STUDI PENETRASI DISTRIBUTED GENERATION PADA SISTEM DISTRIBUSI BANTUL FEEDER BANTUL 07
JTE UNIBA, Vol. 6, No. 1, Oktober 2021
169
Studi Penetrasi Distributed Generation Pada Sistem Distribusi
Bantul Feeder Bantul 07
Imron
Teknik Elektro, Fakultas Teknik Industri, Universitas Balikpapan
Abstrak- Distribution Generation (DG) atau
pembangkit tersebar merupakan pembangkit dengan
kapasitas kecil (di bawah 10 MW) yang dapat menyuplai
langsung konsumen atau terhubung langsung pada
jaringan distribusi. DG ditempatkan biasanya pada busbus yang terhubung langsung ke beban. Parameterparameter yang perlu diperhatikan dalam pemasangan
DG antara lain adalah level tegangan dan kerugian
daya. Pemasangan DG semakin meningkat di seluruh
dunia didorong oleh kebijakan nasional dan
internasional yang bertujuan untuk meningkatkan
pangsa sumber energi terbarukan dan unit-unit tenaga
panas dan mikro yang sangat efisien untuk mengurangi
emisi gas rumah kaca dan mengurangi pemanasan
global. Penempatan DG dapat mempengaruhi aliran
daya dan tegangan pada bus di sistem distribusi. Oleh
karena itu, penempatan DG harus diperhitungkan dan
direncanakan secara detail agar dapat bekerja secara
optimal. Penempatan DG yang tidak optimal dapat
meningkatkan losses pada sistem, sehingga berpengaruh
terhadap profil tegangan yang akan menurun.
Penempatan dan kapasitas DG yang optimal dapat
berpengaruh kepada peningkatan profil tegangan,
mengurangi losses, meningkatkan kapasitas distribusi,
dan meningkatkan keandalan pada sistem. Makalah ini
membahas terkait adanya penetrasi dari DG pada
sistem yang sudah ada, dalam hal ini kasus yang diambil
adalah pada feeder Bantul 07.
Kata kunci : Distribution Generation (DG), Penetrasi,
Energi Baru Terbarukan, Feeder Bantul 07
I. Pendahuluan
Distributed generation adalah sebuah pendekatan yang
menggunakan teknologi skala kecil untuk menghasilkan
listrik dekat dengan pengguna. Teknologi DG sering terdiri
dari modular generator dan kadang-kadang energi
terbarukan. Pembangkitan skala kecil tersebar dapat
mereduksi kebutuhan jaringan dalam skala besar
walaupun terjadi perubahan pada jaringan sistem tenaga
listrik. Teknologi DG sangat diperlukan di sisi jaringan
distribusi karena sistem tersebut dapat mengurangi rugi
daya pada sistem dan memperbaiki kualitas tegangan
untuk terciptanya kehandalan sistem tenaga listrik.
Penggunaan DG dapat juga memperbaiki efisiensi,
sehingga dapat mempengaruhi performa dari pusat tenaga
Imron: Studi Penetrasi Distributed Generation ....
listrik. Karakteristik DG adalah skala kecil, terdistribusi dan
dekat dengan pusat beban (closed to load), terinterkoneksi
dengan sistem distribusi, membatasi pembangunan
jaringan transmisi dan memiliki aliran daya satu arah.
Pembangkit ini ramah lingkungan, andal dalam merespon
perubahan beban, mengurangi penggunaan bahan bakar
fosil, deregulasi dalam pasar kelistrikan dan sejumlah
keuntungan lainnya. Penerapan DG memberikan banyak
manfaat pada sistem tenaga listrik, dikategorikan dalam hal
teknis, lingkungan, dan ekonomis. Keuntungan dalam hal
teknis antara lain pengurangan rugi-rugi transmisi,
perbaikan profil tegangan, peningkatan efisiensi energi,
peningkatan keandalan dan keamanan sistem, perbaikan
kualitas daya, dan dapat menghilangkan kontingensi
transmisi-distribusi [1] [2] [3].
