STUDI KEMAMPUAN BACA AL-QUR’AN MAHASISWA IAIN PALOPO

Jurnal Media Akademik (JMA), Jan 2024

Artikel ini bertujuan untuk memetakan kemampuan baca al-Qur’an mahasiswa dilihat dari penyebutan huruf dan bacaan mad. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dan kuantitatif (mix method). Data diperoleh melalui wawancara, observasi dan tes. Sah tidaknya data melalui triangulasi metode. Hasil penelitian didapatkan dari 131 mahasiswa terdapat 11 orang (8,39%) yang keliru dalam hal penyebutan huruf; ا, ع, ظ, خ dan 27 orang (20,6%) yang keliru dalam kemampuan bacaan panjang pendek (Mad). Bacaan yang seharusnya dibaca panjang tapi dibaca pendek, demikian sebaliknya.

Article PDF cannot be displayed. You can download it here:

https://jurnal.mediaakademik.com/index.php/jma/article/download/142/143

STUDI KEMAMPUAN BACA AL-QUR’AN MAHASISWA IAIN PALOPO

JURNAL MEDIA AKADEMIK (JMA) Vol.1, No.1 Desember 2023 e-ISSN: 3031-5220, DOI: 10.62281, Hal xx-xx PT. Media Akademik Publisher AHU-084213.AH.01.30.Tahun 2023 STUDI KEMAMPUAN BACA AL-QUR’AN MAHASISWA IAIN PALOPO Oleh : Muhammad Agil Amin Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan - IAIN Palopo Alamat: JL. Agatis Balandai, Kota Palopo, Sulawesi Selatan (91914). Korespondensi penulis : Abstract. This article aims to map students' Al-Qur'an reading ability seen from the mention of letters and mad reading. This research is qualitative and quantitative research (mix method). Data was obtained through interviews, observations and tests. Validity of the data through triangulation methods. The research results obtained from 131 students, there were 11 people (8.39%) who made mistakes in pronouncing letters; ‫ا‬, ‫ع‬, ‫ظ‬, ‫ خ‬and 27 people (20.6%) who were mistaken in short-length reading ability (Mad). Readings that should be long are read short, and vice versa. Keywords: Ability, Read Al-Qur'an, Student. Abstrak. Artikel ini bertujuan untuk memetakan kemampuan baca al-Qur’an mahasiswa dilihat dari penyebutan huruf dan bacaan mad. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dan kuantitatif (mix method). Data diperoleh melalui wawancara, observasi dan tes. Sah tidaknya data melalui triangulasi metode. Hasil penelitian didapatkan dari 131 mahasiswa terdapat 11 orang (8,39%) yang keliru dalam hal penyebutan huruf; ‫ا‬, ‫ع‬, ‫ظ‬, ‫خ‬ dan 27 orang (20,6%) yang keliru dalam kemampuan bacaan panjang pendek (Mad). Bacaan yang seharusnya dibaca panjang tapi dibaca pendek, demikian sebaliknya. Kata Kunci: Kemampuan, Baca Al-Qur’an, Mahasiswa. LATAR BELAKANG Allah swt telah menurunkan kitab petunjuk kepada manusia, yaitu: kitab Sabur, Received Desember 18, 2023; Revised Desember 23, 2023; Desember 28, 2023 *Corresponding author : STUDI KEMAMPUAN BACA AL-QUR’AN MAHASISWA IAIN PALOPO kitab Taurat, kitab Injil, kitab Al-Qur’an, ṣuhuf Ibrāhīm dan ṣuhuf Mūsā. Al-Qur’an merupakan kitab yang terakhir diturunkan di antara kitab dan ṣuhuf tersebut. Dengan demikian AlQur’an telah menasakhkan kitab dan ṣuhuf tersebut. Al-Qur’an terjamin keasliannya sejak masa turunnya hingga akhir zaman. Al-Qur’an sebagai mu`jizat terbesar Nabi Muhammad saw dan membacanya bernilai ibadah (Robbani and Haqqy 2021). Al-Qur’an diturunkan kepada Muhammad dengan menggunakan bahasa Arab, karena Muhammad adalah orang Arab. Memang semua kitab samawi yang diturunkan oleh Allah ke muka bumi ini menggunakan bahasa rasul yang menerima kitab samawi itu. Hal tersebut sangat rasional, karena kalau bahasa kitab samawi itu berbeda dengan bahasa rasul, mka sulit rasul memahaminya dan menyampaikannya kepada umatnya. (Naufal and Hasanudin 2023) Al-Qur’an makna dan lafaznya dari Allah, membaca Al-Qur’an berarti membaca kalamullah. Rasulullah Muhammad saw adalah penjelas Al-Qur’an baik bacaannya maupun maknanya. Kemudian sahabat, tābi`īn, tābi` tābi`īn dan ulama meneruskan fungsi beliau sebagai penjelas Al-Qur’an. Al-Qur’an sebagai petunjuk kepada manusia khususnya umat Islam telah menyebabkan terciptanya banyak disiplin ilmu yang bertujuan untuk mengantarkan manusia memahami Al-Qur’an itu. Di antara