STUDI KEMAMPUAN BACA AL-QUR’AN MAHASISWA IAIN PALOPO
JURNAL MEDIA AKADEMIK (JMA)
Vol.1, No.1 Desember 2023
e-ISSN: 3031-5220, DOI: 10.62281, Hal xx-xx
PT. Media Akademik Publisher
AHU-084213.AH.01.30.Tahun 2023
STUDI KEMAMPUAN BACA AL-QUR’AN MAHASISWA IAIN
PALOPO
Oleh :
Muhammad Agil Amin
Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan - IAIN Palopo
Alamat: JL. Agatis Balandai, Kota Palopo, Sulawesi Selatan (91914).
Korespondensi penulis :
Abstract. This article aims to map students' Al-Qur'an reading ability seen from the
mention of letters and mad reading. This research is qualitative and quantitative research
(mix method). Data was obtained through interviews, observations and tests. Validity of
the data through triangulation methods. The research results obtained from 131 students,
there were 11 people (8.39%) who made mistakes in pronouncing letters; ا, ع, ظ, خand
27 people (20.6%) who were mistaken in short-length reading ability (Mad). Readings
that should be long are read short, and vice versa.
Keywords: Ability, Read Al-Qur'an, Student.
Abstrak. Artikel ini bertujuan untuk memetakan kemampuan baca al-Qur’an mahasiswa
dilihat dari penyebutan huruf dan bacaan mad. Penelitian ini merupakan penelitian
kualitatif dan kuantitatif (mix method). Data diperoleh melalui wawancara, observasi dan
tes. Sah tidaknya data melalui triangulasi metode. Hasil penelitian didapatkan dari 131
mahasiswa terdapat 11 orang (8,39%) yang keliru dalam hal penyebutan huruf; ا, ع, ظ, خ
dan 27 orang (20,6%) yang keliru dalam kemampuan bacaan panjang pendek (Mad).
Bacaan yang seharusnya dibaca panjang tapi dibaca pendek, demikian sebaliknya.
Kata Kunci: Kemampuan, Baca Al-Qur’an, Mahasiswa.
LATAR BELAKANG
Allah swt telah menurunkan kitab petunjuk kepada manusia, yaitu: kitab Sabur,
Received Desember 18, 2023; Revised Desember 23, 2023; Desember 28, 2023
*Corresponding author :
STUDI KEMAMPUAN BACA AL-QUR’AN MAHASISWA IAIN
PALOPO
kitab Taurat, kitab Injil, kitab Al-Qur’an, ṣuhuf Ibrāhīm dan ṣuhuf Mūsā. Al-Qur’an
merupakan kitab yang terakhir diturunkan di antara kitab dan ṣuhuf tersebut. Dengan
demikian AlQur’an telah menasakhkan kitab dan ṣuhuf tersebut. Al-Qur’an terjamin
keasliannya sejak masa turunnya hingga akhir zaman. Al-Qur’an sebagai mu`jizat
terbesar Nabi Muhammad saw dan membacanya bernilai ibadah (Robbani and Haqqy
2021).
Al-Qur’an diturunkan kepada Muhammad dengan menggunakan bahasa Arab,
karena Muhammad adalah orang Arab. Memang semua kitab samawi yang diturunkan
oleh Allah ke muka bumi ini menggunakan bahasa rasul yang menerima kitab samawi
itu. Hal tersebut sangat rasional, karena kalau bahasa kitab samawi itu berbeda dengan
bahasa rasul, mka sulit rasul memahaminya dan menyampaikannya kepada umatnya.
(Naufal and Hasanudin 2023)
Al-Qur’an makna dan lafaznya dari Allah, membaca Al-Qur’an berarti membaca
kalamullah. Rasulullah Muhammad saw adalah penjelas Al-Qur’an baik bacaannya
maupun maknanya. Kemudian sahabat, tābi`īn, tābi` tābi`īn dan ulama meneruskan fungsi
beliau sebagai penjelas Al-Qur’an.
Al-Qur’an sebagai petunjuk kepada manusia khususnya umat Islam telah
menyebabkan terciptanya banyak disiplin ilmu yang bertujuan untuk mengantarkan
manusia memahami Al-Qur’an itu. Di antara ilmu-ilmu itu adalah ilmu tentang kaedah
bacaan AlQur’an mulai dari kaedah bacaan hurufnya, katanya, kalimatnya dan ayatnya.
Al-Qur’an sebagai wahyu Allah SWT., diturunkan dan disampaikan kepada Nabi
Muhammad SAW., sebagai petunjuk dalam menempuh dan menjalani hidupnya di dunia.
