Kasap dan Bordiran Aceh Sebagai Identitas Lokal di Gampong Lancang Garam Lhokseumawe

Jurnal Inovasi Pengabdian Masyarakat Pendidikan, Nov 2022

Kerajinan Kasap dan bordir motif produksi wilayah Lhokseumawe di kampong Lancang garam dan diberbagai wilayah Aceh diberbagai daerah masing masing. Setiap kasap mempunyai motif yang berbeda mempunyai ciri atau motif tersendiri dan hal ini sangat menarik untuk dipejari dan di telaah.Beberapa kasap dan bordiran memperlihatkan keberadaan asal wilayah tersebut sehingga mempunyai corak yang berbeda jika dicermati dengan seksama. Dengan ciri dan motif yang dimodifikasi produk diberbagai wilayah tersebut mampu diperkenalkan kepada wisatawan atau turis lokal betapa besar cita rasa buadaya Aceh untuk suatu produk dan motif kasap dan bordiran baik motif tas, topi, baju, songket dan lainlainnya. Tujuan dari pengabdian ini untuk menelaah Seberapa besar peran masyarakat dan mitra usaha motif kasap dan bordir Aceh di wilayah kota Lhokseumawe dan Bagaimana motif Kasap dan bordiran yang paling banyak diminati oleh kota Lhokseumawe. Hasil penelitian memeperlihatkan peluang ketrampilan dalam kasap bordiran Aceh di kampong Lhokseumawe akan mampu menambah penghasailan pendapatan ibu ibu diwilayah tersebut dalam memproduksi kerajinan rumah tangga.

Article PDF cannot be displayed. You can download it here:

https://ejournal.unib.ac.id/jurnalinovasi/article/download/21203/11090

Kasap dan Bordiran Aceh Sebagai Identitas Lokal di Gampong Lancang Garam Lhokseumawe

