Hal ini juga bertujuan untuk menjelaskan peran mata uang tersebut
dibandingkan dengan uang kertas dan menjelaskan mengapa penggunaannya dalam
perdagangan
internasional
lebih
bermanfaat
dan
dapat
meningkatkan
perekonomian negara lain.
Kata Kunci: Sejarah Dinar, Sejarah Dirham, Sistem Moneter, Perdagangan
Internasional.
LATAR BELAKANG
Saat ini, pertumbuhan ekonomi di setiap negara bersifat sangat kontingen, dimana
suatu negara mempunyai hubungan yang tidak dapat dicapai dengan negara lain.
Hubungan antara perekonomian dan masyarakat di negara tersebut dilemahkan oleh
pesatnya kemajuan teknologi informasi dan komunikasi yang sangat efisien. Kegiatan
perekonomian setiap bangsa mempunyai tujuan yang harus dicapai. Berbagai tujuan
dalam kegiatan perekonomian setiap negara antara lain bangsa, ekspensi ekonomi, paritas
pendapatan, stabilitas ekonomi, dan pada akhirnya kesejahteraan. Namun, karena
kurangnya sistem yang mampu mengatasi masalah keadilan, masalah ini menjadi masalah
yang sangat serius.
Sistem moneter didasarkan pada standar nilai mata uang yang mencakup
karakteristik mata uang, peraturan jumlah mata uang logam atau kertas, logam mulia
ekspor dan impor logam, dan fasilitas bank yang berkaitan dengan giro. Setelah kita
membahas permasalahan moneter dan permasalahan mendasarnya, yaitu permasalahan
moneter dimana setiap negara mempunyai mata uangnya masing-masing, maka mata
uang tersebut kemudian digunakan sebagai alat untuk menentukan nilai barangbarangnya. Selain itu, sistem moneter internasional, atau institusi, digunakan sebagai alat
pembayaran untuk transaksi lintas batas. Sistem ini menunjukkan bagaimana alat tukar
2
JMA - VOLUME 2, NO. 6, JUNI 2024
digunakan dan bagaimana pemerintah dapat mempengaruhinya. Sistem moneter
internasional yang berfungsi dengan baik memfasilitasi perdagangan dan investasi
internasional serta adaptasi terhadap perubahan keadaan. Salah satu komponen kunci dari
sistem moneter internasional adalah nilai tukar yang ada antara semua negara
di seluruh dunia.
Perdagangan internasional adalah suatu kegiatan usaha yang melibatkan
pertukaran barang atau jasa antar negara dengan tujuan mencapai margin keuntungan
yang lebih tinggi dibandingkan margin keuntungan dalam negeri. Perdagangan ini
melibatkan penggunaan proses yang dikenal sebagai impor dan ekspor barang atau jasa
dari satu negara ke negara lain. Saat ini, perdagangan bilateral dan multilateral melalui
kerja sama mengikuti jejak perdagangan internasional. Kedua belah pihak pasti akan
mencapai tingkat kemahiran profesional yang sebanding dengan perdagangan
internasional. Tujuan utama dari pengalaman kerja bersama ini adalah untuk memperkuat
kerja sama tim. Pertumbuhan ekonomi suatu negara, khususnya negara berkembang
seperti Indonesia, sangat dipengaruhi oleh perdagangan internasional. Pentingnya
perdagangan internasional sebagai pendorong pertumbuhan ekonomi suatu negara tidak
dapat dipungkiri.
Dinar adalah istilah yang mengacu pada peningan atau koin emas yang telah
digunakan sebagai alat perdagangan sepanjang sejarah. Sebenarnya koin emas telah
digunakan sejak zaman Nabi Muhammad (SAW). Kepingan emas ini digunakan sebagai
penanggulangan kelesuan masyarakat Arab saat itu. Namun seiring berjalannya waktu,
penggunaan dinar sebagai alat pembayaran mulai berkurang. Saat ini emas dinar banyak
dijadikan sebagai investasi karena terbuat dari emas keruh. Hal ini membuat nilai tukar
relatif stabil dan akan terus menurun dibandingkan dengan nilai emas murni yang berlaku
di pasar. Berbeda dengan obligasi emas, dinar emas memiliki berat 4,25 gram dan
biasanya terbuat dari 24 atau 22 karat. Selain itu, juga dijual uang koin dengan nilai satu
dinar hingga empat dinar. Sebaliknya, harga dinar sendiri biasanya.
Dalam hal ini, transaksi tidak terlepas dari metode pembayaran yang digunakan.
Bila dimiringkan ke samping, alat pembayarannya adalah dinar (emas) dan dirham
(perak). Dinar dan dirham adalah metode pembayaran yang sudah ditambahkan semenjak
zaman Romawi dan Persia. Negara-negara ini masih kuat untuk memproyeksikan
kekuasaan di angkum global. Penggunaan uang selalu ada sepanjang zaman Rasulullah
PENGGUNAAN DINAR DAN DIRHAM TERHADAP STANDAR
MONETER INTERNASIONAL
dan para sahabatnya. Menurut Nabi Muhammad SAW, emas (dinar) dan perak (dirham)
digunakan sebagai satuan hitung dan sebagai sistem patokan nilai moneter dalam rangka
menilai barang dan jasa pada saat itu.
Sebelum Islam, masyarakat kafir menggunakan sistem berbasis moneter yang
(...truncated)