Al-Qur’an memberikan keterangan dan petunjuk yang tegas kepada manusia untuk
melaksanakan tugas kehidupannya. Dengan adanya Al-Qur’an, manusia bisa tahu mana
yang haq dan yang bathil. Semua petunjuk yang diberikan Al-Qur’an itu mengarahkan
pada kehidupan manusia. Al-Qur’an tidak diturunkan untuk satu umat atau satu abad
tetapi untuk seluruh umat manusia dan untuk sepanjang masa (HT Yanggo - Misykat,
2016)
Al-Qur’an memiliki kelebihan dibandingkan kitab-kitab suci yang diturunkan
Allah SWT., kepada umat sebelumnya. Kelebihan itu antara lain mu’jizat terbesar bagi
Rasulullah SAW., dan sebagai penyempurna kitab-kitab yang terdahulu.
Setiap seorang muslim dituntut untuk mampu membaca Al-Qur’an. Untuk bisa
2
JMA - VOLUME 1, NO. 1, DESEMBER 2023
membaca Al-Qur’an perlu belajar dengan bersungguh-sungguh. Mengingat Al-Qur’an
diturunkan dalam bahasa Arab (Aflisia, N, 2016). Firman Allah SWT dalam surat AzZukhruf ayat 3 menjelaskan sebagai berikut:
َع َربِيًّا لَّعَلَّكُ ْم ت َ ْع ِقلُون
َ إِنَّا َجعَ ْل َٰنَهُ قُ ْر َٰ َء ًنا
Terjemahnya:
“Sesungguhnya Kami menjadikan Al-Qur’an dalam bahasa Arab supaya kamu
memahaminya”.
Mengingat begitu pentingnya mempelajari Al-Qur’an dan memahaminya, maka
di sekolah–sekolah mulai dari tingkat dasar hingga perguruan tinggi mereka mempelajari
al-Qur’an dan memasukkannya ke dalam kurikulum pendidikan.
METODE PENELITIAN
Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif dan kuantitatif (mix method).
Secara kualitatif, data dideskripsikan dalam bentuk kata-kata (A Rukajat – 2018), secara
kuantitatif data disajikan dalam bentuk angka (Lasena, S. R, 2013). Sumber data dalam
penelitian bersumber dari hasil wawancara, observasi dan test. Sah tidaknya data, peneliti
melakukan uji triangulasi metode. Triangulasi metode peneliti gunakan untuk menguji
kesamaan data hasil wawancara dengan observasi dan atau test. Jika terdapat kesamaan,
data dianggap sah.
HASIL DAN PEMBAHASAN
Hasil
Persentase kemampuan baca al-Qur’an mahasiswa dapat dihitung dengan rumus:
Presentase kemampuan = Jumlah mahasiswa yang mampu X 100 %
Jumlah seluruh mahasiswa
Setelah data yang telah dikumpulkan selesai diolah, maka langkah selanjutnya adalah
menganalisis data tersebut.
STUDI KEMAMPUAN BACA AL-QUR’AN MAHASISWA IAIN
PALOPO
Tabel Jumlah mahasiswa Prodi PAI angkatan 2022
No. Kelas
Jumlah Mahasiswa
1.
PAI 2A
25 Orang
2.
PAI 2B
29 Orang
3.
PAI 2C
29 Orang
4.
PAI 2D
27 Orang
5.
PAI 2E
21 Orang
Jumlah Keseluruhan 131 Orang
Tabel Ketidakmapuan penyebutan Huruf (Makharijul Huruf)
No.
Kelas
Jumlah Mahasiswa
Tidak Mampu
Mampu
1.
PAI 2A
25 orang
2 orang
23 orang
2.
PAI 2B
29 orang
2 orang
27 orang
3.
PAI 2C
29 orang
2 orang
27 orang
4.
PAI 2D
27 orang
2 orang
25 orang
5.
PAI 2E
21 orang
3 orang
18 orang
131 orang
11 orang
120 orang
Jumlah Keseluruhan
Dari tabel di atas dapat diketahui bahwa persentase ketidakmampuan penyebutan
huruf (Makharijul Huruf) yaitu,
Presentase Ketidakmampuan = Jumlah mahasiswa tidak mampu x 100%
Jumlah Seluruh mahasiswa
= 11 x 100%
131
= 8,39%
sehingga dapat diketahui kemampuan penyebutan huruf (Makharijul Huruf) mahasiswa
4
JMA - VOLUME 1, NO. 1, DESEMBER 2023
yaitu 100% - 8,39% = 91,61%.
Tabel Ketidakmampuan Bacaan Panjang Pendek (Mad)
No.
Kelas
Jumlah Mahasiswa
Tidak Mampu
Mampu
1.
PAI 2A
25 Orang
6 orang
19 orang
2.
PAI 2B
29 orang
6 orang
23 orang
3.
PAI 2C
29 Orang
4 orang
25 orang
4.
PAI 2D
27 orang
5 orang
22 orang
5.
PAI 2E
21 Orang
6 orang
15 orang
1 (...truncated)