PENGGUNAAN DINAR DAN DIRHAM TERHADAP STANDAR MONETER INTERNASIONAL

Jurnal Media Akademik (JMA), Jun 2024

Sejarah Islam menyatakan Nabi SAW. beserta para sahabat menjadikan dinar dan dirham sebagai mata uang. Selain dijadikan alat tukar, dinar dan dirham digunakan sebagai acuan pengukuran hukum syariah, seperti banyaknya kadar zakat dan ukuran pencurian. Namun seiring dengan perkembangan zaman juga bedampak pada perkembangan ekonomi di setiap negara yang pada saat ini memiliki ketergantungan yang saling berkaitan, satu negara dangan negara lainnya yang tidak dapt dipisahkan tetapi memiliki tujuan yang berbeda. Lalu, ketika berbicara masalah moneter, dan masalah utamanya yang dibahas yakni masalah moneter yang mana setiap negara memiliki mata uang tersendiri, lalu mata uang tersebut digunakan sebagai lat yang mewakili nilai barangnya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan peraturan yang mengatur penggunaan uang dan mata uang dalam perdagangan internasional, khususnya antar negara Islam. Hal ini juga bertujuan untuk menjelaskan peran mata uang tersebut dibandingkan dengan uang kertas dan menjelaskan mengapa penggunaannya dalam perdagangan internasional lebih bermanfaat dan dapat meningkatkan perekonomian negara lain.

Article PDF cannot be displayed. You can download it here:

https://jurnal.mediaakademik.com/index.php/jma/article/download/408/391

PENGGUNAAN DINAR DAN DIRHAM TERHADAP STANDAR MONETER INTERNASIONAL

JURNAL MEDIA AKADEMIK (JMA) Vol.2, No.6 Juni 2024 e-ISSN: 3031-5220; DOI: 10.62281, Hal XX-XX PT. Media Akademik Publisher AHU-084213.AH.01.30.Tahun 2023 PENGGUNAAN DINAR DAN DIRHAM TERHADAP STANDAR MONETER INTERNASIONAL Oleh: Wahdatul Nadia Rawi1 Nabila Ika Ariyanti2 Riski Rahmawati3 Raudlatus Solihin4 Universitas Trunojoyo Madura Alamat: JL. Raya Telang, Kec. Kamal, Kab. Bangkalan, Jawa Timur (69162) Korespondensi Penulis: Abstract. According to Islamic tradition, Nabi SAW and his companions declared that gold and silver were the two main forms of currency. Apart from being used as a tool, dinar and dirham are also used as a means of challenging Islamic law, similar to the numerous zakat cases and pencurian amounts. However, the global economic downturn has also had an impact on the downturn in any nation that now has a significant negative correlation, with one nation and other nations that are not well suited for comparison but have different goals. Subsequently, when the currency crisis arises, which is the currency crisis in which every nation has its own currency, that currency is then used as a buffer that protects the value of its goods. The purpose of this study is to describe the regulations that restrict the use of money and currency in international trade, particularly between Islamic countries. Keywords: History of Dinars, History of Dirhams, Monetary System, International Trade. Abstrak. Sejarah Islam menyatakan Nabi SAW. beserta para sahabat menjadikan dinar dan dirham sebagai mata uang. Selain dijadikan alat tukar, dinar dan dirham digunakan sebagai acuan pengukuran hukum syariah, seperti banyaknya kadar zakat dan ukuran pencurian. Namun seiring dengan perkembangan zaman juga bedampak pada Received May 20, 2024; Revised May 26, 2024; June 06, 2024 *Corresponding author: PENGGUNAAN DINAR DAN DIRHAM TERHADAP STANDAR MONETER INTERNASIONAL perkembangan ekonomi di setiap negara yang pada saat ini memiliki ketergantungan yang saling berkaitan, satu negara dangan negara lainnya yang tidak dapt dipisahkan tetapi memiliki tujuan yang berbeda. Lalu, ketika berbicara masalah moneter, dan masalah utamanya yang dibahas yakni masalah moneter yang mana setiap negara memiliki mata uang tersendiri, lalu mata uang tersebut digunakan sebagai lat yang mewakili nilai barangnya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan peraturan yang mengatur penggunaan uang dan mata uang dalam perdagangan internasional, khususnya antar negara Islam. Hal ini juga bertujuan untuk menjelaskan peran mata uang tersebut dibandingkan dengan uang kertas dan menjelaskan mengapa penggunaannya dalam perdagangan internasional lebih bermanfaat dan dapat meningkatkan perekonomian negara lain. Kata Kunci: Sejarah Dinar, Sejarah Dirham, Sistem Moneter, Perdagangan Internasional. LATAR BELAKANG Saat ini, pertumbuhan ekonomi di setiap negara bersifat sangat kontingen, dimana suatu negara mempunyai hubungan yang tidak dapat dicapai dengan negara lain. Hubungan antara perekonomian dan masyarakat di negara tersebut dilemahkan oleh pesatnya kemajuan teknologi informasi dan komunikasi yang sangat efisien. Kegiatan perekonomian setiap bangsa mempunyai tujuan yang harus dicapai. Berbagai tujuan dalam kegiatan perekonomian setiap negara antara lain bangsa, ekspensi ekonomi, paritas pendapatan, stabilitas ekonomi, dan pada akhirnya kesejahteraan. Namun, karena kurangnya sistem yang mampu mengatasi masalah keadilan, masalah ini menjadi masalah yang sangat serius. Sistem moneter didasarkan pada standar nilai mata uang yang mencakup karakteristik mata uang, peraturan jumlah mata uang logam atau kertas, logam mulia ekspor dan impor logam, dan fasilitas bank yang berkaitan dengan giro. Setelah kita membahas permasalahan moneter dan permasalahan mendasarnya, yaitu permasalahan moneter dimana setiap negara mempunyai mata uangnya masing-masing, maka mata uang tersebut kemudian digunakan sebagai alat untuk menentukan nilai barangbarangnya. Selain itu, sistem moneter internasional, atau institusi, digunakan sebagai alat pembayaran untuk transaksi lintas batas. Sistem ini menunjukkan bagaimana alat tukar 2 JMA - VOLUME 2, NO. 6, JUNI 2024 digunakan dan bagaimana pemerintah dapat mempengaruhinya. Sistem moneter internasional yang berfungsi dengan baik memfasilitasi perdagangan dan investasi internasional serta adaptasi terhadap perubahan keadaan. Salah satu komponen kunci dari sistem moneter internasional adalah nilai tukar yang ada antara semua negara di seluruh dunia. Perdagangan internasional adalah suatu kegiatan usaha yang melibatkan pertukaran barang atau jasa antar negara dengan tujuan mencapai margin keuntungan yang lebih tinggi dibandingkan margin keuntungan dalam negeri. Perdagangan ini melibatkan penggunaan proses yang dikenal sebagai impor dan ekspor barang atau jasa dari satu negara ke negara lain. Saat ini, perdagangan bilateral dan multilateral melalui kerja sama mengikuti jejak perdagangan internasional. Kedua belah pihak pasti akan mencapai tingkat kemahiran profesional yang sebanding dengan perdagangan internasional. Tujuan utama dari pengalaman kerja bersama ini adalah untuk memperkuat kerja sama tim. Pertumbuhan ekonomi suatu negara, khususnya negara berkembang seperti Indonesia, sangat dipengaruhi oleh perdagangan internasional. Pentingnya perdagangan internasional sebagai pendorong pertumbuhan ekonomi suatu negara tidak dapat dipungkiri. Dinar adalah istilah yang mengacu pada peningan atau koin emas yang telah digunakan sebagai alat perdagangan sepanjang sejarah. Sebenarnya koin emas telah digunakan sejak zaman Nabi Muhammad (SAW). Kepingan emas ini digunakan sebagai penanggulangan kelesuan masyarakat Arab saat itu. Namun seiring berjalannya waktu, penggunaan dinar sebagai alat pembayaran mulai berkurang. Saat ini emas dinar banyak dijadikan sebagai investasi karena terbuat dari emas keruh. Hal ini membuat nilai tukar relatif stabil dan akan terus menurun dibandingkan dengan nilai emas murni yang berlaku di pasar. Berbeda dengan obligasi emas, dinar emas memiliki berat 4,25 gram dan biasanya terbuat dari 24 atau 22 karat. Selain itu, juga dijual uang koin dengan nilai satu dinar hingga empat dinar. Sebaliknya, harga dinar sendiri biasanya. Dalam hal ini, transaksi tidak terlepas dari metode pembayaran yang digunakan. Bila dimiringkan ke samping, alat pembayarannya adalah dinar (emas) dan dirham (perak). Dinar dan dirham adalah metode pembayaran yang sudah ditambahkan semenjak zaman Romawi dan Persia. Negara-negara ini masih kuat untuk memproyeksikan kekuasaan di angkum global. Penggunaan uang selalu ada sepanjang zaman Rasulullah PENGGUNAAN DINAR DAN DIRHAM TERHADAP STANDAR MONETER INTERNASIONAL dan para sahabatnya. Menurut Nabi Muhammad SAW, emas (dinar) dan perak (dirham) digunakan sebagai satuan hitung dan sebagai sistem patokan nilai moneter dalam rangka menilai barang dan jasa pada saat itu. Sebelum Islam, masyarakat kafir menggunakan sistem berbasis moneter yang (...truncated)


This is a preview of a remote PDF: https://jurnal.mediaakademik.com/index.php/jma/article/download/408/391
Article home page: https://jurnal.mediaakademik.com/index.php/jma/article/view/408/391

Wahdatul Nadia Rawi, Nabila Ika Ariyanti, Riski Rahmawati, Raudlatus Solihin. PENGGUNAAN DINAR DAN DIRHAM TERHADAP STANDAR MONETER INTERNASIONAL, Jurnal Media Akademik (JMA), 2024,