PROTOTIPE SISTEM KENDALI OTOMATIS PADA SMART HOME DENGAN ARDUINO UNO BERTENAGA SURYA
JTE UNIBA, Vol. 04, No. 02, April 2020
41
PROTOTIPE SISTEM KENDALI OTOMATIS PADA SMART
HOME DENGAN ARDUINO UNO BERTENAGA SURYA
Asriningati1, Esa Apriaskar2, Djuniadi3
Jurusan Teknik Elektro, Fakultas Teknik,Universitas Negeri Semarang
Kampus Sekaran, Gunungpati, Semarang, 50229, Indonesia
1, 2, 3
Abstract— Research on effectiveness and energy efficiency is now
an interesting topic. One of them is designing a Smart Home System
concept with a source of electricity from the Solar Cell Systems in a
home that facilitates human activities while in the house such as
turning on and turning off lights or fans automatically. Smart Home
System is a technology that allows homeowners do not to control the
entire contents of the house. In improving safety and comfort, this
system is controlled by a microcontroller, Arduino. Arduino is
connected to a computer via USB. Arduino microcontroller can be
used as a home light controller, fan control and other electronic
device controller features. Related to the many electronic features
used in the Smart Home System, solar power is used as a source of
electrical energy.
Keywords: Smart Home, Solar Panel, Arduino, Technology.
diminati dengan menggabungkan perkembangan teknologi
tinggi dan kepraktisan dibidang desain ruangan rumah.
Sebenarnya hampir sama dengan kebanyakan teknologi lain,
smart home diciptakan untuk memberikan kemudahan bagi
manusia. Namun, permasalahan utama yang dihadapi dalam
pengembangan teknologi ini adalah terbatasnya sumber energi
listrik. Oleh karena itu, sumber energi yang digunakan adalah
sumber energi terbarukan yang berasal dari energi matahari
menjadi suatu sistem energi yang lebih efisien, efektif dan
handal untuk dapat menyuplai kebutuhan energi listrik. Dalam
bentuk upaya mengoptimalisasi penggunaan teknologi Smart
Home, maka dibutuhkan suatu sistem kontrol ruangan pada
rumah memungkinkan pengguna untuk mengontrol lampu dan
kipas yang terintegrasi dengan 1 buah pengontrol dalam hal ini
menggunakan mikrokontroller Arduino, dan sensor yang
digunakan untuk membantu dan memudahkan kinerja maupun
kualitas hidup manusia modern.
Abstrak— Penelitian mengenai efektifitas dan efisiensi energi saat
ini menjadi topik yang menarik. Salah satunya yaitu merancang
suatu konsep Smart Home System dengan sumber listrik berasal
dari Solar Cell System di suatu rumah yang mempermudah
II.
LANDASAN TEORI
aktifitas manusia ketika berada dalam rumah seperti menyalakan
dan mematikan lampu atau kipas secara otomatis. Smart Home a. Arduino Uno
System adalah teknologi yang memungkinkan pemilik rumah
Arduino UNO adalah sebuah board mikrokontroler yang
tidak perlu mengontrol seluruh isi rumah. Dalam meningkatkan didasarkan pada ATmega328 (datasheet). Arduino UNO
keamanan serta kenyamanan, sistem ini dikontrol dengan mempunyai 14 pin digital input/output (6 di antaranya dapat
mikrokontroller yaitu Arduino. Arduino dikoneksikan ke digunakan sebagai luaran PWM), 6 masukan analog, sebuah
komputer melalui USB. Mikrokontroller Arduino dapat
osilator Kristal 16 MHz, sebuah koneksi USB, sebuah power
dimanfaatkan sebagai pengontrol lampu rumah, pengontrolan
kipas dan pengontrol fitur alat elektronik yang lainnya. Terkait jack, sebuah ICSP header, dan sebuat tombol reset. Arduino
dengan banyaknya fitur elektronik yang digunakan pada Smart UNO memuat semua yang dibutuhkan untuk menunjang
Home System, tenaga surya dimanfaatkan sebagai sumber energi mikrokontroler, mudah menghubungkannya ke sebuah
computer dengan sebuah kabel USB atau mensuplainya dengan
listrik.
Kata kunci : Smart Home, Panel Surya, Arduino, Teknologi.
