DESAIN PEMANFAATAN SISTEM PEMBANGKIT HYBRID DIESEL GENERATOR-PV INTERAKTIF GRID
JTE UNIBA, Vol. 6, No. 2, April 2022
241
DESAIN PEMANFAATAN SISTEM PEMBANGKIT
HYBRID DIESEL GENERATOR-PV
INTERAKTIF GRID
(STUDI KASUS PADA GEDUNG DEKANAT FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG)
Asriningati1, Agus Suryanto2
Teknik Elektro,Fakultas Teknik Universitas Negeri Semarang
Sekaran, Kecamatan Gunungpati, Semarang 50229 INDONESIA
Email: , ,
1,2
Abstract—The utilization of renewable energy sources
in the form of a system of power plant hybrid is
becoming one of the efforts that can be done to reduce
the use of fossil fuels. Interactive grid systems that utilize
photovoltaic arrays and diesel generators as energy
sources can be applied in the Dekan Building, Faculty of
Engineering UNNES where currently still rely on fossil
energy sources. The software used in this system
modeling is ETAP 12.6. The result of the ETAP
simulation that PV Array can produce power of 25.9 kW
and has the potential to reduce PLN grid used power
obtained from hybrid systems by 54% so that it can be
used as a better option than the previous system. The
purpose of modeling this system is to facilitate the
analysis of hybrid PV and diesel generation systems so
that the performance is as desired. Modeling and
simulation can be used as a tool in designing, building
and analyzing the energy generating system hybrid PV
and diesel. System interactive grid is a combination
between the photovoltaic array, diesel generator and
PLN power grid. The output voltage of the PV will be
converted from DC to AC using inverter. When PV has
not been able to supply the load completely, PLN power
grid and diesel generator will come in to help supply the
load.
Intisari— Pemanfaatan sumber energi terbarukan
dalam bentuk sistem pembangkit hybrid saat ini menjadi
salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk
mengurangi penggunaan bahan bakar fosil. Sistem
interaktif grid yang memanfaatkan photovoltaic array
dan diesel generator sebagai sumber energi dapat
diaplikasikan di Gedung Dekanat, Fakultas Teknik
UNNES dimana saat ini masih mengandalkan sumber
energi fosil. Perangkat lunak yang digunakan dalam
pemodelan sistem ini yaitu software ETAP 12.6. Hasil
dari simulasi ETAP bahwa PV Array dapat
menghasilkan daya sebesar 25,9 kW dan memiliki
potensi pengurangan daya terpakai grid PLN yang
didapat dari sistem hybrid sebesar 54% sehingga dapat
dijadikan opsi yang lebih baik dari sistem sebelumnya.
Tujuan dari pemodelan sistem ini yaitu mempermudah
analisa sistem pembangkit hybrid PV dan diesel agar
performanya sesuai dengan yang diinginkan. Pemodelan
dan simulasi tersebut dapat digunakan sebagai alat
bantu dalam merancang, membangun dan menganalisa
sistem pembangkit energi hybrid PV dan diesel.
Sistem interaktif grid ini merupakan penggabungan
antara photovoltaic array, diesel generator dan juga
jaringan listrik PLN. Tegangan keluaran dari PV akan
diubah dari DC menjadi AC dengan menggunakan
inverter. Ketika PV belum bisa menyuplai beban
sebepenuhnya maka jaringan listrik PLN dan diesel
generator akan masuk untuk membantu menyuplai
beban.
Kata Kunci— Pembangkit Hybrid, Photovoltaic Array,
Diesel Generator, Interaktif Grid.
.
I. PENDAHULUAN
Seiring berkembangnya kemajuan ilmu pengetahuan
dan teknologi, energi listrik menjadi kebutuhan pokok
masyarakat di era modern ini. Ketersediaan tenaga listrik
dituntut dapat mencukupi kebutuhan sarana dan prasarana
yang mendukung laju pertumbuhan pembangunan
tersebut. Pada saat ini sumber energi utama pembangkit
listrik masih berasal dari energi fosil. Sedangkan
ketersediaan bahan bakar fosil lama kelamaan akan
semakin punah[1]. Melihat kondisi tersebut, maka perlu
adanya sumber energi alternatif yaitu energi baru
terbarukan. Oleh karena itu, beberapa negara di belahan
dunia kini mencoba mengembangkan sumber daya energi
baru
terbarukan.
