Prilaku Membuang Sampah Sembarangan dan Implikasinya Terhadap Ketahanan Lingkungan di Pangkalpinang

Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Malikussaleh (JSPM), Jun 2024

This research focuses on the factors that cause the behavior patterns and habits of the Gerunggang Subdistrict community, Pangkalpinang City, Bangka Belitung Islands Province in littering in wild places. It aims to describe the background of the Gerunggang sub-district community in littering. This research uses descriptive qualitative research methods with purposive sampling techniques. From the findings in the field, the factors behind people littering are two factors; first cultural, and second structural. Although several community groups and the government have made various efforts such as installing banners, providing garbage trucks and Mel task force, and always transporting piles of garbage from illegal locations that have been installed banners, the people of Gerungang District still continue to litter. These conditions have a huge impact on the surrounding environment both on humans and nature such as soil, air and water.Penelitian ini berfokus pada faktor penyebab pola perilaku dan kebiasaan masyarakat Kecamatan Gerunggang, Kota Pangkalpinang, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung dalam membuang sampah sembarangan ditempat liar. Hal ini bertujuan untuk mendeskripsikan latar belakang masyarakat Kecamatan Gerunggang membuang sampah sembarangan. Penelitian ini menggunakan motode penelitian kualitatif deskriptif dengan teknik purposive sampling. Dari hasil temuan dilapangan, faktor yang melatarbelakangi masyarakat membuang sampah sembarangan terdapat dua faktor; pertama kultural, dan kedua strukural. Meski beberapa kelompok masyarakat dan pemerintah telah melakukan beragam upaya seperti pemasangan spanduk, menyediakan mobil pengangkut sampah dan satgas Mel, serta selalu mengangkut tumpukkan sampah dari lokasi liar yang telah dipasang spanduk, masyarakat Kecamatan Gerungang masih tetap membuang sampah secara sembarangan. Kondisi tersebut sangat berdampak bagi lingkungan sekitar baik terhadap manusia maupun alam seperti tanah, udara dan air.

Article PDF cannot be displayed. You can download it here:

https://ojs.unimal.ac.id/index.php/jspm/article/download/15665/pdf

Prilaku Membuang Sampah Sembarangan dan Implikasinya Terhadap Ketahanan Lingkungan di Pangkalpinang

