ANALISIS STRATEGI PEMASARAN PELAKU UMKM SEBLAK BU MUHYI TELANG BANGKALAN PRESPEKTIF STUDI KELAYAKAN BISNIS
JURNAL MEDIA AKADEMIK (JMA)
Vol.2, No.6 Juni 2024
e-ISSN: 3031-5220; DOI: 10.62281, Hal XX-XX
PT. Media Akademik Publisher
AHU-084213.AH.01.30.Tahun 2023
ANALISIS STRATEGI PEMASARAN PELAKU UMKM SEBLAK
BU MUHYI TELANG BANGKALAN PRESPEKTIF STUDI
KELAYAKAN BISNIS
Oleh:
Arief Tegar Saputra1
Abdur Rohman2
Universitas Trunojoyo Madura
Alamat: JL. Raya Telang, Kec. Kamal, Kab. Bangkalan, Jawa Timur (69162)
Korespondensi Penulis:
Abstract. Indonesian people, especially the younger generation, are already familiar with
a variety of typical Bandung foods. One of them is Seblak, a dish that is popular in
Indonesia. Originally originating from Bandung, West Java, Seblak has now become an
inseparable part of Indonesian culinary delights that are loved by various groups, both
young people and adults. This research aims to explore the marketing strategy and
business feasibility of Warung Seblak Bu Muhyi, which is located in Telang Village,
Kamal District, Bangkalan Regency, East Java. The research method used is descriptive
qualitative, through field research. The subjects of this research are business owners.
Data was collected from primary data sources through interviews, observation and
documentation. The research results show that Warung Seblak Bu Muhyi implements an
effective 4P marketing strategy. They serve Seblak products with a variety of basic noodle
ingredients and various toppings, set affordable prices, have a comfortable and clean
strategic location in the middle of residential areas and campuses, and promote their
products offline through direct promotion and word of mouth, as well as online through
social media. From a business feasibility perspective, Warung Seblak Bu Muhyi's
business can be considered to have met the standards for running a business.
Keywords: Marketing Strategy, Mix Marketing, Business Feasibility Study.
Received May 21, 2024; Revised May 27, 2024; June 08, 2024
*Corresponding author:
ANALISIS STRATEGI PEMASARAN PELAKU UMKM SEBLAK
BU MUHYI TELANG BANGKALAN PRESPEKTIF STUDI
KELAYAKAN BISNIS
Abstrak. Masyarakat Indonesia, terutama generasi muda, sudah akrab dengan ragam
makanan khas Bandung. Salah satunya adalah Seblak, sebuah hidangan yang populer di
Indonesia. Awalnya berasal dari Bandung, Jawa Barat, Seblak kini telah menjadi bagian
tak terpisahkan dari kuliner Indonesia yang digemari oleh berbagai kalangan, baik anak
muda maupun orang dewasa. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi strategi
pemasaran dan kelayakan bisnis Warung Seblak Bu Muhyi, yang berlokasi di Desa
Telang, Kecamatan Kamal, Kabupaten Bangkalan, Jawa Timur. Metode penelitian yang
digunakan adalah kualitatif deskriptif, melalui penelitian lapangan. Subjek penelitian ini
adalah pemilik usaha. Data dikumpulkan dari sumber data primer melalui wawancara,
observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Warung Seblak Bu
Muhyi menerapkan strategi pemasaran 4P yang efektif. Mereka menyajikan produk
Seblak dengan variasi bahan dasar mie dan berbagai topping, menetapkan harga yang
terjangkau, memiliki lokasi strategis yang nyaman dan bersih di tengah pemukiman
warga dan kampus, serta mempromosikan produknya secara offline melalui promosi
langsung dan dari mulut ke mulut, serta secara online melalui media sosial. Dari
perspektif kelayakan bisnis, usaha Warung Seblak Bu Muhyi dapat dianggap telah
memenuhi standar dalam menjalankan bisnis.
Kata Kunci: : Strategi Pemasaran, Bauran Pemasaran, Studi Kelayakan Bisnis.