ilmu-ilmu itu adalah ilmu tentang kaedah bacaan AlQur’an mulai dari kaedah bacaan hurufnya, katanya, kalimatnya dan ayatnya. Al-Qur’an sebagai wahyu Allah SWT., diturunkan dan disampaikan kepada Nabi Muhammad SAW., sebagai petunjuk dalam menempuh dan menjalani hidupnya di dunia. Al-Qur’an memberikan keterangan dan petunjuk yang tegas kepada manusia untuk melaksanakan tugas kehidupannya. Dengan adanya Al-Qur’an, manusia bisa tahu mana yang haq dan yang bathil. Semua petunjuk yang diberikan Al-Qur’an itu mengarahkan pada kehidupan manusia. Al-Qur’an tidak diturunkan untuk satu umat atau satu abad tetapi untuk seluruh umat manusia dan untuk sepanjang masa (HT Yanggo - Misykat, 2016) Al-Qur’an memiliki kelebihan dibandingkan kitab-kitab suci yang diturunkan Allah SWT., kepada umat sebelumnya. Kelebihan itu antara lain mu’jizat terbesar bagi Rasulullah SAW., dan sebagai penyempurna kitab-kitab yang terdahulu. Setiap seorang muslim dituntut untuk mampu membaca Al-Qur’an. Untuk bisa 2 JMA - VOLUME 1, NO. 1, DESEMBER 2023 membaca Al-Qur’an perlu belajar dengan bersungguh-sungguh. Mengingat Al-Qur’an diturunkan dalam bahasa Arab (Aflisia, N, 2016). Firman Allah SWT dalam surat AzZukhruf ayat 3 menjelaskan sebagai berikut: َ‫ع َربِيًّا لَّعَلَّكُ ْم ت َ ْع ِقلُون‬ َ ‫إِنَّا َجعَ ْل َٰنَهُ قُ ْر َٰ َء ًنا‬ Terjemahnya: “Sesungguhnya Kami menjadikan Al-Qur’an dalam bahasa Arab supaya kamu memahaminya”. Mengingat begitu pentingnya mempelajari Al-Qur’an dan memahaminya, maka di sekolah–sekolah mulai dari tingkat dasar hingga perguruan tinggi mereka mempelajari al-Qur’an dan memasukkannya ke dalam kurikulum pendidikan. METODE PENELITIAN Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif dan kuantitatif (mix method). Secara kualitatif, data dideskripsikan dalam bentuk kata-kata (A Rukajat – 2018), secara kuantitatif data disajikan dalam bentuk angka (Lasena, S. R, 2013). Sumber data dalam penelitian bersumber dari hasil wawancara, observasi dan test. Sah tidaknya data, peneliti melakukan uji triangulasi metode. Triangulasi metode peneliti gunakan untuk menguji kesamaan data hasil wawancara dengan observasi dan atau test. Jika terdapat kesamaan, data dianggap sah. HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil Persentase kemampuan baca al-Qur’an mahasiswa dapat dihitung dengan rumus: Presentase kemampuan = Jumlah mahasiswa yang mampu X 100 % Jumlah seluruh mahasiswa Setelah data yang telah dikumpulkan selesai diolah, maka langkah selanjutnya adalah menganalisis data tersebut. STUDI KEMAMPUAN BACA AL-QUR’AN MAHASISWA IAIN PALOPO Tabel Jumlah mahasiswa Prodi PAI angkatan 2022 No. Kelas Jumlah Mahasiswa 1. PAI 2A 25 Orang 2. PAI 2B 29 Orang 3. PAI 2C 29 Orang 4. PAI 2D 27 Orang 5. PAI 2E 21 Orang Jumlah Keseluruhan 131 Orang Tabel Ketidakmapuan penyebutan Huruf (Makharijul Huruf) No. Kelas Jumlah Mahasiswa Tidak Mampu Mampu 1. PAI 2A 25 orang 2 orang 23 orang 2. PAI 2B 29 orang 2 orang 27 orang 3. PAI 2C 29 orang 2 orang 27 orang 4. PAI 2D 27 orang 2 orang 25 orang 5. PAI 2E 21 orang 3 orang 18 orang 131 orang 11 orang 120 orang Jumlah Keseluruhan Dari tabel di atas dapat diketahui bahwa persentase ketidakmampuan penyebutan huruf (Makharijul Huruf) yaitu, Presentase Ketidakmampuan = Jumlah mahasiswa tidak mampu x 100% Jumlah Seluruh mahasiswa = 11 x 100% 131 = 8,39% sehingga dapat diketahui kemampuan penyebutan huruf (Makharijul Huruf) mahasiswa 4 JMA - VOLUME 1, NO. 1, DESEMBER 2023 yaitu 100% - 8,39% = 91,61%. Tabel Ketidakmampuan Bacaan Panjang Pendek (Mad) No. Kelas Jumlah Mahasiswa Tidak Mampu Mampu 1. PAI 2A 25 Orang 6 orang 19 orang 2. PAI 2B 29 orang 6 orang 23 orang 3. PAI 2C 29 Orang 4 orang 25 orang 4. PAI 2D 27 orang 5 orang 22 orang 5. PAI 2E 21 Orang 6 orang 15 orang 1 (...truncated)


This is a preview of a remote PDF: https://jurnal.mediaakademik.com/index.php/jma/article/download/142/143
Article home page: https://jurnal.mediaakademik.com/index.php/jma/article/view/142/143

Muhammad Agil Amin. STUDI KEMAMPUAN BACA AL-QUR’AN MAHASISWA IAIN PALOPO, Jurnal Media Akademik (JMA), 2024,