JSPM Abdul Fatah & Novendra Hidayat (2024). Prilaku Membuang Sampah Sembarangan Dan Implikasinya Terhadap Ketahanan Lingkungan Di Pangkalpinang. Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Malikussaleh (JSPM), 5 (1). Hal. 187-198. Januari-Juni 2024. DOI. 10.29103/jspm.v%vi%i.15665 PRILAKU MEMBUANG SAMPAH SEMBARANGAN DAN IMPLIKASINYA TERHADAP KETAHANAN LINGKUNGAN DI PANGKALPINANG Abdul Fatah1*, Novendra Hidayat2) Universitas Bangka Belitung-Indonesia 1,2 *Coressponding Author: ABSTRACT This research focuses on the factors that cause the behavior patterns and habits of the Gerunggang Subdistrict community, Pangkalpinang City, Bangka Belitung Islands Province in littering in wild places. It aims to describe the background of the Gerunggang sub-district community in littering. This research uses descriptive qualitative research methods with purposive sampling techniques. From the findings in the field, the factors behind people littering are two factors; first cultural, and second structural. Although several community groups and the government have made various efforts such as installing banners, providing garbage trucks and Mel task force, and always transporting piles of garbage from illegal locations that have been installed banners, the people of Gerungang District still continue to litter. These conditions have a huge impact on the surrounding environment both on humans and nature such as soil, air and water. Keywords: Behavior, Garbage Disposal, Environmental Resilience ABSTRAK Penelitian ini berfokus pada faktor penyebab pola perilaku dan kebiasaan masyarakat Kecamatan Gerunggang, Kota Pangkalpinang, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung dalam membuang sampah sembarangan ditempat liar. Hal ini bertujuan untuk mendeskripsikan latar belakang masyarakat Kecamatan Gerunggang membuang sampah sembarangan. Penelitian ini menggunakan motode penelitian kualitatif deskriptif dengan teknik purposive sampling. Dari hasil temuan dilapangan, faktor yang melatarbelakangi masyarakat membuang sampah sembarangan terdapat dua faktor; pertama kultural, dan kedua strukural. Meski beberapa kelompok masyarakat dan pemerintah telah melakukan beragam upaya seperti pemasangan spanduk, menyediakan mobil pengangkut sampah dan satgas Mel, serta selalu mengangkut tumpukkan sampah dari lokasi liar yang telah dipasang spanduk, masyarakat Kecamatan Gerungang masih tetap membuang sampah secara sembarangan. Kondisi tersebut sangat berdampak bagi lingkungan sekitar baik terhadap manusia maupun alam seperti tanah, udara dan air. Kata Kunci: Prilaku, Membuang Sampah,Ketahanan Lingkungan E-ISSN: 2747-1292 PENDAHULUAN Alam dan manusia dalam pandangan teologis memiliki hubungan erat seperti rumah dan tuan. Alam adalah pelayan manusia dan manusia penguasa tunggal alam. Posisi manusia dalam pandangan Tuhan sangat spesial, bak raja yang berarti semua penciptaan alam raya ini dipersembahkan untuk kebahagiaan manusia. Doktrin manusia sebagai mahkota ciptaan menjadi salah satu acuan untuk melegitimasi tindakan eksploitatif manusia terhadap alam (Ngahu, 2020). Secara sekilas, Alam dan lingkungan juga manusia memiliki hubungan yang sangat erat dan saling menguntungkan. Manusia melangsungkan kehidupannya bergantung dari pemanfaatan keanekaragaman hayati yang berhubungan dengan sumberdaya alam seperti: tanah, air, udara, hutan, dan lainnya (Asteria & Heruman, 2016; Khairina et al., 2020). Keanekaragaman hayati merupakan istilah yang dipakai untuk memberikan gambaran berbagai macam bentuk kehidupan di permukaan bumi, interaksi di antara makhluk hidup dan lingkungannya. Interaksi tersebut akan merujuk pada keseluruhan aspek kehidupan, ekonomi, sosial, lingkungan, pengetahuan, etika, dan keterkaitan satu aspek dengan aspek lainnya. Secara global, hal ini menjadi isu sangat penting di seluruh dunia. Lingkungan bagi manusia merupakan salah satu unsur yang sangat penting dalam kehidupannya, karena lingkungan tidak saja sebagai tempat manusia beraktivitas, tetapi lingkungan juga sangat berperan dalam mendukung berbagai aktivitas manusia. Di lingkungan, semua kebutuhan hidup manusia telah tersedia sehingga ada upaya yang dilakukan oleh manusia untuk mengekploitasi lingkungannya demi hajat hidupnya. Karenanya, merupakan hal yang sangat wajar bila interaksi manusia dengan lingkungannya akan berlangsung secara berkaitan dan terus menerus. Dengan adanya interaksi ini, maka dapat dipastikan bahwa kondisi lingkungan juga akan dipengaruhi oleh perilaku menusia. Sikap dan perilaku manusia akan menentukan baik buruknya kondisi suatu lingkungan. Sebaliknya, bagaimana manusia memperlakukan lingkungan dampaknya akan berpengaruh terhadap kualitas kehidupan manusia itu sendiri (Hamzah, 2013; Taya et al., 2021). Sampah merupakan material sisa baik dari hewan, manusia, maupun tumbuhan yang tidak terpakai lagi dan dilepaskan kea lam dalam bentuk padatan, cair, maupun gas. Bencana sampah sudah masuk dalam kategori masalah yang luar biasa baik secara lokal maupun global. Indonesia termasuk negara penghasil sampah terbesar kedua di dunia setelah Tiongkok (Arisona, 2018). Sengkarut sampah di sebagian besar di kota-kota besar maupun kecil merupakan masalah klasik yang bleum bisa dituntaskan. Diantara kondisi permasalahan sampah terjadi di kota pangkalpinang. 187 | Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Malikussaleh (JSPM) Volume 5 Nomor 1 Tahun 2024 "Kalau sehari sampah yang masuk dari seluruh Kota Pangkalpinang itu sekitar 150an ton sampah, rata-rata didominasi sampah plastikdan sampah rumah tangga. Tapi untuk sampah plastik kadang ketika dibuang itu langsung diambil oleh temen-temen kita yang ada di TPA kemudian dijual dan diolah kembali," sebut Ikhwanus kepada Bangkapos.com, Jumat (25/11/2022). Di berbagai pingiran jalan di pangkalpinang sangat banyak tumpukan-tumpukan sampah. Berbagai upaya yang dilakukan oleh masyarakat sudah ditempuh, termasuk membuat spanduk larangan buang sampah. Spanduk yang dibuat berisikan sumpah serapah untuk si pembuang sampah yangr tidak ada rasa malu, tidak merasa bersalah atau tidak takut berdosa ketika membuang sampah sembarangan. Dengan prilaku itu telah mengakibatkan dampak besar bagi lingkungan termasuk, pencemaran udara, penyempitan jalan dan kerusakan ekosistem tumbuhan. Berdasar kondisi tersebut, peneliti merasa terpanggil untuk melakukan kajian penelitian terhadap prilaku warga masyarakat atas sikap membuang sampah sembarangan. Kebiasaan prilaku masyarakat membuang sampah sembarangan, cepat atau lambat akan berdampak pada ketahanan lingkungan setempat. Secara teoritis definisi ketahanan lingkungan merupakan salah satu bagian dari ketahanan wilayah yang terintegrasi. Baik secara langsung maupun tidak langsung berhubungan dengan seluruh aspek kehidupan masyarakat, dalam menghadapi dan mengatasi segala macam tantangan, ancaman, hambatan serta gangguan (A.S. Hikam, 2015; Setiawan, 2021; Theofillius Baratova Axellino Kristanto & Aishya Putri, 2021) Ketahanan lingkungan disempurnakan yang artinya kemampuan (...truncated)


This is a preview of a remote PDF: https://ojs.unimal.ac.id/index.php/jspm/article/download/15665/pdf
Article home page: https://ojs.unimal.ac.id/index.php/jspm/article/view/15665/pdf

Fatah Abdul, Hidayat Novendra. Prilaku Membuang Sampah Sembarangan dan Implikasinya Terhadap Ketahanan Lingkungan di Pangkalpinang, Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Malikussaleh (JSPM), 2024, pp. 187-198,