I.
PENDAHULUAN
Dalam kehidupan sehari-hari aktivitas manusia tidak
terlepas dari teknologi yang mereka temukan. Seiring dengan
berkembangnya teknologi, rumah kini tidak hanya sekedar
tempat berlindung. Banyak rumah modern yang berteknologi
tinggi dan didasarkan desain sistem yang canggih. Seiring
dengan perkembangan teknologi, ruangan rumah pun
dilengkapi dengan berbagai fasilitas yang memiliki teknologi
tinggi. Hal ini membuat kita semakin nyaman berada di rumah
karena dimanjakan oleh berbagai kemudahan.
Pada jaman yang modern ini desain ruangan rumah populer
pada gaya yang lebih minimalis dan bersahaja, kini telah lebih
Asriningati : Prototype Sistem kendali Otomatis…
sebuah adaptor AC ke DC atau menggunakan baterai untuk
memulainya [1].
Gambar 1. Diagram struktur Arduino
E-ISSN : 2549-0842
42
JTE UNIBA, Vol. 04, No. 02, April 2020
b. Panel Surya
Panel surya adalah alat yang terdiri dari sel surya yang
mengubah energi foto cahaya menjadi listrik. Mereka disebut
surya atas Matahari atau "sol" karena Matahari merupakan
sumber cahaya terkuat yang dapat dimanfaatkan. Panel surya
sering kali disebut sel photovoltaic, photovoltaic dapat
diartikan sebagai "cahaya-listrik". “Sel surya atau sel PV
bergantung pada efek photovoltaic untuk menyerap energi
Matahari dan menyebabkan arus mengalir antara dua lapisan
bermuatan yang berlawanan” [2] .
Untuk mendeteksi intensitas cahaya yang masuk ke suatu
ruangan maka digunakan sensor LDR. LDR (Light Dependent
Resistor) yang merupakan Komponen Elektronika peka cahaya
ini sering digunakan atau diaplikasikan dalam Rangkaian
Elektronika sebagai sensor pada Lampu Penerang Jalan, Lampu
Kamar Tidur, Rangkaian Anti Maling, Shutter Kamera, Alarm
dan lain sebagainya. Rangsangan cahaya akan sangat
mempengaruhi nilai yang akan ditangkap oleh sensor. Sensor
LDR terbuat dari cadmium sulide yaitu merupakan bahan
semikonduktor yang resistansinya berubah-ubah menurut
banyaknya cahaya (sinar) yang mengenainya [4].
Gambar 4. Sensor LDR
Gambar 2. Panel Surya
e.
c. Sensor Suhu DHT11
Sensor suhu DHT11 adalah module sensor yang berfungsi
untuk mensensing objek suhu dan kelembaban yang memiliki
output tegangan analog yang dapat diolah lebih lanjut
menggunakan mikrokontroler. Module sensor ini tergolong
kedalam elemen resistif seperti perangkat pengukur suhu
seperti contohnya yaitu NTC [3].
Relay
Relay adalah suatu peranti yang menggunakan
electromagnet untuk mengoperasikan seperangkat kontak
sakelar. Susunan paling sederhana terdiri dari kumparan kawat
penghantar yang dililit pada inti besi. Bila kumparan ini di
energikan, medan magnet yang terbentuk menarik armatur
berporos yang digunakan sebagai pengungkit mekanisme
sakelar. setelah itu relay ini akan bekerja menghubungkan arus
dari baterai ke motor. Disini digunakan Kipas angin, yang akan
membuat suhu ruangan menjadi sejuk dan memberi pengaruh
terhadap sensor DHT11 sehingga tegangan pada sensor akan
menjadi turun dan kemudian relay akan otomatis mematikan
seluruh sensor begitu pula sebaliknya ketika suhu ruangan
meningkat kembali maka keseluruhan system diatas akan
bekerja kembali.
Gambar 3. Sensor DHT11
d. LDR (Light Dependent Resistor)
E-ISSN : 2549-0842
Gambar 5. Relay Modul
Asriningati : Prototype Sistem kendali Otomatis…
JTE UNIBA, Vol. 04, No. 02, April 2020
III. METODOLOGI PENELITIAN
Tahap pelaksanaan penelitian dilakukan dengan 3 tahap
ya (...truncated)