Prilaku Membuang Sampah Sembarangan dan Implikasinya Terhadap Ketahanan Lingkungan di Pangkalpinang
JSPM
Abdul Fatah & Novendra Hidayat (2024). Prilaku Membuang Sampah Sembarangan Dan Implikasinya Terhadap
Ketahanan Lingkungan Di Pangkalpinang. Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Malikussaleh (JSPM), 5
(1). Hal. 187-198. Januari-Juni 2024. DOI. 10.29103/jspm.v%vi%i.15665
PRILAKU MEMBUANG SAMPAH SEMBARANGAN DAN IMPLIKASINYA
TERHADAP KETAHANAN LINGKUNGAN DI PANGKALPINANG
Abdul Fatah1*, Novendra Hidayat2)
Universitas Bangka Belitung-Indonesia
1,2
*Coressponding Author:
ABSTRACT
This research focuses on the factors that cause the behavior patterns and habits of the Gerunggang
Subdistrict community, Pangkalpinang City, Bangka Belitung Islands Province in littering in wild places.
It aims to describe the background of the Gerunggang sub-district community in littering. This research
uses descriptive qualitative research methods with purposive sampling techniques. From the findings in
the field, the factors behind people littering are two factors; first cultural, and second structural. Although
several community groups and the government have made various efforts such as installing banners,
providing garbage trucks and Mel task force, and always transporting piles of garbage from illegal
locations that have been installed banners, the people of Gerungang District still continue to litter. These
conditions have a huge impact on the surrounding environment both on humans and nature such as soil,
air and water.
Keywords: Behavior, Garbage Disposal, Environmental Resilience
ABSTRAK
Penelitian ini berfokus pada faktor penyebab pola perilaku dan kebiasaan masyarakat Kecamatan
Gerunggang, Kota Pangkalpinang, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung dalam membuang sampah
sembarangan ditempat liar. Hal ini bertujuan untuk mendeskripsikan latar belakang masyarakat
Kecamatan Gerunggang membuang sampah sembarangan. Penelitian ini menggunakan motode penelitian
kualitatif deskriptif dengan teknik purposive sampling. Dari hasil temuan dilapangan, faktor yang
melatarbelakangi masyarakat membuang sampah sembarangan terdapat dua faktor; pertama kultural, dan
kedua strukural. Meski beberapa kelompok masyarakat dan pemerintah telah melakukan beragam upaya
seperti pemasangan spanduk, menyediakan mobil pengangkut sampah dan satgas Mel, serta selalu
mengangkut tumpukkan sampah dari lokasi liar yang telah dipasang spanduk, masyarakat Kecamatan
Gerungang masih tetap membuang sampah secara sembarangan. Kondisi tersebut sangat berdampak bagi
lingkungan sekitar baik terhadap manusia maupun alam seperti tanah, udara dan air.
Kata Kunci: Prilaku, Membuang Sampah,Ketahanan Lingkungan
E-ISSN: 2747-1292
PENDAHULUAN
Alam dan manusia dalam pandangan teologis memiliki hubungan erat seperti rumah dan
tuan. Alam adalah pelayan manusia dan manusia penguasa tunggal alam. Posisi manusia dalam
pandangan Tuhan sangat spesial, bak raja yang berarti semua penciptaan alam raya ini
dipersembahkan untuk kebahagiaan manusia. Doktrin manusia sebagai mahkota ciptaan menjadi
salah satu acuan untuk melegitimasi tindakan eksploitatif manusia terhadap alam (Ngahu, 2020).
Secara sekilas, Alam dan lingkungan juga manusia memiliki hubungan yang sangat erat dan saling
menguntungkan.
Manusia
melangsungkan kehidupannya
bergantung dari pemanfaatan
keanekaragaman hayati yang berhubungan dengan sumberdaya alam seperti: tanah, air, udara,
hutan, dan lainnya (Asteria & Heruman, 2016; Khairina et al., 2020). Keanekaragaman hayati
merupakan istilah yang dipakai untuk memberikan gambaran berbagai macam bentuk kehidupan
di permukaan bumi, interaksi di antara makhluk hidup dan lingkungannya. Interaksi tersebut akan
merujuk pada keseluruhan aspek kehidupan, ekonomi, sosial, lingkungan, pengetahuan, etika, dan
keterkaitan satu aspek dengan aspek lainnya. Secara global, hal ini menjadi isu sangat penting di
seluruh dunia.