Selain
ramah
lingkungan,
ketersediaannya di alam juga melimpah. Khususnya di
Indonesia, energi terbarukan dinilai cukup efisien dan
menjanjikan untuk dikembangkan [2].
Solar Photovoltaic (PV) System atau Pembangkit
Listrik Tenaga Surya (PLTS) merupakan salah satu jenis
pembangkit yang berpotensi untuk dikembangkan di
Indonesia. Mengingat posisi Indonesia yang berada di
garis khatulistiwa memungkinkan sinar matahari dapat
diterima secara optimal di hampir seluruh wilayah
Indonesia sepanjang tahun. Namun Solar Photovoltaic
(PV) menghasilkan energi yang tidak terlalu besar,
sehingga membutuhkan kombinasi pembangkit listrik lain.
Asriningati: DESAIN PEMANFAATAN SISTEM PEMBANGKIT....
E/P-ISSN: 2549-0842/2528 – 6498
JTE UNIBA, Vol. 6, No. 2, April 2022
Sistem kombinasi ini biasa disebut dengan sistem hybrid
[3]. Pemanfaatan sistem pembangkit hybrid melalui
pemodelan dengan perangkat lunak merupakan pilihan
yang memudahkan analisa sistem yang diinginkan [4].
Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui aliran
daya yang dihasilkan oleh sistem dan presentase
pengurangan daya dari grid PLN.
242
Fakultas Teknik Universitas Negeri Semarang. Desain alur
penelitian dapat dilihat pada gambar 2.
II. METODE PENELITIAN
Pada sebuah penelitian tentu perlu adanya sebuah
metode penelitian untuk menjadi acuan yang menjelaskan
langkah dan proses penelitian yang akan dilaksanakan.
Metode penelitian merupakan cara utama yang dipakai
para peneliti untuk mencapai tujuan dan menentukan
jawaban atas masalah yang diajukan. Dalam penelitian ini
metode penelitian yang digunakan yaitu metode
eksperimen. Metode eksperimen merupakan metode
sistematis untuk membangun hubungan yang mengandung
fenomena sebab akibat.
A. Lokasi Penelitian
Dalam penelitian ini data yang diambil mengenai
konsumsi penggunaan daya listrik pada Gedung Dekanat
Fakultas Teknik,
Universitas
Negeri
Semarang.
Pengambilan data dilakukan pada bulan April 2021 di
Gedung Dekanat Fakultas Teknik, Universitas Negeri
Semarang. Gedung Dekanat dipilih karena daya listrik
terpakai pada gedung ini cukup tinggi diantara gedunggedung lain di Fakultas Teknik. Gedung Dekanat, Fakultas
Teknik, Universitas Negeri Semarang terletak di Sekaran,
Gunungpati, Kota Semarang tepatnya pada koordinat 7,05
LS, 110,40 BT. Tampak satelit gedung Dekanat Fakultas
Teknik, Universitas Negeri Semarang ditunjukan pada
gambar 1.
Gambar 2. Alur Penelitian
Dari skema desain alur di atas, penelitian dimulai dengan
pengumpulan data melalui pengukuran langsung dan juga
studi literatur. Selanjutnya penelitian dilanjutkan dengan
membuat pemodelan sistem pembangkit hybrid diesel
generator–PV sesuai dengan kebutuhan daya listrik beban
di gedung Dekanat FT UNNES. Pemodelan dilakukan
menggunakan alat bantu berupa perangkat lunak ETAP 12.6.
Setelah dilakukan simulasi dengan perangkat lunak ETAP
12.6, kemudian dilakukan analisa dari hasil penelitian untuk
akhirnya mendapatkan kesimpulan dari penelitian ini. Data
yang diperoleh dari pengambilan data di Gedung Dekanat
Fakultas Teknik, Universitas Negeri Semarang akan diolah
dengan melakukan simulasi dan perhitungan untuk
memperoleh nilai efisiensi sistem tersebut. Data yang
didapat dihitung dengan rum (...truncated)