II. Pembangkit Tersebar
Teknologi DG dapat berupa internal combustion
engines, fuel cells, microturbines, small gas turbines, small
combined cycle gas turbines, small geothermal, solar
photovoltaic, solar thermal, biofuel, biomass, wind power
dan small-hydropower. Interkoneksi dengan jaringan
transmisi memungkinkan cadangan pembangkitan minimal
dan pengoperasiannya dapat diatur dalam menghasilkan
biaya pembangkitan yang paling efisien. Berdasarkan
karakteristik daya keluaran, DG dikategorikan dalam dua
jenis yaitu dispatchable dan non-dispatchable.
Dispatchable dimaksudkan apabila keluaran DG besarnya
dapat diatur oleh operator, dengan cara mengatur jumlah
energi primer yang dikirim ke DG tersebut. Berbeda dengan
non-dispatchable yang mana operator tidak dapat mengatur
jumlah energi primer yang dibangkitkan oleh DG. Energi of
Information Administration (EIA) telah melakukan
penelitian yang menghasilkan laporan yang berisi data
statistik mengenai pertumbuhan kebutuhan energi listrik
khususnya DG yang bersumber dari energi terbarukan di
seluruh dunia. Dukungan berbagai kebijakan dan intensif
dari pemerintah dunia menjadikan komposisi pembangkit
listrik energi terbarukan dunia diperkirakan mengalami
peningkatan yang cukup signifikan dari 18% pada tahun
2007 menjadi 23% pada 2035 [4] . DG menawarkan
kelebihan dalam hal biaya investasi fasilitas pembangkit dan
saluran transmisi dibandingkan tenaga listrik konvensional.
ISSN 2528 - 6498
JTE UNIBA, Vol. 6, No. 1, Oktober 2021
Beberapa faktor yang mendorong pertumbuhan DG
seperti efisiensi penyaluran energi listrik, deregulasi,
diversifikasi sumber daya listrik, mengurangi emisi gas
rumah kaca 2 dalam mengatasi perubahan iklim, dan
pemenuhan kebutuhan nasional. DG telah mendapat banyak
perhatian luas di seluruh dunia sebagai alternatif dari sistem
pembangkit konvensional yang telah ada selama bertahuntahun. Sebagian besar negara telah memiliki program dan
kebijakan dalam mendukung perkembangan DG terutama
yang bersumber dari energi terbarukan. Pembangkit listrik
yang bersumber dari energi terbarukan memiliki kerapatan
energi yang lebih rendah jika dibandingkan dengan
pembangkit berbahan bakar fosil, namun lebih ramah
lingkungan dan dapat diperbaharui [5].
III. Pembangkit Photovoltaic/Solar cell
Photovoltaic (PV) merupakan DG yang memanfaatkan
sinar matahari dalam menghasilkan listrik. Teknologi
diaplikasikan dengan menggunakan sel surya untuk
menangkap dan mengubah energi sinar matahari menjadi
listrik. Pada saat ini, ada beberapa tipe dari sel surya yang
sudah dikembangkan yaitu amorphous silicone, cadmium
telluride, copper indium deselenide dan crystalline silicone,
tetapi yang sering digunakan adalah silicone cell (crystalline
silicone). Sistem dari PV ini terdiri dari beberapa sel yang
dapat mengubah radiasi sinar matahari menjadi energi
listrik. Besarnya energi listrik yang dihasilkan tergantung
pada luas dari sel itu sendiri [6]. Pada penelitian ini kami
menggunakan PV dengan jenis
Tabel I. Jenis PV
Jenis Type
Daya per-PV
Sharp NU 230F3 Mono-crystalline
230 Wp
IV. Metodologi
Pembahasan pada penelitian ini dilakukan pada feeder
Bantul 07 yang merupakan acuan dari data yang akan diolah
untuk melihat kondisi perubahan yang terjadi dengan adanya
DG. Feeder Bantul 07 dibagi menjadi sembilan belas area
yaitu sebagai berikut Panggungharjo, Panggungharjo bnl7,
Panggungharjo/tirtonimolo, tirtonimolo selatan,
Pendowoharjo, Bantul A, Bantul B, Trirenggo, Bantul C,
Ringinharjo, Guwosari, Palbapang, Sumbermulyo,
Sidomulyo, Mulyodadi, Tirtomulyo, dan Srigading. Pada
saluran tersebut memiliki 28 beban terpasang dengan total
beban 13756 kW. Kondisi yang diamati juga terdapat pada
sisi Bus dengan total 61 Bus. Masukan dilakukan pada sistem
pada Bus sisi 20 kV untuk sk (...truncated)