Lingkungan bagi manusia merupakan salah satu unsur yang sangat penting dalam
kehidupannya, karena lingkungan tidak saja sebagai tempat manusia beraktivitas, tetapi lingkungan
juga sangat berperan dalam mendukung berbagai aktivitas manusia. Di lingkungan, semua
kebutuhan hidup manusia telah tersedia sehingga ada upaya yang dilakukan oleh manusia untuk
mengekploitasi lingkungannya demi hajat hidupnya. Karenanya, merupakan hal yang sangat wajar
bila interaksi manusia dengan lingkungannya akan berlangsung secara berkaitan dan terus menerus.
Dengan adanya interaksi ini, maka dapat dipastikan bahwa kondisi lingkungan juga akan
dipengaruhi oleh perilaku menusia. Sikap dan perilaku manusia akan menentukan baik buruknya
kondisi suatu lingkungan. Sebaliknya, bagaimana manusia memperlakukan lingkungan
dampaknya akan berpengaruh terhadap kualitas kehidupan manusia itu sendiri (Hamzah, 2013;
Taya et al., 2021).
Sampah merupakan material sisa baik dari hewan, manusia, maupun tumbuhan yang tidak
terpakai lagi dan dilepaskan kea lam dalam bentuk padatan, cair, maupun gas. Bencana sampah
sudah masuk dalam kategori masalah yang luar biasa baik secara lokal maupun global. Indonesia
termasuk negara penghasil sampah terbesar kedua di dunia setelah Tiongkok (Arisona, 2018).
Sengkarut sampah di sebagian besar di kota-kota besar maupun kecil merupakan masalah klasik
yang bleum bisa dituntaskan. Diantara kondisi permasalahan sampah terjadi di kota pangkalpinang.
187 | Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Malikussaleh (JSPM) Volume 5 Nomor 1 Tahun 2024
"Kalau sehari sampah yang masuk dari seluruh Kota Pangkalpinang itu sekitar 150an ton sampah,
rata-rata didominasi sampah plastikdan sampah rumah tangga. Tapi untuk sampah plastik kadang
ketika dibuang itu langsung diambil oleh temen-temen kita yang ada di TPA kemudian dijual dan
diolah kembali," sebut Ikhwanus kepada Bangkapos.com, Jumat (25/11/2022).
Di berbagai pingiran jalan di pangkalpinang sangat banyak tumpukan-tumpukan sampah.
Berbagai upaya yang dilakukan oleh masyarakat sudah ditempuh, termasuk membuat spanduk
larangan buang sampah. Spanduk yang dibuat berisikan sumpah serapah untuk si pembuang
sampah yangr tidak ada rasa malu, tidak merasa bersalah atau tidak takut berdosa ketika membuang
sampah sembarangan. Dengan prilaku itu telah mengakibatkan dampak besar bagi lingkungan
termasuk, pencemaran udara, penyempitan jalan dan kerusakan ekosistem tumbuhan. Berdasar
kondisi tersebut, peneliti merasa terpanggil untuk melakukan kajian penelitian terhadap prilaku
warga masyarakat atas sikap membuang sampah sembarangan. Kebiasaan prilaku masyarakat
membuang sampah sembarangan, cepat atau lambat akan berdampak pada ketahanan lingkungan
setempat.
Secara teoritis definisi ketahanan lingkungan merupakan salah satu bagian dari ketahanan
wilayah yang terintegrasi. Baik secara langsung maupun tidak langsung berhubungan dengan
seluruh aspek kehidupan masyarakat, dalam menghadapi dan mengatasi segala macam tantangan,
ancaman, hambatan serta gangguan (A.S. Hikam, 2015; Setiawan, 2021; Theofillius Baratova
Axellino Kristanto & Aishya Putri, 2021) Ketahanan lingkungan disempurnakan yang artinya
kemampuan (...truncated)