Jurnal Inovasi Pengabdian Masyarakat Pendidikan E-ISSN: 2774-3667 P-ISSN: 2774-6194 Volume 3, Nomor 1, 2022 Hal. 53-63 Kasap dan Bordiran Aceh Sebagai Identitas Lokal di Gampong Lancang Garam Lhokseumawe Khalsiah Universitas Malikussaleh Nurul Fadhillah IAIN Lhokseumawe Sulhatun Universitas Malikussaleh Likdanawati Universitas Malikussaleh ABSTRAK Kerajinan Kasap dan Bordiran Motif produksi wilayah Lhokseumawe di kampong Lancang garam dan diberbagai wilayah Aceh diberbagai daerah masing masing. Setiap kasap mempunyai motif yang berbeda mempunyai ciri atau motif tersendiri dan hal ini sangat menarik untuk dipejari dan di telaah.Beberapa kasap dan bordiran memperlihatkan keberadaan asal wilayah tersebut sehingga mempunyai corak yang berbeda jika dicermati dengan seksama. Dengan ciri dan motif yang dimodifikasi produk diberbagai wilayah tersebut mampu diperkenalkan kepada wisatawan atau turis lokal betapa besar cita rasa buadaya Aceh untuk suatu produk dan motif kasap dan bordiran baik motif tas, topi, baju, songket dan lainlainnya. Tujuan dari pengabdian ini untuk menelaah Seberapa besar peran masyarakat dan mitra usaha motif kasap dan bordir Aceh di wilayah kota Lhokseumawe dan Bagaimana motif Kasap dan bordiran yang paling banyak diminati oleh kota Lhokseumawe. Hasil penelitian memeperlihatkan peluang ketrampilan dalam kasap bordiran Aceh di kampong Lhokseumawe akan mampu menambah penghasailan pendapatan ibu ibu diwilayah tersebut dalam memproduksi kerajinan rumah tangga. PENDAHULUAN Seni menenun atau istilah saat ioni disebut bordiraan atau disitilahkan dengan kasap telah menjadi mata pencaharian masyarakat dan telah memasuki jalur bisnis yang patut diperhitungkan. Ketrampilan masyarakat yangdulunya dilakukan turun temurun menjadi ladang usaha masyarakat dan telah dilirik oleh bangsa pasar tidak hanya di wilayah setempat akan tetapi telah sampai 53 Jurnal Inovasi Pengabdian Masyarakat Pendidikan E-ISSN: 2774-3667 P-ISSN: 2774-6194 Volume 3, Nomor 1, 2022 Hal. 53-63 diberbagai belahan ngara lainnya. Kehadiran kerajinan sulaman benuansa benang emas atau di istilahkan “kasab Aceh” merupakan salah satu komponen pentin dalam perlengkapan upacaraupacara adat masyarakat Aceh, terutama pada upacara perkawinan, upacara puesijuk atau tepung tawar, pacara sunat rasul dan upacara lainnya yang berfungsi sebagai penghias interior dan barang pakai untuk keperluan upacara. Menurut Budi (2009:154), kasap dan budaya mempunyai ciri khas dam sulaman diberbagai wilayah Aceh mempunyai ciri khas tradisional ada yang mengunakan kain beludru, dan kain perca dan diukiran kasab memiliki warna banyak bermotif flora yang disulam apik dan dengan manik – manik berwarna emas. Sementara artistik sulaman benang emas yang dikenal sebagai sulaman yang dari kasap. Lebih lanjut Azhar Munthasir, “Adat perkawinan Etnis Aceh”yang menjelaskan mengenai adat Aceh di kota Lhokseumawe, mempunyai nuansa tersendiri dan sangat dihormati oleh masyarakat. Aceh merupakan daerah yang paling dalam menggurat sejarah kebudayaan Islam di Indonesia, seiring dengan meluasnya kekuasaan serta kejayaan kerajaan Aceh sehingga mempengaruhi hasil-hasil karya seni masyarakat. Karya-karya seni tersebut diciptakan Seni kriya atau seni kerajinan sebagai salah satu hasil budaya bangsa pada mulanya bersifat spiritual fungsional yang dibuat dengan teknik atau perwujudan dalam perkembangannnya, seni kriya atau seni kerajinan yang ada justru menjadi seni-seni tradisional yang secara turun-temurun. Penjelasan (Geerzt dalam Rohidi 2000: 6) Berbagai alat yang menngunakan bentuk yang identic dengan simol pada umumnya mampu mengakomodir berbagai makna dan symbol. 1. Aspek Kerajinan Usaha dan Manajemen Usaha Seni kerajinan dengan ldan bordir sulamamn tidak jauh berbeda terutama dalam nilai-nilai yang menyangkut segi kualitas dari penghayatan terhadap cita rasa estetik dan lebih sempurna dan memuaskan di antaranya mencapai tingkat klasik. Dari permaslahan diatas Peneleitian terhadap pengadian maasayarakat ini bembahas tentang: Seberapa besar peran masyarakat dan mitra usaha motif kasap dan bordir Aceh di wilayah kota Lhokseumawe dan Bagaimana motif Kasap dan bordiran yang paling banyak diminati oleh kota Lhokseumawe? 54 Jurnal Inovasi Pengabdian Masyarakat Pendidikan E-ISSN: 2774-3667 P-ISSN: 2774-6194 Volume 3, Nomor 1, 2022 Hal. 53-63 2. Persoalan yang dihadapi Mitra Permasalahan yang dihadapi mitra adalah metode proses yang masih perlu perbaikan sehingga produkstifitas rendah membutuhkan kualitas yang bagus dalam sulaman bordiranAceh dan pada Kelompok Usaha PKK Desa Lancang Garam adalah masalah perlunya dilakukan sosialisasi dan aplikasi produk inovasi ditengah masyarakat Lancang Garam saat ini. Aplikasi produk nantinya akan memdorong msyarakat usaha kasab dan bordir di Kota Lhokseumawe untuk mengolah dan menggunakan serta mengembangkan usaha tersebut yang berbasis teknologi. 3. Permasalahan Prioritas Mitra yang disepakati Bersama Berdasarkan hasil diskusi pengusul dengan mitra terutama tpada kerajinan rumah tangga pada kelompok masyarakat di desa Lancang Garam ditemukan beberapa masalah yang kemudian disepakati sebagai masalah utama yang perlu diatasi. Permasalahan utama kemitra yang disepakati tersebut adalah permasalahan pemasaran produk yang dihasilkan. Peningkatan produksi mitra. 4. Justifikasi Pengusul Bersama Mitra dalam Menentukan Persoalan Prioritas Untuk Diselesaikan Selama Program Pengabdian Salah satu cara untuk mengatasi masalah diatas adalah pada tahap awal adalah fokus pada peningkatan produksi sulaman seperti bordiran payung. Dan lainnya serta membangun manajemen usaha yang baik ke Mitra. Selanjutnya melakukan aplikasi produk kemsarakat untuk memperkenalkan produk inovasi. Dan melakukan sosialisasi pada para masyarakat di desa Lancang garam sebagai desa binaan Universitas Malikussaleh agar teraplikasinya iptek kampus di tengah masyaraat dalam berinovasi. 5. Permasalahan Spesifik, Konkret Dan Merupakan Permasalahan Mitra Berdasarkan hasil survey lapangan dan diskusi dengan masyrakat dan tenaga informal tentang Kasap dan Bordir Sulaman emas maka dapat disimpulkan bahwa masalah yang dihadapi oleh mitra adalah: 55 Jurnal Inovasi Pengabdian Masyarakat Pendidikan E-ISSN: 2774-3667 P-ISSN: 2774-6194 Volume 3, Nomor 1, 2022 Hal. 53-63 a. Masyarakat kurang berminat dengan kerajinan kasap dan border dikarenakan tidak pernah ada pelatihan tentang kursus bagaimana membuat kasap dan border hand-made yang artistic. b. Kurangnya manajemen usaha yang dikuasai oleh masyarakat yang menjadi mitra. c. Mitra kurang berani memasarkan hasil kerajinan karena takut tidak ada pembeli. d. Hasil kerajinan yang bagus perlu keterampilan dan pembekalan, namun sebagian pekerja informal belum banyak mendapatkan informasi bagaimana sulaman kasap dan bordiran yang benar. e. Rendahnya metode distribusi dan Pemasaran produk ke masyarakat. Sementara berdasarkan hasil survey lapangan dan diskusi dengan kelompok masyarakat di desa Lancan (...truncated)


This is a preview of a remote PDF: https://ejournal.unib.ac.id/jurnalinovasi/article/download/21203/11090
Article home page: https://ejournal.unib.ac.id/jurnalinovasi/article/view/21203/11090

khalsiah khalsiah, Nurul Fadhillah, Sulhatun, Likdanawati. Kasap dan Bordiran Aceh Sebagai Identitas Lokal di Gampong Lancang Garam Lhokseumawe, Jurnal Inovasi Pengabdian Masyarakat Pendidikan, 2022, pp. 53-63,