LATAR BELAKANG
Transformasi bisnis terjadi, sebagian besar disebabkan oleh kemajuan teknologi,
globalisasi ekonomi, dan perubahan perilaku konsumen. Perkembangan ini telah
menciptakan hambatan dinamis yang mendorong inovasi dan adaptasi dari pemilik
usaha. Masyarakat Indonesia khususnya generasi muda sudah tidak asing lagi dengan
makanan ala Bandung. Seblak adalah hidangan khas Indonesia yang telah mendapatkan
popularitas tinggi. Seblak, terutama di kalangan pekerja, pelajar, dan anak muda,
memiliki akar yang kuat, namun kini sudah menjadi bagian integral dari kuliner
Indonesia yang disukai banyak orang. Awalnya digambarkan sebagai makanan seadanya
yang terdiri dari berbagai bahan makanan seperti kerupuk, bakso, tahu, dan sayuran yang
dibuat dari tepung beras khusus.
Keunikan seblak terletak pada gabungan berbagai rasa dan tekstur menjadi
hidangan yang lezat dan memuaskan, meski seblak sudah hadir sejak tahun 1990-an,
2
JMA - VOLUME 2, NO. 6, JUNI 2024
baru pada tahun 2015 seblak mulai populer sebagai masakan. Rasa kencur seblak turut
menyumbang cita rasa khasnya. Seblak Bu Muhyi yang terkenal hadir dalam berbagai
tingkat kepedasan, mulai dari yang ringan, sedang, pedas, dan sangat pedas. Selain itu,
ada cara lain untuk memasak seblak, misalnya kering atau dengan kuah. Menu ini sangat
cocok untuk keluarga yang suka makan makanan pedas, apalagi di masa pandemi seperti
sekarang (Afifa D. (2021).
Seblak Bu Muhyi yang terletak di Desa Telang Kecamatan Kamal-Bangkalan
merupakan salah satu seblak yang ada di Bangkalan. Tujuan didirikannya rumah makan
masak seblak ini adalah untuk menunjang pendapatan keluarga tanpa mengharuskan
mereka bekerja di luar rumah. Pemilik mempunyai beberapa kendala yang harus diatasi
dalam menjalankan perusahaannya. Salah satunya adalah tidak adanya kerumunan
pelanggan dalam jumlah besar, meskipun kesulitan tersebut mungkin dapat diatasi
mengingat rumah makan tersebut telah beroperasi hingga 14 tahun dan memiliki banyak
lokasi, termasuk Bu Muhyi 1, 2, dan 3. Tanpa ekspansi bisnis, hal ini akan terjadi.
perusahaan tidak dapat berfungsi.
Proses memproduksi barang dan jasa yang lebih banyak dan lebih luas agar
dikenal oleh kelompok sosial yang lebih luas dikenal sebagai pengembangan bisnis.
Institusi bisnis akan tumbuh untuk memenuhi permintaan masyarakat dan menghasilkan
keuntungan jika persyaratan tersebut dipenuhi. Dalam bisnis ini, diperlukan strategi
pemasaran yang tepat untuk mencapai target pasar dan meningkatkan daya saing
(Brown, R. D. , & Petrello, G. J. (1976).
Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) Indonesia telah diketahui
memberikan kontribusi yang signifikan terhadap PDB pada tahun 2021, mencapai
61,07% dari total 65,4 juta UMKM di Indonesia (SMESCO Indonesia, 2021b). Namun,
hanya 16,4 juta UMKM di Indonesia yang mampu beradaptasi dengan kemajuan
teknologi sampai saat ini (SMESCO Indonesia, 2021a). Oleh karena itu, para pelaku
UMKM diharapkan dapat bertahan dan berkembang dengan membuat perencanaan
strategi yang tepat dan mampu beradaptasi dengan cepat, sehingga dapat membantu
perkembangan usaha, menjangkau pasar yang lebih luas, serta meningkatkan penjualan
dan keuntungan. Dengan perkembangan teknologi yang dapat mempermudah segala
jenis usaha di Indonesia, diharapkan hal ini dapat membantu perkembangan usaha-usaha
yang berada di Indonesia (Putra, D. A. (2021).
ANALISIS STRATEGI PEMASARAN PELAKU UMKM SEBLAK
BU MUHYI TELANG BANGKALAN PRESPEKTIF STUDI
KELAYAKAN BISNIS
Menurut data SMESCO Indonesia, sejumlah besar pela (...truncated)